atr-online

Kementerian ATR/BPN-Pemkab Rote Ndao Terapkan Layanan Pertanahan Online

Pemda Rote Ndao menggandeng Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao menyiapkan skema baru peningkatan layanan bagi masyarakat di bidang pertanahan. Hal ini terwujud dalam implementasi Host to Host BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Program pelayanan pertanahan kepada masyarakat berbasis elektronik sehingga semakin cepat dan mempermudah masyarakat dalam urusan pertanahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM menyampaikan kesiapan Pemkab Rote Ndao terkait implementasi Host to Host BPHTB secara elektronik tersebut, saat rapat kerja bersama dengan Pusdatin Kementerian ATR/BPN, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V-KPK RI, Kantor Wilayah ATR/BPN NTT dan NTB serta para Sekda dan kepala Kantor Pertanahan Kabupaten se-NTT dan NTB, kamis (09/06/2022).

Sekda Jonas menyatakan Pemkab Rote Ndao siap untuk program pelayanan pertanahan bagi masyarakat secara online ini mulai berlaku pada juli mendatang.
Pemkab Rote Ndao, kata Sekda Jonas telah melaksanakan lima tahapan terkait pelaksanaan Host to Host BPHTB ini. Dimulai dengan pembuatan Webservice, melakukan koordinasi dengan kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao sebelum pengintegrasian data perpajakan dan data pertanahan di daerah, persetujuan antara kedua belah pihak serta penyepakatan Memorandum of Understanding (MoU) dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pemkab Rote Ndao dan Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao.
“ Kabupaten Rote Ndao sudah melakukan lima tahapan untuk implementasi Host to Host BPHTB online ini. Yang pertama pembuatan Webservice telah dilakukan. Kedua, kita selalu koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao, persetujuan antara Pemkab dan Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao, kemudian Kita juga sudah melakukan penandatanganan PKS antara Pemkab Rote Ndao dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao pada tanggal 4 agustus 2021,” jelas Sekda Jonas.

Yang terakhir, lanjut Sekda Jonas, pihaknya juga melakukan test ulang Webservice untuk kemudian bisa dilakukan pengintegrasian data. “ Pada tahapan yang kelima, kita juga sudah melakukan Test Ulang Webservice Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kemudian diintegrasikan,” tambah Sekda Jonas.

Sementara terkait kesiapan infrastruktur dan SDM penunjang program ini, dirinya menyatakan tidak ada masalah. Prinsipnya Pemkab Rote Ndao siap untuk implementasi program ini. Karena kebijakan ini dinilai semakin memudahkan masyarakat dalam urusan yang berkaitan dengan pertanahan. Sehingga pihaknya menargetkan awal triwulan ketiga tahun ini, Host to Host BPHTB di Kabupaten Rote Ndao sudah bisa berjalan.
“ Kami mau sampaikan bahwa untuk infratsruktur dan SDM tidak ada masalah. Kami sudah siap. Kami sangat siap. Target untuk implementasi Host to Host BPHTB Online di Kabupaten Rote Ndao pada bulan juli tahun ini saat kita memasuki triwulan ketiga tahun anggaran 2022,” tutur Sekda Jonas.

Sekda Jonas juga berharap ijin akses dari Pusdatin Kementerian ATR/BPN segera terbit bagi Kabupaten Rote Ndao sesuai target pelaksanaan pada triwulan ketiga tahun ini.
“ Harapan kami ijin akses dari Pusdatin kementerian ATR/BPN ini segera terbit dan disampaikan kepada Pemkab Rote Ndao. Kami bisa laksanakan Host to Host BPHTB di Kabupaten Rote Ndao pada awal triwulan ketiga tahun ini,” ungkap Sekda Jonas.

Turut hadir dalam rapat kerja yang digelar secara Virtual di ruang Vicon kantor Bupati Rote Ndao ini, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao, Harisandi,S.ST,M.H, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Melkianus Ndun,S.Sos.(DKISP)

WhatsApp Image 2022-06-02 at 13.53.45

Pesan Kebangsaan dari Ende NTT di Harla Pancasila 2022, Bangkit Bersama Membangun Peradaban Dunia

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2022 kali ini sedikit berbeda. Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di selengarakan di luar ibukota Jakarta tepatnya di Lapangan Pancasila Kabupaten Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tempat penuh sejarah dalam perumusan Pancasila. Presiden RI Joko Widodo bertindak selaku Inspektur Upacara mengenakan pakaian adat Ende bersama Ibu Iriana. Rabu (1/06/2022).

