Picture2

Dari Daerah Tertinggal ke Panggung Nasional, Rote Ndao Berbagi Kisah Transformasi di Bappenas

JAKARTA — Kabupaten Rote Ndao terpilih sebagai satu dari empat daerah penerima Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 yang berbagi pengalaman pembangunan dalam forum Knowledge Sharing di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., saat memaparkan materi bertajuk “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif” dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., saat memaparkan materi bertajuk “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif” dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., menjadi narasumber bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Mengusung materi “Dari Terentaskan Menuju Pertumbuhan yang Inklusif”, Bupati membagikan perjalanan Rote Ndao yang menyandang status daerah tertinggal sejak 2005 hingga resmi terentaskan pada 2024. Perjalanan hampir dua dekade tersebut ditopang kesinambungan pembangunan layanan dasar, sumber daya manusia, infrastruktur, dan ekonomi masyarakat.

Setelah terentaskan, Rote Ndao mencatat pertumbuhan ekonomi 7,96 persen pada 2025, meningkat dari 3,21 persen pada 2024. Capaian ini menjadi pijakan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat usaha lokal.

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat duduk bersama sebagai narasumber dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat duduk bersama sebagai narasumber dalam forum Knowledge Sharing Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Dalam paparannya, Bupati menekankan pentingnya memastikan manfaat pertumbuhan menjangkau masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah. Pengembangan industri garam, pariwisata, pertanian, peternakan, dan perikanan diarahkan untuk memperbesar keterlibatan tenaga kerja lokal, UMKM, serta pemasok daerah.

Rote Ndao juga membawa pembelajaran tentang pentingnya dukungan pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan kepulauan, khususnya biaya pelayanan dan keterbatasan konektivitas. Dukungan tersebut diperlukan untuk menjaga kemajuan setelah terentaskan dan memperluas pemerataan pembangunan.

Kesempatan berbagi pengalaman di forum nasional ini melengkapi keberhasilan Rote Ndao meraih PPD kategori “Kabupaten Terentaskan Progresif”, sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan NTT dalam jajaran penerima penghargaan. *(PPID Pelaksana_Baperida RN)

Tags: No tags