TRIBUNNEWS.COM, KATHMANDU – Kepolisian Nepal, Selasa (6/5/2014) tengah memburu seorang pria dan orangtuanya, setelah pria itu membakar istrinya yang tengah hamil akibat menuntut pembayaran mahar.

Polisi menuduh Farid Sheikh, nama pria itu, bersama orangtuanya menyiramkan bensin ke tubuh sang istri yang baru berusia 25 tahun dan tengah hamil tujuh bulan.

Aksi brutal ini dilakukan sebagai upaya Sheikh menuntut mahar berupa sebuah sepeda motor dan seekor kerbau dari keluarga sang istri.

“Saat insiden itu terjadi sekitar sebulan lalu, mereka membawa perempuan itu ke India untuk pengobatan. Saat itu mereka mengatakan perempuan itu mengalami kecelakaan,” kata Prem Basnyat, seorang petugas polisi Nepal.

Setelah kondisi perempuan itu memburuk dan akhirnya keguguran, ayah perempuan itu akhirnya mengetahui tragedi yang menimpa putrinya dan akhirnya mengadukan keluarga Sheikh ke kepolisian di distrik Banke, Nepal Barat.

“Kami menerima laporan mereka kemarin (Senin), namun sang suami dan keluarganya menghilang. Kini kami sedang mencari mereka,” tambah Basnyat.

Sebuah kelompok pembela HAM Nepal mengatakan membawa perempuan itu ke sebuah rumah sakit di ibu kota Kathmandu dalam kondisi kritis. Seluruh tubuh bagian bawah perempuan itu penuh luka yang ditutup kain perban.

“Perempuan itu menceritakan bagaimana sang suami kerap menyiksanya dan mengatakan dia tak memberi mahar. Sang suami bahkan menyundut kemaluan istrinya menggunakan bara rokok,” demikian pernyataan Pusat Pelayanan Sektor Informal, sebuah organisasi HAM Nepal.

Di Nepal dan India, sesuai tradisi, keluarga mempelai perempuan memberikan mahal yang diminta keluarga mempelai pria agar pernikahan bisa dilangsungkan.

Meski pemerintah kedua negara itu melarang praktik pemberian mahar yang seringkali menyulitkan keluarga pihak perempuan, namun tradisi ini masih terus dipraktikkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Designed by

best down free | web phu nu so | toc dep 2017