WhatsApp Image 2022-12-01 at 18.04.58

Cegah HIV dengan Kenali Cara Penularan dan Pencegahan

Peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh pada kamis 1 Desember 2022 diisi kegiatan Sosialisasi dan Pemeriksaan Massal oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPAD) Kabupaten Rote Ndao bersama RSUD Ba’a. Terpantau dua kegiatan ini dilakukan pada OPD lingkup Pemkab Rote Ndao mulai pukul 09.00 wita.

Tim Sosialisasi terbagi dalam kelompok yang mendatangi OPD untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan penularan dan skrining HIV. Usai kegiatan, Peserta sosialisasi dibagikan Buket Hari Aids Sedunia dan leaflet yang berisi informasi seputar HIV Aids.

 

Menurut Tim KPAD, HIV tidak ditularkan melalui beberapa hal yang sering dikhawatirkan seperti kontak sosial, makanan dan minuman, udara, ludah dan kotoran, kolam renang, telepon dan toiled.

” Dalam kehidupan sosial ada beberapa poin yang tidak perlu kita takuti. Terutama kehidupan sosial kita dengan orang dengan HIV Aids (Odha). Kontak sosial seperti makan satu meja, satu piring sendok atau misalnya berada dalam satu kolam renang tidak berpengaruh dalam inveksi HIV,” ungkap Tim KPAD menjelaskan prinsip penularan HIV.

Selain itu, lanjut Tim KPAD, gigitan nyamuk dan serangga juga dipastikan tidak menularkan HIV. Sehingga masyarakat diminta tidak khawatir dengan asumsi penularan HIV melalui gigitan nyamuk dan serangga ini.

” Selama ini yang kita takutkan adalah gigitan nyamuk dan serangga. Nyamuk paling bisa membawa (tularkan) malaria. Nyamuk tidak bisa menularkan HIV. Oleh sebab itu tidak perlu kita khawatirkan,” jelas Tim KPAD.

Tim KPAD juga menjelaskan tips yang perlu dilakukan untuk aksi pencegahan terhadap penularan HIV itu sendiri. Diantaranya tidak melakukan sex bebas, setia kepada pasangan, menggunakan kondom bagi yang beresiko, tidak menggunakan narkoba suntik serta selalu mendukung pelaksanaan edukasi.

” Yang pertama adalah tidak melakukan sex bebas. Kedua, setia kepada pasangan. Ketiga, menggunakan kondom. Khusus untuk point ketiga ini, saran dan anjuran kepada orang yang beresiko. Karena orang yang beresiko sehingga mencegah penularan HIV untuk pasangan. Kemudian yang keempat, tidak menggunakan narkoba suntik. Dan yang kelima, selalu memberikan edukasi,” jelas Tim KPAD.

Tim KPAD juga memaparkan data grafik penularan HIV yang lebih banyak menyasar usia produktif antara 31 tahun sampai 40 tahun. Disusul kelompok usia 41 tahun sampai 50 tahun, kelompok usia 21 tahun sampai 30 tahun dan 51 tahun sampai 60 tahun.

Diakhir dari kegiatan sosialiasi terkait bahaya HIV/AID, KPA Kabupaten Rote Ndao juga dilakukan tindakan screening kepada ASN yang telah mengikuti sosialisi. Hasil screening HIV/AIDS ini pun langsung didapatkan beberapa saat ketika tes selesai dilakukan. (Bidkom-DKISP).(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-30 at 17.12.22

Pemkab Rote Ndao-USAID Finalkan Road Map Penanganan Stunting dan AKI-AKB

Pemkab Rote Ndao memetakan jalan penanganan stunting dan kasus kematian ibu dan bayi di daerah ini agar pencapaian target lebih terukur. Pemkab Rote Ndao bersama Momentum United States Agency for International Development (USAID) menggelar Seminar Akhir penyusunan dokumen Road Map dan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk percepatan penurunan stunting, eliminasi Angka Kematian Ibu (AKI) dan eliminasi Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2023-2026 di Kabupaten Rote Ndao, rabu (30/11/22) di aula Hotel Ricky Ba’a. Diikuti District Coordinator Momentum USAID Rote Ndao Onesimus Lauata, OPD terkait, para Camat dan Puskesmas se-kabupaten Rote Ndao.

