Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao

Bupati Rote Ndao Audiensi dengan Wamensos, Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Lahan 17,6 Hektare

Jakarta – Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, di Ruang Rapat Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, (Kamis, 1/10/2026).

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulus Henuk menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak di Kabupaten Rote Ndao.

“Bagi saya, pendidikan adalah salah satu fondasi utama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak Rote Ndao. Karena itu, kami terus berupaya membuka akses terhadap berbagai program pemerintah pusat yang dapat mendukung peningkatan kualitas SDM sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Paulus Henuk.

Dalam audiensi tersebut, selain permohonan pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati juga menyampaikan sejumlah kebutuhan dan potensi program Kementerian Sosial yang dapat diakses dan dikembangkan di Kabupaten Rote Ndao. Hal ini diharapkan dapat memperkuat upaya Pemkab dalam menghadirkan perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kesempatan yang lebih luas bagi keluarga dan anak-anak di Nusa Lontar.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Bupati Mempawah Erlina dan Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, yang sama-sama mengajukan pembangunan Sekolah Rakyat di daerahnya.

Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao
Audiensi tersebut dilakukan untuk menyampaikan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat Ita Esa di Kabupaten Rote Ndao

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyambut baik usulan ketiga daerah tersebut dan menyatakan siap mengawal langsung prosesnya agar segera terealisasi. Wamensos menekankan ketersediaan lahan menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Mulai dari sertifikatnya, konturnya landai, airnya, sumber airnya bagus. Terus kemudian listriknya juga oke. Termasuk jalan masuk untuk ke sekolah itu juga besar karena untuk pembangunan,” jelas Agus.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa Pemkab Rote Ndao kini telah menyiapkan lahan yang lebih luas dari pengajuan sebelumnya.

“Kita punya sekarang yang tersedia lahannya itu 17,6 hektare. Kami punya lahan ini, kami serahkan semua. Sisanya itu kita bikin integrated farming,” ungkap Paulus.

Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak
Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak

Diketahui, Kabupaten Rote Ndao sebelumnya telah mengajukan lahan Sekolah Rakyat pada tahun 2026, namun dinilai belum mencukupi. Melalui pengajuan lahan baru seluas 17,6 hektare ini, Pemkab berharap pembangunan dapat segera terealisasi.

Melalui program Sekolah Rakyat, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memastikan anak-anak dari keluarga miskin memperoleh akses pendidikan yang layak, sementara orang tua mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Wakil Bupati Rote Ndao Buka Kejurda Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I memperebutkan piala Bupati Rote Ndao pertama tahun 2026 di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Jumat (02/10) siang.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I
Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Ketua Panitia, Daniel W. Nalle,S.Pt, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam laporannya menyampaikan ajang Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I ini merupakan ajang untuk menjaring bibit generasi muda yang mempunyai minat dan bakat serta membuka ruang bagi penggemar otomotif maupun pembalap lokal untuk menunjukan kemampuan dan aksinya.

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan membuka kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup Im

Peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I saat dilepas dari garis start sirkuit
Peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I saat dilepas dari garis start sirkuit

Wakil Bupati Rote Ndao, Apremoi Dudelusy Dethan dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I ini. Wakil Bupati Rote Ndao menyebut kegiatan ini sebagai sarana penyalur kreativitas anak muda yang mempunyai hobi balap. Diharapkan agar melalui event ini dapat melahirkan pembalap muda yang berprestasi di tingkat lokal maupun nasional.

Suasana pembukaan kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I
Suasana pembukaan kegiatan pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Open Grastrack Bupati Rote Ndao Cup I

Hadir bersama dalam kegiatan ini, Simson Polin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, AKBP. Henry Eko Irawan,S.I.K, Kapolres Rote Ndao Denison Moy, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao,Anthonius F.Banepa, S.E Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Sokan Teibang, Sekretaris Ikatan Motor Indonesia, Mariana J.B.B Sirah, S.Th, Ketua Majelis Klasis Lobalain, Capt. Mesak Bailao, .A.Md, M.Mar, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao asal Partai Gelora, Absalom Polin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao asal Partai Solidaritas Indonesia, Official, Manager dan Tim, Sponsor, Kepala Perangkat Daerah dan sejumlah hadirin. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

