Merah minimalis Selamat Hari Natal Instagram post (1)

Jadi Terbaik Ketiga di NTT, SPBE Rote Ndao Lampau Rerata Nasional

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali menorehkan prestasi ditingkat Provinsi, pasalnya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Rote Ndao pada tahun 2022 menembus angka 2.48 dari sebelumnya angka 1 pada tahun 2021. Hal ini menjadikan Rote Ndao sebagai kabupaten yang menempati urutan ketiga dalam urutan indeks SPBE terbaik yang ada di Provinsi NTT.Secara Nasional Indeks SPBE yang diraih oleh Kabupaten Rote Ndao ini melampaui rata-rata nasional yakni 2.35. Hasil SPBE ini diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI melalui website JDIH Menpanrb  dalam Kepmen Nomor 108 Tahun 2023 Tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintah Daerah Tahun 2022 , Selasa (31/01).

Berdasarkan Laporan Hasil Pemantauan yang telah direlease oleh Kemenpanrb RI ini terdapat 47 Indikator yang dinilai oleh pemerintah pusat. Berdasarkan indikator-indikator inilah maka indeks SPBE dapat dikeluarkan. Berdasarkan Indikator-indikator yang ada Kabupaten Rote Ndao memiliki nilai yang tinggi padaaspek Layanan publik dengan indeks 3.5 sedangkan aspek yang masih perlu dibenahi yakni aspek manajemen SPBE. Secara peningkatan pertumbuhan indeks SPBE, KabupatenRote Ndao menjadi kabupaten dengan pertumbuhan yang paling tinggi hingga angka 1.48.

Angka yang dicapai oleh Kabupaten Rote Ndao pada tahun ini juga melampaui rencana RPJMD daerah yang sebelumnya ditargetkan pada angka 1.5. Hal ini artinya hasil pantauan SPBE tahun 2022 melampau 0.98 angka yang ditargetkan oleh pemerintah daerah.

Kadis Kominfostatper Kabupaten Rote Ndao Paulwil Nggili menyatakan bersyukur dengan hasil baik yang telah di raih oleh Kabupaten Rote Ndao. Ia menuturkan bahwaaspek-aspek yang masih memiliki indeks yang rendah kedepannya akan di perbaiki menjadi lebih baik lagi. Ia pun menargetkan tahun 2023 ini indeks SPBE kabupaten Rote Ndaodapat menembus angka 3.00.

Untuk diketahui urut-urutan indeks SPBE terbaik di NTT pada urutan pertama ada Kabupaten Manggarai Barat dengan indeks SPBE 3.01, lalu disusul oleh Kabupaten TTS
yakni 2.61 dan urutan ketiga yakni Rote Ndao dengan urutan 2.48. (dkisp)

kades tebole23-1

Belajar Dari kesalahan, Jadilah Pemimpin Yang Merangkul dan Aspiratif

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE mengungkapkan nilai kepemimpinan yang merangkul semua elemen di desa serta mendengar setiap masukan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam ceremonial pengaktifan kembali dan pengukuhan Kepala Desa Tebole Non Aktif Mesak Jeferson Ndun di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Mesak Jeferson Ndun sendiri adalah Kepala Desa Tebole yang sebelumnya dinonaktifkan sementara dari jabatannya selama delapan bulan.

Bupati Paulina menghimbau Kades Jeferson agar belajar dari keselahan yang pernah dibuat, mengoreksi diri dan menjadi lebih baik dalam mengemban kepercayaan yang diberikan kali ini. Ia berharap kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang lagi ke depan.

Pengelolaan keuangan di desa, lanjut Bupati Paulina, hendaklah dijalankan merujuk pada juknis dan semua ketentuan yang berlaku. Bidang-bidang pembangunan desa yang menjadi kewenangan desa telah diatur dengan baik oleh berbagai regulasi dan juknis.

Sehingga dalam proses pembangunan di desa termasuk bantuan yang ditujukan kepada masyarakat harus diberikan secara adil dan proporsional. Artinya tidak terfokus pada satu kelompok tertentu saja namun harus mampu mengcover masayarakat di desa secara keseluruhan.

Kades Jeferson juga diminta untuk merangkul semua elemen di desa, baik itu dalam kemitraan dengan BPD maupun terhadap masyarakat desa secara utuh. Tidak membedakan dalam setiap pengambilan kebijakan dan bentuk-bentuk pelayanan kepada masyarakat di desa Tebole.

