imigrasi1

Bupati Paulina: Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri Dilakukan Secara Bijaksana

Posisi Kabupaten Rote Ndao sebagai daerah perbatasan menjadikan daerah ini “dekat” dengan lalu lintas yang melibatkan negara lain. Karena itu aspek keimigrasian perlu diperkuat termasuk dari sisi pemahaman masyarakat tentang keberadaan Rumah Detensi Imigrasi dalam penanganan pengungsi dari luar negeri. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE berharap penanganan pengungsi dari luar negeri dilakukan secara bijaksana.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Sosialisasi Tugas dan Fungsi Rumah Detensi Imigrasi dan Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri yang diselenggarakan Rumah Detensi Imigrasi Kupang di Ba’a selasa (14/03/23).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Rote Ndao Ir. Untung Harjito yang mewakili Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE ketika membuka kegiatan ini dan menyampaikan sambutan Bupati mengungkapkan, Pemda bersama masyarakat Kabupaten Rote Ndao pada prinsipnya mendukung upaya-upaya yang dilakukan Rumah Detensi Imigrasi Kupang dalam penanganan pengungsi dari luar negeri di daerah ini.

” Karena sebagai kabupaten di wilayah perbatasan, Rote Ndao mempunyai peran strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kedaulatan Negara termasuk dalam pengawasan dan penanganan terhadap orang asing atau pengungsi dari luar negeri,” jelasnya.

Bupati Paulina, lanjut Harjito, mendukung keberadaan Rumah Detensi Imigrasi Kupang di Rote Ndao. Ia mendukung jika terdapat pos pemantauan orang asing di wilayah Kabupaten Rote Ndao.

” Ada arahan dari ibu Bupati bahwa beliau berikan tawaran kalau seandainya dari kantor Detensi ini ada yang tinggal di sini (Rote Ndao). Kalau ada pos di sini silahkan. Pemda Rote Ndao sesuai komitmen Mama Bupati kalau ada pos pemantauan di Rote Ndao dipersilahkan. Ada bangunan di Nemberala untuk di gunakan baik untuk pengawasan orang asing maupun penanganan pengungsi dari luar negeri,” ungkap Harjito.

Bupati Paulina juga, kata Harjito, menghimbau pengawasan terhadap orang asing dan penanganan pengungsi dari luar negeri dilakukan secara baik, bijaksana dan humanis. Ini perlu dilakukan, agar hal yang sama juga diberlakukan ketika ada warga daerah ini yang secara tak sengaja melampaui batas negara lain.

” Kita bisa bekerjasama untuk hal-hal yang bersifat strategis untuk menangani pengungsi dari luar negeri secara bijaksana. Sehingga negara kita termasuk negara yang ramah terhadap pengungsi dari luar negeri. Karena jangan-jangan warga kita juga ada yang melampaui ke negara lain diperlakukan dengan baik juga seperti yang kita lakukan,” ungkap Harjito sebagaimana pesan Bupati Paulina.

Sehingga berawal dari sosialisasi tugas dan fungsi rumah detensi imigrasi dan penanganan pengungsi dari luar negeri ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih terkait penanganan pengungsi dari luar negeri oleh Rumah Detensi Imigrasi.

” Diharapkan memberikan informasi dan peningkatan pemahaman masyarakat dan stakeholder terkait tentang penanganan pengungsi dari luar negeri. Saya berpesan agar peserta memahami secara baik materi yang disampaikan sehingga dapat menyikapi keberadaan pengungsi dari luar negeri yang ada di NTT dan Rote Ndao khususnya,” harap Bupati Paulina.(Bidkom-DKISP)

pendampingan-kelu23-2

Pemkab Rote Ndao-BKKBN NTT ToT 41 TPK Kecamatan

Pemkab Rote Ndao dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi NTT melakukan Training of Trainer (ToT) untuk meningkatkan kapasitas Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan pada Pelatihan dan Orientasi Tim Pendamping Keluarga tingkat Kabupaten Rote Ndao, senin (13/03/23). Output kegiatan ini adalah menyiapkan TPK Kecamatan yang akan menjadi trainer bagi TPK dibawahnya.

Sebanyak 41 TPK Kecamatan dilibatkan dalam TOT ini. Mereka selanjutnya diarahkan menjadi pelatih bagi sekitar 120-an TPK di tingkat desa dalam rangka penurunan angka stunting dan eliminasi kematian ibu dan anak.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,MSi selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Rote Ndao saat membuka kegiatan ini mengatakan ToT dalam Pelatihan dan Orientasi TPK esensinya adalah menyiapkan trainer yang kemudian memberikan pendampingan dan pelatihan bagi semua TPK yang ada di desa-desa.

” Langkah ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang sekaligus salah satu prioritas kegiatan dalam Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting. Yakni pelaksanaan pendampingan keluarga beresiko Stunting,” jelas Wabup Stef.

