pelatihan-aplikasi22

Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding Tunjang Produktivitas OPD

Pemkab Rote Ndao memberikan ruang kreativitas dan inovasi bagi semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menciptakan alat bantu kerja berbasis aplikasi guna mendukung efektifitas, efisiensi dan produktivitas kerja organisasi. Strategi ini dinilai tepat dalam semangat memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat, cepat, tepat dan mudah diakses dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dimulai dengan Pelatihan Pengembangan Aplikasi Tanpa Coding oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rote Ndao yang mengikutsertakan perwakilan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao, kamis (24/11/22) di Penginapan Gege House. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan diharapkan perangkat daerah akan mampu menciptakan aplikasi sederhana guna membantu pelaksanaan tugas dan meningkatkan produktivitas kerja. Pada puncak kegiatan akan dilakukan launching aplikasi SIM Obat RSUD Ba’a.

Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Rote Ndao Jermi Haning, Ph.D ketika menjadi narasumber mengatakan, pentingnya penerapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi saat ini agar pelaksanaan tugas lebih efektif, efisien dan meningkat produktivitasnya. Ia berharap ASN lingkup Pemkab Rote Ndao mesti berpikir dan menghasilkan inovasi yang berkaitan dengan bidang tugasnya. Inovasi yang dibuat harus bermanfaat secara input, output dan incomenya bagi masyarakat dan daerah ini.

Ia mencontohkan disuatu wilayah yang memiliki sebuah aplikasi e-commerce maka penggunaannya bermanfaat langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat karena membantu masyarakat dalam jual beli hasil produksinya.

” Buatlah inovasi yang tidak biasa. Inputnya bagus, outputnya bagus tapi incomenya juga harus bagus. Misalnya di suatu wilayah bisa buat sebuah aplikasi e-commerce untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena mempermudah dalam proses jual beli komoditas milik masyarakat,” ungkapnya memberi motivasi.

Lanjut Jermi, perlu juga mengubah kebiasaan lama jika itu untuk menghasilkan sesuatu yang baru dan bermanfaat. Termasuk tata cara mentransfer pengetahuan sehingga setiap orang punya kemampuan dan skill yang berbeda namun berkontribusi terhadap penyelesaian suatu masalah.

“Rubah kebiasaan lama kita, menemukan masalahnya. Rubah juga cara kita mentransfer pengetahuan. Agar setiap tahun kita punya satu skill. Orang yang dilatih harus bisa menjadi pelatih. Itu tanda sebuah program pelatihan dikatakan berhasil,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi, Informatika , Statistik dan Persandian Kabupaten Rote Ndao Drs. Welhelmus Mooy, M.Si menambahkan Indeks SPBE Kabupaten Rote Ndao mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Ia menjelaskan sejauh ini sudah ada aplikasi yang diterapkan tapi masih berdiri sendiri di beberapa OPD. Sehingga perlu ada pemusatan pada satu wadah agar lebih tertata dan mudah untuk diakses.

” Pelatihan ini pasti akan menghasilkan aplikasi dari OPD masing-masing. Indeks SPBE kita terus meningkat. Sudah ada aplikasi di beberapa OPD tapi Masi berdiri sendiri. Semuanya harus terpusat. Jadi bicara tentang SPBE kita berharap setiap kita punya kreasi dan inovasi setelah kegiatan ini,” harapnya.(Bidkom-DKISP)

Comments are closed.