Sebelum memimpin upacara Presiden Jokowi mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno. Tempat dimana Presiden Pertama Republik Indonesia tersebut diasingkan antara tahun 1934-1938. Suasana kebatinan Bung Karno ditempat inilah yang melatar belakangi lahirnya Pancasila. “ Dari Kota Ende saya mengajak seluruh anak bangsa dimanapun berada untuk bersama-sama membumikan pancasila dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya.

Pancasila, kata Presiden, bukan hanya telah mempersatukan kita semua, tapi Pancasila juga telah menjadi penuntun ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan dan ujian. Dan ini sudah dibuktikan berkali-kali dalam perjalanan sejarah bangsa. Bahwa bangsa dan Negara ini bisa berdiri kokoh dan menjadi Negara yang kuat karena semua sepakat untuk berlandaskan kepada Pancasila. “Hari ini 1 juni 2022, kita memperingati hari lahir Pancasila di kota Ende provinsi NTT. Di kota yang sangat bersejarah ini, Bung Karno, proklamator kemerdekaan, bapak pendiri bangsa, merenungkan dan merumuskan Pancasila. Yang kemudian disahkan sebagai dasar Negara dan mewariskan Pancasila bagi bangsa dan Negara,” ungkap Presiden.

Saat ini, lanjut Presiden, dalam menghadapi situasi dunia yang bergejolak, Pandemi Covid 19 belum juga sepenuhnya berakhir dan diikuti oleh krisis energi dan pangan serta ancaman kemiskinan ekstrim dan kelaparan dan juga perang di Ukraina. Sebagai pemegang mandat Presidensi G20, Presiden Jokowi mengajak seluruh Negara maju di dunia untuk bergotong royong ciptakan pola hidup manusia yang lebih baik, membangun sistem kesehatan global yang mampu menghadapi krisis dimasa depan dengan dunia yang lebih sehat, damai dan lebih berperikemanusiaan dan berperikeadilan.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek, SE.M.Si bersama Dandim 1627 Rote Ndao Letkol Inf. Bayi Panji Bangsawan, S.Si,M.H dan Kapolres Rote Ndao, AKBP.I Nyoman Putra Sandita, SH, S.I.K, M.H menghadiri Upacara Peringatah Harla Pancasila di Kota Ende. Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Jonas M. Selly, MM bersama para asisten dan kepala perangkat daerah mengikuti dengan seksama rangkaian upacara ini secara virtual di aula kantor Bupati Rote Ndao. (DKISP)

WhatsApp Image 2022-05-27 at 10.09.58

Buka Turnamen sepakbola Maeoen Family Bupati Paulina Serukan Dukung Bahoruk di API Award 2022

Saat membuka turnamen sepakbola Maeoen Family tahun 2022 di Desa Pelasue Kecamatan Rote Selatan, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE mengajak semua komponen di daerah ini memberi dukungan penuh bagi Atraksi Budaya Bahoruk (Pukul Kaki) dalam keikutsertaan di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2022.

API adalah sebuah event nasional yang diselenggaraan oleh Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan dan mempopulerkan produk dan destinasi pariwisata Indonesia. Pertama kali di selenggarakan sejak tahun 2016 API award mampu menghadirkan destinasi pariwisata dan budaya terpopuler di Indonesia. “Mari kita dukung atraksi budaya kita, Bahoruk atau Pukul Kaki ini agar menjadi juara di API Award tahun 2022.

Event besar pariwisata yang akan memperkenalkan dan mempopulerkan produk dan destinasi pariwisata,” ajak Bupati Paulina. Bupati Paulina berharap, atraksi budaya Bahoruk asal kabupaten Rote Ndao ini bisa masuk nominasi API tahun 2022. Bentuk dukungan pun cukup sederhana. Masyarakat dihimbau untuk melakukan voting sms sesuai kode yang diberikan. Voting dimulai 1 juni hingga 31 oktober 2022. “Kita dukung melalui voting dengan cara Ketik API 13A dan kirim ke 99386. Voting ini mulai berlangsung pada tanggal 1 Juni hingga 31 oktober nanti.,” pinta Bupati Paulina.

Sementara itu terkait Turnamen Sepakbola Maeoen Family Bupati Paulina mengatakan turnamen ini menjadi wadah bagi generasi muda pecinta sepakbola untuk memperoleh pengalaman dalam kompetisi, mengasah bakat yang dimiliki serta memupuk rasa sportivitas, persaudaraan dan pendewasaan diri. Apalagi tahun 2023 nanti Kabupaten Rote Ndao menjadi tuan rumah Eltari Cup.
“ Lewat turnamen seperti ini menghasilkan bibit potensial pemain sepakbola yang dapat direkrut untuk mengikuti pemusatan pelatihan untuk memperkuat tim sepakbola Kabupaten Rote Ndao dalam rangka persiapan perhelatan turnamen El Tari Memorial Cup yang akan diselenggarakan di Kabupaten Rote Ndao pada 2023 mendatang,” ungkap Bupati Paulina memberi semangat.

