Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) menggelar pembahasan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2026–2027 di Aula Baperrida Rote Ndao, Selasa (26/5). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang dijalankan ARUNGI.

Kepala Baperrida Rote Ndao, Maraden Patola, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi ARUNGI yang dinilai telah membantu masyarakat, khususnya melalui berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan.
“Atas nama pimpinan daerah, kami menyampaikan terima kasih atas program-program ARUNGI yang sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ke depan, kolaborasi kemitraan ini perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya forum ini sebagai ruang berbagi dan menyelaraskan program agar beririsan dengan isu-isu strategis pemerintah daerah. Menurutnya, tujuan akhir dari kolaborasi ini adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Dalam paparannya, Maraden juga menguraikan arah kebijakan pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Secara nasional, terdapat tiga isu strategis utama, yakni pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sementara di tingkat daerah, fokus diarahkan pada empat area prioritas: penanggulangan kemiskinan terpadu, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, pimpinan ARUNGI, Linea, menegaskan komitmen organisasinya sebagai lembaga non-pemerintah yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan di wilayah pesisir. Pendekatan yang dilakukan ARUNGI juga memanfaatkan potensi lokal, termasuk sektor selancar, sebagai bagian dari strategi pemberdayaan.
“Sinkronisasi program menjadi kunci agar apa yang kami lakukan dapat mendukung target pembangunan daerah secara nyata dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Pada sesi teknis, Project Manager ARUNGI, Agung Lenggono, memaparkan penyusunan RKT ARUNGI 2026–2027 untuk wilayah Rote Malole. Program yang dirancang berfokus pada peningkatan ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, penguatan ekonomi, serta pemberdayaan komunitas lokal, khususnya perempuan dan anak di bawah lima tahun di wilayah terpencil.
Ia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan ARUNGI wajib diawali dengan briefing safeguarding sebagai bentuk komitmen perlindungan terhadap seluruh pihak. Prinsip tersebut mencakup perlindungan anak dari kekerasan, pencegahan kekerasan seksual, jaminan kesehatan dan keselamatan, penerapan anti-fraud, serta perlindungan lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah Perangkat Daerah terkait yang memiliki program beririsan dengan ARUNGI dan hadir juga perwakilan dari Polres Rote Ndao.
Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan memastikan program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Dengan dibukanya pembahasan RKT ARUNGI 2026–2027, diharapkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan semakin solid, demi terwujudnya masyarakat Rote Ndao yang lebih sejahtera dan berdaya. (PPID Utama_DKISP Kab.Rote Ndao)
