Profil Daerah

Bupati

Paulina Bullu,SE

Wakil Bupati

Stefanus M. Saek,SE.,M.Si

 

visi & Misi

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT ROTE NDAO YANG BERMARTABAT  DAN BERKELANJUTAN BERTUMPU PADA PARIWISATA YANG DIDUKUNG OLEH PERTANIAN DAN PERIKANAN ”

Geografis

Kondisi Geografis

Secara astronomis Kabupaten Rote Ndao terletak pada posisi paling selatan Wilayah Nusantara yaitu antara 10º25’ LS – 11º15’ LS dan 121º49’ BT – 123º26’ BT. Dengan batas-batas wilayah :  Sebelah  Utara – Laut Sawu, Sebelah Selatan – Samudera Hindia, Sebelah Timur – Selat Pukuafu, Sebelah Barat – Laut Sawu.

Wilayah Rote Ndao beriklim kering yang dipengaruhi oleh angin muson. Periode musim kemarau lebih panjang, yaitu 7 bulan (Mei sampai dengan Nopember) sedangkan musim hujan hanya 5 bulan (Desember sampai dengan April). Suhu udara rata-rata 27oC, suhu maksimum rata-rata 29oC kadang-kadang mencapai 32oC, suhu minimum rata-rata 26,1oC, curah hujan rata-rata 114,1 mm, kelembaban udara rata-rata 84,4 %, kecepatan angin rata-rata 9,2 knot dan tekanan udara rata-rata 1008,5 milibar.

Luas wilayah laut  sekitar 2.376 km² dengan panjang garis pantai  330 km, menurut Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Rote Ndao merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 107  pulau, 8 Pulau telah berpenghuni dan 99 Pulau belum berpenghuni dengan topografi bervariasi dari datar 35% (45.250 ha), perbukitan 25% (32.625 ha), lainnya 40% (50.135 ha), kemiringan rata-rata 45º dan ketinggian 0 – 1.500 m diatas permukaan laut

TOPOGRAFI

Permukaan tanah umumnya berbukit – bukit dan bergunung – gunung (32.625 Ha) dan sebagian terdiri dari dataran rendah (45.250 Ha) dengan tingkat kemiringan rata – rata mencapai 45 %. Kontur pulau Rote berfariasi, pada daerah pantai ketinggian 0 – 10 m diatas permukaan laut sedangkan di bagian tengah mencapai ketinggian 200 – 1500 m dengan tingkat kemiringan 40 – 60%.

Penggunaan lahan di Kabupaten Rote Ndao didominasi oleh hutan, lahan sawah, perkebunan dan tegal/kebun. Dari data lahan sawah yang ada sebenarnya masih banyak dari lahan tersebut belum diusahakan. Ini merupakan potensi yang masih dapat dikembangkan. Pada saat ini jenis sawah yang dominan adalah sawah tadah hujan mencakup 62% lahan sawah yang telah diusahakan, kemudian diikuti oleh sawah dengan irigasi sederhana. Lahan sawah dengan sistem irigasi setengah teknis banyak terdapat di kecamatan Lobalain, Rote Tengah dan Rote Timur. Luas lahan sawah terbesar terdapat di Kecamatan Rote Tengah Lahan sawah terdapat disemua kecamatan di Kabupaten Rote Ndao.Dari 27.161 ha kebun yang ada, 20.711 ha diantaranya adalah kebun tanaman lontar. Kabupaten Rote Ndao memang dikenal sebagai daerah tanaman lontar.

Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao

  Kecamatan Luas wilayah (km2) Persentase (%)
  (1) (2) (3)
01. Rote Barat Daya 114,57 8,95
02. Rote Barat Laut 172,40 13,47
03. Lobalain 145,70 11,38
04. Rote Tengah 162,50 12,69
05. Rote Selatan 73,38 5,73
06. Pantai Baru 176,18 13,76
07. Rote Timur 110,84 8,66
08. Landu Leko 194,06 15,16
09. Rote Barat 116,28 9,08
10. Ndao Nuse 14,19 1,11
Kabupaten Rote Ndao                            1 280,10 100,00

Tinggi Wilayah di Atas Permukaan Laut (DPL) Menurut Kecamatan di Kabupaten Rote Ndao