Dengan mempertimbangkan berbagai sasaran, indikator dan capaian, Road Map dan RAD menarget penurunan Prevalensi Stunting tahun 2023 menjadi 18 persen, tahun 2024 menjadi 14 persen, tahun 2025 sebesar 12 persen dan di 2026 nanti prevalensi stunting ditarget terus mengalami penurunan hingga mencapai 10 persen. Sementara Angka Kematian Ibu yang tahun ini terjadi 3 kasus akan turun menjadi nol kasus di tahun 2024. Demikian pula Angka Kematian Bayi akan mencapai nol kasus di tahun 2025.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Jermi Haning,Ph.D saat membuka kegiatan ini mengatakan Seminar Akhir penyusunan dokumen Road Map dan RAD penurunan stunting serta eliminasi AKI-AKB ini berfokus pada pemantapan komitmen bersama terkait sejumlah permasalahan diantaranya penurunan stunting, AKI dan AKB serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.

” Hari ini fokus kita lebih kepada komitmen kita, yang nanti diikuti dengan regulasi, terkait beberapa permasalahan yaitu kematian ibu dan balita, stunting. Dan juga terkait dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi kita ingin memantapkan kembali komitmen baik pada level kabupaten, kecamatan, desa dan bahkan di Klasis dan sampai pada mata jemaat,” ungkap Jermi.

Menurutnya komitmen dan target terhadap isu permasalahan dalam Road Map dan RAD tersebut akan dipecah ke kecamatan, desa dan puskesmas bahkan ke tingkat Klasis dan Mata Jemaat dengan perhitungannya masing-masing.

” Jadi semua ada hitung-hitungannya sesuai target kita sampai tahun 2026. Contoh terkait stunting, kita maunya 10 persen. Lalu provinsi maunya 2024 itu sudah 10 persen. Pusat maunya 12 persen sampai 14 persen. Nah kita lihat pada beberapa tahun terakhir ini terjadi penurunan. Kita harapkan tahun depan turun lagi bersamaan dengan target provinsi,” jelas Jermi.

Sementara District Coordinator Momentum USAID Rote Ndao Onesimus Lauata menambahkan lewat Seminar Akhir penyusunan dokumen Road Map dan RAD ini juga bermanfaat dalam rangka menyempurnakan dokumen. Semua input perbaikan peserta menjadi penyempurna dokumen yang akan digunakan dalam penanganan penurunan stunting dan AKI-ABI tahun 2023-2026.

” Sehingga kualitas dari pada dokumen ini menjadi acuan pelaksanaan tahun 2023-2026. Ini menjadi bagian kinerja kita pada hari ini,” jelasnya.

Dalam RAD penanganan stunting, eliminasi AKI-AKB, lanjutnya, dengan melihat trend penurunan sejak tahun 2018 sampai tahun 2026 nanti tentu menjadi tanggungjawab semua pihak baik oleh OPD yang melaksanakan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.

” Ini upaya yang membutuhkan sinergitas antar OPD. Butuh peranan multi sektor. Untuk itu intervensi multi sektor sangat diharapkan. Oleh karena itu kita semua diharapkan agar melakukannya sehingga bisa mengatasi hal-hal yang dihadapi oleh masyarakat kita,” tuturnya.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-29 at 17.14.57

Jadilah Korpri Yang Terus Bertransformasi dengan Mindset Pelayan Masyarakat

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) memasuki usia yang ke 51 tahun, selasa (29/11/22). Pemkab Rote Ndao memperingati hari jadi Korpri ini dalam Upacara HUT Korpri ke 51 dengan tema ” Korpri Melayani, Berkontribusi dan Berinovasi untuk Negeri”. Layanilah masyarakat dengan sepenuh hati dengan mindset pelayan yang melayani seluruh lapisan masyarakat.

Upacara di Pimpin Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE selaku Inspektur Upacara. Hadir bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Forkompinda dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao. Bupati Paulina penuh hikmat menyampaikan sambutan Ketua Umum Korpri Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh,SH,MH dalam amanat Inspektur Upacara. Secara umum ia mengapresiasi peran strategis Korpri dalam pengabdian dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam mindset pelayan yang melayani dan bukan dilayani.