Pendampingan dalam Inpres ini, lanjut Wabup Stef,  meliputi penyuluhan, fasilitasi layanan rujukan dan fasilitasi penerimaan program bantuan sosial kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pasca usia bersalin, anak usia 0-59 bulan serta survey range keluarga beresiko Stunting.

Diketahui terjadi penurunan angka stunting di NTT dari hasil penimbangan balita periode agustus 2022 sebesar 3,2 persen dari 20,9 persen pada 2021 menjadi 17,7 persen. Yang mana masih terdapat 71.338 balita terkonfirmasi stunting. Ditingkat kabupaten khususnya Rote Ndao turut mengalami penurunan angka stunting ke angka 22,3 persen dan balita terkonfirmasi stunting masih sebanyak 3.011 orang. Sementara anemia pada ibu hamil sebanyak 260 orang (9,7 persen), berat bayi rendah sebanyak 185 bayi (7,8 persen) dan baduta kurus sebanyak 1.401 baduta (10,7 persen).

Sehingga TOT bagi TPK ini, jelas Wabup Stef diharapkan mempercepat target penurunan angka stunting di daerah yang jika merujuk target nasional tahun 2014 angka stunting harus turun sampai 14 persen. Sementara target provinsi angka stunting turun ke angka 10 persen.

” Inilah yang menjadi penyebab kita melakukan segala sesuatu untuk penurunan stunting dan hari ini kita latih fasilitator untuk menggerakkan segala upaya dalm menurunkan angka stunting dan kematian ibu dan bayi. Tentu dalam pelaksanaannya akan dilihat hasil survey yang menemukan gejala apa yang paling kuat yang menimbulkan stunting,” harap Wabup Stef.

Ia menitip lima pesan pada TPK yang mengikuti pelatihan untuk dilaksanakan.  Pertama, TPK agar bekerja dengan penuh tanggungjawab dalam melakukan pendampingan dan pelaporan terhadap kelompok beresiko stunting. Juga kepada ibu hamil dan pasca bersalin yang tidak melakukan kunjungan ke fasilitas kesehatan.

Kedua, TPK diminta melakukan koordinasi secara konsisten dengan Kader PKK dan KB dalam percepatan penurunan stunting. Ketiga, melakukan pendampingan secara masif kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan bayi serta balita stunting di desa agar memastikan mereka diadvokasi. Selanjutnya dilaporkan secara berkala.

Empat, para tokoh agama dapat mendukung program percepatan penurunan stunting dengan pendampingan calon pengantin pada saat persiapan perkawinan . Kelima, program bangga kencana merupakan program nasional yang dampaknya dirasakan secara luas oleh bangsa Indonesia. Sehingga dukungan semua pihak untuk pengembangan program bangga kencana di Rote Ndao. Ini sangat kita harapkan.

” Kiranya kita dapat berperan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat kita, untuk bagaiman kita mempersiapkan anak-anak kita, menjemput generasi emas 2045 dengan kondisi anak-anak kita sudah cemerlang semuanya,” ungkap Wabup Stef.

Ia menyampaikan  terimakasih pada Perwakilan BKKBN NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan ini di Rote Ndao. Wabup Stef didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Rote Ndao Regina A. V. Kedoh,S.STP,M.Si dan Analis Data dan Informasi Perwakilan BKKBN NTT Iki Lobo serta pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao.(Bidkom-DKISP)

sumpah-pns-23-1

Jadilah ASN Produktif, Integritas dan Berkomitmen Pelayanan

Sebanyak 179 CPNS Formasi Tahun 2021 yang menerima Keputusan Bupati Rote Ndao tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dan Pengambilan Sumpah Janji bersama 3 orang PNS lainnya oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE diminta memaknai capaian ini sebagai anugerah yang diberikan Tuhan. Maka jadilah ASN produktif profesional, berintegritas tinggi dan berkomitmen pelayanan.

 ” Hari ini Saya memberikan SK kepada adik-adik, anak-anak. Ketika sudah menjadi PNS tidak boleh meninggikan diri. Tapi harus terus belajar lebih giat lagi. Dan tak boleh lupa mengucap syukur dan terimakasih kepada Tuhan karena Tuhan berkenan sehingga hari ini telah lulus ujian sebagai CPNS,” ungkap Bupati Paulina.

Dimasa sekarang, lanjut Bupati Paulina, untuk menjadi seorang PNS lebih sulit sehingga semua proses yang dilalui harus dihayati dengan baik. Karena Tuhan berkenan dalam kehidupan sebagai manusia maka segala hal ini terjadi.

” Jangan merasa bahwa ini adalah usaha sendiri. Karena berpendidikan dan lain sebagainya. Tetapi karena Tuhan berkenan dalam hidup dan kehidupan kita sebagai manusia. Untuk itu hayatilah dan pegang firman Tuhan sebagai tuntunan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Agar tidak serong kiri dan kanan tapi fokus dan lurus dalam tanggungjawab iya sebagai ASN,” harap Bupati Paulina.