Bupati Paulina membuka Turnamen Sepakbola Maeoen Family pada rabu (25/05/2022) dan melakukan tendangan pertama sebagai tanda pembukaan turnamen. Disaksikan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE.M.Si, pimpinan organisasi perangkat daerah, Camat Rote Selatan, Kapolsek Rote Selatan dan para kepala desa se-Kecamatan Rote Selatan. Turnamen ini diikuti 16 klub sepakbola. (DKISP)

WhatsApp Image 2022-05-27 at 09.05.07

Hadiri Pengukuhan Iwasma, Bupati Paulina Ajak Bersama Membangun Rote Ndao

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si menyempatkan menghadiri pengukuhan Ikatan Warga Asal Maluku (Iwasma) Kabupaten Rote Ndao di aula Narwastu, Rabu (25/05/2022) sore.

Bupati Paulina berpesan tetap menjaga kekompakan juga membangun komitmen bersama untuk turut membangun daerah ini.
Dihari yang sama, Bupati Paulina dan Wabup Stef juga membuka Turnamen sepak bola Maeoen Family Tahun 2022 di Desa Pilasue kecamatan Rote Selatan. Serta Membuka kegiatan Gerakan Literasi Sekolah tingkat Kabupaten Rote Ndao yang berisikan workshop penulisan karya ilmiah bagi guru SMA,SMK, SLB dan peserta didik serta pameran keterampilan dan keahlian para siswa.

Bupati Paulina mengatakan Indonesia sebagai negara majemuk, terdapat banyak etnis dan budaya dan itu harus dihormati. Sehingga selama ini pihaknya tidak pernah memilah-milah dan melihat semua sebagai bagian dari masyarakat kabupaten Rote Ndao. “ Selama ini warga Maluku yang ada di Rote tidak pernah kita pilah-pilahkan. Kita merasa bahwa mereka adalah bagian dari kami warga Rote Ndao. Kita tetap merangkul. Dan terima kasih karena mereka mendukung secara ekonomi dan pembangunan,” ungkap Bupati Paulina.

Karena itu, Ia mengajak semua yang tergabung dalam Iwasma untuk bahu membahu membangun daerah ini. Juga terus menjunjung tali persaudaraan dan hidup rukun serta saling mendukung dalam program pembangunan yang digalakan pemerintah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini. “Tentunya kita perlu terus bahu membahu mendukung program pemerintah. Kami berterima kasih. Ada slogan ‘Ale sakit beta sakit’. Sama-sama merasakan. Jaga persaudaraan dan saling mengharagai. Hidup itu harus seperti kuku. Dipatah atau digunting dia tetap tumbuh. Mari bersama mendukung pembangunan di daerah ini lewat program-program pemerintah supaya kita menjadi kuat dan masyarakat Rote Ndao menjadi maju dan sejahtera,” harap Bupati Paulina.

Lanjut Bupati Paulina,Program pembangunan yang dicanangkan realistis dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sehingga masyarakat merasakan betul asas kemanfaatannya. Meski begitu, ia mengakui membangun bukan tanpa tantangan. Dan tantangan yang dihadapi mesti disyukuri dan terus memacu semangat bersama membangun daerah ini. “ Sesungguhnya program-program kami itu betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat. Dan memang masyarakat membutuhkan itu. Untuk membangun Rote Ndao tentu ada tantangan. Tapi bukan berarti kita kendor. Melainkan semakin mamacu, memotivasi kita supaya lebih giat bekerja. Saya selalu ada ditengah masyarakat. Saya selalu sampaikan kepada masyarakat bahwa tantangan itu bumbu supaya diolah oleh pemerintah dan bisa dinikmati oleh masyarakat hasil-hasil pembangunan itu,” tegas Bupati Paulina.(DKISP)

literasi-2

Buka Kegiatan Gerakan Literasi Sekolah, Bupati Paulina : Untuk Generasi ke Depan

Dalam upaya membangun kualitas pendidikan, Gerakan Literasi Sekolah di gaungkan guna meningkatkan semangat dan daya baca peserta didik. Di Kabupaten Rote Ndao, Gerakan Literasi Sekolah sebagai turunan dari Gerakan Literasi Nasional digagas untuk memacu sekolah dan peserta didik memiliki semangat literasi yang lebih baik. Di sini semangat membaca, kemampuan menulis karya ilmiah dan aktualisasi keterampilan peserta didik di latih dan ditingkatkan.

