© 2024 DKISP. All rights reserved.




Penyematan Cinderamata Kepada Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia pada Saat PenyambutanTopi Tiï Langga - topi anyaman daun lontar khas Rote - bukan sekedar aksesori budaya. Tiï Langga merupakan topi kehornatan laki-laki Rote. Di setiap upacara adat-pernikahan, kematian, perayaan - topi ini wajib hadir di kepala kaum laki-laki Rote. Bentuknya yang menjulang melambangkan hubungan manusia dengan langit dan para leluhur; anyaman lontarnya mencerminkan ketekunan da kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun dari tangan ke tangan. Filosofi Tiï Langga bermakna bahwa penghormatan seorang laki-laki (penguasa) terlihar dari sejauh mana laki-laki (penguasa) itu dapat menjaga keseimbangan antara Tuhan Yang Maha Kuasa (Amak Mantulain) dan Alam Semesta (Dae Bafak) sehingga tercipta kesejahteraan dari masyarakat yang dipimpinnya.Selimut adat (Lafa/Kain Tenun Rote)Selimut tenun Rote adalah teks budaya yang tertulis dalam benang. Setiap motif dan warna mengantung pesan : garis-garis tegas melambangkan keteraturan adat. Terdapat 3 warna utama dalam selimut tenun Rote. Warna merah merepresentasikan keberanian dan darah leluhur, sementara hitam dan putih mencerminkan keseimbangan antara siang dan malam, antara kehidupan dan kematian. Dalam setiap ritual adat, selimut dikenakan sebagai tanda penghormatan dan identitas nusak. Pemberian selimut kepada tamu merupakan gestur tertinggi keramahana adat Rote - sebuah tindakan yang secara simbolis menempatkan tamu dalam perlindungan dan ikatan komunitas.





































© 2024 DKISP. All rights reserved.