Para PNS juga ditegaskan untuk selalu melayani masyarakat dengan sungguh. Karena diutus dalam kapasita tersebut untuk melayani. Harus betul-betul taat pada sumpah dan janji diucapkan sebagai PNS.

” Saya berharap saudara-saudara menghayati sumpah dan janji yang diucapkan hari ini supaya jangan salah kata dan salah bertindak dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Harus menunjukan komitmen dan tanggungjawab moral terhadap konsekuensi dari pengangkatan saudara menjadi PNS dilingkungan Pemkab Rote Ndao,” tegas Bupati Paulina.

Ia mengingatkan menjadi ASN saat ini juga untuk mewujudkan reformasi birokrasi yakni mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang baik, produktif, berintegritas tinggi dan memberikan pelayanan prima dengan berorientasi pada kinerja yang profesional dan komitmen pada kepentingan rakyat serta akuntabel sesuai tuntutan zaman.

Dengan demikian citra positif yang terbangun tidak hanya pada organisasi tapi juga pada diri pribadi. Maka bertugas lah ditengah masyarakat

” Tetap menjaga netralitas sebagai ASN. Hindari sikap provokatif , fitnah apalagi hoax. Karena konsekuensinya berat bagi seorang ASN. Juga terhadap perbuatan yang tidak berkenan yang menyimpang dari kejujuran dan peraturan perundang-undangan. Serta selalu menjaga martabat diri dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Bupati Paulina mengingatkan.

Bupati Paulina didampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Forkompinda Kabupaten Rote Ndao dan Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly menyerahkan Keputusan Bupati tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil yang menetapkan 179 CPNS formasi tahun 2021 menjadi PNS, rabu (08/03/23) di Auditorium Ti’i Langga. Terdiri atas 122 Tenaga Kesehatan dan 57 tenaga teknis. Juga dilakukan pengambilan sumpah janji PNS bersama 3 orang PNS lainnya. Dihadiri para Asisten dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao.(Bidkom-DKISP).

tata naskah dinas

Tata Naskah Dinas Berubah Merujuk Permendagri 01 Tahun 2023

Tata Naskah Dinas dilingkungan Pemerintah Daerah mengalami perubahan seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah. Dan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota diminta untuk melakukan penyesuaian baik di sisi regulasi daerah maupun teknis pelaksanaannya.

Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Permendagri Nomor 01 Tahun 2023 ini oleh Biro Ortala Kemendagri dengan Bagian Organisasi dan Bagian Hukum Provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, selasa (07/03/23) dilakukan secara daring. Bagian Organisasi dan bagian Hukum Setda Kabupaten Rote Ndao mengikutinya di ruang TBUPP kantor Bupati Rote Ndao.

Narsum, Pembicara selaku Tatalaksana Biro Ortala Kemendagri menjelaskan beberapa point baru dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 yang mengganti Permendagri Nomor 54 Tahun 2009 tentang  Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah. Diantaranya perubahan kasifikasi jenis naskah dinas menjadi naskah dinas arahan, naskah dinas korespondensi, naskah dinas khusus dan naskah dinas lainnya serta penyusunan naskah dinas melalui media rekam elektronik dan pembubuhan tanda tangan elektronik.

Permendagri ini juga menambahkan sejumlah hal baru terkait pengaturan kewenangan penandatanganan Plt, Plh, Pj dan Pjs. Terdapat pula penambahan perubahan kewenangan penandatanganan naskah dinas oleh Kepala Daerah hingga Lurah, perubahan bentuk stempel naskah dinas yang menggunakan logo daerah dan pengaturan kop naskah dinas untuk UPT dan BLUD.

Tererdapat pula pengaturan mengenai pemberian nomor seri pengaman (security printing) untuk pengamanan naskah dinas, penyusunan naskah dinas dalam bahasa asing dan penertiban pengelolaan Surat Keluar lintas instansi pemerintah atau pihak luar. Juga terjadi perubahan pada penghapusan pengaturan terkait bentuk dan ukuran papan nama kantor.

” Permendagri 01 Tahun 2023 sebagai revisi atas Permendagri 54 Tahun 2009 terkait dengan Tata Naskah Dinas. Karena tidak lagi bisa mengakomodir dinamika di lapangan. Kami juga masih menemukan ketidakseragaman Tata Naskah Dinas yang ada di daerah,” ungkap Narsum.

Karena itu pihaknya meminta Pemerintah Daerah agar melakukan penyesuaian dan mulai menerapkan Tata Naskah Dinas sesuai Permendagri Nomor 1 Tahun 2023. Selanjutnya terkait regulasi di daerah sebagai sebagai turunannya dilakukan penyesuaian.