Untuk tujuan tersebut, Bupati Rote Ndao,Paulina Haning-Bullu,SE membuka kegiatan Gerakan Literasi Sekolah tingkat Kabupaten Rote Ndao di SMK Negeri 1 Lobalain, rabu (25/05/2022) sore. Kegiatan bertajuk Mengakarkan Literasi Memberdayakan Generasi ini berisi workshop penulisan karya ilmiah bagi guru SMK, SMA, SLB dan peserta didik se-Kabupaten Rote Ndao serta pameran kompetensi dan keahlian. Bupati Paulina di dampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE.M.Si serta turut hadir unsur Forkompimda Kabupaten Rote Ndao dan Duta Baca Indonesia, Heri Hendrayana Harris.

Bupati Paulina menilai kegiatan ini bermanfaat bagi pengembangan kompetensi dan keahlian peserta didik. Karena diforum ini mereka dilatih untuk mengembangkan kemampuan literasinya serta menampilkan produk hasil keterampilan. Sebagaimana yang terlihat dalam pameran keterampilan dan keahlian pada sejumlah stand berisi produk olahan pertanian, teknologi desaign konstruksi bangunan, otomotif, komputer dan elektronik. Semuanya merupakan hasil kreatiftas peserta didik. Untuk itu, ia mengapresiasi pergelaran workshop penulisan karya ilmiah dan pameran keterampailan dan keahlian ini sebagai bagian dari implementasi program Gerakan Literasi Nasional yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan pemkab Rote Ndao. “ Terima kasih kepada Bapak Menteri Pendidikan yang telah mencanangkan sebuah program Literasi. Literasi ini sangat penting bagi kita semua karena sesuai dengan tema kali ini, Mengakarkan Literasi untuk Memberdayakan Generasi. Tentu saja ini bukan hanya tugas dari Pemerintah atau guru, tetapi merupakan tugas kita semua orang tua dan masyarakat ,” jelas Bupati Paulina.

Bupati Paulina selalu antusias dan menaruh perhatian serius terhadap tumbuh kembang generasi daerah ini. Ia menilai pentingnya menyiapkan generasi ke depan yang harus dimulai sejak saat ini. Salah satunya adalah lewat literasi. “ Agar generasi kita dapat dipersiapkan dengan baik mulai saat ini. Untuk mengganti kita semua ke depan. Jadi harus dari sekarang. Karena kita sudah punya fondasi yang cukup luar biasa. Orang Rote itu cukup pandai. Makanya Saya bilang fondasi kita sudah kuat. Bagaimana kita membangun dengan fondasi yang ada itu supaya kita berada di depan,” ungkap Bupati Paulina memberi semangat.

Ia juga mengajak semua stakeholder di daerah ini untuk terus bersama menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam tumbuh kembang dan membudayakan literasi bagi peserta didik di daerah ini. “ Seluruh stakeholder agar memperkuat sinergitas antar unit pelaku literasi dengan menghimpun semua potensi serta memperluas keterlibatan masyarakat dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di daerah ini,” harap Bupati Paulina.

Menurutnya, tinggi rendahnya tingkat literasi akan berpengaruh terhadap produktifitas sehingga berujung pula tinggi rendahnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga indeks pembangunan manusia setiap daerah bisa terukur dari hal tersebut. “ Tingkat literasi mempunyai dampak yang sangat luas. Jika lietasi rendah maka tentu berkontribusi terhadap rendahnya produktifitas yang berujung pada rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sehingga berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di daerah ini,” jelas Bupati Paulina.(DKISP)

ikm-orta1

Peringkat Dua di NTT, Bimtek IKM Terus Pacu Peningkatan Pelayanan Publik

Tak dapat dipungkiri bahwa Pemda Rote Ndao memang masih berada di zona kuning dalam hal kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik. Tapi di level provinsi, menurut hasil evaluasi tingkat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik tahun 2021 yang di rilis Ombudsman Perwakilan NTT, Kabupaten Rote Ndao tetap menduduki peringkat dua nilai tertinggi di NTT. Karena itu, berkenaan dengan komitmen Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE untuk menerapkan Mal Pelayanan Publik (MPP) tahun 2023 diharapkan Pemda Rote Ndao dapat menaikan rating kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang tentunya berkaitan dengan indeks kepuasan masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) kepada perangkat daerah Lingkup Pemda Kabupaten Rote Ndao secara daring bertempat di Ruang Vicon Kantor Bupati Rote Ndao, selasa (24/05/2022).

“Merujuk pada hasil penilaian Ombudsman Perwakilan NTT atas kepatuhan pelayanan publik di Rote Ndao. Memberi nilai kepatuhan kepada kita di Zona Kuning dengan nilai 64,66. Ini artinya masih dibutuhkan kerja sama kita untuk memacu pelayanan publik di daerah ini agar meningkatkan standar yang kita miliki. Tapi luar biasa bahwa kita masuk dalam peringkat nomor dua tingkat Provinsi NTT. Padahal kita belum punya Mal Pelayanan Publik,” jelas Wabup Stef.

