WhatsApp Image 2026-04-26 at 11.57.29

60 Peserta Festival Literasi Tampilkan Pesona dan Aksi Meriahkan HUT Rote Ndao

Pagelaran Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rote Ndao,Provinsi Nusa Tenggara Timur ke -24 Tahun 2026 sudah melewati paruh waktu, berbagai event atau kegiatan seperti pameran pembangunan , expo UMKM dan Panggung hiburan rakyat di suguhkan kepada masyarakat Rote Ndao. Banyak penampilan dan acara yang di suguhkan kepada masyarakat seperti pertunjukan seni budaya, kreasi tarian, panggung hiburan dan kegiatan lainnya di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Sabtu (25/04/2026) malam. Kegiatan Sesuai jadwal,  Festival Literasi Kabupaten Rote Ndao ini dimulai pukul 19.30 WITA dan selesai pukul 00.30 WITA.

Penampilan Solo Kategori Umum oleh Nonik Ndun

Terpantau, Acara Festival Literasi diikuti oleh empat puluh satu (41) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar (SD) dan sembilan belas (19) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Kabupaten Rote Ndao. Para peserta mengenakan busana adat khas Rote, dan menampilkan masing-masing ketrampilan dan kemampuan tarian khas adat Rote “Foti” dengan iringan alat musik tradisional gong dan tambur.

Selain Tarian khas Rote “Foti” terdapat juga kegiatan tarian kreasi yang menampilkan gerakan menarik melalui hentakan kaki dan olah tubuh yang selaras dengan irama dan persembahan vocal solo dari beberapa peserta yang sangat memukau penonton.

Berikut rekapan, empat puluh satu (41) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) atau kelompok yang mengisi kegiatan pagelaran Festival Literasi adalah Sekolah Dasar (SD) Inpres Oeteas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Danoheo, Sekolah Dasar (SD) Inpres Laki, Sekolah Dasar (SD) Inpres Batutua, Sekolah Dasar (SD) Inpres Sanggoen, Sekolah Dasar (SD) GMIT Noandale, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oemilan, Sekolah Dasar (SD) Negeri Lalukoen, Sekolah Dasar (SD) Negeri Kuli, Sekolah Dasar (SD) Inpres Busalangga, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tuabuna, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oebatu, Sekolah Dasar (SD) Inpres III Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oenggaut, Sekolah Dasar (SD) Inpres Lidamanu, Sekolah Dasar (SD) Negeri Soruk, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oenitas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Manggis, Sekolah Dasar (SD) Negeri Baubafan, Sekolah Dasar (SD) Oefoe, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oehandi, Sekolah Dasar (SD) Inpres Lidamanu, Sekolah Dasar (SD) Negeri Lotelutun, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tudameda, Sekolah Dasar (SD) Negeri I Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oebafok, Sekolah Dasar (SD) Inpres Tuabolok, Sekolah Dasar (SD) Inpres Rinalolon, Sekolah Dasar (SD) Inpres Andaiko, Sekolah Dasar (SD) Inpres Mokdale, Sekolah Dasar (SD) Inpres Oenitas, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oelua, Sekolah Dasar (SD) Inpres II Ba’a, Sekolah Dasar (SD) Negeri Oeteas, Sekolah Dasar (SD) Inpres Ndudale, Sekolah Dasar (SD) Negeri Bokeama, Sekolah Dasar (SD) Inpres Sedeoen, Skolah Dasar (SD) Negeri Hundihuk, Sekolah Dasar (SD) Inpres Landeoe, Sekolah Dasar (SD) Negeri Bokeama, Sekolah Dasar (SD) Inpres Bandu dan MI Darul Faral.

Penampilan Tarian kreasi SMP Rote Barat

Selanjutnya, Unit Pelaksana Teknis Daerah ( UPTD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ita Esa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Lobalain , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri IV Lobalain , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri IV Rote Barat Daya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat, SATAP Batulai, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Lobalain , SATAP Deranitan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mother Ignacia , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat Daya, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri II Rote Barat Laut, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Lobalain, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Rote Barat , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Rote Barat , SATAP Landu , Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri III Rote Barat Daya, SATAP Oeoko dan SATAP Landu.

Terakhir , persembahan bakat dan kreatif vocal solo dari peserta kategori junior dan kategori umum tampil percaya diri menghibur masyarakat yang berkunjung dalam semarak suasana malam pagelaran Festival Literasi di ajang pameran pembangunan, Expo UMKM dan panggung hiburan tersebut. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-04-26 at 09.02.17

Bupati Rote Ndao Resmi Tutup Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Dorong Eliminasi Malaria 2029

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi menutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang diselenggarakan oleh Rotary Club Kupang Victory bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, Sabtu (25/004). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif menuju eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao pada 2029.

Peringatan yang mengusung tema “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must” ini berlangsung selama dua hari, 24–25 April 2026, di dua desa prioritas, yakni Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, dan Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko. Kegiatan hari pertama dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dedelussy Dethan.

Bupati Paulus Henuk ketika menerima bantuan alat kesehatan dari Rotary Club Kupang Victory

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi global bersama Rotarians Against Malaria Global yang dilaksanakan serentak di 33 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang terlibat dalam jaringan tersebut tahun ini.

