Pemukulan Gong sebagai tanda di bukanya rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25

Ibadah Pembukaan HUT ke-25 Persekutuan Doa GMIT Berlangsung Khidmat, Didorong Bertransformasi Rangkul Generasi Muda

Ibadah pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persekutuan Doa (PD) Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) berlangsung khidmat di Gedung GMIT Siloam Metina, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran Persekutuan Doa dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, serta mendoakan bangsa dan negara.

Pemukulan Gong sebagai tanda di bukanya rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25
Pemukulan Gong sebagai tanda di bukanya rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25

Dalam sambutannya, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Rote Ndao sebagai tuan rumah perayaan HUT Persekutuan Doa GMIT. Ia juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.

Menurut Bupati, pelaksanaan kegiatan ini harus menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kerja sama dan kolaborasi antarpelayan, jemaat, serta seluruh anggota Persekutuan Doa.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kehidupan organisasi gereja, termasuk Persekutuan Doa GMIT. Generasi muda merupakan penerus tongkat estafet kepemimpinan yang perlu dipersiapkan sejak dini agar pelayanan gereja terus bertumbuh dan menjawab kebutuhan zaman.

Ia mengingatkan bahwa tantangan kehidupan saat ini semakin kompleks, mulai dari kemiskinan, pergaulan bebas, hingga persoalan kemerosotan moral. Kondisi tersebut menuntut gereja dan setiap Persekutuan Doa untuk terus memperkuat peran spiritual serta menghadirkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati saat memberikan sambutan pada Pembukaan rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25
Bupati saat memberikan sambutan pada Pembukaan rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25

Bupati menegaskan bahwa doa harus menjadi napas kehidupan orang percaya, bukan sekadar kegiatan sampingan atau seremoni tahunan. Perjalanan 25 tahun Persekutuan Doa GMIT bukan hanya menunjukkan keberlangsungan sebuah program gereja, tetapi juga menjadi bukti komitmen untuk terus bertahan dan bertumbuh di tengah berbagai tantangan zaman.

Selain itu, perayaan HUT ini diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan antarpulau dan lintas generasi. Seluruh peserta diajak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kebersamaan dalam keluarga besar Persekutuan Doa GMIT sekaligus memperbarui komitmen untuk terus mendoakan bangsa dan negara.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT , dalam pesan pelayanannya, menekankan pentingnya transformasi Persekutuan Doa agar semakin relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menjangkau generasi muda.

Ia menyampaikan bahwa Persekutuan Doa harus menjadi ruang yang mampu merangkul, menguatkan, dan memulihkan mereka yang terluka. Karena itu, gereja perlu terbuka terhadap perubahan, termasuk perkembangan teknologi dan pendekatan pelayanan yang lebih kreatif.

Suasana Pembukaan rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25
Suasana Pembukaan rangkaian kegiatan HUT PD GMIT ke-25

Menurutnya, keterlibatan generasi muda tidak cukup hanya melalui ajakan, tetapi juga perlu didukung dengan bentuk ibadah dan liturgi yang kreatif, menarik, serta sesuai dengan kebutuhan mereka. Transformasi metode pelayanan menjadi penting agar generasi muda merasa diterima dan terdorong untuk terlibat aktif dalam Persekutuan Doa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao atas dukungan dan kesediaannya mengambil bagian dalam pelayanan serta mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Tags: No tags