Bupati Paulus Henuk saat melakukan koordinasi Proyek K-SIGN tahap II di Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan

Pemkab Rote Ndao Dukung Swasembada Garam 2027, Bupati Paulus Henuk Bahas K-SIGN Tahap II

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH  kembali melanjutkan koordinasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terkait penyediaan lahan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Tahap II Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao. Pertemuan tersebut dilakukan  sebagai bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung percepatan pembangunan pergaraman nasional menuju target swasembada garam tahun 2027 bertempat di  Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan,Senin (18/05).

Bupati Paulus Henuk saat melakukan koordinasi Proyek K-SIGN tahap II di Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan
Bupati Paulus Henuk saat melakukan koordinasi Proyek K-SIGN tahap II di Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada garam nasional tahun 2027 melalui percepatan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Tahap II di Kabupaten Rote Ndao. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pertemuan lanjutan antara Bupati Rote Ndao bersama Direktorat Jenderal terkait di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia guna membahas kesiapan penyediaan lahan pembangunan kawasan industri garam terpadu.

Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian koordinasi yang sebelumnya telah dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam mendorong percepatan pembangunan sektor pergaraman nasional. Pembahasan lanjutan tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut implementasi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali menyampaikan kesiapan daerah dalam mendukung pembangunan K-SIGN Tahap II Tahun 2026 melalui penyediaan lahan yang memadai serta dukungan terhadap pengembangan kawasan industri garam terpadu di wilayah Rote Ndao. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat kapasitas produksi garam nasional sekaligus mendukung pencapaian target swasembada garam tahun 2027.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa pembangunan K-SIGN di Kabupaten Rote Ndao diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas garam nasional, pembukaan lapangan kerja, hingga pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi kelautan dan pergaraman.

Bupati Paulus Henik ketika sedang melakukan diskusi bersama salah satu Tim dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan
Bupati Paulus Henuk ketika sedang melakukan audiensi dengan salah satu Tim dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan

Selain itu, Bupati Paulus Henuk juga menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam pelaksanaan program tersebut. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap tenaga kerja lokal dapat diprioritaskan dalam setiap tahapan pembangunan maupun operasional kawasan industri garam nantinya sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan petani garam serta memperkuat posisi Kabupaten Rote Ndao sebagai salah satu daerah strategis pengembangan industri garam nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paulus Henuk meminta agar komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, serta seluruh pihak terkait terus diperkuat pada setiap tahapan pelaksanaan ke depan. Hal tersebut penting guna memastikan proses pembangunan K-SIGN Tahap II dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia akan terus melakukan sinkronisasi dan koordinasi lanjutan guna mempercepat realisasi pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Tahap II agar dapat berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan memimpin rapat kerja bersama Pimpinan SPBU menyikapi kelangkaan BBM.

Sikapi Kelangkaan BBM, Pemkab Rote Ndao Raker dengan SPBU, Dorong Perkuat Pengawasan Distribusi

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengadakan rapat kerja bersama Pimpinan SPBU Metina, Longgo, Pantai Baru, Sedeoen dan SPBU Sanggaoen serta pihak terkait menyikapi kelangkaan BBM Non Subsidi yang terjadi belakangan ini, Senin (18/05/2026) bertempat di ruang kerja Wakil Bupati Rote Ndao.

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi Dudelusy Dethan tersebut, menyoroti distribusi BBM Non Subsidi yang dinilai perlu diawasi secara ketat. “ Saya meminta data lengkap dari masing-masing SPBU terkait penyaluran BBM Non Subsidi kepada agen-agen penyalur, sehingga pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan secara melekat,” tegas Wabup Apremoi Dethan.

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan memimpin rapat kerja bersama Pimpinan SPBU menyikapi kelangkaan BBM.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan memberikan arahan dalam rapat kerja bersama Pimpinan SPBU menyikapi kelangkaan BBM.

Wabup Apremoi Dethan juga meminta Dinas Koperindag Kabupaten Rote Ndao mempublikasikan daftar agen penjualan BBM beserta kuota liter yang diterima setiap agen. Langkah ini dinilai penting agar publik mengetahui distribusi BBM yang dilakukan serta untuk mencegah terjadinya penimbunan.

Dalam arahannya, Wabup Apremoi Dethan mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM. Ia menyebut laporan yang diterima menyebutkan kelangkaan sering terjadi pada awal tahun akibat faktor cuaca dan pertengahan tahun saat musim panen. Namun dalam pengamatannya, kelangkaan hampir terjadi juga di luar situasi tersebut.

Karena itu, ia meminta adanya pengaturan operasional SPBU agar penyaluran BBM Non Subsidi dapat dibuka secara rutin setiap senin hingga sabtu. Menurutnya, mekanisme pembatasan maupun pembagian BBM harus dilakukan secara proporsional agar distribusi berjalan merata dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Foto bersama usai rapat kerja pembahasan kelangkaan BBM.
Foto bersama usai rapat kerja pembahasan permasalahan kelangkaan BBM.

Sebagai tindak lanjut, Wabup Apremoi Dethan meminta agar rekomendasi rapat segera ditindaklanjuti dan Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan yang melibatkan Satpol PP, Dinas Koperindag, SPBU dan pihak terkait lainnya segera dibentuk. Pengawasan oleh Satgas dimulai dari proses penyaluran di SPBU.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Setda Pemkab Rote Ndao saat memberikan arahan pada rapat persiapan upcara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

Pemkab Rote Ndao Gelar Rapat Persiapan Upacara Harkitnas ke-118

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar rapat persiapan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang akan dilaksanakan pada 20 Mei 2026. Rapat yang bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan upacara berjalan tertib, khidmat, dan lancar ini dilaksanakan di Ruang Rapat TBUPP  Kabupaten Rote Ndao, Senin (18/05)

Setda Pemkab Rote Ndao saat memberikan arahan pada rapat persiapan upcara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
Sekretaris Daerah Kab. Rote Ndao saat memberikan arahan pada rapat persiapan upcara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

 

Dalam rapat yang hadiri oleh seluruh Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah tersebut dibahas secara rinci susunan pelaksana upacara. Komandan Upacara dipercayakan kepada pihak Polres Rote Ndao, Perwira Upacara dari KOREM 1627/Rote Ndao sementara Pembacaan Pembukaan UUD 1945 akan dilakukan oleh perwakilan dari Lanal Pulau Rote. Panitia juga menegaskan bahwa seluruh petugas yang ditunjuk diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal.

Untuk Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) ditugaskan kepada purna paskibra”. Sementara itu, doa akan dipimpin oleh perwakilan dari Kantor Kementerian Agama.

Suasana rapat persiapan upcara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
Suasana rapat persiapan upcara Hari Kebangkitan Nasional ke-118

Dalam hal busana, upacara kali ini mengusung nuansa adat. Para undangan diwajibkan mengenakan jas adat, sedangkan seluruh peserta upacara diharapkan menggunakan pakaian adat lengkap. Upacara dijadwalkan dimulai pukul 07.30 waktu setempat, dengan pelaksanaan gladi dijadwalkan sehari sebelumnya.

Sekretaris Daerah dalam arahannya menekankan pentingnya persiapan yang matang agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan sukses. Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Harkitnas ke-118 tahun ini mengusung tema Jaga Tunas Bangsa Demi Masa Depan Indonesia dan Sub Tema Dengan Semangat Harkitnas 2026, kita wujudkan transformasi Rote Ndao

Melalui persiapan yang optimal, diharapkan pelaksanaan Upacara Harkitnas ke-118 dapat berlangsung khidmat serta menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kebangkitan nasional di tengah masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)