kkp-kapal-nelayan1

Pemkab Rote Ndao- Kementerian KKP Bantu Dua Kapal Nelayan

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE diwakili Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM menyerahkan bantuan dua unit kapal Fiber kepada kelompok nelayan di Desa Batutua Kecamatan Rote Barat Daya dan Desa Hundihuk Kecamatan Loaholu. Dua kelompok penerima yakni Kelompok KUB Rizki Ilahi Batutua dan KUB Inggutasi Hundihuk. Dua unit Kapal Fiber ini hasil kerjasama Pemkab Rote Ndao dengan Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kekuatan dan Perikanan RI dan penyerahan dilakukan terpusat di Desa Batutua, senin (14/11/22) sore.

Sekda Jonas mengatakan bantuan dua unit kapal fiber untuk nelayan ini harus digunakan sesuai peruntukan. Penggunaannya harus memberikan manfaat bagi peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

” Bagi kelompok yang menerima bantuan ini gunakanlah sesuai peruntukannya untuk mencari ikan. Tidak digunakan untuk mengangkut penumpang dan lainnya,” ungkap Sekda Jonas memgingatkan.

Sekda Jonas juga menyampaikan terimakasih atas dukungan Dirjen Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang telah memproses usulan Pemkab Rote Ndao. Juga kepada Anggota DPR RI Yohanes Fransiskus Lema atas dukungannya sehingga dua unit kapal fiber tersebut telah sampai ke Rote Ndao.

” Kita berterima kasih kepada semua pihak termasuk kepada Anggota DPR RI Pak Yohanes Fransiskus Lema,S.IP, M.Si yang sudah melancarkan bantuan ini sampai ke Rote. Karena pemerintah daerah boleh mengusulkan tetapi yang menyampaikan aspirasi ini di Kementerian sehingga terjawab adalah beliau,” jelas Sekda Jonas.

Penyerahan dua unit kapal fiber ini masing-masing oleh Sekda Jonas kepada Kelompok KUB Rizki Ilahi Batutua dan Kelompok KUB Inggutasi Hundihuk oleh Kapolsek Rote Barat Daya Iptu. Yappi Y. Kokoh.

Kegiatan ini dihadiri pula anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao Denison Mooy dan Yusuf Adoe, Kepala Desa Batutua Papi Narang dan Kepala Desa Hundihuk Yunus Modokh. Jenis kapal yang berikan adalah Fiber 5GT beserta kelengkapan tangkap ikan. (Bidkom-DKISP)

wanita-di-padang-gula1

Eksotika Rote Ndao di film “Wanita Di Padang Gula”

Keindahan budaya dan pariwisata Kabupaten Rote Ndao tak diragukan lagi. Sentuhan eksotikanya telah menarik minat produser film dari rumah produksi Bright Sky Pictures Stefanus Dimas Putra untuk menjadikan Batu Termanu, salah satu spot wisata di Kabupaten Rote Ndao menjadi lokasi utama pembuatan film yang tengah dirilisnya. Sinopsis dalam film ini pun seputar pariwisata dan kebudayaan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Produser Stefanus Dimas Putra mengangkat cerita lokal masyarakat Rote dalam film terbarunya bertajuk ‘ Wanita Di Padang Gula ‘ yang mulai dirilis tanggal 14 November 2022 ini. Dalam rancangannya pembuatan film ini akan berlangsung di Kecamatan Landu Leko, Rote Selatan, Lobalain, Rote Barat serta dengan lokasi utama di spot wisata Batu Termanu Kecamatan Rote Tengah.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE menyambut baik kehadiran Bright Sky Pictures dalam ilmunya Wanita Di Padang Gula ketika melakukan pengguntingan pita, kamis (10/11/22) untuk melaunching dimulainya pembuatan film ini. Pemda Rote Ndao, jelas Bupati Paulina, memberikan dukungan dalam hal perizinan lokasi serta akses terhadap suksesnya penyuntingan film bermuatan kebudayaan lokal Rote Ndao ini. Ia secara khusus menyampaikan terimakasih kepada keluarga pemilik lahan yang bersedia menerima kru Bright Sky Pictures dalam pembuatan film dimaksud.