Bupati Rote Ndao Temui Menteri KKP, Bahas Percepatan K-SIGN dan Pengembangan Kampung Nelayan

Jakarta, 28 September 2026 – Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).
Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin (28/9/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas progres pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini sedang berlangsung. Bupati menyampaikan perkembangan pekerjaan di lapangan serta sejumlah hal strategis yang perlu dikawal bersama agar pembangunan K-SIGN dapat terus berjalan dan diselesaikan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan dan penyelesaian K-SIGN sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain progres fisik, kedua pihak juga membahas penyelesaian persoalan lahan serta berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Dilakukan klarifikasi agar informasi yang beredar dapat dipahami secara tepat berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan.

“Kami sepakat bahwa komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak menjadi kunci dalam menyelesaikan setiap persoalan yang masih ada,” ujar Bupati.

Bupati juga mengungkapkan adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin menggagalkan pembangunan K-SIGN di Rote Ndao dengan menyampaikan berita bohong melalui surat-surat kepada Menteri.

Suasana saat Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Suasana saat Bupati Rote Ndao bertemu dan berdiskusi langsung dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kami sepakat untuk melawan setiap oknum yang berniat jahat agar pembangunan di Rote Ndao tidak terjadi, termasuk upaya menggagalkan PSN di Rote Ndao. Saya ingatkan, karena syahwat politik busuk yang tidak tertahan lalu mau menggagalkan pembangunan di Rote Ndao. Pada waktunya semua akan terbongkar. Stop politisasi dan siapkan diri bertarung ide dan gagasan, bukan melakukan pembusukan di belakang dengan mengorbankan pembangunan,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu juga dibahas penguatan koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mendukung percepatan pembangunan K-SIGN.

Terkait pengembangan kampung nelayan, Menteri KKP memberikan arahan agar konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi Kampung Lautra. Arahan tersebut akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya membangun kawasan pesisir yang lebih tertata, memperkuat aktivitas masyarakat nelayan, serta membuka ruang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.

Bupati menyampaikan rasa syukur atas progres kampung nelayan. Dari 7 lokasi yang diajukan Pemkab Rote Ndao, 2 lokasi akan segera dikerjakan, yakni di Papela dan Oenggae. Sementara 5 lokasi lainnya akan dikerjakan secara bertahap.

Usai bertemu Menteri KKP, Bupati melanjutkan agenda dengan bertemu Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat. Pertemuan ini membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

Bupati saat bertemu dengan Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.
Bupati saat bertemu dengan Bapak Susanto, salah satu investor di Jakarta Barat membahas peluang kerja sama dan investasi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Rote Ndao.

“Kita terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, dengan harapan investasi yang hadir dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan peluang bagi masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Rote Ndao,” tutup Bupati. (PPID Utama_DKSIP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao Buka Pelatihan Inkubator Bisnis 

Dalam rangka mendukung program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, sebagaimana tertuang dalam Dasa Cita Gubernur Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan pelatihan Inkubator Bisnis Tahun 2026 bagi pengembangan pemuda berusia 16 sampai dengan 30 tahun se- Kabupaten Rote Ndao bertempat di Aula Hotel Ricky, kelurahan Namodale-Ba’a, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao saat membuka Buka Pelatihan Inkubator Bisnis 
PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao saat membuka Buka Pelatihan Inkubator Bisnis

Laporan Ketua Panitia, Matius Ngadu Oli,SE,M.Hum, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Provinsi Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai proses pembinaan, pendampingan dan pengembangan yang diberikan oleh inkubator bisnis kepada peserta inkubasi.

Disini para peserta dibekali dengan pengetahuan, ketrampilan dan pengetahuan hingga akses jejaring usaha dan kemungkinan kemitraan. Saya berharap bahwa setelah mengikuti kegiatab ini, para pemuda kita tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi justru menjadi pencipta lapangan kerja.

PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao foto bersama peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 
PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao foto bersama peserta Pelatihan Inkubator Bisnis

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel W. Nalle,S.Pt menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang telah menggagas kegiatan ini, dimana inkubator bisnis ini bukan hanya pelatihan semata tetapi adalah awal dari perjalanan yang nyata menuju kemandirian ekonomi pemuda.

Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis 
Foto bersama PJ. Sekda Kabupaten Rote Ndao dengan peserta Pelatihan Inkubator Bisnis

Untuk diketahui, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep dasar pengelolaan usaha dan terbentuknya hubungan dan jaringan yang kuat antar peserta dari berbagai daerah, yang dapat memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari terhitung tanggal 25 sampai dengan 28 September 2026 mendatang. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Pemkab Rote Ndao Dorong Langkah Nyata Menuju 100 Persen Energi Terbarukan

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong langkah konkret menuju pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan. Hal ini kembali ditegaskan dalam kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).
Suasana kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050, yang digelar di Aula Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan dibuka oleh Kepala Bapperida Kabupaten Rote Ndao, Maraden Patola, dan merupakan tindak lanjut dari kegiatan audiensi Program NTT NZE 2050 serta inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100 Persen Energi Terbarukan yang sebelumnya dilaksanakan di Aula Kopdit Sehati Ba’a.

Dalam kesempatan tersebut, Maraden Patola menyampaikan harapan agar Rote Ndao dapat mewujudkan penggunaan energi terbarukan secara penuh.

“Harapan besar kita, Rote Ndao bisa bebas 100 persen energi terbarukan. Ke depan, langkah-langkah kecil seperti kegiatan hari ini diharapkan bisa membawa perubahan besar,” ujarnya.

Ia menilai proses menuju energi bersih membutuhkan langkah yang dilakukan secara bertahap, konsisten dan melibatkan berbagai pihak.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan CIS Timor Indonesia dengan dukungan Institute for Essential Services Reform (IESR) sebagai bagian dari Program NTT NZE 2050. Agenda utama berupa pemetaan pemangku kepentingan dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten untuk melihat peran, pengaruh dan kepentingan masing-masing pihak dalam mendukung keberlanjutan program.

Jhon  Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Jhon Subang perwakilan CIS Timor saat memberikan penjelasan pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Perwakilan CIS Timor, Jhon Subang, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program tersebut, pihak IESR telah menggandeng sejumlah mitra dan melakukan kunjungan lapangan ke sembilan lokasi.

Menurutnya, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk berbagai persoalan dan kerusakan yang ditemukan, sekaligus mengidentifikasi langkah yang perlu menjadi prioritas.

“Beberapa mitra sudah digandeng oleh IESR. Kami juga sudah turun ke sembilan lokasi untuk melihat kondisi dan kerusakan yang ada. Sekarang yang penting adalah bagaimana sistem ini bisa berkelanjutan setelah berjalan dan mana yang menjadi prioritas,” jelas Jhon.

 

Ia menambahkan, keberlanjutan program energi terbarukan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan kolaborasi, kelembagaan dan keterlibatan masyarakat serta pemerintah daerah.

Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050
Foto bersama pada kegiatan Stakeholder Mapping Program NTT Net-Zero Emission (NZE) 2050

Langkah ini sejalan dengan kajian IESR yang menunjukkan bahwa Pulau Timor memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan listriknya dari energi terbarukan, dengan energi surya sebagai salah satu sumber utama. IESR juga menekankan pentingnya penguatan jaringan, penyimpanan energi dan keterlibatan masyarakat agar transisi energi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui stakeholder mapping ini, diharapkan terbentuk pemahaman bersama mengenai peran masing-masing pihak sekaligus tersusun prioritas langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung Rote Ndao 100

Persen Energi Terbarukan sebagai bagian dari upaya menuju NTT Net-Zero Emission 2050. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026

Rakortek Regional di Semarang, Kolaborasi Pemerintah Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Hal ini menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 yang berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, 21–23 September 2026.

Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026
Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Teknis mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026

Kegiatan ini turut diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui perangkat daerah terkait, yakni Dinas P3AP2KB, Bapperida dan Dinas Kesehatan, melalui Zoom Meeting. Untuk peserta dari Rote Ndao, kegiatan diikuti dari Ruang TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya dengan komitmen, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama yang nyata antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Kinerja bapak dan ibu dipertaruhkan untuk anak-anak kita. Tidak perlu hanya komitmen, harus ada kolaborasi,” tegas Ahmad Luthfi.

