bnpbkupang
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT menggenjot kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dan swasta guna mendeteksi penggunaan narkoba lewat tes urine. Tes urine telah dilakukan di sejumlah instansi yang tergabung dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Kepala BNP NTT, Kombes Pol Sulistiandriatmoko, kepada wartawan di Kupang, Jumat (11/3), mengatakan pihaknya terus mengkonsultasikan mengenai teknis pelaksanaan tes urine.
“Ini kan penting bukan untuk BNN, tetapi buat citra masing-masing lembaga tersebut. Kalau bersih narkoba itu kan lebih bagus,” kata Sulistiandriatmoko.
Menurut Sulistiandriatmoko, pihaknya menargetkan untuk merehabilitasi 270 orang pecandu narkoba di NTT. Terkait program rehabilitasi, Sulistiandriatmoko mengaku sudah berkoordinasi dengan BNN kabupaten/kota yang sudah terbentuk, yaitu BNN Kabupaten Belu, Rote Ndao dan Kota Kupang.
“Sampai saat ini baru tiga BNN kabupaten/kota di NTT. Sudah diajukan lagi tujuh BNN kabupaten ke Menpan dan sedang dalam proses,” ujar Sulistiandriatmoko. Ditambahkan, angka pengguna narkoba di NTT sesuai data survei tahun 2015, mengalami penurunan dari 51.298 orang menjadi 49.000 orang. “Masih didominasi oleh penggunaan obat-obatan keras,” sebut Sulistiandriatmoko.
Orang nomor satu di BNP NTT itu menjelaskan, terdapat tiga indikator prevalensi pengguna narkoba yakni coba pakai, teratur pakai dan pecandu. Dan berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN, angka pengguna yang teratur pakai sudah bisa ditekan. “Angka coba pakainya yang meningkat. Ini mengindikasikan bahwa program pencegahan kepada masyarakat agar mereka tidak coba pakai itu yang harus diutamakan. Kalau pemakai teratur dan pecandu sudah bisa diatasi dengan rehabilitasi,” pungkas

 

 

Sumber : Timex 12 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017