Pertemuan peserta PKA XVI Rote Ndao dengan Kepala Bapelitbangda dalam rangka advokasi inovasi

Lima Inovasi Daerah PKA XVI Resmi Masuk RPJMD Kabupaten Rote Ndao 2025–2030

Langkah Strategis Pemda Dorong Transformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Berbasis Digital

Ba’a, 1 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan komitmen reformasi birokrasi dan akselerasi pelayanan publik berbasis digital melalui pengintegrasian lima aplikasi inovatif ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rote Ndao Tahun 2025–2030. Kelima inovasi daerah tersebut adalah: ESA Office, MAI FALI, HOHOLOK, ASET MALOLE, dan SOI SALAK—hasil Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Rote Ndao, Diana A. Bullu, SE, mengonfirmasi bahwa kelima aplikasi telah dimasukkan secara eksplisit ke dalam rancangan akhir RPJMD, yang saat ini tengah difinalisasi.

“Kelima inovasi digital ini kami tetapkan sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka menengah karena sejalan dengan visi-misi kepala daerah, serta menjawab kebutuhan transformasi sistem pelayanan dan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, akuntabel, dan berbasis data,” ujarnya.

Menurut Diana, pengakuan terhadap inovasi ini tidak semata-mata karena unsur kebaruan, tetapi karena kemampuannya menjawab tantangan konkret di lapangan. Masing-masing aplikasi berkontribusi langsung terhadap prioritas pembangunan, khususnya dalam bidang kesehatan masyarakat, efisiensi administrasi, pengawasan proyek, pengelolaan aset, serta tindak lanjut hasil pengawasan internal.

Ia menambahkan, langkah strategis ini mencerminkan keberanian daerah dalam menempatkan inovasi sebagai instrumen perubahan nyata, termasuk dalam konteks daerah kepulauan seperti Rote Ndao.

“Inovasi bukan monopoli kota besar. Kabupaten seperti Rote Ndao juga mampu melahirkan sistem-sistem cerdas yang relevan dengan konteks lokal. Dengan masuk dalam RPJMD, inovasi ini akan didukung keberlanjutannya melalui perencanaan dan penganggaran resmi daerah,” tegasnya.

Integrasi lima inovasi tersebut diharapkan mendorong efektivitas birokrasi serta memperkuat posisi Kabupaten Rote Ndao dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah dan keikutsertaan aktif pada Innovation Government Award (IGA) tingkat nasional.

UJICOBA LIMA INOVASI PKA XVI ROTE NDAO: PEMERINTAH SIAP MENUJU TATA KELOLA DIGITAL BERBASIS DATA DAN TERINTEGRASI

Ba’a, 30 Juni 2025 – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kembali menunjukkan langkah progresif dalam reformasi birokrasi dengan melaksanakan ujicoba lima inovasi strategis yang digagas oleh peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVI. Ujicoba ini berlangsung di Aula Bapelitbangda dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, para mentor, serta admin dan pengguna aplikasi dari berbagai perangkat daerah.

Lima inovasi tersebut masing-masing digagas oleh pejabat administrator yang saat ini tengah mengikuti PKA, yakni:
1. Refly Therik, SE, Inspektur Pembantu I Inspektorat – penggagas SOI SALAK, aplikasi pemantauan dan pengawasan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan internal dan eksternal secara terintegrasi.
2. Anthenety A. Lapudooh, S.Sos, Sekretaris Dinas Koperindag dan UMKM – penggagas ASET MALOLE, sistem digital untuk manajemen aset barang milik daerah secara tertib dan akuntabel;
3. Maraden A. Patola, ST, M.Sc, Sekretaris pada Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian – penggagas ESA Office, aplikasi digitalisasi tata naskah dinas dan manajemen arsip internal antar perangkat daerah;
4. Sonny Saban, ST, Kabid Sumber Daya Air dan Irigasi Dinas PUPR – penggagas HOHOLOK, aplikasi pengawasan proyek infrastruktur fisik berbasis partisipasi masyarakat dan dokumentasi lapangan real time; dan
5. Sherwin M. R. Ufi, S.KM, MPH, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapelitbangda – penggagas MAI FALI, aplikasi integrasi dan analisis data perencanaan sub bidang kesehatan (termasuk penanganan stunting) untuk mendukung penyusunan program berbasis bukti;

Acara ujicoba ini dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Anton F. Banepa, SE, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas inovasi yang telah digagas. “Lima aplikasi ini tidak hanya mempercepat pelayanan publik, tetapi juga membangun sistem kerja yang efisien, kolaboratif, dan akuntabel. Ini adalah wajah baru birokrasi Rote Ndao yang layak masuk ke dalam sistem perencanaan resmi dan mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah kita,” ujarnya.

Ujicoba melibatkan perangkat teknis dari berbagai instansi, termasuk Bapelitbangda, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Koperindag dan UMKM, Dinas Dukcapil, Dinas KISP, Dinas P3AP2KB, dan Inspektorat. Para peserta diberikan simulasi penggunaan aplikasi sesuai peran masing-masing—mulai dari input data, validasi, hingga pelaporan—sebagai bentuk pelatihan dan evaluasi awal terhadap kesiapan operasional setiap inovasi.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi birokrasi di Kabupaten Rote Ndao tidak hanya wacana, tetapi benar-benar diupayakan secara sistemik oleh aparatur sipil negara yang profesional dan berorientasi hasil. Seluruh inovasi dirancang untuk menjawab kebutuhan riil pelayanan pemerintahan di daerah kepulauan dan perbatasan, serta telah direncanakan untuk diintegrasikan ke dalam dokumen RPJMD Kabupaten Rote Ndao agar keberlanjutannya terjamin.

 

Dengan semangat inovatif ini, Kabupaten Rote Ndao berharap dapat meraih posisi strategis dalam ajang Innovation Government Award (IGA) sekaligus memperkuat budaya kerja yang adaptif dan berdaya saing tinggi.

INFORMASI OPINI BPK RI

INFORMASI CaLK PEMERINTAH DAERAH

INFORMASI NERACA

INFORMASI LAPORAN REALISASI ANGGARAN PPKD

INFORMASI LAPORAN ARUS KAS

Informasi Realisasi Pembiayaan Daerah

Informasi Realisasi Belanja Daerah

Informasi Realisasi Pendapatan Daerah