Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong inovasi pelayanan publik dengan meluncurkan program E-Retribusi Pelayanan Kebersihan dalam rangkaian malam ke-28 panggung hiburan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Rote Ndao. Kegiatan ini juga diramaikan dengan Lomba Bertutur Cerita Rakyat yang melibatkan siswa Sekolah Dasar se-Kabupaten Rote Ndao.
Dalam sambutannya Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa Peluncuran E-Retribusi Pelayanan Kebersihan ini juga sejalan dengan apa yang diminta oleh Presiden RI agar setiap daerah serius dalam menangani sampah. Menurutnya Presiden memberikan perhatian khusus dalam penanganan sampah di setiap daerah di Indonesia.
Bupati Paulus Henuk saat melaunching E-Retribusi Pelayanan Kebersihan
Dengan tagar “Rote Ndao Peduli Sampah”, program E-Retribusi menghadirkan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar retribusi kebersihan. Warga kini cukup memindai kode QR tanpa perlu mengantre di loket pembayaran. Beragam metode pembayaran disediakan, dan bukti transaksi dapat langsung diterima oleh pengguna secara digital.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari program “Mbule Sio (9 Agenda Perubahan)” sebagai wujud kemajuan daerah. Ia berharap kemudahan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan . “Melalui program ini, kami mengajak masyarakat untuk Scan, Bayar, Lingkungan Bersih!,” tegasnya. Sebagai informasi bahwa program ini dikelola langsung oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkunga Hidup Kabupaten Rote Ndao.
Selain peluncuran program digital tersebut, suasana malam perayaan semakin semarak dengan digelarnya Lomba Bertutur Cerita Rakyat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar dari berbagai sekolah di Kabupaten Rote Ndao.
Setiap peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk menampilkan kemampuan bertutur mereka. Para siswa tampak antusias dan berusaha memberikan penampilan terbaik sebagai bentuk kebanggaan terhadap sekolah masing-masing.
Penampilan Salah Satu Kontestan dalam Lomba Bertutur Cerita Rakyat
Adapun sekolah yang berpartisipasi antara lain SD Longgo Koli dengan peserta Mathini Tassy, Melvin Modok, dan Marder J. Tassi; Eagle School dengan Rosela A. Nappoe, Putri Cantika Esse, Melan M. Lassy, Melani M. Daan, Maresya Berun, Ezra Julian Louwen, dan Aditia M. Laifoy; SDI Holotula dengan Lisista A. Ndolu, Achana A. Solo, Reva Q. O. Lane, Eiren Y. Baineo, dan Brayen Henuk; serta SDN Olafuliha’a dengan Fizzye A.S. Son dan Firstanza A. B. Penna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai cerita rakyat daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Lomba ini juga menjadi wadah positif untuk menumbuhkan bakat serta kreativitas anak-anak di bidang seni bertutur.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam menggabungkan inovasi pelayanan publik dengan pelestarian budaya lokal, guna mewujudkan masyarakat yang maju, peduli lingkungan, dan berkarakter. (PPID Utama_ DKISP Kab. Rote Ndao)


