Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.

Bersama Donatur dan Arungi, Bupati Rote Ndao Tinjau Sarana Air Bersih dan Kebun Gizi Program Rote Malole

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, bersama para Donatur Program Rote Malole dan pimpinan Yayasan Selancar Arungi Indonesia (YSAI) atau Arungi melakukan kunjungan lapangan ke desa dampingan Program Rote Malole, Rabu (10/6/2026). Hadir Direktur Eksekutif Arungi Dinnia D. Joadadibrata, Wakil Direktur Program ARUNGI Endah Setyaningsih serta Ketua TP PKK Kabupaten Rote Ndao Yanne Henuk-Pellokila.

Kunjungan guna meninjau pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan melalui kolaborasi Arungi, para Donatur, Pemkab Rote Ndao dan masyarakat di desa-desa dampingan dalam program Rote Malole.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mencoba jaringan air bersih program Rote Malole.

Para donatur merupakan warga negara asing asal Australia yang sedang berlibur di Indonesia dan berkunjung ke Pulau Rote untuk berselancar. Di sela kunjungan wisata, mereka menyempatkan diri mengunjungi sejumlah desa dampingan Program Rote Malole guna melakukan observasi terhadap keberlangsungan program serta berinteraksi langsung dengan masyarakat penerima manfaat.

Arungi yang berafiliasi dengan Surfaid International menjalankan Program Rote Malole dan berfokus pada penyediaan air bersih serta peningkatan nutrisi dan kesehatan masyarakat. Program ini telah menjangkau empat kecamatan dan enam desa di Kabupaten Rote Ndao melalui pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti sumur, tandon penyimpanan air, kran umum, jaringan irigasi hingga kebun gizi.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk mengapresiasi dan mendukung kiprah Yayasan Arungi bersama para Donatur dalam pembangunan masyarakat di Rote Ndao. Hal itu disampaikan Bupati Paulus Henuk saat berdiskusi dengan para Donatur dan pimpinan Arungi, disela acara serah terima Sarana Air Bersih di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat dan Desa Balaoli Kecamatan Loaholu.

Foto bersama para Donatur, Pimpinan Arungi dan Bupati Rote Ndao usai mengunjungi kebun gizi binaan program Rote Malole.
Foto bersama para Donatur, Pimpinan Arungi dan Bupati Rote Ndao usai mengunjungi kebun gizi binaan program Rote Malole.

Kolaborasi melalui Program Rote Malole telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap air bersih dan mendukung ketahanan gizi keluarga melalui pengembangan kebun gizi.

Usai menerima secara simbolis sarana air bersih, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama para Donatur dan pimpinan Arungi melihat langsung kebun gizi bersama masyarakat setempat.*(PPID_DKISP Rote Ndao)

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Wujudkan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi, BPBD Rote Ndao Sosialisasikan Program SAHABAT

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi mendorong implementasi Sekolah Aman Bencana Terintegrasi lewat sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang SAHABAT. Kegiatan digelar daring via Zoom Meeting pada Rabu, 10 Juni 2026.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan agar sekolah di Rote Ndao jadi lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan menghadapi ancaman bencana.

Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom
Sosialisasi Program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) Via Zoom

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rote Ndao, Janwes N. H. Nauk, menjelaskan SAHABAT dibangun di atas 3 pilar utama: pertama fasilitas sekolah yang aman, kedua manajemen bencana di sekolah, dan ketiga pendidikan pencegahan serta pengurangan risiko bencana. Integrasi ketiganya diharapkan bisa melindungi peserta didik, tenaga pendidik, dan seluruh warga sekolah dari dampak bencana.

“Program SAHABAT adalah langkah strategis Pemkab Rote Ndao untuk memasukkan pengurangan risiko bencana ke dalam penyelenggaraan pendidikan,” jelas Janwes dalam pemaparannya.

Kegiatan ini diikuti Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas P3AP2KB, Dinas Sosial, BAPPERIDA, Bagian Hukum Setda, serta kepala SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Rote Ndao.

Selain bahas substansi aturan, sosialisasi juga jadi ajang memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyamakan persepsi. Pemda, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha diharapkan aktif menciptakan lingkungan belajar yang aman dan tangguh.

Dengan adanya Perbup No 25 Tahun 2026, seluruh satuan pendidikan di Rote Ndao kini punya standar jelas untuk mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Pemkab Rote Ndao berkomitmen terus mendorong sekolah berketahanan bencana sebagai bagian dari pembangunan SDM berkualitas. Harapannya, lahir generasi yang cerdas sekaligus punya kesadaran menghadapi risiko bencana secara bertanggung jawab.

“Rote Ndao Cerdas dan Tangguh” jadi semangat bersama untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. (PPID Utama_DKISP Rote Ndao)