” Terimakasih kepada Bapak David Keluanan dan semua keluarga sudah menerima dan bersedia meminjamkan lahannya untuk pembuatan film Wanita Di Padang Gula ini,” ungkap Bupati Paulina.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek,ST, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yesy Dae Pany, pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao serta produser film Bright Sky Pictures Stefanus Dimas Putra. Kru yang terlibat dalam pembuatan film ini berjumlah sekitar 150-an orang termasuk para pemeran film.
Bupati Paulina meyakini pemilihan Kabupaten Rote Ndao sebagai lokasi pembuatan film ini akan mengangkat citra Rote Ndao dan semakin mengenalkan daerah ini sebagai tujuan wisata terbaik sehingga terus menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung ke kabupaten Rote Ndao.

” Saya yakin bahwa dampak positif dari ini adalah bahwa Kabupaten Rote Ndao akan terus dikenal dan mampu memotivasi wisatawan baik dalam negeri maupun manca negara untuk berkunjung ke Rote Ndao. Terimakasih untuk rumah produksi Bright Sky Pictures telah memilih Rote Ndao sebagai tempat pembuatan film ini,” ungkap Bupati Paulina.

Bupati Paulina menghimbau masyarakat di sekitar lokasi pembuatan film untuk turut membantu memfasilitasi produser dan para kru demi kelancaran penyuntingan film dimaksud. Juga pihak rumah produksi Bright Sky Pictures agar dapat melibatkan masyarakat sekitar demi suksesnya rangkaian kegiatan ini.

Produser film Stefanus Dimas Putra mengatakan pembuatan film Wanita Di Padang Gula akan berlangsung selama satu bulan sejak 14 November sampai 21 Desember 2022. Berlangsung di beberapa titik dengan lokasi utama di Batu Termanu. Film mengangkat kisah tentang seorang ibu yang memperjuangkan keadilan atas kekerasan seksual terhadap kedua anak perempuannya. Bersamaan dengan itu, film ini juga memperkenalkan eksotisnya alam dan budaya Rote Ndao.(Bidkom-DKISP)

alm.ml-saek2

Kilas Balik Tapak Pengabdian Alm. Drs. Marthen Luter Saek

Kabupaten Rote Ndao baru saja kehilangan salah satu putra terbaiknya. Drs. Marthen Luther Saek. Figur terbaik, tokoh daerah ini yang pernah mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat dan daerah ini. Bersama Drs. Leonard Haning,MM, keduanya memimpin Kabupaten Rote Ndao sebagai Bupati dan Wakil Periode 2009-2014. Oleh khalayak ia dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi masyarakat dan daerah serta setia dalam tugas dan pelayanan.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE segera mengintruksikan pengibaran bendera setengah tiang di wilayah Kabupaten Rote Ndao kala mendapat kabar kepergian Almh. Drs. Marthen Luther Saek. Sebuah bentuk penghormatan yang patut bagi seorang tokoh yang pernah berjasa dalam masa hidupnya bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Paulina bersama Bupati Rote Ndao periode 2009-2019 Drs. Leonard Haning, MM dan Wakil Bupati Rote Ndao periode 2014-2019 Jonas Cornelius Lun,S.Pd hadir dan beribadah bersama keluarga dalam tiga hari masa perkabungan dan ibadah pemakaman pada sabtu 12 November 2022. Menyampaikan rasa dukacita yang mendalam, memanjatkan Do’a seraya memberikan kekuatan bagi keluarga yang yang ditinggalkan.

Sejenak melihat kembali tapak pengabdian mantan kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Rote Ndao ini yang lahir di Rote pada 04 Maret 1949. Almh. Drs. Marthen Luther Saek menamatkan pendidikan Sekolah Rakyat Negeri bonipoi Kupang Tahun 1962. Ia melanjutkan pendidikan dan tamat dari Sekolah Kerajinan Negeri Kupang Tahun 1964 dan Sekolah Teknik Negeri Kupang tamat tahun 1967. Ia juga menamatkan Sekolah Menengah Negeri Kupang tamat tahun 1970. Ia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan meraih gelar Sarjana Muda Teknik Bangunan Undana Kupang tahun 1982 dan kembali meraih gelar Sarjana Teknik Bangunan Undana Kupang tahun 1992.

