Asisten Administrasi Umum Pauwil J.J Nggili saat membuka kegiatan HUS di Desa Oelolot

Gelaran HUS di Desa Oelolot, Wujud Pelestarian Budaya Rote Ndao

Kegiatan budaya HUS resmi dibuka di Dusun Vedok, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, pada Selasa (27/05/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam melestarikan warisan budaya serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan masyarakat Rote Ndao.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat, di antaranya Asisten administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Pauwil J. J. Nggili yang hadir mewakili Bupati dan membacakan sambutan resmi, Ketua Panitia Joni Bunda, Kapolsek Rote Barat Eliyonat Deni Umbu Warata, anggota DPRD Mika Manu, serta tokoh masyarakat dan para pemilik kuda dari kecamatan tetangga.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten administrasi Umum, disampaikan bahwa HUS di Kabupaten Rote Ndao memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat setempat, baik secara spiritual, sosial, maupun budaya. HUS merupakan tradisi adat turun-temurun masyarakat Rote yang diwujudkan dalam parade kuda hias, atraksi berkuda, tarian adat, doa adat, dan perayaan bersama masyarakat. Makna kegiatan budaya HUS bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol syukur, identitas budaya, penghormatan leluhur, persatuan masyarakat, dan pelestarian tradisi daerah.

“HUS bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persaudaraan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh para leluhur, ” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya daerah di tengah arus modernisasi. Kegiatan HUS juga diharapkan menjadi ruang edukasi budaya, mempererat hubungan sosial antar warga, serta mendorong generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal.

Ketua panitia, Joni Bunda, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan HUS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Rote Ndao.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat, termasuk kehadiran para pemilik kuda yang menjadi bagian penting dalam tradisi HUS. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang mempererat tali persaudaraan antarwilayah serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)