” Permendagri ini sudah otomatis berlaku bagi seluruh Pemerintah Daerah. Untuk hal-hal yang dirasa berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi Pemerintah Daerah tetapi tidak terdapat dalam Permendagri ini, itu adalah ruang bagi Bapak/ibu untuk menambahkannya dalam aturan turunan yang akan dibuat,” jelasnya.(Bidkom-DKISP).

mou-bank-ntt23

Pemkab Rote Ndao-Bank NTT Teken MoU Dukung ATSEA UNDP untuk Pengembangan UMKM

Pemkab Rote Ndao menjalin kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam program Arafura Timur Seas Ecosystem Action (ATSEA). Program ini bertujuan membangun ketahanan kehidupan masyarakat dengan melibatkan kelompok perempuan dan kaum difabel dalam mengolah hasil laut. Produk hasil olahan ini diperuntukan selain untuk konsumsi rumah tangga juga dapat dipasarkan guna mendukung ketahanan keluarga.

Langkah yang ditempuh dalam Kerjasama Pemkab Rote Ndao dan UNDP ini dengan meningkatkan kemampuan, keterampilan kelompok perempuan dan kaum difabel melalui pelatihan praktek kerja pengolahan hasil laut.

Menindaklannuti Kerjasama ini, Pemkab Rote Ndao bermitra dengan Bank NTT Cabang Rote Ndao dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) mendukung keberlanjutan usaha ekonomi kelompok perempuan dan kaum difabel yang telah dikapasitasi oleh Pemkab Rote Ndao dan UNDP ini agar tetap eksis.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE saat penandatanganan MoU dan PKS dimaksud, kamis (23/02/23) di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao mengajak lintas sektor mendukung pelaksanaan MoU dan PKS ini yang bermanfaat bagi kelompok perempuan dan kaum difabel di Rote Ndao.

Sejauh ini, kata Bupati Paulina, kelompok perempuan dan kaum difabel di Rote Ndao telah menghasilkan produk olahannya yakni Virgin Coconut Oil (VCO) dan Minano. Sehingga Ia mendorong pemanfaatan produk lokal ini oleh masyarakat Rote Ndao.

“ Program ini untuk pengembangan pelaku UMKM yang ada di Rote khususnya kelompok perempuan dan kaum difabel. Tentu harapannya bahwa ketika kita sudah menandatangani MoU dan PKS kita semua masyarakat Rote Ndao harus mendukung para UMKM ini. Apalagi sudah ada produknya yaitu VCO dan Minano. Mari kita sama-sama menggunakan produk dalam negeri khususnya produk Rote Ndao,” ajak Bupati Paulina.

Ia menjelaskan, dengan penggunaan produk hasil olahan para pelaku UMKM ini dengan sendirinya telah berkontribusi bagi eksistensi UMKM di daerah. Sebab ekonomi rumah tangga kelompok perempuan dan kaum difabel ini ikut ditingkatkan. Produk lokal Rote ini, kata Bupati Paulina punya kualitas yang baik sehingga ia menghimbau agar masyarakat tak ragu menggunakan hasil produk UMKM ini.

“ Dikesempatan yang baik ini, Saya mengajak mari kita semua mendukung UMKM dengan menggunakan produk-produk yang ada di Rote ini. Supaya kita ikut membantu meningkatkan ekonomi rumah tangga mereka. Kapan lagi dan siapa lagi yang harus memulai itu. Tentu kita yang ada di Rote ini,” harap Bupati Paulina.

Ia juga menyampaikan terkait kredit lunak yang disiapkan pihak Bank NTT untuk para pelaku UMKM. Dan pihaknya mendukung hal ini agar membantu masyarakat menjadi lebih sejahtera.

“ Tentunya ada kredit lunak yang diberikan kepada pelaku UMKM. Sehingga berkesinambungan antara Bank NTT dan masyarakat pelaku UMKM. Kami mendukung itu semua supaya masyarakat kita lebih sejahtera,” jelas Bupati Paulina.

Diketahui Penandatangan MoU dan PKS antara Pemkab Rote Ndao dan Bank NTT Cabang Rote Ndao dilakukan Kepala Dinas Koperasi, UKM Johni Manafe dan Perindustrian Perdagangan atas nama Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Kepala Bank NTT Cabang Rote Ndao Sender Dewa Lele.

Disaksikan pula Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE.M.Si, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao dan Pihak UNDP. Usai penandatangan dilakukan pemberian cenderamata oleh UNDP kepada pemkab Rote Ndao yang diterima Bupati Paulina dan Wabup Stef.(Bidkom-DKISP)

Lounc Prog Survival2

Launching Program Survival, Bupati Paulina: Bermitra Mendukung Target Penurunan Stunting

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE menyambut baik keterlibatan lintas sektor dalam upaya penurunan angka stunting dan eliminasi kematian ibu dan bayi di daerah ini. Ia mengapresiasi langkah Pusat Pengembangan Anak (PPA) Benih Bangsa Nusa Lote yang ikut terlibat dalam Program Survival dan Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan untuk mendukung target percepatan penurunan stunting.