Kecamatan Ibukota Kecamatan Tinggi Wilayah (m)
(1) (2) (3)
01. Rote Barat Daya Batutua ±15
02. Rote Barat Laut Busalangga ±135
03. Lobalain Baa ±97
04. Rote Tengah Feapopi ±93
05. Rote Selatan Daleholu ±281
06. Pantai Baru Olafulihaa ±80
07. Rote Timur Eahun ±47
08. Landu Leko Landu Leko ±12
09. Rote Barat Delha ±15
10. Ndao Nuse Ndao Nuse ±66

 

Jarak dari Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten di Kabupaten Rote Ndao (km)

Kecamatan Ibu kota Kecamatan Jarak ke Ibu kota Kabupaten

(1)

(2)

(3)

Rote Barat Daya Batutua 25
Rote Barat Laut Busalangga 13
Lobalain Baa 2
Rote Tengah Feapopi 13
Rote Selatan Daleholu 18
Pantai Baru Olafulihaa 10
Rote Timur Eahun 58
Landu Leko Landu Leko 52
Rote Barat Delha 36
Ndao Nuse Ndao Nuse 54

Luas Daerah Menurut Pulau yang Dihuni di Kabupaten Rote Ndao

Pulau Luas Daerah (Ha) Persentase (%)

(1)

(2)

(3)

Rote 97 854 76,44
Usu 1 940 1,52
Ndana 1 383 1,08
Ndao 863 0,67
Landu 643 0,50
Nuse 566 0,44
Doo 192 0,15
Pulau lainnya 24 569 19,19
Jumlah/Total 128 010 100,00

IKLIM DAN CURAH HUJAN

Rata-rata Suhu dan Kelembaban Udara Menurut Bulan di Kabupaten Rote Ndao

 

Bulan

Suhu Udara (0C) Kelembaban (%)
Maks Min Rata-Rata Maks Min Rata-Rata
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Januari 33,6 19,4 26,5 97 81 91
Februari 33,2 19,0 27,3 99 78 86
Maret 34,4 20,2 27,1 97 81 91
April 34,8 16,2 27,0 86 66 77
Mei 34,8 18,6 27,0 97 81 91
Juni 32,6 13,0 26,0 86 66 77
Juli 32,4 15,4 25,4 97 81 91
Agustus 33,4 16,4 25,2 97 81 91
September 35,0 16,4 26,5 82 63 73
Oktober 37,0 19,0 27,9 82 56 73
November 35,6 16,2 29,1 88 69 77
Desember 34,6 22,0 28,6 96 67 81

Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan Menurut Bulan di Kabupaten Rote Ndao

Bulan Curah Hujan (mm) Hari Hujan (hari)
(1) (2) (3)
Januari 598,1 28
Februari 99,7 7
Maret 94,8 9
April 36,0 8
Mei 3,4 1
Juni 1,0 1
Juli
Agustus 69,2 5
September 1,5 1
Oktober 11,3 2
November 55,1 11
Desember 150,5 12

 

Penduduk & Angkatan Kerja

Kabupaten Rote Ndao dengan luas wilayah 1.280,10 km2 di diami penduduk sebanyak 143.155 jiwa, terdiri dari 71.915 jiwa laki-laki dan 71.240 jiwa perempuan, Penduduk ini tersebar di 10 (sepuluh) Kecamatan, yaitu Kecamatan Rote Barat Daya, Kecamatan Rote Barat Laut, Kecamatan Lobalain, Kecamatan Rote Tengah, Kecamatan Pantai Baru, Kecamatan Rote Timur, Kecamatan Rote Barat, Kecamatan Rote Selatan, Kecamatan Ndao Nuse dan Kecamatan Landu Leko.

Dari tabel dibawah terlihat bahwa jumlah penduduk terbesar terdapat di Kecamatan Lobalain yaitu 30.043 jiwa (20,99%), sedangkan Kecamatan Ndao Nuse memiliki jumlah penduduk terkecil yaitu 4.315 Jiwa (3,01%).

