WhatsApp Image 2026-04-26 at 09.02.17

Bupati Rote Ndao Resmi Tutup Peringatan Hari Malaria Sedunia 2026, Dorong Eliminasi Malaria 2029

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, secara resmi menutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Malaria Sedunia 2026 yang diselenggarakan oleh Rotary Club Kupang Victory bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat, Sabtu (25/004). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolektif menuju eliminasi malaria di Kabupaten Rote Ndao pada 2029.

Peringatan yang mengusung tema “Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must” ini berlangsung selama dua hari, 24–25 April 2026, di dua desa prioritas, yakni Desa Faifua, Kecamatan Rote Timur, dan Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko. Kegiatan hari pertama dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dedelussy Dethan.

Bupati Paulus Henuk ketika menerima bantuan alat kesehatan dari Rotary Club Kupang Victory

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi global bersama Rotarians Against Malaria Global yang dilaksanakan serentak di 33 negara. Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Pasifik yang terlibat dalam jaringan tersebut tahun ini.

Berbeda dari peringatan seremonial, rangkaian kegiatan difokuskan pada aksi nyata di lapangan seperti :
1. Malaria Screening
Menyasar sasaran kunci, yakni ibu hamil, ibu menyusui, ibu dengan balita, pelajar, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum.
2. Rapid Diagnostic Test (RDT)
Pemeriksaan RDT dilakukan dengan target awal 100 peserta di masing-masing lokasi atau total 200 peserta. Namun hasilnya berhasil melampaui target secara signifikan.
Pada hari pertama di Desa Faifua, sebanyak 106 peserta berhasil diperiksa, dengan hasil ditemukan 1 kasus positif Malaria Falciparum.
Pada hari kedua di Desa Daiama, sebanyak 245 peserta berhasil diperiksa dan seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan negatif malaria.
Dengan demikian, total peserta yang berhasil diperiksa mencapai 351 orang, jauh melampaui target awal sebanyak 200 peserta.
Atas temuan 1 kasus positif malaria di Desa Faifua, tindak lanjut segera dilakukan melalui penyelidikan epidemiologi dengan pemeriksaan rumah pasien, anggota keluarga, serta 25 warga di sekitar lokasi guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.
3. Community Assessment
Dilakukan oleh tim Rotary Club Kupang Victory bersama lima enumerator yang telah dibekali oleh malaria expert tingkat provinsi untuk memahami kondisi lapangan, persepsi masyarakat, serta tantangan eliminasi malaria secara langsung.
Assessment ini menjadi dasar penting untuk merancang strategi eliminasi malaria yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan di tingkat desa.
4. Kampanye Malaria
Kegiatan kampanye malaria dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama petugas promosi kesehatan dari masing-masing puskesmas sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat.

Bupati Paulus Henuk ketika melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test

Hasil pemeriksaan menunjukkan capaian yang melampaui target. Dari target awal 200 orang, sebanyak 351 warga berhasil diperiksa di dua lokasi. Di Desa Faifua, 106 orang diperiksa dan ditemukan satu kasus positif malaria falciparum. Sementara di Desa Daiama, 245 warga diperiksa dengan hasil seluruhnya negatif.

Atas temuan kasus positif tersebut, tim kesehatan segera melakukan penyelidikan epidemiologi dengan memeriksa keluarga pasien dan warga sekitar guna mencegah potensi penularan lebih lanjut.

Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan assessment komunitas untuk memetakan kondisi lapangan serta kampanye kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan malaria, termasuk penggunaan kelambu dan deteksi dini gejala.

Ketua Rotary Club Kupang Victory, Maxi Julians Rihi Dara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya eliminasi malaria.

“Upaya mengakhiri malaria membutuhkan kerja bersama. Eliminasi malaria bukan pekerjaan satu pihak, tetapi gerakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rotary Club Kupang Victory juga menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain mikroskop, alat tes cepat (RDT), reagen, larvasida, dan insektisida untuk mendukung upaya pengendalian malaria. Dukungan ini turut difasilitasi oleh Australia Rotarians Against Malaria dan jaringan global RAM.

Bupati Paulus Henuk menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eliminasi malaria.

“Kita harus memulai dari lingkungan kita sendiri. Harapan kita, pada 2029 Rote Ndao dapat mencapai eliminasi malaria,” katanya.

Foto bersama Bupati Paulus Henuk dan pengurus Rotary Club Kupang Victory

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah juga mendorong dukungan penganggaran melalui dana desa untuk memastikan keberlanjutan program.

Kegiatan ini menghasilkan dua capaian utama, yakni peningkatan signifikan cakupan pemeriksaan malaria serta terbukanya peluang dukungan lanjutan dari jaringan global untuk program eliminasi dalam tiga tahun ke depan.

Melalui momentum ini, seluruh pihak menegaskan bahwa eliminasi malaria bukan sekadar wacana, melainkan target nyata yang dapat dicapai bersama. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)