” Teruslah berbakti untuk Ibu Pertiwi. Saya mengapresiasi darma bakti, pengabdian dan kerja keras seluruh anggota Korpri dalam melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan. Terutama dalam dua tahun terakhir ini dimana negara kita yang sedang berjuang dalam menghadapi pandemi Covid 19. Yang berdampak pada perekonomian nasional tapi dengan semangat dan dukungan semua elemen bangsa khususnya peran strategis Korpri kita sudah mulai pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat,” ungkap Bupati Paulina.

Bertolak dari pengalaman tersebut, lanjut Bupati Paulina, tak terasa telah melahirkan inovasi dan mengembangkan cara kerja baru yang ternyata lebih efektif dan efisien karena memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini memberi solusi model kerja lebih cepat dan tepat.

” Untuk hal ini maka Korpri menjadi model kerja masa Pandemi Covid 19 tersebut sebagai model kerja baru,” ungkap Bupati Paulina.

Lewat momentum HUT ke 51 ini, Korpri melakukan refleksi atas capaian dan kiprahnya selama ini. Dan tak terasa sudah setengah abad Korpri menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain Korpri juga wajib memegang prinsip nasionalisme bangsa Indonesia yang dilandasi nilai-nilai Pancasila dan diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa menempatkan persatuan dan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan.

” Nilai-nilai tersebut merupakan nilai dasar bagi setiap ASN yang harus dipegang teguh. Satu nilai dasar dan semboyan yang sama yakni Berakhlak. Nilai ASN Berakhlak memiliki makna filosofis pada budaya organisasi yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan Kolaboratif guna mendukung percepatan tranformasi sumber daya manusia,” jelas Bupati Paulina mengutip Ketum Korpri Zudan Fakrulloh.

Sesuai tema HUT Korpri ke 51 ini, lanjut Bupati Paulina, pada dasarnya Korpri memberikan pelayanan publik yang menarik, atraktif, kreatif untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Organisasi Korpri juga akan bertransformasi menjadi Korps Pegawai ASN Republik Indonesia dengan harapan tetap menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan profesi ASN. Juga tetap mewujudkan jiwa Korps ASN sebagai pemersatu bangsa dan sebagai bagian integral dari pemerintahan harus terus diperkuat sebagai salah satu komponen strategis.

” Korpri harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati dengan mindset pelayanan yang melayani seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu saya minta agar Korpri tetap solid sebagai organisasi kedinasan sehingga aspirasi ASN dapat ditampung, diformulasikan dan disalurkan secara profesional dan proporsional,” ungkap Bupati Paulina. (Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-28 at 21.32.04

Diskop-Dekranasda Inisiasi Pengembangan Kotak Nasi dan Map dari Daun Lontar

Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kabupaten Rote Ndao bersama Dekranasda Kabupaten Rote Ndao menginisiasi pelatihan anyaman dari daun lontar untuk para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Sebagai instansi yang bertugas untuk mengembangkan IKM sehingga Dinkop UKM, Perindustrian dan Perdagangan bersama Dekranasda berupaya meningkatkan kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dua jenis pelatihan yang dilakukan adalah menyulam Kotak Nasi dan Map berbahan lokal daun lontar. Diselenggarakan di Gedung Dekranasda tanggal 28-30 November 2022. Ada dua kelompok IKM yang dilatih dan instruktur yang dihadirkan pun berasal dari wilayah Rote Ndao. Ini pertanda sumber daya yang tersedia didaerah ini cukup untuk mendukung pengembangan IKM.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao Johni Manafe,SH melalui Kepala Bidang UKM Jenny Haning kepada rotendaokab.go.id di Gedung Dekranasda, selasa (29/11/22) menjelaskan urgensi kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat dengan mengembangkan produk lokal berbahan dasar daun lontar. Sehingga ke depan diharapkan akan lebih banyak penggunaan Kotak Nasi dan Map dari anyaman daun lontar ini.

