Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Rote Ndao mencapai puncaknya dengan suasana meriah. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, Lapangan Christian Nehemia Dillak, Jumat (29/8/2026), dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan penampilan tarian dan lirik kebalai dari para peserta.

Sebanyak 45 sekolah, terdiri dari 28 Sekolah Dasar (SD) dan 17 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Rote Ndao, tampil dalam ajang pelestarian bahasa dan budaya daerah tersebut.
Setiap peserta tampil penuh semangat dan energi, membawakan bahasa ibu melalui lirik-lirik yang dipadukan dengan tarian Kebalai, salah satu kesenian khas Kabupaten Rote Ndao. Penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari penonton yang memadati lapangan.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran para guru, orang tua, peserta, dan masyarakat yang memberikan dukungan langsung kepada anak-anak yang tampil.

Penampilan peserta dinilai oleh lima orang juri yang bertugas menilai berbagai aspek penampilan sesuai ketentuan lomba. Para peserta pun berusaha memberikan penampilan terbaik pada babak akhir festival.
Festival Tunas Bahasa Ibu tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda Rote Ndao untuk mengenal, menggunakan, mencintai, dan melestarikan bahasa serta budaya daerah.
Meriahnya hari terakhir festival menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap upaya pelestarian bahasa ibu dan budaya lokal, sekaligus menjadi momentum untuk terus menanamkan kecintaan terhadap budaya Rote Ndao kepada generasi penerus. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