Bupati Paulina tak lupa memberikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Penjabat Kepala Desa Tebole Maxs D. Langga buat pengabdiannya bagi masyarakat desa selama delapan bulan menjabat.

Mesak Jeferson Ndun Kepala Desa Tebole Non Aktif akibat kesalahan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, kembali di aktifkan dan dikukuhkan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE, rabu (01/02/23) di ruang TBUPP kantor Bupati Rote Ndao.

Ceremonial pengaktifan kembali dan pengukuhan Kepala Desa Tebole Non Aktif ini disaksikan pula Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yames M. K. Therik dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao. Dari pemerintah kecamatan Rote Selatan dan Desa Tebole sendiri hadir Camat Rote Selatan Polce M. Manafe,S.Pd dan Ketua BPD Desa Tebole Christofel Saudale bersama perangkat desa dan sejumlah masyarakat desa Tebole.(Bidkom-DKISP)

klasis-rbl231

Bupati Paulina hadiri Sidang Majelis Klasis Rote Barat Laut ke- XIII

Sidang Majelis Klasis Rote Barat Laut ke- XIII bertempat di Gereja Masehi Injili di Timor Klasis Rote Barat Laut mata jemaat Eklesia Tulelala, desa Modosinal, Kecamatan Rote Barat Laut, kabupaten Rote Ndao. (25/01) siang.

Rangkaian Pembukaan persidangan majelis klasis Rote Barat Laut ke-XIII tahun 2023 mulai di selenggarakan dari tanggal 25 s/d 27 januari 2023 dengan Thema “Roh Kudus menjadikan dan membaharui segenap ciptaanya” dan Sub thema ” Roh Kudus menguatkan persekutuan dan memimpin gereja menjadi berkat bagi semesta”.

Hadir dalam kegiatan ini, bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, SE, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt.Yusuf Nakmofa,M.Th, Anggota DPRD Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) Jan Pieter Windy, ketua Klasis Rote Barat Laut, Pdt. Nover Ndao, S.Th, Kapolres yang diwakili Kapolsek Rote Barat Laut,Ipda Esbon Tulle, Kepala Kantor Kementrian Agama Rote Ndao, Kasie Urakris, (Urusan Agama Kristen) Penehas Batuk, SH dan sejumlah hadirin lainnya.

Ketua Panitia, Efendy H.Muda, S.ST dalam laporannya mengatakan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sesuai dengan hakekatnya , wujud dan pengakuannya terpanggil untuk melaksanakan amanat kerasulan/ pelayanan kepada semua umat manusia dan untuk dunia serta mencakup kehidupan manusia dan dunia seutuhnya. maka Klasis sebagai wadah kebersamaan jemaat- jemaat harus senantiasa ditata, dipimpin dan dikembangkan sebaik-baiknya sehingga mampu melaksanakan fungsinya secara terus menerus sebagai basis kehidupan pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor.

“Memperhatikan hal diatas maka Klasis Rote Barat Laut terpanggil untuk meningkatkan kewibawaan pelayanan dengan menyelenggarakan Persidangan Majelis Klasis. Tujuannya adalah sebagai Bahan evaluasi , perencanaan program pelayanan dan menetapkan program pelayanan kebersamaan jemaat-jemaat tahun 2023” kata Efendy.

Sementara itu, bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai gereja terutama sinode GMIT mempunyai peranan yang sangat besar bagi pembangunan sehingga diharapkan kepada seluruh hamba Tuhan yang mengambil bagian dalam kegiatan ini agar tetap mengerjakan pelayananmu dengan baik, jadilah teladan dalam kerja, tutur kata dan perbuatan , tetap rendah hati dan penuh kasih seperti Kristus dan teruslah berdoa untuk kesejahteraan masyarakat dan daerah dimana saudara diutus.

“saya juga mengajak semua unsur gereja untuk mendukung berbagai program pemerintah karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri maka diharapkan dalam persidangan ini dapat diputuskan program-program strategis bagi kehidupan jemaat. karena gereja, pemerintah dan masyarakat harus bersatu dalam percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat” harap Bupati Paulina. (Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-18 at 9.32.13 PM

Syukur Nataru Bupati Paulina dan Keluarga Suku Tolaumbuk

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE bersama para asisten dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao penuh hikmat hadir dalam syukuran Natal 25 Desember 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) bersama Persatuan Keluarga Suku Tolaumbuk di Desa Oehandi Kecamatan Rote Barat Daya, rabu (18/01/23) petang. Bupati Paulina didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Rote Ndao Drs.Leonard Haning,MM sebagai Maneleo Inahuk.