Lanjut Wabup Stef, berkenaan dengan obsesi Bupati Paulina yang akan menerapkan MPP tahun 2023, ia tak henti mengajak semua perangkat daerah untuk terus bekerja dengan penuh kesungguhan sesuai dengan amanat tugas yang diberikan pimpinan. Lewat Bagian Orta, akan terus memantau perkembangan hasil evaluasi setiap perangkat daerah berdasarkan laporan tingkat kepuasan masyarakat. Yang baik akan diberikan reward. “ Obsesi mama Bupati tahun depan kita sudah bangun Mal Pelayanan Publik. Jadi tahun depan dengan kita sudah membangun pusat pelayanan publik pada satu tempat. Bagi yang tidak berpartisipasi dengan sungguh tentu akan diberikan sanksi. Teruslah bekerja dengan penuh kesungguhan sesuai dengan amanat tugas yang diberikan oleh pimpinan. Yang baik akan diberikan reword,” ungkap Wabup Stef.

Ia menjelaskan Bimtek IKM untuk perangkat daerah ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat meningkatkan pelayanan di daerah ini. Bimtek IKM ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik bagi perangkat daerah dalam melayani kepentingan masyarakat. Karena itu akan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat atas layanan publik sebab bermanfaat bagi masyarakat dan daerah ini. “Dengan demikian maka untuk bisa kita wujudkan apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita dalam pelayanan publik lebih dari saat ini. perlu ada bimbingan teknis. Maka pada hari ini kita lakukan bimek kepuasan masyarakat kepada perangkat daerah yang terlibat dalam pelayanan publik. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan publik dalam melayanani kepentingan masyarakat,” tegas Wabup Stef.

Wabup Stef berharap setiap perangkat daerah mengikuti kegiatan ini secara serius dan aktif mengaplikasikannya. Menyerap materi yang diberikan oleh para narasumber dengan sebaik-baiknya agar dapat memahami dengan baik bagaiamana penyelenggaraan pelayanan publik di perangkat daerah masing-masing serta mampu membuat laporan kepuasan masyarakat.(DKISP)

ker-sos-1

Kemensos-Pemkab Rote Ndao Kolaborasi Lumbung Sosial untuk Mitigasi Bencana

Kementerian Sosial RI bersama Pemkab Rote Ndao berkolaborasi untuk menyiapkan masyarakat dan wilayah rawan bencana di daerah ini agar memiliki kesiap-siagaan ketika bencana terjadi secara tiba-tiba, dalam program Kesiap-siagaan dan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat.

Kemensos RI menggandeng pemerintah daerah membangun kesiapan masyarakat terhadap dampak bencana dengan pendirian Lumbung Sosial di daerah-daerah rawan bencana. Lumbung Sosial ini dibangun dengan maksud sebagai antisipasi apabila terjadi bencana maka masyarakat di daerah terdampak bencana tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya diantaranya bahan makanan, air bersih, penerangan dan lainnya.

Kepala Sub Koordinator Mitigasi Kementerian Sosial, Tota Oceanna Zonneveld saat berdiskusi dengan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE.M.Si, senin (23/05/2022) diruang kerja Bupati Rote Ndao saat menjelaskan prioritas utama program di tahun 2022. Kementerian Sosial memberi perhatian penuh kepada masyarakat di kepulauan, daerah-daerah yang berpotensi gempa serta daerah yang rawan banjir, longsor, kekeringan dan lainnya. “semua data itu kami dapat dari BMKG. Jadi daerah-daerah yang direkomendasikan oleh BMKG merupakan daerah yang potensi atau zona merah bencana di situ kami perkuat,” jelas Tota.

Lewat program Kesiap-siagaan dan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Masyarakat ini, lanjut Tota, masyarakat diberikan edukasi atau pelatihan. Dan tidak sampai pada tahap edukasi saja, pihaknya juga memberikan dukungan dengan logistik karena menyadari banyak daerah dan masyarakat di kepulauan mempunyai keterbatasan. “Mereka siap. Masyarakat itu siap untuk berpartisipasi. Mereka punya kearifan lokal. Gotong royong tapi mereka mau saling bantu apa? Karena itu pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten agar masyarakat merasa tenang. Karena jika tiba-tiba ada bencana minimal mereka punya persediaan stok bahan pangan,” ungkap Tota.

