Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Institute for Essential Services Reform (IESR) menggelar audiens membahas terkait potensi pemanfaatan Energi Terbarukan (ET), Kamis (23/04/2026). Termuat dalam program Net-Zero Emission 2050 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT NZE) dengan tujuan Provinsi NTT mencapai nol emisi karbon pada tahun 2050.
Berdasarkan kajian IESR, potensi sumber daya Energi Terbarukan di NTT mencapai 388.210 Mega Watt (MW). Sementara realisasi pemanfaatannya baru 52,33 MW atau 8,75 persen.

Di Kabupaten Rote Ndao, IESR mengidentifikasi potensi Energi Terbarukan dengan total kapasitas teknis mencapai 2.686,32 MW. Potensi tersebut terdiri dari energi angin darat (onshore) sebesar 1.036 MW berada di lima lokasi, energi angin laut (offshore) sebesar 1.456 MW di satu lokasi, serta energi surya terapung (floating PV) sebesar 194,32 MW di dua lokasi.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melalui Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Petson Hangge, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IESR dalam pengenalan program NTT NZE 2050. Menurutnya, hal ini membuka ruang kolaborasi untuk mendorong transformasi ekonomi berbasis energi terbarukan di Kabupaten Rote Ndao, sejalan dengan visi-misi pembangunan daerah “Mbule Sio”.
Ia menambahkan, kebutuhan energi di masa depan akan terus meningkat, terutama mendukung Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang diperkirakan membutuhkan pasokan listrik hingga 5 MW. “ Sehingga pengembangan Energi Terbarukan menjadi strategi yang sangat bermanfaat. Program ini mendorong transisi energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ucap Bupati Paulus Henuk lewat sambutan yang disampaikan Plt. Asisten I Petson Hangge.

Sementara itu, Manager Program NTT NZE 2050 Muhammad Maghribul Falah menjelaskan, bahwa NTT memiliki potensi sumber daya alam yang besar, dari Energi Terbarukan seperti matahari, angin, dan gelombang laut sebagaimana kajian IESR.
“Kehadiran Energi Terbarukan sangat vital untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi. Melalui audiensi ini, diharapkan ada pemahaman bersama agar implementasi Energi Terbarukan dapat berjalan terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Audiens dipandu Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao Maraden A. Patola, ST, M,Sc dan diikuti perwakilan BPS Rote Ndao, PLN ULP Rote Ndao dan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)



Sambutan Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao
Foto Bersama Kadis Pariwisata dan Ekraf Provinsi NTT, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Rote Ndao, Plt. Kadis PMD Kab. Rote Ndao dengan peserta Bimtek Gula Semut di Desa Lalukoen