Pasukan berkuda bersiap menjemput Bupati Paulina dan rombongan sekira pukul 17.00, tiga ratus meter dari lokasi syukuran. Iring-iringan panjang terjadi oleh pasukan berkuda beratribut lengkap khas Rote Ndao diikuti rombongan Bupati Paulina dan jajaran pemkab Rote Ndao.

Tiba dilokasi kegiatan, Bupati Paulina disambut secara adat oleh para maneleo dan tokoh masyarakat suku Toleumbuk.Pantun penyambutan disampaikan salah seorang yang didaulat mewakili sekitar 500-an orang anggota suku Tolaumbuk yang hadir memadati tenda kegiatan.

Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru Keluarga Suku Tolaumbuk ini dipimpin ketua Majelis Jemaat Imanuael Oehandi Pdt. Esry Pono,S,Th. Bupati Paulina pun didaulat menyalakan lilin Natal bersama Ketua TP. PKK Kabupaten Rote Ndao Drs.Leonard Haning,MM dan para Maneleo suku Toleumbuk.

Bupati Paulina secara khusus menyampaikan apresiasi bagi keluarga suku Tolaumbuk atas niat baik dalam menyatukan kekuatan dan persaudaran sehingga perayaan Natal dan Tahun Baru 2023 ini dapat diselenggarakan dengan baik.

“ Natal merupakan perasaan sukacita untuk Keluarga Tolaumbuk dan kita semua. Kita patut mensyukuri itu karena atas pertolongan dari Tuhan, telah memimpin kita di tahun 2022 dan sampai ke 2023 kita dalam keadaan yang baik. Sehingga perlu kita mensyukurinya agar Tuhan senantiasa menyertai dalam tugas dan pekerjaan kita,” ungkap Bupati Paulina.

Dirinya turut mengapresiasi partisipasi keluarga suku Tolaumbuk dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di daerah ini. Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang penuh damai sejahtera menuju Rote Ndao yang bermartabat.

Dan dimusim penghujan saat ini, Bupati Paulina menghimbau masayarkat dan pemerintah terus saling mendukung untuk program pembangunan di daerah ini. Salah satunya Lakamola Anansio. Ia berharap masyarakat dapat menyiapkan lahan dengan baik.

Kita sudah di musim hujan. Kita harus mendukung program pemerintah. Salah satu yang terbaik dalam program pemerintah adalah Lakamola Anansio. Kita bersyukur bahwa para pendahulu kita menciptakan program yang luar biasa yang sangat menyentuh dihati masyarakat. Karena kami menyadari bahwa masyarakat kami pada umumnya adalah petani. Maka kami harap bahwa masyarakat menyiapkan lahan dengan baik. Tanam padi, tanam jagung. Dan tentunya jangan lup a marungga dan odot,” himbau Bupati Paulina.

Sementara Ketua TP. PKK Kabupaten Rote Ndao sebagai Maneleo Inahuk Drs. Leonard Haning,MM mengungkapkan apresiasi buat Suku Tolaumbuk yang berinisiatif dan berkreasi yang mampu menyatukan semua Keluarga Suku Tolaumbuk yang menyebar di Rote.

“ Maka pesan saya, contoh yang baik dilakukan oleh keluarga Suku Tolaumbuk pada malam hari ini. Mudah-mudahan bisa ditiru oleh suku-suku lain untuk membuat organisasinya terorganisir untuk bisa menyatukan seluruh keluarganya dan bisa memperhatikan kesejahteraan keluarganya terutama berkaitan dengan masalah pendidikan, sosial dan ekonomi,” ungkapnya.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-17 at 4.45.19 AM

Bupati Paulina: Terimakasih Pak Menteri

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE mengungkapkan syukur dan terimakasihnya atas peringatan Sembilan tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang dilaksanakan di Rote Ndao. Kehadiran Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Wakil Menteri Budi Arie Setiadi dan rombongan besar Kemterian Desa PDTT menjadi kebanggaan.

“ Kami berterimakasih karena kegiatan yang akbar ini dilaksanakan di daerah kami Rote Ndao yang kita cintai. Saya atas nama pemerintah, pribadi dan keluarga dan seluruh masyarakat Rote Ndao mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Menteri dan Ibu, Bapak Wakil Menteri dan Ibu beserta jajaran Kementerian Desa atas kehadirannya di Rote Ndao,” sapa Bupati Paulina.

