Bupati Rote Ndao Paulina Haning – Bullu, SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek, SE, M.Si melakukan audiensi bersama Yayasan 1000 days fund di Ruang Kerja Bupati Jumat, 10 Oktober 2021.

Dalam audiensi tersebut, Mei Tatengkeng mewakili Yayasan 1000 days fund menunjukkan poster pintar dan memperkenalkan selimut cerdas yang dibagikan kepada 10.000 ibu hamil dan ibu dengan Baduta di Rote Ndao.

Tujuan pertemuan ini adalah membahas progress kerjasama antara 1000 Days Fund dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam hal ini dengan Bappelitbang dan Dinas Kesehatan yang di kemas dengan nama “Program Stunting Center of Excellence”.

Dimana tujuan kerjasama ini adalah untuk bersama meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting, akibat Stunting dan cara pencegahnnya. Diharapkan melalui peningkatan pengetahuan ini, bisa berkontribusi kepada usaha – usaha pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Program ini sudah berjalan sejak bulan Mei 2021 dan telah dilakukan 2 kali ( dari 5 kali target) workshop untuk Tenaga Kesehatan dari 12 Puskesmas yang dilanjutkan dengan proses melatih kader posyandu oleh Tenaga Kesehatan dan proses edukasi tentang 3 pesan Kunci Stunting menggunakan Poster Pintar/ Smart Chart oleh kader posyandu kepada keluarga yang memiliki Ibu Hamil dan anak Baduta. 1800 poster telah tersebar di Kabupaten Rote Ndao dan digunakan sebagai alat edukasi oleh kader dan Tenaga Kesehatan.

Bupati Rote Ndao menyebutkan beberapa hal yang menjadi perhatian Pemerintah Rote Ndao terkait pencegahan dan penurunan stunting. Salah satunya adalah tentang usaha – usaha meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting, bahayanya dan cara – cara pencegahannya. Hal ini sejalan dengan prinsip dari 1000 Days Fund yang percaya bahwa pengetahuan yang tepat tentang stunting memberikan kontribusi terhadap penurunan stunting.

Bupati menyambut baik usaha- usaha kerjasama yang sedang dilakukan oleh 1000 Days Fund untuk mendukung program-program terkait stunting di Kabupaten Rote Ndao.

Mei Tatengkeng mewakili Yayasan 1000 days fund memberikan Kesannya saat audiesi, “Kami sangat mengapresiasi respon yang luar biasa dari Pemkab Rote Ndao, mulai dari Bupati, Bappelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas PMD dan Tim di Puskesmas sampai ke level Kader Posyandu dalam proses pelaksanaan program di Kab. Rote Ndao”.

“Beberapa point yang disebutkan ibu Bupati seperti perlunya memperkuat usaha – usaha mendekatkan pelayanan ke masyarakat, memperbanyak fasilItas Kesehatan seperti Puskesmas Pembantu dan menempatkan lebih banyak Tenaga Kesehatan di desa, pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang apa itu stunting, akibat/bahayanya dan cara pencegahannya, pentingnya pengetahuan dan praktek tentang menyusui yang baik, memberikan inspirasi bagi kami. Semakin menginspirasi kami untuk menjangkau lebih banyak lagi keluarga dengan ibu hamil dan anak baduta untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang stunting” lanjut Mei.

“Harapan kami, kerjasama yang baik ini bisa berkontribusi untuk penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao dan bisa dibagikan kepada wilayah lain untuk memotivasi dan menginspirasi mereka bahwa dengan bekerja bersama kita bisa bergerak lebih cepat menuju perubahan” demikian dikatakan Perwakilan Yayasan 1000 days fund Mei Tatengkeng.

Sedikit informasi tentang Yayasan 1000 Days Fund. Yayasan ini didirikan tahun 2018 sebagai upaya nyata untuk menciptakan, uji coba dan mengaplikasikan solusi inovatif, berbiaya efektif untuk mengakhiri stunting di Indonesia. 1000 Days terus menerus berkomitmen untuk meningkatkan upaya kesehatan ibu dan bayi untuk orang-orang yang miskin dan termarjinalkan.

Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun kapasitas sumber daya tenaga kesehatan di garis depan di masyarakat prasejahtera, sebagai upaya untuk menghasilkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi yang berkualitas, merujuk pada akar utama stunting dan meningkatkan data bertujuan sebagai bukti, advokasi dan perubahan kebijakan.

Selama 3 tahun terakhir 1000 Days telah mendistribusikan lebih dari 76,000 poster tinggi badan di 25 pulau. Terutama yang lebih penting, mereka telah melatih 1,000 kader kesehatan selaku ujung tombak upaya pencegahan stunting, yang dengan pengetahuan baru dan pengalaman bisa menyelamatkan nyawa untuk generasi masa depan.

Mereka terus melakukan uji coba berbagai komponen untuk mengidentifikasi halangan dan tantangan sehingga intervensi stunting yang dilakukan bisa dipahami seutuhnya di tingkat desa. Yayasan ini juga membangun pemahaman bagaimana para kader bekerja dengan orang tua untuk membangun wawasan dan pesan kunci untuk mengatasi masalah dan tantangan yang ada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Bapelitbang Jermy Haning, P.hd beserta staf. (Bapelitbang/dksp)