 Jumlah Penduduk menurut  Kecamatan dan Jenis KelaminKabupaten Rote Ndao, Tahun  2016

Kecamatan Laki-laki Perempuan L+P
n (jiwa) % n (jiwa) % n (jiwa) %
(1) (2) (3) (3) (4) (5) (6)
Rote Barat Daya 11.374 7,95 11.531 8,05 22.905 16,00
Rote Barat Laut 13.138 9,18 13.001 9,08 26.139 18,26
Lobalain 15.135 10,57 14.908 10,41 30.043 20,99
Rote Tengah 4.682 3,27 4.603 3,22 9.285 6,49
Pantai Baru 7.465 5,21 7.172 5,01 14.637 10,22
Rote Timur 7.331 5,12 7.298 5,10 14.629 10,22
Rote Barat 4.516 3,15 4.477 3,13 8.993 6,28
Rote Selatan 3.299 2,30 3.254 2,27 6.553 4,58
Ndao Nuse 2.090 1,46 2.225 1,55 4.315 3,01
Landu Leko 2.885 2,02 2.771 1,94 5.656 3,95
TOTAL 71.915 50,24 71.240 49,76 143.155 100

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, Tahun  2016

Jika diperhatikan menurut jenis kelamin nampak bahwa penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Gambaran ini terlihat diseluruh kecamatan yang ada.   

 Kepadatan Penduduk

Kabupaten Rote Ndao tergolong Kabupaten yang jarang penduduk, hal ini dapat dilihat pada tabel  dibawah ini, memperlihatkan kepadatan penduduk di Kabupaten Rote Ndao. Dengan luas 1.280,10 km2, Kabupaten Rote Ndaodidiami oleh 143.155 jiwa atau dengan kepadatan sebesar 112jiwa/km2.  Dengan kata lain rata-rata setiap km2 Kabupaten Rote Ndaodidiami sebanyak 112jiwa.

 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Rote Ndao Tahun 2016

Kecamatan Jumlah Penduduk Luas Wilayah (Km2) Kepadatan Penduduk
n (jiwa)
(1) (2) (3) (4)
Rote Barat Daya 22.905 114.57 223
Rote Barat Laut 26.139 172.43 152
Lobaian 30.043 145.71 206
Rote Tengah 9.285 162.52 57
Pantai Baru 14.637 176.18 83
Rote Timur 14.629 211.45 69
Rote Barat 8.993 112.94 80
Rote Selatan 6.553 73.43 89
Ndao Nuse 4.315 17.33 249
Landu Leko 5.656 93.54 60
Total 143.155 1.280.10 112

 Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, Tahun 2016

Jika dilihat persebaran di setiap kecamatan nampak bahwa Kecamatan Ndao Nuse merupakan wilayah terpadat dengan kepadatan sebesar 249 jiwa/km2, diikuti oleh Kecamatan Rote Barat Daya sebesar 223 jiwa/km2, Kecamatan Lobalain 206 jiwa/km2, Kecamatan Rote Barat Laut sebesar 152 jiwa/km2, Kecamatan Rote Selatan sebesar 89 jiwa/km2Kecamatan Rote Pantai Baru sebesar 83 jiwa/km2, Kecamatan Rote Barat sebesar 80 jiwa/km2, Kecamatan Rote Timur sebesar 69 jiwa/km2,  Kecamatan Landu Leko sebesar  60 jiwa/km2,  sedangkan wilayah dengan kepadatan terendah di Kecamatan Rote Tengah yaitu sebesar 57 jiwa/km2.

 Laju Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan angka yang menggambarkan penambahan penduduk yang dipengaruhi oleh pertumbuhan alamiah maupun migrasi penduduk. Angka pertumbuhan penduduk dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah dan struktur penduduk beberapa tahun ke depan. Angka pertambahan penduduk Kabupaten Rote Ndao dapat dilihat pada tabel dibawah.  Data penduduk tahun 2015 yang digunakan adalah data Bulan Desember 2015 sedangkan data penduduk tahun 2016 menggunakan data Bulan Desember 2016.  Pertumbuhan penduduk yang dihitung merupakan pertambahan penduduk dalam kurun waktu dua belas bulan.

