Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Pemkab Rote Ndao Dorong Langkah Nyata Menuju 100 Persen Energi Terbarukan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong langkah konkret menuju pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan. Hal ini kembali ditegaskan dalam kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).
Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Maraden Patola, dan merupakan tindak lanjut dari kegiatan audiensi Program NTT NZE 2050 serta inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100 Persen Energi Terbarukan yang sebelumnya dilaksanakan di Aula Kopdit Sehati Ba’a.

Dalam kesempatan tersebut, Maraden Patola menyampaikan harapan agar Rote Ndao dapat mewujudkan penggunaan energi terbarukan secara penuh.

“Harapan besar kita, Rote Ndao bisa bebas 100 persen energi terbarukan. Ke depan, langkah-langkah kecil seperti kegiatan hari ini diharapkan bisa membawa perubahan besar,” ujarnya.

Ia menilai proses menuju energi bersih membutuhkan langkah yang dilakukan secara bertahap, konsisten dan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan CIS Timor Indonesia dengan dukungan Institute for Essential Services Reform (IESR) sebagai bagian dari Program NTT NZE 2050. Agenda utama berupa pemetaan pemangku kepentingan dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten untuk melihat peran, pengaruh dan kepentingan masing-masing pihak dalam mendukung keberlanjutan program.

Jhon  Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Jhon Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Perwakilan CIS Timor, Jhon Subang, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, pihak IESR telah menggandeng sejumlah mitra dan melakukan kunjungan lapangan ke sembilan lokasi.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk berbagai persoalan dan kerusakan yang ditemukan, sekaligus mengidentifikasi langkah yang perlu menjadi prioritas.

“Beberapa mitra sudah digandeng oleh IESR. Kami juga sudah turun ke sembilan lokasi untuk melihat kondisi dan kerusakan yang ada. Sekarang yang penting adalah bagaimana sistem ini bisa berkelanjutan setelah berjalan dan mana yang menjadi prioritas,” jelas Jhon.

 

Ia menambahkan, keberlanjutan program energi terbarukan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, kelembagaan dan keterlibatan masyarakat serta pemerintah daerah.

Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Langkah ini sejalan dengan kajian IESR yang menunjukkan bahwa Pulau Timor memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan listriknya dari energi terbarukan, dengan energi surya sebagai salah satu sumber utama. IESR juga menekankan pentingnya penguatan jaringan, penyimpanan energi dan keterlibatan masyarakat agar transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui stakeholder mapping ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak sekaligus tersusun prioritas langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung Rote Ndao 100

Persen Energi Terbarukan sebagai bagian dari upaya menuju NTT Net-Zero Emission 2050. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)