Ketika melaunching Program Survival dan Pelatihan Pembuatan Makanan Tambahan PPA Benih Bangsa Nusa Lote di gereja GSKI Basilea Ba’a, Rabu (23/02/23) Bupati Paulina mengatakan pemerintah telah berupaya memfasilitasi banyak hal untuk penurunan angka stunting di daerah ini. Sehingga kemitraan yang terbangun dengan berbagai pihak termasuk PPA Benih Bangsa Nusa Lote dan Partnership Compession ini dapat mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting.

” Mari kita bermitra supaya kita bisa menekan angka stunting ini. Dan agar di tahun 2024 bisa mencapai nol persen. Target yang diberikan  provinsi bahwa tahun 2024 harus di bawah 12 persen. Itu harapan pak Gubernur. Namun dengan adanya kemitraan seperti ini bisa saja menjadi nol persen,” ungkap Bupati Paulina.

Tahun 2022 angka stunting di Rote Ndao berhasil ditekan turun menyentuh angka 22 persen dari sebelumnya berada di kisaran 23,48 persen. Sehingga dengan kemitraan yang terbangun antara pemerintah dan semua pihak, Bupati Paulina berharap angka stunting terus ditekan bahkan mencapai nol persen.

Ia menjelaskan, sejumlah inovasi sudah dicetuskan pemda Rote Ndao sebagai langkah strategis menekan angka stunting diantaranya Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3) dan Mama Bo’i. GKA3, kata Bupati Paulina adalah sebuah gerakan untuk melibatkan ASN secara aktif dalam penurunan stunting dengan menjadi Kaka Angkat bagi anak-anak yang terkonfirmasi mengalami stunting. GKA3 bersifat wajib bagi ASN lingkup Pemkab Rote Ndao.

Sementara Mama Bo’i terkait upaya menghadirkan ibu hamil di fasilitas kesehatan dan mendapat pelayanan yang maksimal dari tenaga medis. Inovasi ini untuk memastikan tidak ada kematian ibu dan bayi selama proses persalinan.

” Inovasi yang kami lakukan yakni GKA3 dimana semua ASN diharuskan menjadi Kaka Angkat bagi Adik Asuh. Itu harus. Kita semua ini punya Adik Asuh. Dan setiap hari Sabtu ada kunjungan kepada Adik Asuh. Ada pula Mama Bo’i yang sangat membantu dalam menekan angka stunting ini,” jelasnya.

Selain itu, Pemda Rote Ndao juga menyediakan makanan tambahan dari pangan lokal. Sehingga pelatihan pembuatan makanan tambahan PPA Benih Bangsa Nusa Lote ini diharapkannya menambah giat-giat menekan angka stunting.

” Mudah-mudahan dengan diberikannya pelatihan ini lebih giat lagi dalam menangani stunting. Semoga selalu ada koordinasi supaya bisa tahu angka dan lokusnya. Bisa tahu angka stunting di Rote Ndao ada berapa dan lokusnya ada dimana saja. Supaya pelayanan yang kita lakukan bersama ini tidak tumpang tindih,” harap Bupati Paulina.

Sementara Partnership Compession Annas Rohi mengatakan, sebagai program yang bertujuan untuk menciptakan generasi yang unggul, sehat dan cerdas maka pihaknya selalu melakukan pemetaan lokasi memperhatikan tingkat kelahiran dan isu kematian ibu dan bayi. Sehingga pelayanan yang diberikan lebih tepat.

Penanggungjawab PPA Benih Bangsa Nusa Lote Pdt . Bernadus Nunuhitu,S.Th mengungkapkan prinsip pelayanan Program Survival yang melihat anak lebih penting dari apapun. Sehingga pihaknya bekerja dalam target pemerintah daerah untuk Rote Ndao bebas stunting 2024.

” Saya selalu katakan satu anak itu lebih mahal dari apapun. Dan Saya senang karena ini pekerjaan untuk menyelamatkan generasi. Kami bersyukur mempersembahkan program Survival ini bagi Tuhan dan bagi Kabupaten Rote Ndao. Kami pasti akan berjuang sesuai program pemerintah 2024 Rote Ndao bebas stunting

Usai melaunching Program Survival, Bupati Paulina didampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek,ST, pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemkab Rote Ndao, Penanggungjawab PPA Benih Bangsa Nusa Lote Pdt. Bernadus Nunuhitu,S.Th dan Partnership Compession Annas Rohi melakukan pengguntingan pita ruang pelayanan survival. Bupati Paulina juga memantau dan berdiskusi dengan pelatih dan peserta pelatihan pembuatan makanan tambahan.(Bidkom-DKISP)

natal-korpri-rn22

Syukur Nataru dan Empat Tahun Kepemimpinan Bupati Paulina-Wabup Stef

Pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao menggelar syukuran natal KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia) tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 serta syukuran empat tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil bupati Rote Ndao periode 2019-2024, bertempat di rumah jabatan bupati, Ne’e Mok, desa Sanggoen, kecamatan Lobalain, Rote Ndao, selasa (14/02) sore.