 Angka Pertambahan Penduduk Kabupaten Rote Ndao Tahun 2016

Kecamatan Penduduk  Tahun 2015 Penduduk  Tahun 2016
n (jiwa) % n (jiwa) %
(1) (2) (3) (4) (5)
Rote Barat Daya 25.543 17,97 22.905 16
Rote Barat Laut 27.256 19,18 26.139 18,26
Lobalain 29.776 20,95 30.043 20,99
Rote Tengah 9.365 6,59 9.285 6,49
Pantai Baru 12.763 8,98 14.637 10,22
Rote Timur 12.828 9,03 14.629 10,22
Rote Barat 8.534 6,00 8.993 6,28
Rote Selatan 4.958 3,49 6.553 4,58
Ndao Nuse 6.086 4,28 4.315 3,01
Landu Leko 5.007 3,52 5.656 3,95
TOTAL 142.116 100 143.155 100

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao, Tahun 2016

Angka pertumbuhan penduduk Kabupaten Rote Ndao termasuk rendah. Selama kurun waktu Desember 2015 sampai dengan Desember 2016, pertumbuhan penduduk Kabupaten Rote Ndao kurang dari satu persen yaitu hanya mencapai 0.73 persen. Angka pertumbuhan penduduk ini dihitung berdasarkan data.

Jika di lihat pada tabel diatas menurut kecamatan maka, pertumbuhan penduduk tertinggi di Kecamatan Pantai Baru dan terendah di Kecamatan Ndao Nuse.

Arti Logo

Keputusan BUPATI ROTE NDAO Nomor : 49 Tahun 2003 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor : 4 Tahun 2003 tentang Lambang Kabupaten Rote Ndao

  1. Lambang daerah berbentuk perisai
  2. Ukuran perisai
    • Lebar gambar perisai = 17,5 cm
    • Tinggi garis tengah = 21
    • Jari-jari lekuk atas ( kiri-kanan) = 4
    • Jari-jari garis lengkung bawah = 11,3
  3. Diameter gambar bintang = 3.3
  4. Diameter gambar padi dan kapas = 14.5
  5. Lebar gambar padi dan kapas = 1.8 dan 2
  6. Diameter gambar rantai = 9
  7. Lebar tiap-tiap mata rantai = 0.8
  8. Lebar gambar Ti’I Langga = 4,5
  9. Tinggi gambar Ti’I Langga = 4,5
  10. Ukuran Pita Pengikat
    • Lebar pita = 1.2
    • Panjang Pita pengikat = 10.5
  11. Tinggi Huruf tulisan Rote Ndao = 0.5
  12. Tinggi angka 2002 = 0.7
  13. Diameter tulisan ITA ESA = 3.5
  14. Tinggi tulisan ITA ESA = 0.4

Tata Warna Lambang Daerah :

  • Dasar : Biru
  • Tepi Perisai : Hitam
  • Bintang Segi Lima : Kuning emas
  • Padi : Orange
  • Bunga Kapas : Putih
  • Kelopak dan Batang Kapas : Hijau
  • Pita Pengikat Padi dan Kapas : Merah / Putih
  • Tulisan Rote Ndao : Hitam
  • Rantai : Hitam
  • Warna Dasar Rantai : Coklat
  • Lukisan Ti’I Langga : Kuning
  • Tulisan 2002 : Hitam
  • Tulisan ITA ESA : Putih

Makna Tulisan :

  • Perisai : Melambangkan Pertahanan rakyat dalam membela kepentingan daerah, bangsa dan Negara.
  • Bintang Sudut Lima : Melambangkan Kabupaten Rote Ndao tetap berlandaskan pada Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
  • Padi dan Kapas : Melambangkan bahwa Kabupaten Rote Ndao bertekat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.
  • Padi 10 butir dan kapas 4 buah : Melambangkan tanggal 10 bulan 4 ( april ) terbentuknya Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah Otonomi
  • Pita Warna Merah Putih pengikat tangkai padi dan kapasa yang bertuliskan “ Rote Ndao “ : Melambangkan bahwa dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rote Ndao berada dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Rantai yang berjumlah 19 : Melambangkan ikatan persatuan dan kesatuan yang kokoh dari 19 nusak dalam membangun Kabupaten Rote Ndao.
  • Lukisan Ti’i Langga sebagai alat dan nilai budaya : Melambangkan Pemimpin dan kepemimpinan yang berfungsi sebagai pamong atau pelindung bagi masyarakat Rote Ndao menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan keimaman dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • ITA ESA Tulisan “ ITA ESA “ atau Kita satu : Melambangkan masyarakat Rote Ndao satu dalam keberagaman dan selalu dijiwai dengan tekad dan semangat menunjang nilai persaudaraan, persatuan dan kesatuan.