Kehadiran serta beragam bantuan yang diterima Pemda Rote Ndao dari Kementerian Desa PDTT dalam peringatan Undang-Undang Desa ini, menurut Bupati Paulina sangat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung promosi wisata Rote Ndao.

Diketahui, Mendes Gus Halim menyerahkan sejumlah bantuan yang diterima langsung Bupati Rote Ndao Paulina haning-Bullu,SE dipuncak acara peringatan 9 Tahun Undang-undang Desa. Yakni bantuan RP.10,9 Milyar Dana Alokasi Khusus Transportasi Perdesaan, bantuan Peralatan Kesehatan Antropometri KIT untuk 12 Puskesmas di Kabupaten Rote Ndao dan bantuna Lampu Tenaga Air Garam untuk desa pesisir dan belum berlistrik di Kabupaten Rote Ndao. Mendes Gus Halim juga memberikan plakat dan buku SDG’s Desa kepada Bupati Paulina.

Bupati Paulina mengungkapkan bahwa hal ini sebagai wujud pembangunan dari pinggiran, dari wilayah perbatasan dan terluar Indonesia. Untuk itu pihaknya memberikan apresiasi yang luar biasa. Karena menurutnya Mendes Gus Halim bukan saja hadir tetapi sudah membantu kami untuk Rote bisa dikenal dan terkenal mulai hari ini. Ikut membantu mempromosikan pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat Rote Ndao.

“ Kami bangga dan berterimakasih karena perayaan 9 Tahun Undang-Undang Desa dirayakan di Kabupaten Rote Ndao, gerbang selatan Indonesia. Ini hajatan penting yang dirayakan di pagar selatan Indonesia. Memberikan pesan yang kuat tentang membangun Indonesia bukan dari kota tetapi dari pinggiran,” ungkap Bupati Paulina.

Dihadapan Mendes Gus Halim dan rombongan, Bupati Paulina juga menjelaskan strategi pembangunan desa di Kabupaten Rote Ndao. Ia mengatakan Pembangunan Rote Ndao tidak terlepas dari strategi pembangunan desa yang mengutamakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pembangunan sarana prasarana desa dan pengembangan potensi ekonomi desa.

“ Pemda Rote Ndao bersinergikan prioritas pembangunan desa dengan sebuah visi, masyarakat yang bermartabat. Oleh karena itu sejak tahun 2019, pembangunan desa diarahkan pada empat prioritas Yakni pembangunan rumah layak huni, pemenuhan kebutuhan air bersih, penanggulangan prevalensi stunting dan eliminasi kematian ibu dan bayi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui ketahanan pangan,” jelasnya.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-17 at 3.55.01 PM

RP.10 Milyar DAK Transportasi, Antropometri KIT dan Lampu Air Garam untuk Rote Ndao

Peringatan 9 Tahun Undang-undang Desa yang puncaknya pada 14 Januari 2023 di Rote Ndao memberi dampak bagi Pemda dan masyarakat Rote Ndao. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar diketahui memberikan sejumlah bantuan bernilai fantastis untuk Kabupaten paling selatan di Indoensia ini.

Dimalam puncak acara peringatan 9 Tahun Undang-Undang Desa, Mendes Gus Halim, sapaan akrab Menteri Desa Abdul Halim Iskandar, menyerahkan sejumlah bantuan untuk Kabupaten Rote Ndao. Diterima langsung Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan disaksikan secara luas masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Mendes Gus Halim menyerahkan bantuan RP.10,9 Milyar Dana Alokasi Khusus Transportasi Perdesaan kepada Pemda Rote Ndao, bantuan Peralatan Kesehatan Antropometri KIT untuk 12 Puskesmas di Kabupaten Rote Ndao dan bantuan Lampu Tenaga Air Garam untuk desa pesisir dan belum berlistrik di Kabupaten Rote Ndao. Mendes Gus Halim juga memberikan plakat dan buku SDG’s Desa kepada Bupati Paulina. Sebelumnya di Desa Dodaek Kecamatan Rote Selatan saat mengunjungi Titik Nol Selatan Indonesia, Mendes Gus Halim juga menyerahkan bantuan Rp.75 juta kepada Pemdes Dodaek untuk pengembangan Bumdes.

Mendes Gus Halim mengaku bersyukur dapat sampai ke Rote Ndao bahkan menginjakkan kaki di Titik Nol Selatan Indonesia. Dirinya sangat memahami bagaimana kondisi desa-desa dan daerah-daerah di perbatasan.