Acara dihadiri oleh bupati, Paulina Haning-Bullu, wakil bupati, Stefanus Saek, unsur Forkopimda,  Sekretaris Daerah, Kepala ORganisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN),kepala desa, tokoh masyarakat dan hadirin lainnya. Acara diawali dengan kebaktian bersama yang dipimpin oleh Pdt. Yandri Manobe, S.Th. Thema Natal dan Tahun Baru dalam momen ini “Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan yang Lain” dan sub Thema “Mantapkan Solidaritas dan Sinergitas dalam Membangun  Kabupaten Rote Ndao Yang Maju dan Bermartabat.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,  dalam sambutanya mengatakan bahwa melalui momen perayaan natal ini, kehadiranNya telah memberikan semangat bagi pemerintah daerah dalam melayani sesama, salah satu wujudnya adalah upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing dengan berbagai capaian program unggulan seperti  Penanggulangan kemiskinan ekstrim yaitu melalui pembangunan rumah layak huni lewat program aladin ( atap lantai dan dinding), listrik, air bersih, sanitasi dan Peduli sesama  berupa kaka angkat dan adik asuh atau ka’a fadi, penanggulangan stunting, kematian ibu dan anak melalui inovasi mama bo’i.

Hal lain, terdapat juga  pembangunan ekonomi yang bermartabat melalui Lakamola Kanan Sio dan penguatan ekonomi berdaya lokal, penataan ruang, pembangunan pariwisata,  infrastrukur,penanggulangan bencana, pemberian beasiswa dan pendidikan, pelayanan akses kesehatan dan berbagai program unggulan kainnya yang bertujuan untuk membangun Sumber Daya Manusia yang berdaya saing global  menuju generasi Rote Ndao emas yang unggul.

“Kepada segenap masyarakat kabupaten Rote Ndao, kamu menyampaikan permohonan maaf karena kami  menyadarinya bahwa sudah banyak yang kami perbuat tapi  ada banyak yang  belum tercapai karena berbagai kendala yang mengawali kepemimpinan kami yakni virus covid-19, seroja, stunting, kematian ibu dan anak serta permasalahan lainya sehingga menghambat Pembangunan di daerah ini” kata Paulina.

Sementara itu, Ketua DPRD kabupaten Rote Ndao yang diwakili oleh anggota DPRD,  Olafbert Orians Manafe dalam kesempatan ini mengungkapkan bahwa momen perayaan Natal dan Tahun Baru serta syukuran empat tahun kempemimpinan bupati dan wakil bupati Rote Ndao adalah momen yang berbahagia yang kita rasakan bersama dan diharapkan agar pembangunan kedepannya tetap berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, Untuk mendukung berbagai program unggulan pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu dalam kesempatan ini meluncurkan sebuah layanan aplikasi pelayanan publik online terintegrasi dengan nama smart service yang berisi 17 bantuan layanan terutama bantuan-bantuan sosial, pakan ternak, pasar digital dan pemasaran produk UMKM. (DKISP)

tugu-tian-dilak1

Monumen Perjuangan Rakyat dan Patung Christian. N. Dillak Ikon Baru Kota Ba’a

Monumen perjuangan pembentukan Kabupaten Rote Ndao diresmikan Bupati Paulina Haning-Bullu,SE di alun-alun Kota Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao. Monumen yang menjadi saksi perjuangan berdirinya Kabupaten paling selatan Indonesia ini berdiri megah di pusat Kota Ba’a tepatnya di alun-alun kota.

Sedikitnya tertulis 300 nama para tokoh daerah yang ikut terlibat dalam proses pembentukan Kabupaten Rote Ndao. Nama para tokoh ini tercatat rapi di dinding monument yang akan menjadi salah satu ikon wisata baru kota Ba’a ini.

Tepat diatas monument, terpajang patung Bupati Pertama Rote Ndao Christian Nehemia Dillak,SH. Ia tercatat sebagai Bupati Rote Ndao pertama periode 2003-2008.

Bupati Rote Ndao Pauling Haning-Bullu,SE didampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si menekan tombol sirine dan membuka selubung sebagai tanda monument perjuangan rakyat Rote Ndao untuk pembentukan kabupaten dan patung Bupati Pertama Rote Ndao Christian Nehemia Dillak,SH telah diresmikan. Disambut tepukan tangan ribuan undangan yang memadati pelataran lapangan bola kaki kota Ba’a ini.