” Wujud dari kegiatan ini adalah diharapkan ke depan penggunaan Map akan diganti dengan anyaman dari daun lontar. Sama halnya dengan Kotak Nasi,” ungkap Jenny

Lanjut Jenny, penggunaan Kotak Nasi dan Map dari anyaman daun lontar ini tentu akan mengurangi sampah. Dan yang juga penting adalah meningkatkan ekonomi masayarakat. Sehingga kegiatan ini dinilai tepat karena memiliki manfaat beragam bagi masyarakat.

” Disamping kita mengurangi sampah, juga bermanfaat dalam hal meningkatkan ekonomi IKM. Jadi ada beberapa IKM yang berasal dari dua desa yakni Desa Doni dan Fuafuni. Terdiri dari 10 orang yang kita lakukan pelatihan. Pelatihan ini sendiri dari Dekranasda,” jelas Jenny.

Ia menambahkan, kegiatan ini cukup memberikan gambaran tentang banyaknya manfaat ekonomi yang besar yang akan didapat masyarakat dari pohon lontar itu sendiri. Salah satunya penggunaan daun lontar untuk anyaman Kotak Nasi dan Map ini.

” Jadi pelatihan pembuatan anyaman Kotak Nasi dan Map dari daun lontar ini pertama-tama adalah meningkatkan ekonomi para IKM. Selain itu juga memberikan gambaran bagi kita bahwa pohon lontar itu ternyata punya banyak manfaat. Daunnya saja ternyata tidak hanya untuk rumah tapi juga untuk berbagai jenis produk. Termasuk didalamnya adalah Kotak Nasi dan Map,” jelas Jenny.

Terkait instruktur, lanjut Jenny berasal dari wilayah Rote Ndao yakni dari desa Boni dan Kelurahan Namodale. Hal ini sebagai bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia. Sehingga lebih mudah dijangkau.

” Untuk instruktur berasal dari desa Boni dan kelurahan Namodale Kecamatan Lobalain. Diambil dari masayarakat lokal yang punya keahlian,” tutur Jenny.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-28 at 21.07.12

Gelorakan Minat Literasi Siswa lewat Penataan TBM dan Aneka Lomba

Dalam semangat meningkatkan minat literasi dan gemar membaca bagi siswa-siswi di kabupaten Rote Ndao, salah satu langkah yang ditempuh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan adalah berfokus pada penataan Forum Taman Bacaan Masayarakat (F-TBM). Ditahun 2022 telah dilakukan pendataan kembali TBM yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao, pelatihan pengelolaan TBM dan pelatihan penulisan buku Ber-ISBN.

 Melengkapinya dengan menyelenggarakan lomba literasi oleh Forum Taman Baca Masyarakat yang berfokus pada peningkatan gemar membaca dan minat literasi siswa-siswi, senin (28/11/22). Kegiatan ini di dukung oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan. Lomba literasi berisikan jenis perlombaan Cerita Rakyat Rote Ndao, lomba Bertutur Syair Rote dan lomba Kerajinan Tangan Membuat Buket dengan peserta siswa-siswi SD dan SMP dari TBM di Kabupaten Rote Ndao.

Tujuh TBM yang ambil bagian dalam kegiatan ini yakni TBM Zaitun, TBM Mother Ignacia, TBM Hati Tulus, TBM Rote Pintar, TBM G2 Zaitun, TBM Literasi 13 dan TBM Persada. Sejumlah TBM dilaporkan tidak sempat mengikuti kegiatan karena bertepatan dengan persiapan ujian akhir semester ganjil. Peserta berjumlah 80 orang dengan 9 orang juri pada semua mata lomba yang berasal dari Perpustakaan Daerah dan para pegiat literasi. Lomba berlangsung meriah, semua peserta dan pendamping mengikuti dengan lomba dengan penuh semangat.