Makna Warna Melambangkan sifat-sifat :

  • Warna Kuning : Keagungan , Kebenaran, Kebesaran Jiwa dan semangat juang yang tinggi
  • Warna Coklat : Kesedarhanaan melambangkan daratan yang potensial
  • Warna Hijau : Kedamaian, kesuburan dan kesegaran
  • Warna Merah : Keberanian
  • Warna Putih : Kesucian yang bersih tanpa pamrih Warna Hitam : Keteguhan, kekekalan
  • Warna Orange : Keadilan, ketulusan
  • Warna Biru : Kekuatan, ketenangan melambangkan lautan yang potensial

ITA ESA
KITA SATU MEMBANGUN ROTE NDAO

SEJARAH

SEJARAH TERBENTUKNYA KABUPATEN ROTE NDAO

Kepulauan Rote, juga disebut Pulau Roti, adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Rote merupakan wilayah paling selatan Indonesia.Pulau ini terkenal dengan kekhasan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti’i Langga. Rote beserta pulau-pulau kecil disekitarnya berstatus sebagai kabupaten dengan nama Kabupaten Rote Ndao melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2002.

Wilayah Rote Ndao semula adalah merupakan bagian dari Wilayah Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang yang dibentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah – Daerah Tingkat II dalam Wilayah Daerah – daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1655).

Selanjutnya sebagai pelaksanaan dari Undang – Undang tersebut, maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur masing-masing :

Nomor Pem.66/1/2, tanggal 28 Pebruari 1962 dan Nomor Pem.66/1/22, tanggal 5 Juni 1962, maka wilayah Rote Ndao dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah Pemerintahan Kecamatan yaitu : Kecamatan Rote Timur dengan pusat Pemerintahan di Eahun

Kecamatan Rote Tengah dengan pusat Pemerintahan di Baa – Kecamatan Rote Barat dengan pusat Pemerintahan di Oelaba.

Kemudian pada tahun 1963 sesuai dengan tingkat perkembangan yang ada, maka berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor Pem.66/1/32, tanggal 20 Juli 1963 tentang Pemekaran Kecamatan maka Wilayah Pemerintahan yang berada di Rote Ndao dimekarkan menjadi 4 (empat) Wilayah Kecamatan yaitu :

  • Kecamatan Rote Timur beribu kota di Eahun
  • Kecamatan Rote Tengah beribu kota di Baa
  • Kecamatan Rote Barat beribu kota di Busalangga
  • Kecamatan Rote Selatan beribu kota di Batutua

Selanjutnya setelah berjalan 4 (empat) tahun lamanya, maka terjadilah pemekaran wilayah di Rote Ndao menjadi 8 (Delapan) Kecamatan, sehubungan dengan adanya keinginan masyarakat untuk membentuk Kabupaten Otonom bagi Rote Ndao maka untuk untuk memenuhi persyaratan yang dibutuhkan yaitu satu Daerah Kabupaten paling sedikit harus didukung oleh 6 (enam) buah Kecamatan Administratif, maka 4 (empat) Kecamatan yang telah ada di Pulau Rote Ndao dibagi menjadi 8 (Delapan) Kecamatan  yakni :

  • Kecamatan Rote Timur dengan pusat Pemerintahan di Eahun
  • Kecamatan Pantai Baru dengan pusat Pemerintahan di Olafulihaa
  • Kecamatan Rote Tengah dengan pusat Pemerintahan di Feapopi
  • Kecamatan Lobalain dengan pusat Pemerintahan di Baa
  • Kecamatan Rote Barat Laut dengan pusat Pemerintahan di Busalangga
  • Kecamatan Rote Barat Daya dengan pusat Pemerintahan di Batutua.
  • Kecamatan Rote Selatan dengan pusat Pemerintahan di Daleholu.
  • Kecamatan Rote Barat dengan pusat Pemerintahan di Nemberala.