Mendes Gus Halim mengatakan peringatan Ulang Tahun Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa Undang-Undang Desa ini hadir untuk Desa. Sehingga desa mendapat tempat istimewa dalam konstitusi Indonesia. Sejak lama desa di Indoensia telah menjadi basis kehidupan masyarakat. Desa memiliki otonomi dalam mengurus penduduknya, pranata lokal hingga sumber daya ekonominya.

“ Itulah kenapa desa menjadi ujung tombak penyelenggaraan urusan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Singkatnya desa adalah fondasi Indonesia. Desa adalah akar tunggang Indonesia. Desa adalah jangkar Indonesia,” ungkap Mendes Gus Halim.

Diketahui, puncak peringatan 9 Tahun Undang-undang Desa tanggal 14-15 januari 2023 dihelat di Kabupaten Rote Ndao. Ribuan masyarakat Rote Ndao berbondong-bondong memadati Kawasan mercusuar Kota Ba’a ibukota Kabupaten Rote Ndao untuk ikut merayakan 9 Tahun Undang-undang Desa.

Dalam rangkaian kegiatannya di Rote Ndao, Mendes Gus Halim didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haninh-Bullu,SE bersama rombongan mengunjungi Titik Nol Selatan Indonesia di Desa Dodaek Kecamatan Rote Selatan. Mendes Gus Halim dan Wamendes Budi Arie Setiadi meninggalkan jejak tapak kaki pada Titik Nol.

Dari Titik Nol, Mendes Gus Halim dan rombongan mengunjungi pameran UMKM dan pasar kuliner di arena malam puncak perayaan 9 tahun Undang-Undang Desa. Mendes Gus Halim terpantau melihat setiap produk UMKM dan kuliner khas Rote Ndao yang dipajang dilokasi tersebut. Memdes juga terlihat beberapa kali berdiskusi dengan rombongan dan pemilik produk UMKM terkait produk yang dipajang.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-15 at 9.36.22 PM

Mendes PDTT Respon Permintaan Bupati Paulina Soal Akses ke Titik Nol Selatan NKRI

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi, Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si bersama rombongan Kemendes PDDT menyempatkan bertemu masyarakat Desa Dodaek Kecamatan Rote Selatan, desa terselatan sebagai Titik Nol NKRI.

Mendes PDTT Gus Halim menyampaikan beberapa arahannya terkait pembangunan daerah perbatasan dan desa. Mendes Gus Halim melalui Wamendes Arie Setiadi menyerahkan bantuan Rp.75 juta untuk mendukung pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Dodaaek. Sementara Bupati Paulina mengutarakan sejumlah pesan ke Mendes Gus Halim. Salah satunya soal akses ke Titik Nol Selatan NKRI.

“ Kami atas pemerintah dan seluruh masyarakat Rote Ndao juga khususnya di Kecamatan Rote Selatan Desa Dodaek, kami mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Bapak Menteri dan Ibu Bersama rombongn yang sudah bersedia sampai ke Rote Ndao dan di Titik Nol NKRI di Desa Dodaek ini,” sapa Bupati Paulina.

Ia secara khusus mengutarakan kebutuhan akses ke Titik Nol Selatan NKRI. Kondisi infrastruktur yang belum memadai perlu menjadi perhatian bersama. Bupati Paulina menitip kebutuhan akses ke Titik Nol NKRI ini untuk dibawa ke Jakarta.

“ Satu beban yang harus kami sampaikan kepada Bapak Menteri (Gus Halim) karena Bapak Menteri sudah sampai ke sini dan sudah melihat secara langsung keberadaan kami di Titik Nol ini. Tentu Bapak sudah melihat kondisi jalan kami. Kiranya itu turut menjadi catatan Bapak. Bekal untuk Bapak Menteri dari Rote untuk Bapak bawa pulang ke Jakarta,” ungkap Bupati Paulina disambut tepukan tangan dan tawa ringan Mendes dan rombongan.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan dirinya sangat memahami bagaimana kondisi di daerah perbatasan. Akse ke Titik Nol mesti difasilitasi secara bagus. Rote Ndao menurutnya termasuk daerah yang bagus dengan Titik Nol Selatannya.

“ Saya sangat memahami dan memaklumi karena kami juga sudah merasakan. Dan tadi sempat saya membahas bersama istri saya, seharusnya akses ke Titik Nol mesti bagus. Karena daerahnya bagus, ada monument yang bagus yang semua orang harus tahu dimana Rote itu. Semua orang harus tahu. Karena kita setiap hari bicara dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote. Dimanakah Titik Nol kita itu. Ini penting,” ungkap Mendes Gus Halim.