Suasana Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.
Suasana Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

Sementara itu, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil Presiden, Eddy Cahyono Sugiarto, menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dalam menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan.

Menurutnya, komitmen tersebut harus diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyasar langsung kelompok sasaran. Pada 2025–2026 tidak dilakukan SSGI, sehingga kinerja akan diukur melalui capaian output dari setiap intervensi prioritas.

Karena itu, seluruh kelompok sasaran perlu dipastikan memperoleh intervensi yang dibutuhkan dengan kualitas yang baik. Upaya ini membutuhkan keterlibatan seluruh OPD, perguruan tinggi, mitra pembangunan, dunia usaha, dan lembaga masyarakat sipil.

Foto bersama usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.
Foto bersama usai mengikuti Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Tahun 2026 melalui zoom meeting di Ruang Rapat TBUPP Kantor Bupati Rote Ndao.

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkontribusi menurunkan angka stunting. Semoga ini berguna bagi seluruh anak di Indonesia,” ujar Eddy.

Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, keikutsertaan dalam Rakortek ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam memastikan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah berjalan secara terpadu dan tepat sasaran. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

WhatsApp Image 2026-09-18 at 16.50.23 (1)

Semarak Harhubnas 2026 di Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Bangun Budaya Keselamatan Transportasi

Rote Ndao – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2026 melalui kegiatan Jalan Sehat dan Kampanye Keselamatan Transportasi, Jumat (18/9/2026). Mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”, kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan melibatkan jajaran pemerintah daerah, insan perhubungan, instansi vertikal, BUMN/BUMD, mitra kerja, serta masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga bersama, tetapi juga membawa pesan penting mengenai keselamatan dalam berlalu lintas dan menggunakan transportasi.

Bupati Rote Ndao Menyampaikan Sambutan dalam Kegiatan Jalan Sehat dan Kampanye Keselamatan Transportasi

“Hari ini kita tidak hanya berjalan bersama untuk menjaga kesehatan, tetapi juga membawa pesan yang jauh lebih besar, yakni membangun budaya keselamatan dalam berlalu lintas dan menggunakan transportasi,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan membangun kebiasaan bertransportasi yang aman, disiplin, dan saling menghargai.
“Kita harus membangun kebiasaan bertransportasi yang aman, disiplin, dan saling menghargai,” lanjut Bupati.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dengan membangun budaya keselamatan sejak dari keluarga.
“Budaya keselamatan juga perlu dibangun sejak dari keluarga dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai bentuk tanggung jawab dan bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” ungkapnya.

Bupati kemudian mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan tertib, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya berpesan agar senantiasa berhati-hati, menjaga ketertiban, serta tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang rute yang dilewati,” pesan Bupati.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati Paulus Henuk selanjutnya melepas peserta Jalan Sehat sebagai tanda dimulainya kegiatan.
Setelah pelepasan peserta, kegiatan dilanjutkan dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, Hangry Mooy, SH., M.Hum.
Dalam laporannya, Hangry Mooy menyampaikan bahwa kegiatan Jalan Sehat merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harhubnas Tahun 2026 yang bertujuan membangun kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan kesadaran terhadap keamanan serta keselamatan transportasi.
Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sejumlah mitra dan sponsor turut berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan, baik melalui dukungan dana maupun tiket. Dukungan tersebut antara lain berasal dari UPBU D.C. Saudale Rote, UPP Ba’a, Dinas Perhubungan, PT Nindya Karya, Bahari Express, Lion Parcel, Susi Air, ASDP, Tujuh Jaya, PT Queen/Ekspedisi, Keagenan TMM, PBM SBM, Garda Maritim, NN, NSS, TND, Bank Mandiri, dan Qinara Cell.
Peserta kemudian mengikuti Jalan Sehat sesuai rute yang telah ditentukan. Kegiatan semakin meriah dengan pembagian doorprize bagi peserta. Hadiah diberikan melalui mekanisme yang telah disiapkan panitia dan diserahkan oleh pejabat yang hadir, mitra kerja, serta para sponsor.
Melalui peringatan Harhubnas Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap semangat membangun konektivitas transportasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan, ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan transportasi.
Semangat “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” diharapkan tidak hanya menjadi tema peringatan, tetapi juga menjadi semangat bersama untuk mewujudkan transportasi yang semakin aman, tertib, nyaman, dan mendukung mobilitas masyarakat serta pembangunan Kabupaten Rote Ndao.*(PPID Utama_DKISP Rote Ndao)

