vblrote-sept

Gubernur Viktor: Mendesign Pembangunan Perlu Data Yang Valid

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong pencatatan data kemiskinan didaerah diperhatikan dengan cermat. Sebab kekeliriuan dalam pencatatan data kemiskinan sangat berpengaruh terhadap perencanaan dan output pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah.

Gubernur Viktor bahkan mengingatkan agar koreksi data kemiskinan rutin diserahkan ke Bupati dan Gubernur. Sehingga menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan yang tepat. Gubernur Viktor menegaskan ini saat melaksanakan Rapat Kerja dengan para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao di Auditorium Ti’I Langga, kamis (01/09/22). Gubernur Viktor didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao.

“Jadi data seperti ini tolong dicek dengan benar. Saya tidak percaya (kemiskinan) Rote tinggi. Sehingga terkait data harus dirapikan dengan benar. Kepala desa, lurah dan camat harus tanggungjawab itu. Kita punya problem terbesar di provinsi ini adalah soal data itu,” tegas Gubernur Viktor.

 

Menurutnya data kemiskinan yang valid penting bagi perencanaan program dan kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan itu sendiri. Apalagi, kata Gubernur Viktor, Presiden sudah menargetkan kemiskinan ekstrim menjadi nol persen ditahun 2024. Hal ini menurut Gubernur Viktor mesti memantik semangat semua pihak serius bekerja sampai ke level bawah.

Mendesign pembangunan, lanjut Gubernur Viktor harus merujuk data. Sehingga diketahui jumlah masyarakat miskin yang perlu diintervensi dan program kegiatan yang tepat. Kesalahan data bisa menyebabakan upaya pengentasan kemiskinan terhambat.

“ Data ini penting untuk kita mendesain pembangunan. Mendesain pembangunan, dasar kita adalah data. Berapa orang miskin yang perlu kita intervensi. Kesalahan ini yang menyebabkan NTT dari tahun ke tahun tidak bisa meninggalkan stigma buruk itu,” jelasnya.

Menurutnya, semakin tinggi angka kemiskinan justru memperburuk citra suatu daerah. Sehingga terkait data kemiskinan harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Sebab kekeliruan data turut berpengaruh pada program dan kegiatan yang ditetapkan.

“ Data itu tanggungjawab kita. Karena data itu kalau orang miskin terlalu banyak itu mempermalukan kamu. Masa kamu (kepala desa, lurah, camat) mau desamu paling banyak kemiskinannya. Jadi ini persoalan harga diri mestinya. Saya ingin kita lihat ini sunggung-sungguh. Karena kita kerja macam apa pun kalau kita dipermalukan seperti itu bahaya loh,” ungkap Gubernur Viktor.

Hal ini yang membuat dirinya berkunjung ke daerah untuk bertemu dengan para kepala desa, lurah dan camat. Karena semua program dan kegiatan yang ditetapkan endingnya di desa. Jika wilayah itu potensinya kelautan dan perikanan maka fokus programnya kelautan dan perikanan. Dan yang terlibat harus kelompok miskin setempat dengan terus mendorong pemberdayaan.

“ Dan saya sungguh-sungguh datang ke NTT. Saya tidak tertarik loh untuk senang-senang sekedar menjadi gubernur. Saya ingin melihat Provinsi NTT ini keluar dari stigma kemiskinannya. Nyawa pun saya kasih. Saya minta kepada Tuhan kalau saya mati hari ini dengan syarat NTT keluar dari kemiskinan saya siap,” tegas Gubernur Viktor.(BidKom-DKISP)

vblrote-sept4

Stunting Terbaik, Dorong Pengembangan Sorgum dan Rumput Laut

Penanganan Stunting yang menempatkan Kabupaten Rote Ndao menempati urutan dua di NTT mendapat apresiasi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Dalam Rapat Kerja bersama para Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao di Auditorium Ti’I Langga, kamis (01/09/22), Gubernur Viktor yang didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE mengatakan ada potensi lain yang juga harus dikembangkan dan berdampak pada pengendalian angka kemiskinan.

“ Stunting kan sudah bagus. Harus dijaga. Di Rote Ndao ada contoh hasil kerja yang bagus. Yang bagus ini harus terus dilebarkan. Misalnya dengan menurunkan angka kemiskinan. Saya yakin di Rote bagus. Karena itu saya inginkan pertama, kita rapikan data. Kedua kita rumuskan program dengan baik,” tegas Gubernur Viktor.

Data ini, kata Gubernur Viktor, berpengaruh terhadap upaya mengendalikan stunting dan berpengaruh pula terhadap pengendalian inflasi. Dari pengendalian angka kemiskinan kemudian penurunan stunting maka selanjutnya masuk lagi ke inflasi.

“ Masa tomat jadi problem di provinsi NTT. Tadi BPS kirim ke saya tomat problem, cabe problem, ikan problem. Barang-barang ini kita bisa bikin. Kalau ada masalah lapor ke saya,” harap Gubernur.