Untuk jenis lomba Bertutur Syair Rote Ndao kategori SD keluar sebagai juara 1 Janet Nubatonis, juara 2 Delsi Foenale, juara 3 Glen Kotta. Untuk kategori SMP juara 1 diraih oleh Alfa Eros Loloin, juara 2 Maria E. Kiki, juara 3 Richard Foenale, juara harapan 1 Defri Angga Amplop, juara harapan 2 Rafli Keuangan. Lomba Cerita Rakyat Rote Ndao kategori SD sebagai juara 1 Keren Kotta, juara 2 Sri Whindy Zacharias, juara 3 S. Hafarofi Sinlae, juara harapan 1 Juita Kornelis dan juara harapan 2 Verlan Kotta. Untuk kategori SMP keluar sebagai juara 1 Alin Hendi, juara 2 Agis Liak, juara 3 Dede Lona, juara harapan 1 Jendral Ully dan juara harapan 2 Eizel Dillak.
Sementara lomba Kerajinan Tangan Membuat Buket juara 1 diraih Bintang A. Dolok, juara 2 oleh Bulan A. Dolok, juara 3 Eny Foenale, juara harapan 1 Viona Nombala dan juara harapan 2 oleh Alfa Loloin.

Tim juri diisi oleh Maria Pessa, Leksi Ingguoe dan Godlief Kule untuk Lomba Cerita Rakyat Rote Ndao. Sedangkan untuk lomba Bertutur Syair Rote Ndao tim juri diisi Sifera Panie, Marthinus Patola dan Mata Nelemaa. Dan lomba Kerajinan Tangan Membuat Buket tim juri oleh Nelly Makh, Sidharta Panie dan Stela Patola.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-27 at 17.21.37

Semarak HKN ke 58, Penghargaan Diberikan Untuk Sekolah dan Puskesmas Terbaik

Pemkab Rote Ndao memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 Tingkat Kabupaten Rote Ndao tahun ini dengan hikmat dan meriah, sabtu (26/11/22). Mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku” puncak perayaannya diisi dengan rangkaian kegiatan Jalan Santai, Kampanye Kawasan Tanpa Rokok, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Lomba Senam 5 Langkah Cuci Tangan dan pembagian doorprize.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE meniup lilin peringatan HKN dan memberikan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan puskesmas terbaik dalam penerapan Kawasan Tanpa Rokok, capaian Universal Child Immunization (UCI) dan Sistem Kewaspadaan Dini Respon Terbaik tahun 2022. Bupati Paulina didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito, Asisten Administrasi Umum Jermi Haning, Ph.D, Kepala Dinas Kesehatan dr. Nelly Feby Riwu dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao.

Kegiatan Jalan Santai dimulai pukul 06.00 pagi, mengambil titik start di RSUD Ba’a melintasi rute Tutukarlain, Mokdale, Nusaklain dan finis di halaman Auditorium Ti’i Langga. Peserta Jalan Santai berasal dari RSUD Ba’a, Puskesmas se-kabupaten Rote Ndao dan perwakilan OPD. Peserta Jalan Santai membawa kantung plastik untuk diisikan sampah yang ditemukan sepanjang rute dan dikumpulkan pada truk sampah. Sampai di halaman Auditorium Ti’i Langga peserta melakukan senam sehat bersama.

 

Dipuncak acara, Bupati Paulina meniup lilin HUT ke 58 Hari Kesehatan Nasional yang dilanjutkan dengan pemotongan Kue Tumpeng usai menyampaikan arahan. Ia kembali menekankan peran bersama untuk menekan angka stunting di daerah ini.

“ Bagaimana kita bisa menekan angka stunting yang ada. Kami berterima kasih kepada para tenga kesehatan, RSUD, Dinas Kesehatan juga para kepala puskesmas. Harus lebih berperan lagi supaya angka stunting ini bisa kita turunkan dan seusai dengan permintaan dari Pak Gubernur bahwa harus diturunkan menjadi 10 persen,” ungkap Bupati Paulina.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan doorprize kepada peserta yang telah memiliki kupon. Bupati Paulina menarik undian untuk 10 orang pertama penerima doorprize. Berurutan, ada 10 doorprize lagi yang disiapkan panitia yang penarikan undiannya dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito dan Asisten Administrasi Umum Jermi Haning,Ph.D. 10 doorprize berikutnya penarikan undian oleh Kabag Organisasi Paul Ngilu dan Sekretaris Kebudayaan dan Pariwisata Bertha Bessie. Sedangkan 10 doorprize lainnya diundi masing-masing oleh Kepala Puskesmas Ba’a dan Feapopi.

