Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan didampingi Pj. Sekda Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt., melakukan penilaian kebersihan dan kesiapan teknis pelayanan sejumlah perangkat daerah, Rabu (26/8/2026). Penilaian dilakukan dengan mengunjungi sejumlah perangkat daerah untuk memastikan kebersihan lingkungan kerja serta kesiapan pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat meninjau kebersihan dan kesiapan teknis pelayanan di Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao.
Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh perangkat daerah memiliki lingkungan kerja yang bersih, tertata, dan mendukung penyelenggaraan pelayanan publik secara optimal. Selain kebersihan, penilaian juga diarahkan untuk melihat kesiapan teknis pelayanan pada masing-masing perangkat daerah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam penilaian tersebut, Wabup bersama Pj. Sekda mengunjungi Dinas Pendidikan, Dinas Peternakan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Rote Ndao dalam rangka meninjau kesiapan pelayanan kepada masyarakat.
Kunjungan dilakukan dengan meninjau kondisi kebersihan, kerapian lingkungan kantor, serta kesiapan teknis yang menunjang pelaksanaan tugas dan pelayanan masing-masing perangkat daerah.
Wabup Rote Ndao berharap seluruh perangkat daerah dapat mempertahankan dan meningkatkan kebersihan serta kerapian lingkungan kerja.
Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan saat meninjau kebersihan dan kesiapan pelayanan di Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kabupaten Rote Ndao.
Menurutnya, lingkungan kerja yang bersih dan tertata merupakan salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana pelayanan yang nyaman sekaligus mendukung perangkat daerah memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan responsif kepada masyarakat. *(PPID Utama_Rote Ndao)
Bupati Rote Ndao melaunching benih padi sebar/label biru varietas Inpari 32 yang diproduksi di Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan berlangsung di Arena Pameran Pembangunan UMKM dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (25/8).
Bupati Rote Ndao saat menyerahkan secara simbolis bibit sebar
Launching tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao serta perwakilan Produsen Benih Timor Tani Sejahtera. Produksi benih ini merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah dengan produsen benih lokal.
Bupati menyampaikan, produksi gabah/beras petani Rote Ndao hingga Januari–Juli 2026 telah mengalami surplus. Bulog NTT/Rote Ndao telah menyerap 1.476 ton, meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencapai 509 ton.
Program ini menjadi bagian dari Mbule Lima: Rote Ndao Bertani, untuk mendorong ketersediaan benih padi bermutu dan bersertifikasi yang diproduksi secara lokal. Langkah tersebut diharapkan memudahkan akses benih bagi petani sekaligus meningkatkan produktivitas dan produksi padi.
Foto bersama Bupati Rote Ndao dan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Rote Ndao bersama para petani
Sebagai tahap awal, penangkaran benih dilakukan di lahan seluas 4,3 hektare dan menghasilkan 19.470 kilogram benih padi. Benih tersebut akan dipasarkan kepada petani/kelompok tani dengan harga Rp13.000 per kilogram, sekaligus mendukung program bantuan benih padi nasional. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Rangkaian kegiatan Gerakan Rote Mengajar – Mai Fali E 2026 resmi berakhir dalam suasana haru dan bahagia. Malam puncak sekaligus penutupan kegiatan berlangsung di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, Selasa (25/08/2026).
Bupati Paulus Henuk setelah menyerahkan piagam penghargaan pada Relawan Rote Mengajar
Penutupan menjadi momen emosional bagi para relawan setelah menjalani rangkaian kegiatan berbagi inspirasi bersama anak-anak dan masyarakat Rote Ndao. Sebanyak 205 relawan, terdiri dari 133 relawan dari luar Rote Ndao dan 72 relawan dari dalam daerah, terlibat dalam gerakan tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan bahwa Rote Mengajar bukan sekadar kegiatan mengajar, tetapi sebuah gerakan untuk menyalakan mimpi dan keberanian anak-anak Rote Ndao.
Para relawan Rote Mengajar saat mengikuti acara penutupan
Melalui Kelas Inspirasi, para relawan hadir di 34 sekolahdan menjangkau sekitar 2.500 anak. Para relawan berbagi pengalaman tentang profesi, perjalanan hidup, keberhasilan, kegagalan, hingga berbagai pelajaran kehidupan.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, sekolah, guru, Universitas Nusa Lontar, keluarga besar Rote di Kota Kupang, host family, panitia, komunitas, perangkat daerah, dunia usaha, para mitra, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
Salah seorang relawan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Rote Ndao serta panitia. Ia mengaku mendapatkan banyak inspirasi selama mengikuti Rote Mengajar dan berharap semakin banyak orang mengenal Rote Ndao.
Ia juga menitipkan pesan kepada para orang tua agar terus mendukung mimpi dan cita-cita anak-anak, sehingga kelak semakin banyak generasi hebat dan pemimpin masa depan yang lahir dari Rote Ndao.
Foto bersama para relawan dan panitia Rote Mengajar 2026
Selain penutupan Rote Mengajar, malam puncak juga dirangkaikan dengan launching PERMATA (Program Generasi Emas Rote Ndao) sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi muda daerah yang unggul dan berdaya saing.