Dorong Pengembangan Sorgum dan Ramput Laut

Gubernur juga secara khusus mendorong pengembangan Sorgum (Jagung Rote) dan Rumput Laut di Kabupaten Rote Ndao. Apalagi kata Gubernur Viktor, rumput laut Rote Ndao sesuai hasil lab merupakan yang terbaik di dunia dengan kualitas tinggi.

Dalam pengembangan rumput laut ini, lanjut Gubernur, ada investor luar negeri yang diarahkan untuk membangun pabriknya di NTT. Hal ini tentu untuk merubah pola penjualan rumput laut dari barang baku menjadi minimal barang setengah jadi. Bahkan telah Peraturan Gubernur yang melarang rumput laut dijual keluar dalam bentuk bahan baku.

“ Saya minta sepulang dari sini mulai susun baik-baik. Peternakan, pertanian, perikanan kita punya. Untuk rumput laut satu-satunya rumput laut dari Indonesia yang terbaik di dunia adalah dari Rote Ndao. Karena itu saya membuat Pergub untuk melarang rumput laut itu keluar secara bahan baku. Sekarang ada tiga perusahaan besar dari Cina yang masuk ke NTT,” jelas Gubernur Viktor.

Menurutnya, dengan adanya Pergub ke depan pengelolaan rumput bisa persiapkan dengan baik. Termasuk dengan kehadiran pabrik pengolahan rumput laut di NTT yang nantinya berpengaruh pada peningkatan produksi rumput laut.

“ Etos kerja orang Rote bagus. Rote ini penggerak ekonomi. Dimana ada orang Rote disitu ekonomi tumbuh. Rote ini Kabupaten yang bisa bantu gubernur punya muka supaya senyum-senyum sedikit. Sekarang pabriknya datang dan dibangun di Kupang. Karena kita punya rumput laut terbaik. Kita kirim semua data ternyata Rote Ndao punya terbaik. Ini hasil lab bukan saya karang,” jelas Gubernur Viktor.

Demikian juga untuk tanaman Sorgum atau yang popular dengan sebutan Jagung Rote. Dalam pengelolaannya ke depan harus dijual keluar tidak dalam bentuk bahan baku.

“Demikian juga dengan Sorgum. Kita tidak akan jual bahan bakunya. Tapi kita olah menjadi tepung, mie dan lainnya. Jadi kita tidak boleh tertarik lagi jual bahan baku. Kita menuju industri. Karena itu tanamnya harus banyak,” harap Gubernu Viktor.

Untuk itu perlu didukung dengan peralatan mesin tanam dan panen. Hal ini menjadi bahan diskusi Gubernur Viktor dan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE. Dan di Rote Ndao sendiri peralatan yang dimaksud Gubernur Viktor sudah tersedia. Kehadiran peralatan ini, kata Gubernur Viktor membuat kegiatan tanam dan panen masyarakat menjadi lebih cepat. Sehingga mendukung pengembangan Sorgum.

“ Saya sudah berdiskusi dengan Ibu Bupati untuk mesin panen. Sehingga sawah tadah hujan panen duluan. Agar sehabis panen langsung tanam jagung karena sawahnya masih basah. Jadi tanahnya masih basah karena panen cepat menggunakan mesin. Jadi setelah padi langsung tanam Sorgum (jagung Rote),” jelas Gubernur Viktor.
Ditambahkan Gubernur Viktor, masyarakat biasanya lama pada saat proses panen. sehingga teorinya harus balik yakni panen hanya membutuhkan waktu dua minggu untuk satu hamparan. waktu hujan yang hanya maksimal tiga sampai empat bulan harus dimanfaat dengan baik untuk jumlah masa tanam menjadi dua kali.

“ Dan ini kalau kita kerjakan teorinya dengan baik Saya ingin ke depan kabupaten Rote Ndao jadi Kabupaten pertama yang tanpa orang miskin. Dan saya percaya itu. Kabupaten pertama di NTT yang tidak ada orang miskin adalah Rote Ndao. Saya percaya itu. Mari kita kerja yang terbaik dan sensus nanti itu menentukan kita jujur atau tidak. Sensus nanti bisa didapat hasil yang baik. Kita mendapat informasi dan data yang akurat dalam rangka kita menyelesaikan kemiskinan di NTT,” pinta Gubernur Viktor.(BidKom-DKISP)

Gambar g

Minta Dukungan Gubernur

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat melihat stand kerajinan tenun masyarakat. Bupati Paulina meminta dukungan Gubernur Viktor untuk beberapa rencana pembangunan ke depan diantaranya Pelabuhan Marina di Telaga Nirwana, Pelabuhan Ba’a dan Bandara D.C Saudale. Telaga Nirwana sebagai wisata air terbaik sehingga perlu juga didukung dengan sarana prasarana yang memadai.

Bupati Paulina juga atas nama pemerintah dan masyarakat Rote Ndao menyampaiakan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Viktor atas teladan, kerja keras dalam visi NTT Bangkit dan Sejahtera yang menginspirasi pembangunan di daerah.