Bupati Paulina juga memberikan Piagam Penghargaan kepada sekolah yang telah mengimplementasikan Peraturan Daerah Kabupaten Rote Ndao Nomor 11 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Masing-masing TK Paulus Busalangga, TK Darma Wanita Busalangga, TK Lelakapa Meoain, TK Petra Lidamanu, SD GMIT Ingguinak, PAUD Bethania Tunganamo, TK Imanuel Olafulihaa, SD Inpres Ufalen, TK Tongkat Harun Tesabela, PAUD Benih Bangsa, TK Patricia Pilasue, SMA Kristen Indonesia Sejahtera dan SD Negeri Baubafan.

Piagam Penghargaan juga diberikan kepada Puskesmas dengan capaian Universal Child Immunization (UCI) tertinggi periode januari sampai September 2022 yakni Puskesmas Korbafo, Puskesmas Feapopi, Puskesmas Ba’a, Puskesmas Delha, Puskesmas Ndao, Puskesmas Oele dan Puskesmas Busalangga.

Sementara untuk Puskesmas dengan Pelaporan Sistem Kewaspadaan Dini Respon Terbaik periode januari sampai oktober 2022, Piagam Penghargaan diberikan kepada Puskesmas Ba’a, Puskesmas Batutua, Puskesmas Busalangga, Puskesmas Delha dan Puskesmas Sotimori.

Acara meriah lain adalah Lomba Senam 5 Langkah Cuci Tangan yang diikuti sejumlah Puskesmas. Keluar sebagai juara Harapan 3 diraih tim senam RSUD Ba’a, juara Harapan 2 diraih tim senam Puskesmas Delha, harapan 1 oleh Puskesmas Sonimanu. Sementara juara 3 diraih oleh Puskesmas Ba’a, juara 2 Puskesmas Busalangga dan sebagai jawara 1 diraih oleh tim Puskesmas Batutua B.

Bersamaan dengan itu, diselenggarakan pula pemeriksaan kesehatan kepada peserta dan masyarakat umum. Pemeriksaan kesehatan meliputi cek gula darah, kolesterol dan vaksinasi Covid 19 yang dilakukan secara gratis.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-26 at 08.51.08

Dilaunching Sekda Jonas, Dua Aplikasi Perkuat Layanan Publik

Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) membuat pelaksanaan tugas layanan publik terus bertransformasi dari yang sifatnya manual beralih menjadi berbasis digital. Langkah ini juga disikapi Pemkab Rote Ndao melalui penggunaan aplikasi sebagai alat bantu kerja di organisasi perangkat daerah (OPD).

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly,MM mewakili Bupati Rote Ndao Paulina Habing-Bullu,SE baru saja melaunching dua aplikasi di puncak kegiatan Pelatihan Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostaper), jumat (25/11/22) di loby penginapan Gege House.

 

Dua aplikasi yang dilaunching masing-masing Sistem Informasi Manajemen (SIM) Obat RSUD Ba’a dan Aplikasi Kecamatan Rote Barat Laut Satu Data. Kedua aplikasi yang rilis Dinas Kominfostaper bersama RSUD Ba’a dan Kantor Camat Rote Barat Laut ini punya manfaatnya masing-masing.

Aplikasi SIM Obat RSUD Ba’a bermanfaat bagi pemenuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat karena manajemen obat menjadi lebih akurat dan terukur. Sementara Aplikasi Kecamatan Satu Data diperuntukan untuk memudahkan masyarakat dalam pengurusan administrasi di desa dan kecamatan sebab lebih praktis, cepat dan mudah diakses.

Sekda Jonas mengatakan sejauh ini Kabupaten Rote Ndao sudah memiliki 12 Aplikasi yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif dan menjadi lebih baik dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

” Kita di Rote Ndao sudah punya 12 aplikasi. Dan semua aplikasi ini tujuannya adalah dalam rangka kita melaksanakan tugas secara efektif, secara baik. Sehingga SPBE juga berjalan secara efektif di Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Sekda Jonas.