Ia mengaku bersyukur dapat sampai ke Rote dan menginjakkan kaki di Titik Nol Selatan Indonesia. Pemandangan yang indah tersuguhkan. Mendes Gus Halim setuju dan akan meneruskan kebutuhan akses ke Titik Nol di Desa Dodaek.

“ Saya juga bersyukur sejarah hidup saya untuk pertama kalinya menginjakan kaki di pulau Rote bahkan di Titik Nol. Yang indah skali pemandangannya. Meskipun jalannya agak sedikit ‘menyesengsarakan’. Insyah Allah, Ibu Bupati, akan kita kawal kepada Pak Menteri PUPR. Karena ini daerah perbatasan apalagi ada Titik Nol. Ini penting untuk diperbaiki,” ungkap Mendes Gus Halim.
Ia mendukung pemberian akses yang baik ke Titik Nol sehingga ke depan bisa menjadi wisata edukasi tentang batas-batas terluar Indonesia.

“ Diberikan akses yang bagus sehingga itu menjadi salah satu tujuan wisata edukasi bagi anak-anak kita. Dan kita bisa tunjukkan disinilah Titik Nolnya Indonesia dari ujung selatan. Juga bisa kita beri gambaran bagaimana ujung Utara yang ada di Miangas, bagaimana ujung Barat di Sabang, bagaimana ujung Timur di Merauke,” jelas Mendes Gus Halim.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-15 at 9.15.50 PM

Jejak Tapak Kaki Mendes-Wamendes PDTT di Titik Nol Selatan NKRI

Kabupaten Rote Ndao Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Peringatan Sembilan Tahun Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Semarak penyelenggaraannya mulai terasa dua minggu sebelum hari-H. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar bersama Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi meninggalkan jejak tapak kaki di Titik Nol Selatan NKRI dan Taman Tapak Kaki Kantor Bupati Rote Ndao.

Pemda dan masyarakat Rote Ndao menyambut antusias ditetapkannya Rote Ndao sebagai tuan rumah penyelenggara yang puncaknya pada 14 Januari 2023 di Ba’a ibukota Kabupaten paling selatan NKRI ini. Pemda Rote Ndao dan Tim Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI intens berkoordinasi terkait kegiatan akbar ini. Tim Kemendes PDTT lebih dulu melakukan rapat persiapan baik secara during dan luring terkait berbagai persiapan.

Dan tiba dihari puncaknya, tanggal 14 Januari 2023 pagi, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Wakil Menteri Budi Arie Setiadi bersama rombongan tiba di Pelabuhan kota Ba’a pukul 10.00 wita. Disambut Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila, Forkompimda Kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten dan pimpinan OPD Bersama ASN lingkup Pemkab Rote Ndao dan ribuan masyarakat Rote Ndao.

Mendes PDTT dan rombongan diterima dalam rangkaian prosesi penyambutan secara adat Rote Ndao. Ia dikalungi selempang dan dipakaikan selimut. Juga dipakaikan Topi Ti’i Langga khas Rote Ndao. Menariknya Gus Menteri hadir Bersama pejabat eselon I Kementerian Desa dan jajaran kementerian sebanyak 150 orang.

Usai penyambutan Gus Menteri didampingi Bupati Paulina dan rombongan bertolak ke Titik Nol Selatan NKRI di Desa Dodaek Kecamatan Rote Selatan. Sekitar 45 menit perjalanan untuk sampai ke lokasi. Gus Menteri terlihat nyaman menikmati keindahan alam Rote sepanjang rute Kota Ba’a ke Titik Nol Selatan NKRI ini. Pemdangan alam pantai di Titik Nol Selatan NKRI memang menakjubkan. Hamparan Pasir putih, batu karang dan hempasan ombak menjadi background berdirinya pancangan bendera Merah Putih. Sebuah tugu Telapak Kaki berbentuk sederhana juga dibangun disekitar lokasi.

Mendes Abdul Halim Iskandar dan Wamendes Budi Arie Setiadi mengaku senang bisa menginjakan kaki di Titik Paling Selatan NKRI di Kabupaten Rote Ndao Provinsi NTT ini. Mereka berkesempatan meninggalkan bekas Tapak Kaki yang akan menjadi kenangan sejarah pernah sampai ke ujung selatan Indonesia.