Lumbung Sosial ini dipusatkan di lima kecamatan yakni Kecamatan Landu Leko, Rote Barat Daya, Pantai Baru, Loaholu, Ndao Nuse. Kemudian tiga titik di Pulau Nuse, Landu dan Usu. Pertimbangannya ketika terjadi bencana masyarakat di kepulauan biasanya terisolir dengan kondisi bencana yang terjadi.

Bupati Paulina mengapresiasi kehadiran Lumbung Sosial di wilayahnya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian terhadap Kabupaten Rote Ndao. Ia mengakui memang masih ada kemiskinan ekstrim yang terjadi. Serta ada banyak wilayah yang letaknya di pesisir dan kepulauan. Sehingga perhatian dari pemerintah pusat ini patut diapresiasi. “ Kita mengakui masyarakat punya kemampuan yang terbatas. Kami yakin bahwa Rote Ndao tetap menjadi perhatian. Ada beberapa titik di daerah ini yang harus dengan penyeberangan laut. Rote Ndao ini Kabupaten Kepulauan,” jelas Bupati Paulina.

Terkait lokasi Lumbung Sosial ini, Bupati Paulina sempat berdiskusi dengan Kepala Sub Koordinator Mitigasi Kementerian Sosial, Tota Oceanna Zonneveld. Ia mengusulkan agar meski ditetapkan di lima kecamatan tetapi dalam pelaksanaannya mampu melayani wilayah lain apabila terjadi bencana. Tujuannya agar masyarakat yang mengalami bencana tetap dapat tertolong dengan segera. Usul ini diterima. Kasub Koordinator Mitigas, Tota Oceanna Zonneveld menjelaskan penggunaan Lumbung Sosial ini boleh digunakan diwilayah diluar lokasi pembangunan Lumbung Sosial. Prosedurnya adalah, setelah Lumbung Sosial dibangun, Camat setempat bertindak selaku Ketua Tim Pemantau. Jika terjadi bencana diluar wilayahnya yang terdekat maka bahan logistik dan penerangan serta peralatan air bersih pada Lumbung Sosial dimaksud boleh digunakan dengan sepengetahuan Camat.(DKISP)

bian1

BIAN 2022, Targetkan Semua Anak Peroleh Imunisasi MR

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kali ini diharapkan mampu memenuhi target semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun menerima imunisasi MR untuk pencegahan Campak-Rubella. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE ketika mencanangkan BIAN Tahun 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao di SD Inpres 2 Ba’a Sabtu (21/05/2022) mematok target minimal tersebut untuk direalisasi sebulan ke depan.

Bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat pencanangan BIAN, Bupati Paulina mengungkapkan keinginannya agar semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun harus diimunisasi MR untuk menghindari Camapak dan Rubella pada anak. Ia berharap target 100 persen anak diusia tersebut atau minimal 95 persen tahun ini direalisasikan dengan baik. “ Kita harus bersemangat menyukseskan kegiatan BIAN ini dengan membangun kerja sama lintas sektor, lintas program dan kemitraan terkait dengan komitmen kita mengatasi Campak Rubella ini. Dan hasilnya harus mencapai target minimal 95 persen. Kalau tidak 100 persen pun maka minimal itu 95 persen tercapai,” harap Bupati Paulina.

Pemberian imunisasi ini, kata Bupati Paulina, dilakukan atas semangat dan komitmen untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Ini menjadi harapan sekaligus kebanggaan tersendiri. Karena itu kerja bersama semua komponen di daerah sangat ia harapkan. “ Kesuksesan kegiatan ini merupakan tanggungjawab semua komponen di daerah ini. Pemerintah dan masyarakat kita saling mengingatkan. Jadi tanggungjawab ini bukan saja pemerintah tetapi juga masyarakat agar kelak anak-anak kita menjadi sehat dan cerdas. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Bupati Paulina.

Pelaksanaan BIAN ini khususnya imunisasi Campak dan Rubella dengan melihat dampaknya bagi anak-anak. Campak yang menyerang anak dengan komplikasi yang serius dapat menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian. Sedangkan Rubella bisa menular kepada ibu hamil. Sehingga awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi. “ Kita harus waspada supaya anak-anak kita bisa tumbuh dengan sehat. Kita semua harus ingatkan agar ibu hamil juga harus diimunisasi campak. Sebab Campak dengan komplikasi serius menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian pada anak. Demikian pula Rubella yang menular kepada ibu hamil, menyebabkan diawal kehamilannya bisa terjadi keguguran dan anak yang lahir bisa mengalami kecacatan,” jelas Bupati Paulina mengingatkan. Sehingga ia mengajak semua komponen terutama aparaturnya untuk proaktif dalam tugas dan tanggungjawab, mampu memastikan masyarakat untuk membawa anaknya ke puskesmas guna mendapat imunisasi.