Dalam melayani masyarakat, lanjut Sekda Jonas, sebagai pelayan publik tentu pemikiran yang inovatif diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bertransformasi dari manual ke digital. Sehingga ia mengapresiasi dilaksanaakann Pelatihan Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding bagi perangkat daerah saat melaunching dua aplikasi tersebut.

” Pelatihan ini outputnya adalah untuk menghasilkan sebuah aplikasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan tugas secara cepat. Menjadi cepat itu tentu dengan menggunakan aplikasi yang tersedia,” jelas Sekda Jonas.

Aplikasi SIM Obat RSUD Ba’a yang dilaunching Sekda Jonas ini, dilengkapi dengan fitur yang penting terkait layanan obat di RSUD Ba’a. Dalam simulasi penggunaan aplikasi ini, tercatat sejumlah manfaat yang diperoleh kala aplikasi ini mulai diterapkan. Pertama, aplikasi SIM Obat RSUD Ba’a memiliki fitur untuk mencatat transaksi keluar dan masuk obat pada semua unit dan ruangan di RSUD Ba’a.
Kedua, aplikasi ini juga akan memberikan laporan keluar masuk obat pada semua unit. Ketiga, aplikasi akan memberikan notifikasi ketika ketersediaan obat telah mencapai stok minimal dan notifikasi juga diberikan terhadap obat yang akan ekspayer dalam kurun waktu tiga bulan kedepan. Sehingga laporan penggunaan dan ketersediaan obat perunit maupun secara keseluruhan secara otomatis dijalankan oleh aplikasi ini.

Sementara Aplikasi Kecamatan Satu Data diperuntukan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi di desa dan kecamatan dan sementara masih terfokus pada pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Karena pengurus SKTM yang sudah terdigitalisasi ini maka masayarakat bisa langsung mengurus SKTM langsung dari rumah sehingga lebih cepat, mudah, praktis, hemat waktu dan mudah digunakan. Apalagi Pengurusan SKTM bertujuan untuk keperluan layanan kesehatan, bantuan pendidikan dan bantuan sosial lainnya. Masyarakat seringkali terkendala karena masalah jarak tempuh dan waktu. Sehingga penerapan aplikasi ini menjadi solusi bagi masyarakat untuk mengurus SKTM secara online. Setelah melakukan registrasi, notifikasi secara otomatis akan masuk ke admin desa/kelurahan dan kecamatan. Pada setiap tahapannya masayarakat akan terus mendapat notifikasi sampai SKTM selesai diproses.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-26 at 08.29.39

HGN 2022 Refleksikan Tranformasi Pendidikan Inovatif dan Kolaboratif

Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini yang jatuh pada 25 November 2022 diperingati dalam rangkaian kegiatan perayaannya di Lapangan Kantor Bupati Rote Ndao, jumat (25/11/22).

Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM bertindak selaku Inspektur Upacara menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim. Ia mengatakan peringatan HGN kali ini mengajak semua insan pendidikan dan segenap anak bangsa merefleksikan tentang momentum tiga tahun silam ketika bangsa ini membentangkan layar kapal besar bernama Merdeka Belajar.

” Ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai ke Pulau Rote sudah dilewati laut dengan ombak tinggi, angin yang kencang sudah kita hadapi. Ketangguhan ini di dorong oleh kemauan kita untuk berubah. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan jaman,” ungkap Sekda Jonas sebagaimana sambutan Mendikbud Ristek.

Tekad ini, lanjut Sekda Jonas, juga didorong oleh semangat berinovasi untuk menciptakan perubahan dan kebaruan yng membawa bangsa ini melompat ke masa depan. Selain guru yang dituntut untuk terus berinovasi melakukan perubahan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi pun melakukan hal yang sama. Dengan merubah cara pandang dan cara kerja dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.

” Platform Merdeka Belajar yang diluncurkan pada awal tahun ini sesungguhnya untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya dan berkolaborasi. Platform tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat,” jelas Sekda Jonas.

Dalam platform Merdeka Belajar ini, lanjut Sekda Jonas, para guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis. Menyimak dan membagikan konten-konten praktek pembelajaran dan terkoneksi dengan rekan sesama guru dari daerah lain.

” Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa,” jelas Sekda Jonas.

