Puluhan Paus Pilot terdampar di Perairan Rote Ndao. Penyebab fenomena ini masih dalam penelitian.

Fenomena Puluhan Paus Pilot Terdampar di Pantai Mbadokai Rote Ndao, Penyebab Masih Diteliti

Fenomena alam berupa terdamparnya puluhan Paus Pilot terjadi di Pantai Mbadokai, Desa Fuafuni Kecamatan Rote Barat Daya Kabupaten Rote Ndao, pada Minggu, 9 Maret 2026. Kini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam penelitian oleh Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Peternakan.

Kronologi kejadian bermula pada senin, 9 maret 2026 sekitar pukul 08.00 wita, ketika masyarakat melaporkan adanya gerombolan ikan yang ditemukan nelayan terdampar di perairan Pantai Mbadokai. Warga kemudian menginformasikan temuan tersebut kepada aparat setempat, termasuk Polres Rote Ndao. Pada awalnya, masyarakat menduga hewan tersebut adalah gerombolan lumba-lumba yang diduga terjebak pukat nelayan.

Puluhan Paus Pilot terdampar di Perairan Rote Ndao. Penyebab fenomena ini masih dalam penelitian.
Paus Pilot : Puluhan Paus Pilot terdampar di Perairan Rote Ndao. Penyebab fenomena ini masih dalam penelitian.

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung oleh aparat gabungan Polres Rote Ndao di perairan Desa Fuafuni, dipastikan bahwa gerombolan hewan laut tersebut bukan lumba-lumba, melainkan Paus Pilot.

Diduga paus-paus tersebut terdampar akibat kondisi air laut yang surut sehingga terjebak di perairan dangkal. Menyikapi situasi tersebut, pihak aparat gabungan bersama masyarakat berinisiatif melakukan upaya penyelamatan dengan menggiring gerombolan paus kembali ke perairan yang lebih dalam agar dapat kembali ke laut lepas.

Namun sekitar pukul 21.00 wita, masyarakat Desa Fuafuni kembali melaporkan bahwa gerombolan paus pilot tersebut kembali mendekati pesisir Pantai Mbadokai. Masyarakat bersama aparat gabungan Polres Rote Ndao, Lanal Pulau Rote dan Petugas dari kementerian Kelautan dan Perikanan Dirjen Pengelolaan Kelautan Wilayah Kerja Rote Ndao serta Tim dari Koordinator Taman Nasional Perairan Laut Sabu Wilayah Kerja Rote Ndao kemudian melakukan upaya penyelamatan lanjutan.

Dalam proses tersebut, enam ekor Paus Pilot yang masih hidup berhasil dievakuasi dan diarahkan kembali ke laut yang lebih dalam. Sementara itu, empat ekor Paus Pilot yang ditemukan dalam kondisi mati dievakuasi ke bibir pantai.

Proses evakuasi dan penguburan Paus Pilot yang terdampar.
Evakuasi : Proses evakuasi dan penguburan Paus Pilot yang terdampar.

Selanjutnya pada selasa pagi, 10 maret 2026, proses evakuasi terhadap Paus Pilot yang telah mati kembali dilakukan dari dalam laut menuju pesisir pantai dengan cara ditarik.

Satu unit escavator dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rote Ndao kemudian digunakan untuk menggali lubang di pesisir Pantai Mbadokai sebagai lokasi penguburan bangkai ikan paus tersebut.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Peternakan telah mengambil sejumlah sampel dari tubuh paus pilot untuk dilakukan penelitian guna mengetahui penyebab kematian hewan-hewan laut tersebut.

Berdasarkan data sementara, total Paus Pilot yang dikuburkan di pesisir Pantai Mbadokai berjumlah 20 ekor.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Tags: No tags