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar usai menandatangani prasasti dan duplikat tapak kaki mengungkapkan pembangunan desa mengalami percepatan dan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat bahkan sampai ke daerah perbatasan, terluar dan tertinggal.

“ Hari ini Saya ada di Kabupaten Rote Ndao, tepatnya di Titik Nol Indoensia wilayah selatan. Dalam rangka memperingati sembilan tahun Undang-Undang Desa yang berkat kepemimpinan Pak Jokowi, pembangunan desa mengalami percepatan yang luar biasa. Berkat kabijakan Dana Desa sejak tahun 2015 sampai sekarang sudah lebih dari Rp. 470 Triliun untuk membangun desa-desa di Indonesia. Dan hasilya sangat bagus dirasakan masyarakat dimanapun baik itu di wilayah perkotaan, kampung-kampung, desa dan perdesaan bahkan didaerah perbatasan, terluar dan daerah tertinggal pun merasakan manfaat dana desa,” ungkap Gus Halim.

Ia menyatakan momentum sembilan tahun undang-undang Desa adalah momentum untuk lebih meningkatkan lagi peran serta desa, pembangunan di desa, lebih mendedangkan lagi pemberdayaan masyarakat di desa. Sehingga dua hal yang selalu menjadi arahan Presiden Jokowi, kata Gus Halim untuk pembangunan desa adalah pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

Undang-undang desa usianya sudah sembilan tahun dalam pandangannya sudah waktunya dilakukan review terhadap berbagai aturan yang sudah mesti menyesuaikan dengan perkembangan daerah. Dan pihaknya sepakat dengan aspirasi dari kepala desa, perangkat dan masyarakat desa untuk melakukan review terhadap undang-undang Desa. (Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-15 at 8.48.56 PM

Rote Ndao Jadi Lokus Pengembangan Lampu Berenergi Air Garam Kemendesa PDTT

Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI mengembangkan lampu listrik berenergi baru terbarukan. Menggunakan energi air garam. Program ini sedang dalam tahap pengembangan dan ditujukan pada wilayah tertentu yang belum memiliki akses penerangan memadai. Perwakilan Dirjen PPDT Kemendesa PDTT menyampaikan hal ini saat bertemu Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE di ruang kerjanya, kamis (11/01/23). Dalam agendanya, Dirjen PPDT menjadikan Rote Ndao salah satu lokus pengembangan Lampu Lentera berenergi baru terbarukan ini.

Untuk diketahui, lampu ini sejenis pijar yang dapat menyala dengan menggunakan energi baru terbarukan. Sumber dayanya menggunakan campuran air dan garam. Sehingga lampu jenis ini dapat di gunakan di daerah pesisir dan terutama yang masih jauh dari jangkauan jaringan listrik. Bentuknya sederhana dan mudah digunakan karena hanya menggunakan campuran air dan garam atau air laut sebagai sumber energi.

Bupati Paulina bersama Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek,ST menerima kunjungan tim Dirjen PPDT Kemendesa PDTT dan berdiskusi terkait program ini dan penerapannya di Kabupaten Rote Ndao di ruang kerja Bupati Rote Ndao. Kehadiran Tim Kemendesa ini juga terkait kunjungan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar di Rote dalam rangkaian Pidato Ulang Tahun Undang-undang Desa ke 9 tanggal 14 Januari 2023.

Sub Kordinator Direktorat Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus pada Dirjen PDTT Kemendesa PDTT Yopi Fernando mengatakan sejumlah desa di Kabupaten Rote Ndao akan dijadikan lokus pengembangan Lampu berjenis Lentera berenergi baru terbarukan ini.

” Kehadiran kami yang terutama adalah terkait pidato Pak Menteri terkait 9 Tahun Undang-undang Desa. Tetapi juga mencoba berkontribusi terkait lampu lentera tenaga air garam. Masih dalam tahap pengembangan sebenarnya tetapi kami mencoba ini menjadi lokus kami dalam agenda pengembangan teknologi ini,” jelasnya.

Sebagai sumber listrik dengan energi baru terbarukan, lanjut Yopi, pihaknya berharap penggunaan lampu jenis ini bisa bermanfaat pada tempat yang belum teraliri listrik. Selain itu, lampu ini juga bisa digunakan para nelayan dalam aktivitas melaut.

” Karena ini energi baru terbarukan. Jadi mudah-mudahan ke ke depan dalam berjalannya waktu lampu ini dapat bermanfaat khususnya lokus daerah pesisir yang belum berlistrik dan khususnya bagi nelayan untuk kegiatan penangkapan ikan,” tambahnya.