Mendikbud Ristek Nadiem Makarim, Kata Sekda Jonas, menyampaikan terima kasih kepada 1,6 juta pengguna platform Merdeka Belajar yakni para guru yang mau mencoba hal baru, yang tidak takut berinovasi, sadar dan paham bahwa sudah tiba waktunya untuk bertransformasi.

Kemendikbud Ristek juga kata Sekda Jonas, memberikan kesempatan kepada para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak termasuk program Pendidikan Profesi Guru. Yang bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka yang menomorsatukan murid dalam keputusannya dan mampu menjadi mentor bagi guru lainnya. Dan berani melakukan terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya.

” Tentunya kami terus mendorong agar semakin banyak guru di seluruh penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia,” jelas Sekda Jonas sebagaimana sambutan Mendikbud Ristek.

Lanjut Sekda Jonas, semua ini bertujuan untuk menghadirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif. Yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik dan yang selalu bersemangat berkolaborasi dalam berinovasi.

” Ide-ide berilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itu kami terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer menjadi ASN melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” jelas Sekda Jonas.(Bidkom-DKISP)

adminduk-sonimanu

Pantai Baru Selatan Jadi Fokus Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Edukasi Stunting

Dalam rangka peningkatan Pendaftaran pelayanan administrasi kependudukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat rentan Adminduk ( Disabilitas, Lansia, Ibu Hamil, Anak Stunting dan masyarakat terpecil ) di desa untuk guna kepentingan pelayanan publik masyarakat, maka Disdukcapil Kabupaten Rote Ndao menurunkan Tim Layanan Adminduk dari 3 ( tiga) bidang secara lengkap yakni Bidang Pendaftaran Penduduk, Bidang Pencatatan Sipil, dan dibantu Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan untuk pelayanan Adminduk masyarakat di Desa Sonimanu serta desa tetangga.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Sonimanu, Aprianus Saek, menyampaikan ucapan terima kasih   kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rote Ndao karena telah melayani Adminduk masyarakat setempat.  Ia mengungkapkan bahwa pelayanan ini sangat  memudahkan masyarakat yang selama ini terkendala jarak sehingga banyak masyarakat yang  dokumen kependudukannya  belum sesuai dengan alamat RT/ RW , KK, KTP elektronik, Mutasi Pendudu ( SKPWNI) , Akta Perkawinan, Akta Kelahiran.

Selain menjalankan pelayanan Adminduk petugas dari Dinas Dukcapil juga turut memberikan edukasi Stunting bagi masyarakat setempat. Sementara itu pula salah satu tokoh perempuan di Desa Sonimanu, Ibu Tin Domirna Albertus sebagai salah satu pengurus PKK di Desa Sonimanu  memberikan apresiasi bagi  Pemerintah Kab Rote Ndao melalui Tim Disdukcapil Kab Rote Ndao karena selain menjalankan tugas melayani Adminduk masyarakat di Desa Sonimanu, petugas juga turut memberikan edukasi pencerahan tentang  masalah Stunting serta pentingnya kesehatan ibu dan bayi kepada masyarakat. Masyarakat diberikan edukasi bahwa anak merupakan aset keluarga dan negara yang  perlu diberikan asupan gizi, termasuk menyesui asi eksklusif sehingga anak tumbuh sehat dan cerdas.  Demikian pula ibu hamil senantiasa pro aktif memeriksa kesehatan dan rajin konsumsi makanan bergizi seperti nasi, kacang – kacangan, telur, ikan dan sayur marungga, susu untuk Ibu dan bayi dalam kandungan serta diminta melahirkan di fasilitasi kesehatan, hal ini paling tidak kami disiini mengerti dan peduli terhadap kesehatan anak-anak.

Pada kesempatan yang sama Kepala Bidang PIAK, Yosua Dethan menyampaikan bahwa Dinas Dukcapil Kabupaten Rote Ndao hadir di Sonimanu karena adanya rasa peduli yang besar dari pemerintah k sehingga pelayanan dilaksanakan langsung di desa. untuk itu ia berharap agar semua pihak bersikap  pro aktif mengurus dokumen kependudukan, mengingat pentingnya dokumen kependudukan untuk urusan semua jenis pelayanan publik. (DKISP_Dukcapil)