Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Bencana Diluncurkan, Bupati Minta Implementasi Nyata

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao resmi meluncurkan inovasi pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi), Kamis (11/6/2026) di Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rote Ndao menegaskan pentingnya implementasi nyata di lapangan agar inovasi yang telah dirancang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan terhadap risiko bencana.

Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).
Foto bersama saat Launching Inovasi Pengentasan kemiskinan dan mitigasi bencana melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal serta program SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi).

Inovasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal ini digagas oleh Anthon F. D. Banepa, SE, sementara inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP. Sebelum kegiatan launching, kedua inovasi tersebut terlebih dahulu dipresentasikan oleh para penggagas di hadapan Bupati Rote Ndao serta jajaran Kepala Perangkat Daerah. Presentasi ini bertujuan untuk memaparkan konsep, strategi pelaksanaan, serta dampak yang diharapkan dari masing-masing inovasi.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari ditetapkannya Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 23 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan dan Perluasan Kesempatan Kerja bagi Tenaga Kerja Lokal serta Peraturan Bupati Nomor 25 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Sekolah Aman Bencana Terintegrasi.

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, inovasi ini tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan bencana, khususnya di lingkungan sekolah.

“Inovasi ini sangat bagus, baik dari segi model maupun esensinya. Ini menjadi langkah nyata dalam melindungi tenaga kerja lokal sekaligus memberikan perlindungan bagi warga sekolah dari risiko bencana,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya implementasi yang serius di lapangan agar inovasi tersebut tidak hanya berhenti pada konsep semata. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan program harus didukung dengan perencanaan yang matang, termasuk penyusunan RAB serta analisis teknis yang tepat agar benar-benar mampu menghadirkan bangunan dan sistem yang tahan bencana.

“Jangan hanya bagus di atas kertas, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dengan baik di lapangan. Program ini juga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus melibatkan perangkat daerah terkait secara terpadu,” tegasnya.

Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP
Pemaparan Inovasi Pengentasan Kemiskinan melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal oleh Anthon F. D. Banepa, SE, dan Inovasi SAHABAT (Sekolah Aman Bencana Terintegrasi) digagas oleh Janwes N.H. Nauk, S.STP

Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan tenaga kerja lokal melalui kebijakan yang benar-benar dijalankan secara konsisten, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia meminta dukungan dari seluruh jajaran teknis untuk menyediakan data dan informasi yang akurat guna memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan secara serius dan berkelanjutan di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao selaku mentor dalam inovasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia berharap inovasi ini dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Rote Ndao yang lebih sejahtera dan tangguh terhadap bencana.

Launching inovasi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antar perangkat daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote)

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Bupati Rote Ndao Pimpin Panen Raya Sorgum dan Pembelian Perdana Hasil Panen di Desa Daiama

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat pengembangan komoditas sorgum sebagai salah satu tanaman pangan unggulan daerah. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Panen Sorgum, Pembelian Simbolis Hasil Panen oleh Offtaker, Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani, serta Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Daiama, Kecamatan Landuleko, Kamis (11/6).

 

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Panen bersama Sorgum di Desa Daiama

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., didampingi Wakil Bupati Apremoi D. Dethan, serta dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao Nikson Bhaluk, Camat Landuleko Daniel P.J. Bolla, S.P., perwakilan Bank NTT Ade Ronny Oematan, Kepala Desa Daiama Heber Ferroh, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, diaspora Rote Ndao, serta mitra pengembangan sorgum.

Kegiatan diawali dengan panen bersama di lahan Kelompok Tani Sepakat, Desa Daiama, yang dilanjutkan dengan pembelian simbolis hasil panen sorgum oleh pihak offtaker sebagai bentuk dukungan terhadap pemasaran hasil produksi petani.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kelompok Tani Sepakat, para petani, diaspora Rote Ndao, yayasan mitra, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja sama mengembangkan sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati menjelaskan bahwa pengembangan sorgum sejalan dengan visi pembangunan daerah “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” serta mendukung program prioritas Mbule Lima (Rote Ndao Bertani) yang dijalankan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim, memiliki kandungan gizi tinggi, rendah gula, bebas gluten, serta berpotensi menjadi alternatif pangan lokal dan bahan baku pakan ternak. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan budidaya sorgum sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan produksi sorgum dengan memanfaatkan lahan tidur maupun lahan pekarangan yang masih tersedia. Selain itu, kelompok tani juga didorong untuk mengembangkan berbagai produk olahan bernilai tambah seperti beras sorgum, tepung sorgum, biskuit, sirup atau gula sorgum, bioetanol, dan berbagai produk turunan lainnya.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara petani, pemerintah daerah, diaspora, yayasan, serta pihak pembeli (offtaker) guna menciptakan kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Ia menyampaikan apresiasi kepada Diaspora Rote Ndao, Yayasan Sorgum Sejahtera Foundation (SSF), dan Sorgum Oma Joan (SOJ) yang telah mendukung pembelian hasil panen sorgum di Kabupaten Rote Ndao.

Selain kegiatan panen, pemerintah daerah juga melaksanakan Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani di Kelompok Tani Kecambah I, Dusun Naulaor, Desa Daiama. Kegiatan tersebut meliputi pemasangan papan nama kelompok tani, pengisian buku tamu kelompok, serta peninjauan administrasi kelompok tani.

Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama
Bupati saat Melakulan Pemasangan Papan Nama Kelompok Tani di Desa Daiama

Bupati menegaskan bahwa revitalisasi kelompok tani menjadi bagian penting dalam penguatan kelembagaan pertanian. Pemerintah menargetkan pembenahan dan peningkatan kapasitas terhadap 1.007 kelompok tani yang tersebar di seluruh Kabupaten Rote Ndao melalui peningkatan kelas kemampuan kelompok, pembenahan administrasi, dan penguatan identitas kelompok tani.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya air yang tersedia, serta menjadikan pengembangan sorgum sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.

Menutup rangkaian kegiatan lapangan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melaksanakan Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 di lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Pantai Baru dan para petani sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas sorgum di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum  di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.
Bupati dan Wakil Bupati Melakukan Tanam Sorgum di Lahan Kelompok Tani Sumber Harapan, Desa Tungganamo, Kecamatan Pantai Baru.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati bersama petani melakukan penanaman sorgum secara simbolis sekaligus berdialog mengenai berbagai strategi pengembangan komoditas sorgum. Diskusi tersebut mencakup upaya peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan lahan potensial, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan nilai ekonomi hasil pertanian guna mendukung kesejahteraan masyarakat.

Gerakan Tanam Sorgum Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas areal tanam sorgum di Kabupaten Rote Ndao sekaligus memperkuat peran komoditas pangan lokal yang adaptif terhadap kondisi iklim daerah sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.(PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)