Foto bersama Pj. Sekda Kab. Rote Ndao , Manager Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan dan perwakilan NGO beserta peserta kegiatan

Pemkab Rote Ndao Dorong Energi Bersih Harus Jawab Kebutuhan Nyata Masyarakat 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan komitmennya untuk mendorong transisi menuju 100% Energi Terbarukan melalui kegiatan Audiensi Tindak Lanjut Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan, yang digelar di Aula Kopdit Sehati Ba’a, Selasa (15/09/2026). 

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang di inisiasi langsung oleh Tim Program NTT Net-Zero Emmisions dengan menghadirkan beberapa kepala OPD terkait dan beberapa NGO yang ada di Kab. Rote Ndao.

Pj. Sekda Kab. Rote Ndao saat membuka kegiatan Audiemsi Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan
Pj. Sekda Kab. Rote Ndao saat membuka kegiatan Audiensi Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan

Dalam sambutan Bupati Rote Ndao yang dibacakan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel W. Nalle, menekankan bahwa transisi energi tidak sekadar soal teknologi, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam audiensi tersebut, ada dua fokus utama yang dibahas. Pertama, asesmen terhadapa fasilitas PLTS-Desalinasi yang saat ini tidak beroperasi di Rote Ndao. Bupati menekankan pemulihan tidak boleh berhenti pada penggantian peralatan saja.

“Keputusan pemulihan tidak boleh berhenti pada penggantian peralatan,” ujarnya.

Ia meminta dilakukan asesmen menyeluruh meliputi kondisi teknis, status aset, kewenangan, operator, pembiayaan, penerima manfaat, serta biaya operasi dan pemeliharaan. Model pengelolaan harus disepakati sebelum fasilitas dioperasikan kembali, termasuk kejelasan pemilik aset, operator, pembiayaan rutin, dan pengawasan kualitas air.

Fokus kedua adalah inisiasi penyusunan Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan. Bupati menegaskan angka 100 persen harus diterjemahkan ke dalam tahapan yang realistis, terukur, dan sesuai kewenangan. Peta jalan tersebut harus memuat kondisi awal sistem energi, proyeksi kebutuhan, potensi energi terbarukan, prioritas sektor, daftar proyek, kebutuhan jaringan, pilihan pembiayaan, serta indikator pencapaian.

Peserta kegiatan Audiemsi Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan
Peserta kegiatan Audiemsi Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan

Bupati juga mengaitkan energi bersih dengan penggerak ekonomi daerah. Energi terbarukan diharapkan mendukung penyediaan air bersih, pertanian terintegrasi, pengolahan hasil, rantai dingin perikanan, produksi garam, rumput laut, UMKM, pariwisata, sekolah, fasilitas kesehatan hingga pelayanan di pulau-pulau kecil.

Untuk itu, Bupati meminta Bapperida menjadi focal point koordinasi awal dan memimpin penyusunan matriks tindak lanjut bersama perangkat daerah dan mitra IESR melalui program NTT NZE 2050.

“Energi bersih harus membantu menyediakan air, menggerakkan kegiatan produktif, memperkuat ketahanan pangan, menurunkan beban masyarakat, dan meningkatkan kemampuan daerah menghadapi perubahan iklim. Semoga pertemuan ini memberi dasar yang kuat bagi pemulihan pelayanan air bersih dan pengembangan energi terbarukan yang mendukung kesejahteraan masyarakat Rote Ndao,” tutup sambutan Bupati yang dibacakan Pj Sekda Daniel W. Nalle.

Foto bersama Pj. Sekda Kab. Rote Ndao , Manager Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan Inisiasi Peta Jalan Rote Ndao 100% Energi Terbarukan dan perwakilan NGO beserta peserta kegiatan
Foto bersama Pj. Sekda Kab. Rote Ndao , Manager Program NTT Net-Zero Emissions (NZE) 2050 dan perwakilan NGO beserta peserta kegiatan

Sementara itu Program Manager NTT NZE 2050 dari IESR Muhammad Maghribul Falah dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pemodelan di Bali dan Timor telah berhasil memetakan kebutuhan energi hingga 2050. Model serupa akan diterapkan di Rote Ndao dengan menyesuaikan karakteristik kepulauan, potensi garam, rumput laut, dan perikanan.