Usai diresmikan Bupati Paulina Bersama Forkompimda Kabupaten Rote Ndao berkeliling monument menyaksikan dari dekat bangunan monument yang berdiri megah. Bupati dan rombongan melihat catatan sejarah yang tampak didinding monument. Ada 300 nama para tokoh pendiri Kabupaten Rote Ndao. Mereka yang bersepakat dan terlibat dalam proses berdirinya Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulina menyatakan perjuangan pembentukan Kabupaten Rote Ndao menjadi daerah otonom digelorakan bersama semua tokoh masyarakat Rote Ndao diberbagai tempat termasuk di Kupang dan Jakarta pada waktu itu.

Mereka saling bersinergi untuk Bersama memperjuangkan pembentukan Rote Ndao menjadi daerah otonom. Usulan masyarakat Rote Ndao, ungkap Bupati Paulina, ditandatangani 300 tokoh perihal peningkatan status pembantu Bupati Rote Ndao menjadi Kabupaten Definitif yang disahkan dengan Penetapan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2022 tentang Pembentukan Kabupaten Rote Ndao di provinsi NTT.

“ Maka sebagai peringatan atas perjuangan para tokoh pejuang pembentukan Kabupaten Rote Ndao sehingga hari ini kita meresmikan prasasti perjuangan pembentukan Kabuaten Rote Ndao ini sebagai wujud penghargaan atas perjuangan para tokoh tersebut,” ungkap Bupati Paulina.

Ia mengatakan, pembangunan prasasti dan monument perjuangan ini merupakan inisiatif Pemda Rote Ndao dan didukung oleh berbagai pihak. Ini dilakukan dengan harapan kisah sejarah pembentukan Kabupaten tetap terukir indah dan generasi ke depan tidak melupakan jasa para pejuang pendiri Kabupaten Rote Ndao.

“ Ada harapan kita semua khususnya generasi akan datang tidak pernah melupakan jasa para pejuang dan pendiri Kabupaten Rote Ndao. Sehingga menjadi generasi yang cerdas yang bisa memetik pelajaran dari apa dialami dimasa lalu untuk kepentingan yang baik dimasa depan,” harap Bupati Paulina.

Patung dan Jalan Christian Nehemia Dillak,SH

Bersamaam dengan pengresmian monument prasasti perjuangan rakyat Kabupaten Rote Ndao, juga ikut diresmikan Patung Bupati Pertama Rote Ndao Periode 2003-2008 Christian Nehemia Dillak,SH dan Pemancangan Papan Nama Jalan Christian Nehemia Dillak,SH oleh Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE.

Prosesi  pengeresmian Patung dan Jalan Bupati Pertama Rote Ndao ini dilakukan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE. Ia didampingi Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si dan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, para Asisten dan pimpinan perangkat daerah dan masyarakat yang memadati lokasi sekitar lapangan bola kaki Ba’a.

Bupati Paulina menekan tombol sirine dan menarik selubung tanda pengresmian Patung Christian Nehemia Dillak,SH bersamaan dengan pengresmian monument perjuangan pembentukan Kabupaten Rote Ndao.

Selanjutnya, Bupati Paulina dan Wabup Stef dibawah gerimis hujan melakukan peletakan batu pertama untuk pemancangan nama jalan Christian Nehemia Dillak,SH. Disaksikan pula para anak kandung dan menantu Alm. Christian Nehemia Dillak,SH. Jalan Christian Nehemia Dillak,SH berada tepat disepanjang jalur depan Bank NTT Cabang Rote Ndao.

Monumen perjuangan dan patung Christian Nehemia Dillak,SH ini ditetapak dengan Keputusan Bupati Rote Ndao Nomor 68/KEP/HK/2023 tentang Pemberian Nama Jalan serta Pencanangan Papan Nama Jalan Christian Nehemia Dillak,SH.

Bupati Paulina menyampaikan apresiasi ke bergai pihak termasuk Direktur Utama dan Direksi Bank NTT yang turut berkontribusi dalam proses pembangunan dan pengresmian prasasti perjuangan dan patung Cristian Nehemia Dillak,SH ini. (Bidkom-DKISP)

Merah minimalis Selamat Hari Natal Instagram post (1)

Jadi Terbaik Ketiga di NTT, SPBE Rote Ndao Lampau Rerata Nasional

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali menorehkan prestasi ditingkat Provinsi, pasalnya Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Rote Ndao pada tahun 2022 menembus angka 2.48 dari sebelumnya angka 1 pada tahun 2021. Hal ini menjadikan Rote Ndao sebagai kabupaten yang menempati urutan ketiga dalam urutan indeks SPBE terbaik yang ada di Provinsi NTT.Secara Nasional Indeks SPBE yang diraih oleh Kabupaten Rote Ndao ini melampaui rata-rata nasional yakni 2.35. Hasil SPBE ini diumumkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi RI melalui website JDIH Menpanrb  dalam Kepmen Nomor 108 Tahun 2023 Tentang Hasil Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintah Daerah Tahun 2022 , Selasa (31/01).

