Peserta PKN Tingkat II Tahun 2026 asal Kabupaten Rote Ndao Anthonius F. D. Banepa, SE, bersama pimpinan perangkat daerah terkait dalam rapat kerja penyelarasan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).

Proyek Perubahan PKN II Rote Ndao Bertema Pengentasan Kemiskinan Selaraskan Data Tenaga Kerja Desil Satu dan Dua

Proyek Perubahan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 asal Pemkab Rote Ndao, Anthonius F. D. Banepa, SE, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, dengan topik pengentasan kemiskinan lewat pemberdayaan tenaga kerja lokal terus diimplementasikan melalui rapat kerja penyelarasan dan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).

Langkah ini guna optimalisasi data kelompok sasaran pengentasan kemiskinan dengan data tenaga kerja lokal sebagai dasar pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah.

Peserta PKN Tingkat II Tahun 2026 asal Kabupaten Rote Ndao Anthonius F. D. Banepa, SE, bersama pimpinan perangkat daerah terkait dalam rapat kerja penyelarasan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).
Peserta PKN Tingkat II Tahun 2026 asal Kabupaten Rote Ndao Anthonius F. D. Banepa, SE, bersama pimpinan perangkat daerah terkait dalam rapat kerja penyelarasan optimalisasi data yang digelar di Aula Baperrida Kabupaten Rote Ndao, Rabu (3/6/2026).

Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, yakni Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperrida), Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Transnaker), serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Baperrida Kabupaten Rote Ndao Maraden A. Patola, ST., M.Sc., Kepala Dinas Transnaker Albeniaftes Siokain, S.STP., M.Si., dan Kepala Bagian PBJ Joni Adu, ST.

Peserta PKN, Anthonius Banepa menjelaskan bahwa sinkronisasi data tenaga kerja kelompok Desil Satu dan Desil Dua dilakukan secara by name by address guna memastikan sasaran program tepat dan terukur. Ia menegaskan bahwa minimal 10 persen tenaga kerja pada pekerjaan fisik tahun 2026 diharapkan berasal dari kelompok masyarakat Desil Satu dan Desil Dua. Untuk itu, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat kerja bersama para kontraktor guna memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan optimal.

“Sinkronisasi data ini menjadi langkah penting agar masyarakat kelompok Desil Satu dapat memperoleh akses pekerjaan pada berbagai proyek pembangunan daerah. Data yang dimiliki masing-masing perangkat daerah harus saling terhubung dan disesuaikan dengan kebutuhan serta jenis pekerjaan yang tersedia,” ujar Anthonius Banepa.

Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Baperrida, Dinas Transnaker dan Bagian PBJ.
Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait seperti Baperrida, Dinas Transnaker dan Bagian PBJ.

Melalui proyek perubahan bertema “Strategi Pengentasan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal di Kabupaten Rote Ndao”, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Hoholok sebagai sarana pendukung. Aplikasi tersebut akan mengakomodasi tenaga kerja yang berasal dari kelompok Desil Satu dan Desil Dua yang telah terdata untuk terlibat dalam berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur. *(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Tags: No tags