Sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Kabupaten Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama Tim PKM Undana menggelar Rapat Kerja Advokasi Kebijakan Polycentric Governance dalam Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Stunting Secara Berkelanjutan, Jumat (24/07/2026), berlangsung di ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.
Rapat dipimpin Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Tim Guru Besar Undana yang dipimpin Prof. David Pandie dan dihadiri pimpina perangkat daerah.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, penanganan kemiskinan dan stunting membutuhkan kolaborasi yang kuat agar melahirkan inovasi dan strategi yang tepat sasaran.
“ Mudah-mudahan dari riset yang dilakukan oleh Undana, kita bisa menemukan data dan fakta serta langkah perbaikan yang harus dilakukan, sehingga relevan dengan kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menargetkan penurunan angka kemiskinan minimal 2 persen setiap tahun. Sementara laju pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 mencapai 7,9 persen.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Undana yang telah mengambil bagian dalam menyelesaikan sejumlah persoalan pembangunan di Kabupaten Rote Ndao melalui kegiatan PKM. Menurutnya, pemerintah daerah terbuka terhadap setiap masukan sebagai bagian dari gerakan Mai Fali E, sebuah gerakan untuk memberi hati dan pikiran untuk Rote Ndao. Termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting sebagai investasi bagi generasi penerus.
“Semoga pengabdian dan riset yang dilakukan ini berdampak positif bagi Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