Berdasarkan Laporan Hasil Pemantauan yang telah direlease oleh Kemenpanrb RI ini terdapat 47 Indikator yang dinilai oleh pemerintah pusat. Berdasarkan indikator-indikator inilah maka indeks SPBE dapat dikeluarkan. Berdasarkan Indikator-indikator yang ada Kabupaten Rote Ndao memiliki nilai yang tinggi padaaspek Layanan publik dengan indeks 3.5 sedangkan aspek yang masih perlu dibenahi yakni aspek manajemen SPBE. Secara peningkatan pertumbuhan indeks SPBE, KabupatenRote Ndao menjadi kabupaten dengan pertumbuhan yang paling tinggi hingga angka 1.48.

Angka yang dicapai oleh Kabupaten Rote Ndao pada tahun ini juga melampaui rencana RPJMD daerah yang sebelumnya ditargetkan pada angka 1.5. Hal ini artinya hasil pantauan SPBE tahun 2022 melampau 0.98 angka yang ditargetkan oleh pemerintah daerah.

Kadis Kominfostatper Kabupaten Rote Ndao Paulwil Nggili menyatakan bersyukur dengan hasil baik yang telah di raih oleh Kabupaten Rote Ndao. Ia menuturkan bahwaaspek-aspek yang masih memiliki indeks yang rendah kedepannya akan di perbaiki menjadi lebih baik lagi. Ia pun menargetkan tahun 2023 ini indeks SPBE kabupaten Rote Ndaodapat menembus angka 3.00.

Untuk diketahui urut-urutan indeks SPBE terbaik di NTT pada urutan pertama ada Kabupaten Manggarai Barat dengan indeks SPBE 3.01, lalu disusul oleh Kabupaten TTS
yakni 2.61 dan urutan ketiga yakni Rote Ndao dengan urutan 2.48. (dkisp)

kades tebole23-1

Belajar Dari kesalahan, Jadilah Pemimpin Yang Merangkul dan Aspiratif

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE mengungkapkan nilai kepemimpinan yang merangkul semua elemen di desa serta mendengar setiap masukan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam ceremonial pengaktifan kembali dan pengukuhan Kepala Desa Tebole Non Aktif Mesak Jeferson Ndun di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao. Mesak Jeferson Ndun sendiri adalah Kepala Desa Tebole yang sebelumnya dinonaktifkan sementara dari jabatannya selama delapan bulan.

Bupati Paulina menghimbau Kades Jeferson agar belajar dari keselahan yang pernah dibuat, mengoreksi diri dan menjadi lebih baik dalam mengemban kepercayaan yang diberikan kali ini. Ia berharap kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang lagi ke depan.

Pengelolaan keuangan di desa, lanjut Bupati Paulina, hendaklah dijalankan merujuk pada juknis dan semua ketentuan yang berlaku. Bidang-bidang pembangunan desa yang menjadi kewenangan desa telah diatur dengan baik oleh berbagai regulasi dan juknis.

Sehingga dalam proses pembangunan di desa termasuk bantuan yang ditujukan kepada masyarakat harus diberikan secara adil dan proporsional. Artinya tidak terfokus pada satu kelompok tertentu saja namun harus mampu mengcover masayarakat di desa secara keseluruhan.

Kades Jeferson juga diminta untuk merangkul semua elemen di desa, baik itu dalam kemitraan dengan BPD maupun terhadap masyarakat desa secara utuh. Tidak membedakan dalam setiap pengambilan kebijakan dan bentuk-bentuk pelayanan kepada masyarakat di desa Tebole.

Bupati Paulina tak lupa memberikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Penjabat Kepala Desa Tebole Maxs D. Langga buat pengabdiannya bagi masyarakat desa selama delapan bulan menjabat.

Mesak Jeferson Ndun Kepala Desa Tebole Non Aktif akibat kesalahan dalam pelaksanaan tugas jabatannya, kembali di aktifkan dan dikukuhkan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE, rabu (01/02/23) di ruang TBUPP kantor Bupati Rote Ndao.

Ceremonial pengaktifan kembali dan pengukuhan Kepala Desa Tebole Non Aktif ini disaksikan pula Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yames M. K. Therik dan pimpinan perangkat daerah lingkup Pemkab Rote Ndao. Dari pemerintah kecamatan Rote Selatan dan Desa Tebole sendiri hadir Camat Rote Selatan Polce M. Manafe,S.Pd dan Ketua BPD Desa Tebole Christofel Saudale bersama perangkat desa dan sejumlah masyarakat desa Tebole.(Bidkom-DKISP)