Pada momentum BIAN ini dilakukan imunisasi dasar lengkap untuk penyakit Campak-Rubela. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan demi masa depan anak-anak kita. “ Jadi itu menjadi tanggungjawab kita bersama. Tetapi yang terutama camat, lurah dan kepala desa karena cukup dekat dengan masyarakat. Hari kita lakukan pencanangan sehingga ke depan camat harus proaktif. Jangan tidur. Karena diberikan jabatan itu mesti menjadi tanggung jawab terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing. Karena ini demi masa depan anak-anak kita,” kata Bupati Paulina memberi semangat.

Kegiatan imunisasi ini sendiri merupakan salah satu prioritas dan dalam rangka menurunkan kematian pada anak. Imunisasi ini turut berkontribusi dalam mewujudkan Human Development Indeks terkait dengan angka umur harapan hidup.

Bupati Paulina menabuh gong tanda pencanangan BIAN 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang akan berlangsung hingga bulan juni 2022. Bupati Paulina bersama Wabup Stef menyempatkan menyaksikan kegiatan imunisasi perdana pada anak-anak di SD Inpres 2 Ba’a sembari memberikan semangat agar anak-anak percaya diri dan tidak takut mengikuti imunisasi.(DKISP)

launching 1

Bupati Paulina Launching Mama Bo’i, Inovasi Percepatan Penanganan Stunting

Setelah Gerakan Gerakan Operasi Timbang Sehat, Pemberian Makanan Tambahan Lokal dan Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3), kini satu lagi inovasi yang dicetuskan untuk memastikan penanganan stunting di daerah semakin efektif. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE melaunching program Mari Membawa Mama Melewati Masa Kehamilan, Persalinan dan Nifas dengan Aman (Mama Bo’i) dalam kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao yang digelar di Hotel Ricky, jumat (20/05/2022).

Sebuah program berbasis komunitas yang dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya kematian ibu dan bayi selama proses persalinan. Program Mama Bo’i lahir dari perspektif bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak janin terbentuk dalam kandungan ibu. Prinsipnya adalah mengeliminasi kematian ibu dan bayi. Sebab ada hubungan yang kuat antara stunting dengan ibu dan bayi. “ Terima kasih hari ini kita akan launching Mama Boi. Sebuah sistem rujukan terintegrasi yang berbasis komunitas. Jadi hari ini resmi saya buka dengan harapan para camat,lurah kepala desa harus memperhatikan ibu hamil di wilayahnya masing-masing,” ajak Bupati Paulina.

Bupati Paulina lalu menginstruksikan perangkatnya di kecamatan, kelurahan dan desa agar terus memantau perkembangan ibu dan bayi, memberikan edukasi secara cermat dan memastikan pengecekan kandungan di fasilitas kesehatan dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Sehingga ia tidak ingin ada lagi kasus kematian ibu dan bayi. “ Berikan arahan kepada mereka untuk setiap saat mengecek kandungannya ke faskes terdekat. Saat melahirkan agar ditangai oleh Nakes. Harapan saya, datang satu harus pulang dua. Nah, kami anggap para camat yang diberikan tugas itu sudah punya kemampuan. Jadi apa yang menjadi program itu harus ditindak lanjut sesuai harapan. Sehingga kita bisa hidup dengan penuh damai. Jangan ada kematian ibu dan anak,” harap Bupati Paulina.

Bupati Paulina ingin Program Mama Bo’i memastikan proses persalinan yang berkualitas, tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi sehingga ia menyentuh hati semua pihak untuk terlibat aktif dalam pelayanan ibu dan bayi. “ Dengan inovasi Mama Bo’i ini menyentuh perasaan kita terhadap ibu dan anak-anak penerus bangsa ini agar memiliki kemampuan yang berdaya saing. Kita lakukan dengan rasa kasih dan cinta” ujar Bupati Paulina.

Dalam program Mama Bo’i sendiri semua unsur dalam komunitas turut berperan mencegah kematian ibu dan bayi. Tidak boleh dalam perencanaan itu ibu hamil dan melahirkan lalu meninggal. “ Harus Nol yang meninggal. Tidak boleh ada ibu yang meninggal. Para Camat, Kepala Desa dan Lurah harus tahu masyarakat yang hamil. Sehingga terus mengawal ini untuk memberikan kepedulian kepada ibu hamil,” harap Bupati Paulina.