Berhubung situasi keuangan Negara tidak memungkinkan sehingga pembentukan Kabupaten Otonom Rote Ndao belum dapat dilakukan, maka sebagai jalan keluar untuk memenuhi tuntutan keinginan masyarakat, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur mengeluarkan Surat Keputusan Nomor Pem.66/2/4, tanggal 11 April 1968 agar wilayah Rote Ndao dibentuk sebagai Wilayah Koordinator Schap dalam wilayah hukum Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang dan menunjuk Bapak D.C. Saudale, sebagai Bupati di perbantukan di Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao dengan Keputusan Guberur Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor Pem. 66/2/21, tanggal 1 Juli 1968.

Sesuai perkembangan di bidang pemerintahan, maka pada tahun 1979 terjadi perubahan status Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao menjadi wilayah pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao, berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Nomor 25 tahun 1979 tanggal 15 Maret 1979, tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao, yang telah disahkan pula oleh Menteri Dalam Negeri dengan Keputusan Menteri Dalam Nomor 061.341.63-114 tertanggal 8 April 1980.

Adapun para pejabat yang memimpin di Wilayah Koordinator Schap Rote Ndao maupun di Wilayah Pembantu Bupati Kupang untuk Rote Ndao adalah sebagai berikut :

  • Periode 1968-1974 adalah D. C. Saudale – Koordinator Schap Rote Ndao
  • Periode 1974-1977 adalah Drs. R. Chandra Hasyim – Koordinator Schap Rote Ndao
  • Periode 1977-1984 adalah Drs G. Th. Hermanus – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao
  • Periode 1984 – 1988 adalah Drs. G. Bait – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao.
  • Periode 1988 – 1994 adalah Drs. R. Izaac – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao.
  • Periode 1994 – 2001 adalah Benyamin Messakh, BA – Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao

Sesuai perkembangan dan dinamika masyarakat maka dalam tahun 2000 timbulnya keinginan kuat dari masyarakat Rote Ndao baik yang berada di Wilayah Pembantu Bupati Kupang Wilayah Rote Ndao maupun dukungan dari orang Rote yang berada di Kupang dan di Jakarta mengusulkan agar Wilayah Pemerintahan Pembantu Bupati Rote Ndao ditingkatkan menjadi Kabupaten definitif. Usulan tersebut didukung dengan adanya pernyataan sikap dari 300 Tokoh masyarakat, Tokoh adat mewakili masyarakat dari 19 Nusak kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, melalui Pemerintah Kabupaten Kupang (sebagai Kabupaten Induk).

Atas dasar usulan tersebut maka setelah melalui pengkajian dan mekanisme pembahasan sesuai Peraturan Perundang – undangan yang berlaku maka pada tanggal 10 April 2002 oleh Pemerintah Pusat dan DPR – RI menetapkan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Nama pejabat Bupati Rote Ndao dari terbentuk hingga saat ini adalah sebagai berikut :

  • Periode 2003 – 2008 adalah Christian Nehemia Dillak, SH – Bupati Rote Ndao dan Bernad E. Pelle, S.IP – Wakil Bupati Rote Ndao
  • Periode 2009 – 2014 adalah Drs. Leonard Haning, MM – Bupati Rote Ndao dan Drs. Marthen Luther Saek -Wakil Bupati Rote Ndao
  • Periode 2014 – 2019 adalah Drs. Leonard Haning, MM – Bupati Rote Ndao dan Jonas Cornelius Lun, S.Pd -Wakil Bupati Rote Ndao
  • Periode 2019 – 2024 adalah Paulina Haning-Bullu,SE – Bupati Rote Ndao dan Stefanus M.Saek,SE,M.Si -Wakil Bupati Rote Ndao

