Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) dan SurfAid bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao membahas keberlanjutan dan pengembangan Program Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN) dalam audiensi persiapan fase awal program di Kabupaten Rote Ndao. Audiensi tersebut bertujuan memperoleh masukan pemerintah daerah serta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang berfokus pada ketahanan pangan, gizi, kesehatan, dan adaptasi perubahan iklim.

Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., Plt. Sekretaris Daerah Daniel W. Nalle, S.Pt., Staf Ahli Bupati Jermi M. Haning, Ph.D., Kepala Perangkat Daerah, Executive Director ARUNGI Indonesia Endah Setyaningsih, Head of Programs Surfaid Ross Corbett, Design Team Chris Anderson, Design Team Jan Verhagen, Design Team Ani Kartikasari, Inception Coordinator Dita Kumala Ratri, Program Manager ARUNGI Agung Lenggono, NSAC ARUNGI Anggela S., MERL Officer ARUNGI Mukarramah, WASH Officer ARUNGI Mellany G. A. Mafefa, dan Agriculture Specialist ARUNGI Moh. Suaedy.
Program NuFRN merupakan kelanjutan dan pengembangan dari Program ARUNGI yang mengintegrasikan aspek pertanian, gizi, kesehatan, serta adaptasi perubahan iklim. Program ini diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan, capaian gizi, dan penghidupan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya bagi perempuan dan anak usia dini di wilayah masyarakat sasaran yang berada di daerah terpencil Kabupaten Rote Ndao.
Melalui Program Nusa Tani dengan pendekatan NuFRN, pengembangan program direncanakan menjangkau 47 desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Loaholu, Rote Barat, Rote Barat Daya, dan Rote Barat Laut. Program yang direncanakan berlangsung selama periode 2026–2030 tersebut menyasar 10.674 petani dan 2.452 keluarga.

Program diarahkan untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan, mendukung pemenuhan kebutuhan konsumsi sehari-hari, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui penjualan hasil pertanian. Pemahaman mengenai tujuan, mekanisme, dan pelaksanaan program nantinya akan disampaikan kepada masyarakat dan petani di wilayah sasaran.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH., meminta agar konsep program dipelajari secara serius sehingga dapat mendukung pengembangan sektor pertanian yang berbasis riset. Bupati juga mengarahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk menyiapkan aparatur desa yang dapat mendukung pengelolaan program agar pelaksanaannya berjalan lebih terarah.
Untuk memperkuat koordinasi, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan membentuk tim koordinasi yang terlibat dalam pelaksanaan program bersama ARUNGI. Tim tersebut diharapkan dapat mempelajari pendekatan dan mekanisme pelaksanaan NuFRN sehingga ke depan dapat diadopsi dan dikembangkan dalam program pemerintah daerah.

Pembahasan juga mencakup berbagai permasalahan yang dihadapi petani di Kabupaten Rote Ndao, terutama berkaitan dengan kondisi tanah dan ketersediaan air di sejumlah wilayah kecamatan. Untuk memperoleh gambaran teknis yang lebih lengkap, Tim ARUNGI akan melakukan kunjungan lapangan guna meninjau kondisi wilayah dan potensi pertanian secara langsung.
Sejalan dengan hal tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diminta menyediakan data potensi pertanian, khususnya wilayah yang memiliki ketersediaan air memadai, termasuk peta sumber air sebagai informasi awal bagi Tim ARUNGI dalam menyusun pengembangan program.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola usaha serta kelembagaan ekonomi desa. Menurutnya, dukungan pendanaan perlu diikuti dengan kemampuan pengelolaan yang memadai agar sumber daya yang tersedia dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat.

Selain peningkatan produksi, pengembangan akses pasar menjadi bagian penting agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan baik. Dalam konteks tersebut, keberadaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan dapat menjadi bagian dari jaringan pemasaran hasil pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani.
Penguatan kapasitas masyarakat dan organisasi desa juga dapat dilakukan melalui pelatihan yang difasilitasi pemerintah daerah. Pendamping desa dan penyuluh pertanian diharapkan turut terlibat dalam proses pembelajaran serta meneruskan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan program di wilayah sasaran. *(PPID Utama_Rote Ndao)