Kegiatan di hadiri Forkompimda Rote Ndao dan Narasumber Bapelitbang Provinsi NTT, Vince Bimas Pangula,SKM, Para Camat, para Kepala Puskesmas dan Kader se-Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)

rembuk stunting

Aksi Konvergensi (Rembuk Stunting), Ini Strategi dan Inovasi Pemkab Rote Ndao

Pemda Rote Ndao punya catatan baik soal penanganan Stunting. Sejak tahun 2020, angka Stunting di daerah ini terus mengalami trend penurunan. Dari angka 25,83 % pada 2020, menukik turun di tahun 2021 sebesar 23,48 %. Ini tak lepas dari strategi dan inovasi dalam program kerja penangan stunting yang diterapkan pemkab Rote Ndao.

Dalam Pembukaan Rembuk Stunting (Aksi Konvergensi) Tingkat Kabupaten Rote Nado Tahun 2022 yang digelar, jumat (20/05/2022) bertempat di Aula Hotel Ricky Baa, bertujuan menyusun strategi pencegahan dan penanganan stunting dengan melibatkan semua komponen. Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si menyampaikan empat strategi dan inovasi percepatan pencegahan dan penanganan stunting di daerah. Empat strategi dimaksud masuk dalam Program Rote Cerdas.

Pertama, kata Wabup Stef, Rote Ndao menerapkan Gerakan Operasi Timbang Sehat. Yakni operasi untuk memantau tumbuh kembang anak terutama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dipusatkan di setiap Posyandu. Juga pemantauan terhadap perkembangan gizi anak.
Kedua, Pemberian Makanan Tambahan Lokal bagi anak stunting. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal bernutrisi tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. “Jadi kita manfaatkan potensi yang kita miliki sebagai sumber daya yang punya nutrisi tinggi yang kita berikan kepada anak-anak kita yang mengalami stunting. Sehingga mereka bisa secepatnya terbebas dari stunting,” ungkap Wabup Stef. Ketiga, Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3). Menurut Wabup, gerakan ini adalah yang paling hits. Gerakan ini telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 11 Tahun 2021. Kaka Angkat Ade Asuh ini dimulai dari ASN pemkab Rote Ndao. “Seluruh ASN terlibat. Dan ternyata dengan melibatkan ASN sangat efektif dan telah terjadi perubahan dimana ada kesembuhan dari anak-anak kita yang mengalami stunting tersebut,” jelas Wabup Stef.

Meski demikian, pihaknya berharap penanganan stunting tidak hanya terbatas pada ASN, tapi ia menghimbau kepada masyarakat baik yang berdomisili di Rote atau luar Rote yang punya kepedulian terhadap anak-anak kita yang alami stunting untuk turut terlibat. “Kami canangkan gerakan ini karena masa depan Rote Ndao tentu sangat ditentukan oleh Generasi akan datang. Mari kita beri kepedulian terhadap program ini. kalau ada yang belum punya Adik asuh tentu kami ajak kita semua bisa daftarkan diri,’ ajak Wabup Stef.

Lanjut Wabup Stef, pihaknya melihat strategi penanganan stunting tidak hanya mencegah stunting pada anak yang terkonfirmasi stunting tetapi dengan mengeliminasi kematian ibu dan bayi. Saat ini Pemkab Rote Ndao menginisiasi satu lagi inovasi yang disebut Mama Bo’i. Hal ini melihat adanya hubungan antara stunting dengan ibu dan bayi. Anak yang bebas stunting juga sangat ditentukan oleh ibu yang sehat. “ Kami inisiasi satu inovasi namanya Mama Bo’i. Yang merupakan sistem rujukan terintegrasi. Melibatkan komunitas yang didalamnya ada sembilan simpul. Dimulai dari pemerintah daerah, camat, lurah dan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan dan lainnya. itu menjadi satu komunitas. Agar memastikan 1.000 HPK bayi tetap sehat. Bayi yang dilahirkan harus bebas stunting,” jelas Wabup Stef.

Untuk diketahui, Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao dengan tema Cegah Stunting, Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Sehat, Cerdas dan Produktif.

Momen Rembuk Stunting juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama Bupati dan jajaran pemerintahan bersama Manager Facilitator Region South East 2, Bapak Erwin Hutapea mewakili Yayasan Compassion International dan Pusat Pengembangan Anak (PPA) Nusa Lote. Ini menjadi pijakan keseriusan kedua pihak dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah mengharapkan PPA Nusa Lote menjadi model dalam upaya penanganan stunting dan malnutrisi bagi seluruh penerima manfaat di wilayah PPA Nusa Lote di Rote Ndao.

Pada kesempatan ini juga Bupati Rote Ndao paulina Haning-Bullu,SE melaunching Program inovatif Mama Bo’i.

Kegiatan di hadiri Forkompimda Rote Ndao dan Narasumber Bapelitbang Provinsi NTT, Vince Bimas Pangula,SKM, Manager Facilitator Region South East 2 Bapak Erwin Hutapea, Para Camat, para Kepala Puskesmas dan Kader se-Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)