18 Siswa/i SD Tampil di Lomba Bertutur Cerita Rakyat Malam ke-27 Semarak HUT Rote Ndao ke-24 Tahun 2026.

18 Siswa/i SD Tampil Bertutur Cerita Rakyat di Malam ke-27 Semarak HUT Rote Ndao

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 terus berlangsung meriah. Memasuki malam ke-27, rangkaian kegiatan diisi dengan Lomba Bertutur Cerita Rakyat yang melibatkan siswa/siswi tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Rote Ndao.

Lomba ini diikuti oleh peserta dari 18 Sekolah Dasar, dengan total sebanyak 75 peserta yang dijadwalkan tampil selama tiga hari pelaksanaan, mulai tanggal 26 hingga 29 April 2026. Lomba ini menjadi salah satu ajang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengasah kemampuan literasi dan kepercayaan diri anak-anak sejak dini.

18 Siswa/i SD Tampil di Lomba Bertutur Cerita Rakyat Malam ke-27 Semarak HUT Rote Ndao ke-24 Tahun 2026.
18 Siswa/i SD Tampil di Lomba Bertutur Cerita Rakyat Malam ke-27 Semarak HUT Rote Ndao ke-24 Tahun 2026.

Pada hari kedua pelaksanaan, Senin (27/04/2026) malam, sebanyak 18 peserta tampil memukau di hadapan dewan juri dan masyarakat yang hadir. Para peserta membawakan cerita rakyat khas Rote Ndao berjudul “Babala Oli” dengan penuh penghayatan dan ekspresi yang menarik.

Setiap peserta diberikan waktu selama 15 menit untuk bertutur. Dalam penampilannya, para siswa menunjukkan kemampuan bercerita yang tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi juga penguasaan emosi, intonasi, serta gerak tubuh yang mendukung alur cerita.

Dewan juri dalam lomba ini melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek, di antaranya penguasaan materi, teknik atau cara bercerita, kemampuan atau keterampilan, penampilan, serta ketepatan waktu.

Tiga hari pelaksanaan Lomba Bertutur Cerita Rakyat, mulai tanggal 26 hingga 29 April 2026.
Tiga hari pelaksanaan Lomba Bertutur Cerita Rakyat, mulai tanggal 26 hingga 29 April 2026.

Panitia pelaksana telah menyiapkan hadiah berupa piagam penghargaan, piala, dan uang pembinaan bagi lima penutur terbaik. Sementara itu, peserta yang meraih juara pertama akan mewakili Kabupaten Rote Ndao untuk mengikuti lomba bertutur di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mengenal dan mencintai cerita rakyat daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan. Selain itu, lomba ini juga menjadi wadah positif untuk menumbuhkan bakat serta kreativitas anak-anak di bidang seni bertutur.*(Tim DKISP Rote Ndao_Perpusap)

Tags: No tags