Dengan adanya peta jalan ini, diharapkan transisi energi di Rote Ndao mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

Keranda jenasah Willi Mbuik saat di bawah ke tempat peristirahatan terakahir.

Pemkab Rote Ndao Antar Kepergian Wili Mbuik, Putri Rote yang Gugur Mengabdi di Papua

Tangis haru dan suasana duka menyelimuti prosesi penghormatan terakhir bagi Willi Mbuik, S.P., putri Rote Ndao yang gugur saat menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Minggu (14/09).

Keranda jenasah Willi Mbuik saat di bawah ke tempat peristirahatan terakahir.
Keranda jenasah Willi Mbuik saat di bawah ke tempat peristirahatan terakahir.

Jajaran ASN Pemerintah Kabupaten Rote Ndao turut mengantar kepergian almarhumah Wili Mbuik melalui upacara kedinasan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian putri daerah yang telah mengabdikan ilmu dan tenaganya bagi masyarakat di tanah Papua.

Upacara penghormatan tersebut dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Daniel Welhelmus Nalle, dan dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT Noldy Hosea Pellokila, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Adi E. Mandala, Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, perwakilan Kodim 1627/Rote Ndao, perwakilan Lanal Pulau Rote, Para Pimpinan Perangkat Daerah, ASN Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, serta keluarga dan masyarakat yang hadir memberikan penghormatan terakhir.

ASN Rote Ndao Mengantar Putri Daerah ke Peristirahatan Terakhir

ASN Kab. Rote Ndao saat mengantarkan Almh. Willi Mbuik ke peristirahatan yang terkahir.
ASN Kab. Rote Ndao saat mengantarkan Almh. Willi Mbuik ke peristirahatan yang terkahir.

Almarhumah Willi Mbuik lahir di Mbaoen pada 29 November 2001. Ia meninggal dunia di Wamena pada 9 September 2026 dalam usia yang masih sangat muda.

Jenazahnya kemudian dimakamkan pada Minggu, 13 September 2026, melalui ibadah penguburan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat GMIT Elim Mbaoen Klasis Rote Barat Laut, Pdt. Lea R.P Suki-Dolpali, STh

Bagi jajaran ASN Kabupaten Rote Ndao, kepergian Wili bukan sekadar kehilangan seorang putri daerah. Ia adalah bagian dari keluarga besar aparatur negara yang telah memilih jalan pengabdian, bahkan harus mempertaruhkan nyawa ketika menjalankan tugas di wilayah yang memiliki risiko keamanan tinggi.

Pj. Sekda Kab. Rote Ndao dan jajaran ASN saat memberikan penghormatan terakhir.
Pj. Sekda Kab. Rote Ndao dan jajaran ASN saat memberikan penghormatan terakhir.

Kehadiran jajaran ASN dalam upacara kedinasan menjadi simbol bahwa pengabdian seorang ASN tidak berhenti ketika tugasnya berakhir, tetapi akan terus dikenang oleh institusi dan masyarakat yang ditinggalkannya.

Wili bersama dua rekan kerjanya, Aprida Rapi dan drh. Alfonsius Albinus Mehan, gugur ketika menjalankan pelayanan publik di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. Ketiganya tengah melaksanakan tugas penyaluran bantuan ketahanan pangan bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Putri Mbaoen yang Mengabdi Jauh dari Kampung Halaman

Penghormatan terkahir oleh Ayah dan keluarga Almh. Willi Mbuik.
Penghormatan terkahir oleh Ayah dan keluarga Almh. Willi Mbuik.

Wili merupakan lulusan Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana dan penerima beasiswa Bidikmisi. Dari tanah Rote, ia menempuh pendidikan hingga meraih gelar sarjana dan kemudian memilih mengabdikan ilmunya untuk masyarakat.

Jalan pengabdiannya membawanya jauh dari kampung halaman, hingga ke Papua Pegunungan. Ia pergi bukan membawa senjata, tetapi membawa tugas negara, ilmu pengetahuan, dan misi pelayanan kepada masyarakat. Namun, perjalanan pengabdian itu berakhir tragis.

