Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026

Rakortek Regional di Semarang, Kolaborasi Pemerintah Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Hal ini menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 21–23 September 2026.

Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026
Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026

Kegiatan ini turut diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui perangkat daerah terkait, yakni Dinas P3AP2KB, Bapperida dan Dinas Kesehatan, melalui Zoom Meeting. Untuk peserta dari Rote Ndao, kegiatan diikuti dari Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya dengan komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama yang nyata antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Kinerja bapak dan ibu dipertaruhkan untuk anak-anak kita. Tidak perlu hanya komitmen, harus ada kolaborasi,” tegas Ahmad Luthfi.

Suasana Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.
Suasana Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden, Eddy Cahyono Sugiarto, menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dalam menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan.

Menurutnya, komitmen tersebut harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyasar langsung kelompok sasaran. Pada 2025–2026 tidak dilakukan SSGI, sehingga kinerja akan diukur melalui capaian output dari setiap intervensi prioritas.

Karena itu, seluruh kelompok sasaran perlu dipastikan memperoleh intervensi yang dibutuhkan dengan kualitas yang baik. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh OPD, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dunia usaha, dan lembaga masyarakat sipil.

Foto bersama usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.
Foto bersama usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi menurunkan angka stunting. Semoga ini berguna bagi seluruh anak di Indonesia,” ujar Eddy.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, keikutsertaan dalam Rakortek ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam memastikan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah berjalan secara terpadu dan tepat sasaran. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)