Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperkuat basis ekonomi lokal melalui pendampingan kelompok binaan. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi D. Dethan, saat menjadi pemateri pada Pertemuan Revitalisasi Kelompok Binaan GMIT Klasis Rote Timur yang digelar Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam materinya, Wakil Bupati menekankan empat fokus utama revitalisasi yaitu penguatan kapasitas, kelembagaan, produktivitas, dan jejaring usaha. Penguatan kapasitas diarahkan pada aspek manajerial, teknis, dan kewirausahaan melalui pelatihan terstruktur dan pendampingan berkelanjutan oleh petugas lapangan OPD terkait dan mitra.
Untuk penguatan kelembagaan, Pemkab mendorong terbentuknya kelompok usaha berbasis jemaat yang terorganisir, akuntabel, dan mampu beroperasi secara mandiri serta terintegrasi dengan kelompok binaan pemerintah. Sementara peningkatan produktivitas dan jejaring usaha dilakukan melalui pembukaan akses pasar yang lebih luas, baik pasar lokal, digital, maupun kemitraan dengan pelaku usaha besar, serta fasilitasi akses permodalan dari koperasi, BUMDes, dan skema kredit lunak pemerintah.

Wakil Bupati menjelaskan, langkah ini sejalan dengan visi RPJMD 2025-2029 “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” dan Sembilan Agenda Perubahan “Mbule Sio”. Fokusnya pada Rote Ndao Bertani, Rote Ndao Berdaya, dan Rote Ndao Malole untuk mendukung sektor pertanian, UMKM, koperasi, dan pariwisata.
Pemkab Rote Ndao berperan sebagai fasilitator, regulator, dan penghubung dalam penguatan ekosistem ekonomi lokal. Dukungan juga diberikan melalui akses program dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Koperindag, serta pendampingan teknis penyuluh dan akses pemasaran ke Bulog, offtaker sorgum, NTT Mart Dekranasda, hingga pasar luar daerah.

Kegiatan revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi jemaat GMIT Klasis Rote Timur dengan mengoptimalkan potensi lokal seperti pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, dan pariwisata yang menjadi sektor unggulan daerah. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

