Buanda PAUD Kabupaten Rote Ndao Ny. Yanne Henuk-Pellokila saat membagikan bingkisan bagi anak-anak usia dini di TK Ebenhaezer Soao, Kecamatan Landu Leko

Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao Sosialisasikan PHBS bagi Anak Usia Dini di TK Ebenhaezer Soao Landu Leko

Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao, Ny. Yanne Henuk-Pellokila, menghadiri kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi anak usia dini yang berlangsung di TK Ebenhaezer Soao, Kecamatan Landu Leko, Selasa (4/8/2026), dengan dihadiri Kepala Sekolah TK Ebenhaezer Soao, tenaga kesehatan, guru, dan para orang tua. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta membangun kebiasaan

Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao, Ny. Yanne Henuk-Pellokila, berfoto bersama anak-anak TK Ebenhaezer Soao, para orang tua, guru, dan tenaga kesehatan usai kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kecamatan Landu Leko,
Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao, Ny. Yanne Henuk-Pellokila, berfoto bersama anak-anak TK Ebenhaezer Soao dan para orang tua, usai kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kecamatan Landu Leko,

Dalam sambutannya, Ny. Yanne Henuk-Pellokila menegaskan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak anak berada pada usia dini. Menurutnya, pembiasaan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak agar tumbuh sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.

Buanda PAUD Kabupaten Rote Ndao Ny. Yanne Henuk-Pellokila saat membagikan bingkisan bagi anak-anak usia dini di TK Ebenhaezer Soao, Kecamatan Landu Leko
Penanggung Jawab Bunda PAUD Kabupaten Rote Ndao, Ny. Yanne Henuk-Pellokila, membagikan bingkisan kepada anak-anak usia dini di TK Ebenhaezer Soao, Kecamatan Landu Leko, usai kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Ia menjelaskan bahwa penerapan PHBS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Oleh karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam membiasakan anak menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari di rumah.

Anak-anak TK Ebenhaezer Soao mengikuti praktik menggosok gigi bersama yang dipandu tenaga kesehatan sebagai bagian dari Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Anak-anak TK Ebenhaezer Soao mengikuti praktik menggosok gigi bersama yang dipandu tenaga kesehatan sebagai bagian dari Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Ny. Yanne juga mengajak para guru untuk terus memberikan contoh yang baik kepada peserta didik melalui kebiasaan sederhana, seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kegiatan belajar mengajar. Menurutnya, keteladanan dari orang dewasa akan lebih mudah ditiru oleh anak-anak.

Selain itu, ia mengharapkan sinergi yang baik antara guru, tenaga kesehatan, dan orang tua agar edukasi mengenai PHBS dapat diterapkan secara berkelanjutan. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, anak-anak diharapkan mampu menjadikan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Perwakilan BPKP Provinsi NTT bersama Pemkab Rote Ndao.

BPKP NTT dan Pemkab Rote Ndao Perkuat Tata Kelola Desa di Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan

Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT bersama Pemkab Rote Ndao menggelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa Tahun 2026 di Kabupaten Rote Ndao, Selasa (04/08/2026) bertempat di Auditorium Ti’i Langga.

Kegiatan strategis ini dalam rangka memperkuat tata kelola desa, yang diikuti oleh para Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Rote Ndao dengan narasumber antara lain, Anggota Komite IV DPD RI Hilda Manafe, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT Kapsari, Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Robby Permana Amri dan Delfiana Lase Kepala KPPN Kupang, serta dipandu Kepala Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao Ronald H. Taulo.

Kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Perwakilan BPKP Provinsi NTT bersama Pemkab Rote Ndao.
Kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang diselenggarakan oleh Perwakilan BPKP Provinsi NTT bersama Pemkab Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Petson Hangge, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta kegiatan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh narasumber dan peserta workshop. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan sekaligus bentuk perhatian nyata terhadap upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang semakin berkualitas,” ungkap Petson Hangge saat membacakan sambutan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

Ia mengungkapkan desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Kemajuan Kabupaten Rote Ndao sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah desa dalam mengelola pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta mengelola keuangan desa secara efektif, efisien dan bertanggung jawab.

“Dana Desa yang dialokasikan oleh pemerintah merupakan amanah yang harus dikelola secara bijaksana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, setiap rupiah yang digunakan harus mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, maupun penguatan ketahanan desa,” lanjutnya.

Para Narasumber Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.
Para Narasumber Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa di Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026.

Bupati Rote Ndao Paukus Henuk juga menekankan pentingnya pemaknaan terhadap fungsi pengawasan dan evaluasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Menurutnya, pengawasan dan evaluasi bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan upaya memastikan bahwa seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran serta memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

“Pengawasan sesungguhnya dimulai dari diri kita sendiri. Dimulai dari komitmen setiap aparatur untuk bekerja secara disiplin, profesional, dan bertanggung jawab. Ketika budaya integritas telah menjadi karakter organisasi, maka berbagai potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini,” jelasnya.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)