WhatsApp Image 2026-09-25 at 23.10.53

Bupati Rote Ndao Koordinasi dengan Wamendagri, Verifikasi Faktual Pemekaran Desa Dijadwalkan Oktober

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao, Jakarta (25/09/2026). Pertemuan tersebut bertujuan memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menghadapi verifikasi faktual yang dijadwalkan pada Oktober 2026 agar seluruh tahapan pemekaran dapat berjalan sesuai ketentuan.

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH.,
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., saat berdiskusi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M.

 

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan verifikasi faktual pemekaran desa yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kepada Pemerintah Pusat. Dalam pertemuan, dibahas berbagai persiapan yang perlu dilakukan daerah menjelang pelaksanaan verifikasi faktual, termasuk kesiapan administrasi dan kondisi faktual di lapangan.

Wamendagri Dr. Ribka Haluk memberikan dukungan terhadap proses pemekaran desa yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Verifikasi faktual direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 2026.

Suasana diskusi
Suasana diskusi antara Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan jajaran Wakil Menteri Dalam Negeri terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan terus melakukan konsolidasi dan mempersiapkan seluruh kebutuhan verifikasi secara maksimal agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Pemekaran desa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, memperpendek rentang kendali pelayanan publik, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan Wakil Menteri Dalam Negeri beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan terkait persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati Rote Ndao bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Rote Ndao serta Wakil Menteri Dalam Negeri beserta jajaran berfoto bersama usai pertemuan membahas persiapan verifikasi faktual pemekaran desa di Kabupaten Rote Ndao.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao juga akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses tersebut berjalan tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. *(PPID Utama_Rote Ndao)

Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao Buka Pelatihan Inkubator Bisnis 

Dalam rangka mendukung program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, sebagaimana tertuang dalam Dasa Cita Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan pelatihan Inkubator Bisnis Tahun 2026 bagi pengembangan pemuda berusia 16 sampai dengan 30 tahun se- Kabupaten Rote Ndao bertempat di Aula Hotel Ricky, kelurahan Namodale-Ba’a, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao saat membuka Buka Pelatihan Inkubator Bisnis 
PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao saat membuka Buka Pelatihan Inkubator Bisnis

Laporan Ketua Panitia, Matius Ngadu Oli,SE,M.Hum, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Provinsi Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai proses pembinaan, pendampingan dan pengembangan yang diberikan oleh inkubator bisnis kepada peserta inkubasi.

Disini para peserta dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan dan pengetahuan hingga akses jejaring usaha dan kemungkinan kemitraan. Saya berharap bahwa setelah mengikuti kegiatab ini, para pemuda kita tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi justru menjadi pencipta lapangan kerja.

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao foto bersama peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 
PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao foto bersama peserta Pelatihan Inkubator Bisnis

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel W. Nalle,S.Pt menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang telah menggagas kegiatan ini, dimana inkubator bisnis ini bukan hanya pelatihan semata tetapi adalah awal dari perjalanan yang nyata menuju kemandirian ekonomi pemuda.

Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 
Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis

Untuk diketahui, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar pengelolaan usaha dan terbentuknya hubungan dan jaringan yang kuat antar peserta dari berbagai daerah, yang dapat memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari terhitung tanggal 25 sampai dengan 28 September 2026 mendatang. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Pemkab Rote Ndao Dorong Langkah Nyata Menuju 100 Persen Energi Terbarukan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong langkah konkret menuju pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan. Hal ini kembali ditegaskan dalam kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).
Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Maraden Patola, dan merupakan tindak lanjut dari kegiatan audiensi Program NTT NZE 2050 serta inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100 Persen Energi Terbarukan yang sebelumnya dilaksanakan di Aula Kopdit Sehati Ba’a.

Dalam kesempatan tersebut, Maraden Patola menyampaikan harapan agar Rote Ndao dapat mewujudkan penggunaan energi terbarukan secara penuh.

“Harapan besar kita, Rote Ndao bisa bebas 100 persen energi terbarukan. Ke depan, langkah-langkah kecil seperti kegiatan hari ini diharapkan bisa membawa perubahan besar,” ujarnya.

Ia menilai proses menuju energi bersih membutuhkan langkah yang dilakukan secara bertahap, konsisten dan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan CIS Timor Indonesia dengan dukungan Institute for Essential Services Reform (IESR) sebagai bagian dari Program NTT NZE 2050. Agenda utama berupa pemetaan pemangku kepentingan dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten untuk melihat peran, pengaruh dan kepentingan masing-masing pihak dalam mendukung keberlanjutan program.

Jhon  Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Jhon Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Perwakilan CIS Timor, Jhon Subang, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, pihak IESR telah menggandeng sejumlah mitra dan melakukan kunjungan lapangan ke sembilan lokasi.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk berbagai persoalan dan kerusakan yang ditemukan, sekaligus mengidentifikasi langkah yang perlu menjadi prioritas.

“Beberapa mitra sudah digandeng oleh IESR. Kami juga sudah turun ke sembilan lokasi untuk melihat kondisi dan kerusakan yang ada. Sekarang yang penting adalah bagaimana sistem ini bisa berkelanjutan setelah berjalan dan mana yang menjadi prioritas,” jelas Jhon.

 

Ia menambahkan, keberlanjutan program energi terbarukan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, kelembagaan dan keterlibatan masyarakat serta pemerintah daerah.

Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Langkah ini sejalan dengan kajian IESR yang menunjukkan bahwa Pulau Timor memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan listriknya dari energi terbarukan, dengan energi surya sebagai salah satu sumber utama. IESR juga menekankan pentingnya penguatan jaringan, penyimpanan energi dan keterlibatan masyarakat agar transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui stakeholder mapping ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak sekaligus tersusun prioritas langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung Rote Ndao 100

Persen Energi Terbarukan sebagai bagian dari upaya menuju NTT Net-Zero Emission 2050. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)