Ibu kota Kabupaten Rote Ndao adalah Kota Ba’a. Sejak terbentuknya Kabupaten Rote Ndao hingga saat ini sudah dilakukan pemekaran wilayah baik Kecamatan, Kelurahan maupun Desa, wilayah Administratif Kabupaten Rote Ndao hingga sekarang terdiri dari 10 Kecamatan yang terbagi dalam 112 Desa, 7 Kelurahan Definitif. Pemekaran tersebut bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Berikut nama-nama kecamatan, kelurahan dan desa di Kabupaten Rote Ndao :

  1. Kecamatan Lobalain
  • Desa Sanggaoen
  • Desa Kolobolon
  • Desa Bebalain
  • Desa Suelain
  • Desa Kuli
  • Desa Helebeik
  • Desa Oematamboli
  • Desa Baadale
  • Desa Holoama
  • Desa Tuanatuk
  • Desa Oelunggu
  • Desa Oeleka
  • Desa Lekunik
  • Desa Loleoen
  • Desa Kuli Aisele
  1. Kecamatan Rote Tengah
  • Desa Suebela
  • Desa Nggodimeda
  • Desa Maubesi
  • Desa Lidabesi
  • Desa Lidamanu
  • Desa Limakoli
  • Desa Siomeda
  1. Kecamatan Rote Selatan
  • Desa Tebole
  • Desa Dodaek
  • Desa Inaoe
  • Desa Daleholu
  • Desa Lengguselu
  • Desa Nggelodae
  • Desa Pilasue
  1. Kecamatan Pantai Baru
  • Desa Oeledo
  • Desa Sonimanu
  • Desa Oebau
  • Desa Nusakdale
  • Desa Keoen
  • Desa Edalode
  • Desa Tesabela
  • Desa Tungganamo
  • Desa Batulilok
  • Desa Lenupetu
  • Desa Fatelilo
  • Desa Ofalangga
  • Desa Oenggae
  • Desa Lekona
  1. Kecamatan Rote Timur
  • Desa Serubeba
  • Desa Lakamola
  • Desa Mukekuku
  • Desa Faifua
  • Desa Hundihopo
  • Desa Matasio
  • Desa Penggodua
  • Desa Batefalu
  • Desa Papela
  • Desa Matanae
  1. Kecamatan Landu Leko
  • Desa Bolatena
  • Desa Sotimori
  • Desa Daiama
  • Desa Desa Pukuafu
  • Desa Daurendale
  • Desa Lifule
  • Desa Tenalai
  1. Kecamatan Ndao Nuse
  • Desa Nuse
  • Desa Anarae
  • Desa Mbiu Lombo
  • Desa Lendeiki
  • Desa Ndao Nuse
  1. Kecamatan Rote Barat Laut
  • Desa Oebela
  • Desa Boni
  • Desa Tolama
  • Desa Oelua
  • Desa Netenaen
  • Desa Oetutulu
  • Desa Daudolu
  • Desa Modosinal
  • Desa Ingguinak
  • Desa Temas
  • Desa Lidor
  • Desa Tualima
  • Desa Balaoli
  • Desa Tasilo
  • Desa Oebole
  • Desa Hululai
  • Desa Hundihuk
  • Desa Saindale
  • Desa Mundek
  • Desa Busalangga Barat
  • Desa Busalangga Timur
  1. Kecamatan Rote Barat Daya
  • Desa Oetefu
  • Desa Oeseli
  • Desa Oebou
  • Desa Oehandi
  • Desa Lalukoen
  • Desa Meoain
  • Desa Oebafok
  • Desa Oebatu
  • Desa Batutua
  • Desa Lekik
  • Desa Mbokak
  • Desa Dolasi
  • Desa Oelasin
  • Desa Landu
  • Desa Lentera
  • Desa Sakubatun
  • Desa Dalekesa
  • Desa Sanggandolu
  • Desa Fuafuni
  1. Kecamatan Rote Barat
  • Desa Oenitas
  • Desa Oelolot
  • Desa Mbueain
  • Desa Sedeoen
  • Desa Nemberala
  • Desa Bo’a
  • Desa Oenggaut

7 Kelurahan terdiri dari :

  1. Kelurahan Mokdale
  2. Kelurahan Namodale
  3. Kelurahan Metina
  4. Kelurahan Onatali
  5. Kelurahan Olafulihaa
  6. Kelurahan Busalangga
  7. Kelurahan Londalusi