“ Karena di era kepemimpinan Bapak Gubernur pembangunan di NTT sangat membumi. Sekaligus mendongkrak atensi besar pada pembangunan pariwisata sehingga pariwisata kita semakin dikenal dan terkenal terutama Mulut Seribu dan Telaga Nirwana dimana ditetapkan sebagai surga tersembunyi,” jelas Bupati Paulina.

Gambar e

Dorong Pengembangan Sorgum dan Rumput Laut

Para peserta Rapat Kerja Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Camat, Lurah dan Kepala Desa se-kabupaten Rote Ndao.

Dikesempatan ini, Gubernur secara khusus mendorong pengembangan Sorgum (Jagung Rote) dan Rumput Laut di Kabupaten Rote Ndao. Apalagi kata Gubernur Viktor, rumput laut Rote Ndao sesuai hasil lab merupakan yang terbaik di dunia dengan kualitas tinggi.

Dalam pengembangan rumput laut ini, kata Gubernur, ada investor luar negeri yang diarahkan untuk membangun pabriknya di NTT. Hal ini tentu untuk merubah pola penjualan rumput laut dari barang baku menjadi minimal barang setengah jadi. Bahkan telah ada Peraturan Gubernur yang melarang rumput laut dijual keluar dalam bentuk bahan baku

Gambar d.

Desa dan Empat Prioritas Pembangunan

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE menyapa Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebelum dan seusai memberikan sambutan dalam kegiatan rapat kerja Gubernur bersama para Camat, Kelapa Desa dan Lurah se-Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulina mengisahkan sejak tahun 2019 desa-desa di Kabupaten Rote Ndao telah diarahkan untuk melaksanakan pembangunan dengan empat prioritas yakni membangun rumah layak huni dengan pemenuhan kebutuhan air bersih dan penanggulangan prevalensi stunting dan eliminasi kematian ibu dan anak serta pemberdayaan masyarakat melalui mata pencaharian lokal pertanian dan perikanan.

Dan kolaborasi pembangunan ini membuahkan hasil yang positif dengan terbangunnya 4.000 unit rumah layak huni, 10 persen dana desa untuk membantu penanganan stunting dan eliminasi kasus kematian ibu dan anak serta pemberian PMT bagi bayi usia dibawah dua tahun. Juga telah berhasil membangun 900 unit sarana prasarana air bersih dengan anggaran sekitar Rp.100 Milyar.

Gambar c.

Kolaborasi Pembangunan Tunjukan Hasil Nyata

Bupati Rote Nadao Paulina Haning-Bullu,SE menyampaikan sambutan dalam kegiatan rapat kerja Gubernur NTT bersama para Camat, Kelapa Desa dan Lurah se-Kabupaten Rote Ndao di Audirorium Ti’I Langga, kamis (01/09/22), terkait sejumlah progress capaian pembangunan di daerah ini. Capaian ini, jelas Bupati Paulina sebagai hasil kolaborasi kerja pembangunan sampai ke tingkat desa dan kelurahan

Bupati Paulina mengatakan, prevalensi stunting di Kabupaten Rote Ndao bulan februari memang sempat menyentuh angka 26 persen. Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan mampu menekan hingga 22 persen dan menjadikan Kabupaten Rote Ndao menempati urutan dua dalam penilaian kinerja terbaik penanganan Stunting di NTT.

Gambar b

Data Yang Valid untuk Mendesign Pembangunan

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat bediskusi dengan peserta Rapat Kerja Gubernur NTT dengan Camat, Lurah dan Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao. Gubernur Viktor mengatakan, mendesign pembangunan, memerlukan data yang valid. Sehingga diketahui jumlah masyarakat miskin yang perlu diintervensi dan program kegiatan yang tepat. Kesalahan data bisa menyebabakan upaya pengentasan kemiskinan terhambat.

“ Data ini penting untuk kita mendesain pembangunan. Mendesain pembangunan, dasar kita adalah data. Berapa orang miskin yang perlu kita intevensi. Kesalahan ini yang menyebabkan NTT dari tahun ke tahun tidak bisa meninggalkan stigma buruk itu,” jelasnya

Gambar a.

Target Kemiskinan Ekstrem 0 % di 2024

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyampaikan arahan saat melaksanakan rapat kerja bersama Camat, Lurh dan Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao, Kamis (01/09/22) bertempat di Auditorium Ti’I Langga. Gubernur Viktor mendorong pencatatan data kemiskinan didaerah diperhatikan dengan cermat. Ia mengingatkan agar koreksi data kemiskinan rutin diserahkan ke Bupati dan Gubernur. Sehingga menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan yang tepat.

Data kemiskinan yang valid penting bagi perencanaan program dan kegiatan dalam rangka pengentasan kemiskinan itu sendiri. Apalagi, kata Gubernur Viktor, Presiden sudah menargetkan kemiskinan ekstrim menjadi nol persen ditahun 2024.