Suasana malam semakin semarak dengan panggung hiburan yang menampilkan 27 pertunjukan dari berbagai sekolah dan sanggar seni di Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 GMIT Teritori Rote Ndao digelar di GMIT Betania Ba’a, Selasa (25/8/2026), dengan mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak. Kegiatan ini bertujuan mendorong kolaborasi keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membentuk generasi Rote Ndao yang bertumbuh dalam iman, berkarakter, berdaya saing, serta memiliki masa depan yang gemilang.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., saat menyampaikan sambutan pada Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 GMIT Teritori Rote Ndao di GMIT Betania Ba’a, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Saneb Yohanis Blegur, S.Th., Pj. Sekda Kabupaten Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt., jajaran Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Pauwil J. J. Nggili, S.Sos., M.Si., serta para Kepala Perangkat Daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa anak merupakan investasi masa depan bagi Kabupaten Rote Ndao. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus berkomitmen mewujudkan daerah yang ramah anak melalui penguatan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.
Komitmen tersebut, menurut Bupati, diwujudkan melalui berbagai upaya, antara lain peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan ketahanan keluarga, pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pembangunan lingkungan yang aman dan inklusif bagi tumbuh kembang anak.
Bupati juga menekankan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Suasana Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 GMIT Teritori Rote Ndao yang berlangsung di GMIT Betania Ba’a, Selasa (25/8/2026).
“Keluarga harus menjadi tempat pertama yang menghadirkan kasih dan keteladanan. Gereja harus menjadi ruang untuk membangun iman, karakter dan kepedulian. Masyarakat harus menjadi pelindung bagi anak,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Ia menyampaikan, kolaborasi antara keluarga, gereja, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi Rote Ndao yang tangguh dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut juga perlu terus diperkuat untuk menekan angka stunting, meningkatkan literasi, serta membentuk karakter anak Rote Ndao yang berakhlak mulia.
Peringatan HAN ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao mengangkat subtema “Anak Disayang Tuhan, Bertumbuh dalam Iman, Berkarya dengan Kasih, Menatap Masa Depan dengan Gemilang.” Subtema ini menegaskan pentingnya pembentukan anak secara utuh, tidak hanya dari aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dari sisi iman, karakter, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.
Suasana Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 GMIT Teritori Rote Ndao yang berlangsung di GMIT Betania Ba’a, Selasa (25/8/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Paulus Henuk juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Sinode GMIT yang telah menginisiasi kegiatan peringatan HAN. Menurutnya, keterlibatan gereja dalam upaya perlindungan dan pembangunan anak merupakan bagian penting dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Peringatan HAN ke-42 GMIT Teritori Rote Ndao diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan aksi bersama dalam memastikan setiap anak memperoleh kasih, perlindungan, pendidikan, kesehatan, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.
Dengan sinergi yang terus terjaga antara pemerintah, gereja, keluarga, dan masyarakat, anak-anak Rote Ndao diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang beriman, berkarakter, sehat, cerdas, kreatif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah di masa depan. *(PPID Utama_Rote Ndao)
Rangkaian kegiatan Rote Mengajar terus berlanjut. Kali ini, panitia dan para relawan mengikuti kegiatan refleksi bersama yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao, (Selasa, 25/08).
Bupati Paulus Henuk saat membuka kegiatan Refleksi Rote Mengajar
Kegiatan refleksi diisi dengan testimoni langsung dari para relawan yang terlibat dalam program Rote Mengajar. Mereka berbagi cerita tentang pengalaman, keseruan, serta berbagai hal yang mereka temui selama turun mengajar di sekolah-sekolah di Rote Ndao.
Para relawan mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari gerakan yang mengusung tagline “Sehari Mengajar, Seumur Hidup Menginspirasi.”Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar kesempatan untuk berbagi ilmu kepada anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar dan mendapatkan inspirasi.
Salah seorang relawan Pdt. Dr. Mesakh A. Dethan, MA, M.Th yang berprofesi sebagai pendeta mengungkapkan bahwa dirinya tidak hanya datang membawa inspirasi, tetapi justru turut terinspirasi dari pengalaman selama mengikuti Rote Mengajar. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, ia sempat menginap di UKS SDI Ndudale.
Pdt. Dr. Mesakh A. Dethan, MA, M.Th salah seorang Relawan Rote Mengajar saat memberikan testimoni kegiatan.
Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. Ia melihat langsung semangat dan potensi anak-anak Rote Ndao.
Menurutnya, anak-anak Rote tidak kalah pintar dengan anak-anak dari daerah lain. Dengan tekad, kemauan belajar dan kesempatan yang sama, mereka memiliki peluang besar untuk berhasil dan meraih cita-cita.
Dalam kegiatan mengajar, ia juga membagikan berbagai keterampilan kepada anak-anak, mulai dari teknik membaca buku secara cepat hingga cara menjadi public speaker yang baik. Berbagai tips dan trik diberikan untuk membangun keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta kepercayaan diri anak-anak.
Relawan Rote Mengajar saat megikuti kegiatan refleksi
Kegiatan refleksi ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Rote Mengajar merupakan gerakan turun mengajar yang melibatkan para relawan pengajar dan relawan dokumentasi. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan di Pulau Rote.
Para relawan hadir membawa cerita, pengalaman, pengetahuan dan inspirasi untuk mendorong anak-anak Rote Ndao berani bermimpi lebih tinggi. Mereka juga memperkenalkan beragam profesi dan membuka wawasan anak-anak tentang berbagai pilihan yang dapat mereka jalani di masa depan.
Pada akhirnya, Rote Mengajar bukan hanya tentang relawan yang datang untuk mengajar. Ini adalah tentang saling belajar, saling menginspirasi, dan menumbuhkan keyakinan bahwa anak-anak Rote Ndao mampu melangkah lebih jauh dengan potensi yang mereka miliki. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)