Kepergian Wili meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Rote Ndao, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, serta seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Keluarga Minta Jaminan Keselamatan

Dalam suasana duka tersebut, keluarga menyatakan telah dengan hati penuh haru merelakan kepergian almarhumah Wili Mbuik.

Namun, dari mimbar duka, keluarga juga menyampaikan harapan sekaligus tuntutan agar pemerintah memberikan jaminan keamanan nyata bagi warga NTT lainnya yang masih berada di wilayah konflik.

Keluarga berharap Wili menjadi korban terakhir dari peristiwa tragis tersebut. Pemerintah dan aparat keamanan diminta mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi atau memberikan perlindungan maksimal kepada warga NTT yang masih berada di daerah berisiko.

“Mengenang Wili Berarti Menuntut Jaminan Keselamatan”

Wakil Gubernur NTT saat memberikan penguatan pada acara pemakaman almh. Willi Mbuik
Wakil Gubernur NTT saat memberikan penguatan pada acara pemakaman almh. Willi Mbuik

Dalam prosesi pemakaman, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa gugurnya Wili harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat keamanan untuk memastikan keselamatan warga sipil maupun para abdi negara yang menjalankan tugas di wilayah berisiko tinggi.

“Mengenang Wili berarti menuntut jaminan keselamatan bagi setiap manusia yang melangkahkan kaki ke pelosok negeri demi memajukan peradaban.”

Pemerintah Provinsi NTT juga menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah terbaik demi memastikan keselamatan warga NTT yang masih berada di Jayawijaya dan menghadapi ancaman di wilayah konflik.

 

Hari itu, Rote Ndao tidak hanya menguburkan seorang putri daerah. Rote Ndao mengantar seorang ASN muda yang gugur dalam pengabdian.

Dari Mbaoen, langkah kecil seorang putri Rote pernah membawa harapan jauh hingga ke tanah Papua. Kini ia telah kembali ke tanah kelahirannya untuk beristirahat dalam

Wakil Gubernur NTT saat memberikan penghormatan terakhir pada Almh. Willi Mbuik.
Wakil Gubernur NTT saat memberikan penghormatan terakhir pada Almh. Willi Mbuik.

Selamat jalan, Nona Wili Mbuik.

Pengabdianmu tidak akan pernah sia-sia. Namamu akan tetap dikenang sebagai putri Rote Ndao yang memilih mengabdi jauh dari tanah kelahiran, hingga akhir hayatnya. (PPID Utama_DKISP Kabupaten Rote Ndao)

20260913_162305

Monev Infrastruktur, Bupati Rote Ndao Pastikan Pembangunan Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap sejumlah kegiatan fisik konstruksi di wilayah Kabupaten Rote Ndao, Kamis (10/9/2026).

Bupati melakukan Monev di Bendung Ingupapan Desa Nusakdale Kecamanan Pantai Baru
Bupati melakukan Monev Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Ingupapan, desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam Monev adalah Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Ingupapan, desa Nusakdale Kecamatan Pantai Baru yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2024.

Hasil di lapangan menunjukkan keberadaan Bendung dan saluran Irigasi D.I Ingupapan  memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani. Dengan tersedianya dukungan pengairan dari bendung dan saluran irigasi tersebut, petani kini dapat mengolah lahan hingga dua musim tanam, sehingga turut meningkatkan hasil pertanian dan produktivitas masyarakat.

Monev kemudian dilanjutkan pada Peningkatan Ruas Jalan Oele–Batulilok (Lapen) di Desa Batulilok, Kecamatan Rote Selatan.

Bupati melakukan Monev di Ruas Jalan Oele–Batulilok (Lapen) di Desa Batulilok, Kecamatan Rote Selatan.
Bupati melakukan Monev di Ruas Jalan Oele–Batulilok (Lapen) di Desa Batulilok, Kecamatan Rote Selatan.

Infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam membuka akses dan memperlancar mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang semakin baik diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar akses masyarakat serta menunjang pelayanan dasar.

Melalui Monev ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memastikan setiap pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memiliki kualitas dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan infrastruktur diharapkan terus memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mendukung sektor pertanian, memperlancar konektivitas maupun membuka peluang ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)