Berbeda dari peringatan seremonial, rangkaian kegiatan difokuskan pada aksi nyata di lapangan seperti :
1. Malaria Screening
Menyasar sasaran kunci, yakni ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
2. Rapid Diagnostic Test (RDT)
Pemeriksaan RDT dilakukan dengan target awal 100 peserta di masing-masing lokasi atau total 200 peserta. Namun hasilnya berhasil melampaui target secara signifikan.
Pada hari pertama di Desa Faifua, sebanyak 106 peserta berhasil diperiksa, dengan hasil ditemukan 1 kasus positif Malaria Falciparum.
Pada hari kedua di Desa Daiama, sebanyak 245 peserta berhasil diperiksa dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif malaria.
Dengan demikian, total peserta yang berhasil diperiksa mencapai 351 orang, jauh melampaui target awal sebanyak 200 peserta.
Atas temuan 1 kasus positif malaria di Desa Faifua, tindak lanjut segera dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi dengan pemeriksaan rumah pasien, anggota keluarga, serta 25 warga di sekitar lokasi guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.
3. Community Assessment
Dilakukan oleh tim Rotary Club Kupang Victory bersama lima enumerator yang telah dibekali oleh malaria expert tingkat provinsi untuk memahami kondisi lapangan, persepsi masyarakat, serta tantangan eliminasi malaria secara langsung.
Assessment ini menjadi dasar penting untuk merancang strategi eliminasi malaria yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat desa.
4. Kampanye Malaria
Kegiatan kampanye malaria dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama petugas promosi kesehatan dari masing-masing puskesmas sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat.

Bupati Paulus Henuk ketika melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test

Hasil pemeriksaan menunjukkan capaian yang melampaui target. Dari target awal 200 orang, sebanyak 351 warga berhasil diperiksa di dua lokasi. Di Desa Faifua, 106 orang diperiksa dan ditemukan satu kasus positif malaria falciparum. Sementara di Desa Daiama, 245 warga diperiksa dengan hasil seluruhnya negatif.

Atas temuan kasus positif tersebut, tim kesehatan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dengan memeriksa keluarga pasien dan warga sekitar guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan assessment komunitas untuk memetakan kondisi lapangan serta kampanye kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan malaria, termasuk penggunaan kelambu dan deteksi dini gejala.

Ketua Rotary Club Kupang Victory, Maxi Julians Rihi Dara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya eliminasi malaria.

“Upaya mengakhiri malaria membutuhkan kerja bersama. Eliminasi malaria bukan pekerjaan satu pihak, tetapi gerakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rotary Club Kupang Victory juga menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain mikroskop, alat tes cepat (RDT), reagen, larvasida, dan insektisida untuk mendukung upaya pengendalian malaria. Dukungan ini turut difasilitasi oleh Australia Rotarians Against Malaria dan jaringan global RAM.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eliminasi malaria.

“Kita harus memulai dari lingkungan kita sendiri. Harapan kita, pada 2029 Rote Ndao dapat mencapai eliminasi malaria,” katanya.

Foto bersama Bupati Paulus Henuk dan pengurus Rotary Club Kupang Victory

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah juga mendorong dukungan penganggaran melalui dana desa untuk memastikan keberlanjutan program.

Kegiatan ini menghasilkan dua capaian utama, yakni peningkatan signifikan cakupan pemeriksaan malaria serta terbukanya peluang dukungan lanjutan dari jaringan global untuk program eliminasi dalam tiga tahun ke depan.

Melalui momentum ini, seluruh pihak menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan sekadar wacana, melainkan target nyata yang dapat dicapai bersama. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam.

Festival Literasi HUT Rote Ndao ke-24 Meriah, Lomba Foti Libatkan 30 SD dan SMP

Festival Literasi menggema meriah di arena Pameran Pembangunan dan Expo UMKM dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24 tahun 2026. Kegiatan yang digelar pada Jumat (24/04/2026) malam ini menghadirkan lomba Foti yang diikuti oleh pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Rote Ndao.

Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam.
Sebanyak 30 peserta dari SD dan SMP tampil pada Lomba Foti, Jumat (24/04/2026) malam

Dihari kedua Festival ini, sebanyak 30 peserta tampil mewakili sekolah masing-masing dengan penuh semangat dan percaya diri. Mereka mengenakan busana adat khas Rote, lengkap dengan iringan alat musik tradisional seperti gong dan tambur yang semakin menambah nuansa budaya dalam ajang tersebut.

Untuk kategori lomba Foti tingkat SD diikuti oleh 17 sekolah, sementara tingkat SMP diikuti oleh 13 sekolah. Penampilan para peserta tidak hanya menunjukkan kemampuan menari, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal yang terus diwariskan kepada generasi muda.

Tarian Foti dibawakan oleh duet siswa laki-laki. Dengan mengenakan topi Ti’i Langga dan selimut, para peserta menampilkan gerakan menarik melalui hentakan kaki dan olah tubuh yang selaras dengan irama gong dan tambur, menciptakan pertunjukan yang memukau penonton.

Tarian Kreasi pengisi acara Festival Literasi Perayaan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24.
Tarian Kreasi pengisi acara Festival Literasi Perayaan HUT Kabupaten Rote Ndao ke-24.

Menariknya, para dewan juri turut memperagakan kemampuan mereka dalam menarikan Foti, yang disambut antusias oleh para penonton. Turut hadir dan menari Foti, Ketua Kadin NTT Boby Lianto serta Ketua Kadin Rote Ndao Simson Polin yang memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Di sela-sela perlombaan, penonton juga disuguhkan penampilan Tarian Kreasi dari siswa SMA Negeri 1 Lobalain. Dengan balutan busana modifikasi yang modern namun tetap mengangkat unsur tradisional, penampilan tersebut berhasil menambah semarak suasana malam Festival Literasi di ajang pameran tersebut.(Tim DKIP/Perpusap)