Yopi mengaku pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao. Terkait realisasinya, sejauh ini terdata sekitar 70 rumah tangga yang masing-masing akan mendapat 2 lampu lentera ini.

” Mudah-mudahan kegiatan ini berhasil. Dan ke depan kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi,” tutupnya.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2023-01-15 at 8.33.16 PM (1)

OPD Terima DPA 2023, Bupati Paulina Apresiasi Yang Tercepat

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Rote Ndao menerima Dokumen Pelaksanaan Anggara (DPA) Tahun 2023 yang diserahkan langsung Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE, kamis (11/01/23) di loby kantor Bupati Rote Ndao. Sebanyak lima OPD menerima penghargaan sebagai yang tercepat dalam penyusunan DPA SKPD

” Hari ini saya menyerahkan DPA untuk SKPD tahun 2023. Yang dimaksudkan agar rencana kegiatan pada masing-masing OPD itu dilaksanakan lebih awal. Dan dapat diikuti dengan penyerapan anggaran dengan profesional. Sehingga target kita bisa tercapai secara sistematis, efektif dan efisien sesuai anggaran kas yang direncanakan oleh OPD masing-masing,” ungkap Bupati Paulina.

Bupati Paulina mennyebut sebelas OPD yang menurutnya mesti menjadi perhatian dalam pelaksanaan anggaran dan kegiatan sehingga menjaga predikat Pemda Rote Ndao sebagai penerima WTP dalam kesimpulan BPK tentang pengelolaan keuangan daerah.

” Ada sebelas OPD yang harus menjadi perhatian. Supaya jangan sampai kita sudah WTP ini bisa turun lagi. Itu yang perlu kita jaga bersama. Supaya WTP ini kita kawal bersama dengan baik agar kita tetap berada di posisi WTP ini. Kita saling mengingatkan ,” jelas Bupati Paulina.

Semua OPD bisa terlibat dalam memantau pelaksanaan kegiatan fisik. Sehingga bila dilihat hal yang perlu dibenahi agar disampaikan ke OPD yang bersangkutan. Menurut Bupati Paulina dalam pelaksanaan pekerjaan seperti ini semua mesti punya rasa memiliki.

” Perketat pengawasan dan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan-kegiatan fisik memang tidak ada di semua OPD. Tetapi dimintakan kepada kita semua, dalam pelaksanaan pekerjaan kita semua bersaudara. Kita saling mengingatkan ketika melewati titik tertentu yang ada pekerjaan fisiknya, kalau dilihat ada yang kurang tolong disampaikan kepada OPD yang bersangkutan. Bahwa ternyata ada yang kurang. Atau jika mendengar bahasa di masyarakat tentang pekerjaan tolong disampaikan ke OPD terkait agar diselesaikan dengan baik,” harapnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya agar ke depan prosesnya berjalan dengan baik dan hasilnya juga menjadi lebih baik. Bagi OPD yang tidak mampu melaksanakan rencana kegiatan dengan baik akan diberikan punishment sesuai kontrak kinerja masing-masing OPD.

Bupati Paulina juga memberikan apresiasi ke Lima OPD yang tercepat dalam penyusunan DPA SKPD Tahun 2023. Apresiasi diberi dalam bentuk Penghargaan yang diserahkan Bupati Paulina. Ia berharap ini menjadi motivasi untuk semua OPD lebih cepat dalam penyusunan DPAnya. Sesuai jadwal, OPD diminta menyesaikan DPA dalam 10 hari kerja setelah APBD ditetapkan.

” Dan terimakasih karena ada lima OPD yang tercepat dalam penyusunan DPA SKPD 2023. Tapi ini jangan menjadi sesuatu dibanggakan saja namun menjadi motivasi untuk pertahankan dan ditingkatkan lagi. Juga sebagai motivasi kepada OPD yang lain agar menyelesaikan DPA SKPD tepat waktu. Dan ke depan bisa masuk dalam lima besar,” ungkap Bupati Paulina memotivasi.

Lima OPD tercepat penyusunan DPA SKPD secara berurutan, Dinas Pertanian, Bagian Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Rote Ndao, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan.
Bupati Paulina didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly,MM, Asisten Pemerintah dan Kesra Ir. Untung Harjito dan Asisten Administrasi Umum Jermi Haning, Ph.D.(Bidkom-DKISP)