Almh. Drs. Marthen Luther Saek memulai pengabdiannya kala menjadi Tenaga Harian Lepas pada Sinoal AL Kupang tahun 1967 sampai tahun 10969. Ia juga sempat menjadi Tenaga Kontrak Bermaklumat pada Dinas Pekerjaan Umum Rote Ndao Schap tahun 1970 sampai tahun 1972. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Bupati KDH. Tingkat II Kupang Nomor UP032.82/84/1983-D tanggal 26 Mei 1983 Almh. Drs. Marthen Luter Saek diangkat sebagai Pjs. Kepala Pekerjaan Umum Wilayah Rote Ndao sejak tanggal 1 Juni 1983 sampai 31 Desember 1983. Ia lalu diangkat dengan Keputusan Bupati KDH. Tingkat II Kupang Nomor UP031.5/94/66/1984-D tanggal 23 Maret 1984 sebagai Kepala Sub Seksi Program pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang sampai tanggal 5 Oktober 1987.
Karirnya terus beranjak naik sejalan dengan masa pengabdian yang ia lalui. Berdasarkan Keputusan Bupati KDH. Tingkat II Kupang Nomor 824/UP.X/67.A/156/1987 tanggal 6 Oktober 1987 diangkat dalam jabatan Kepala Sub Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang sampai tanggal 4 Juli 1990.

Almh. Drs. Marthen Luther Saek selanjutnya berturut turut mendapat kepercayaan sebagai Kepala Sub Seksi Perencanaan Teknis Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang sejak tanggal 5 Juli 1990 sampai 19 Juli 2000, Kepala Seksi Pembangunan Dinas Pengairan Kabupaten Kupang dari tanggal 20 Juli 2000 sampai 26 Januari 2001, Pj. Kabid Fispra Bapedda Kabupaten Kupang sejak tanggal 27 Januari 2001 sampai tanggal 9 Agustus 2002, Pj. Kepala Dinas Pertambangan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao sejak tanggal 10 Agustus 2002 sampai tanggal 23 Juni 2004 dan terakhir Ia dipercayakan sebagai Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah Kabupaten Rote Ndao. Selanjut pada tahun 2009 Almh. Drs. Marthen Luther Saek atas Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 132.53-58 Tahun 2009 tanggal 19 Januari 2009 di Sahkan sebagai Wakil Bupati Rote Ndao periode 2009-2014.

Almh. Drs. Marthen Luter Saek juga atas dedikasinya ia diberikan sejumlah tanda jasa dan penghargaan antara lain Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun diberikan oleh Presiden RI Tahun 1997, Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun 2004, Governance of Indonesia Asesment oleh Yayasan Penghargaan Indonesia Tahun 2009, Pribadi Inovatif oleh Yayasan Mitra Pembangunan Tahun 2010, Karya 50 Tahun Word Vition Indonesia (WVI) Tahun 2010. Almh. Drs. Marthen Luter Saek mengabdikan diri dalam tugas an tanggungjawab kepada masyarakat dan bangsa sebagai PNS selama 36 Tahun 6 Bulan. Dan sebagai Wakil Bupati satu periode.

Almh. Drs. Marthen Luter Saek juga tercatat berkecimpung di dunia organisasi dengan menjadi anggota Ikatan Siswa Sekolah Teknik Menengah Kupang tahun 1967-1970, anggota Himpunan Mahasiswa Undana Tahun 1977-1982. Di bidang organisasi politik, ia tercatat pernah anggota Partai Golkar Tahun 1972-2008, Ketua DPC Partai Republikan Kabupaten Rote Ndao Tahun 2007-2012, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Kabupaten Rote Ndao Tahun 2012-2013, Ketua Dewan Penasihat Partai Perindo Kabupaten Rote Ndao Tahun 2016-2018, Ketua Dewan Penasihat Partai Berkarya Kabupaten Rote Ndao Tahun 2019.
Almh. Drs. Marthen Luter Saek juga semasa hidupnya aktif terlibat alam organisasi keagamaan seperti Anggota Majelis Jemaat Koinonia Kupang, Majelis Jemaat di Gereja Bethania Ba’a dan di Gereja Siloam Metina Tahun 1982-2019. Ia turut menjadi Ketua BP3J Klasis Lobalain Tahun 2013-2015, Ketua BP3J di Gereja Siloam Metina Tahun 2015-2019 serta menjadi Guru Sekolah Minggu di Jemaat Koinonia Kupang dan Siloam Metina Ba’a Tahun 1967-1974, Anggota Paduan Suara Gerejawi sampai tahun 2022.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao Drs. Jonas M. Selly,MM atas nama pemerintah dan masyarakat Rote Ndao ketika melaksanakan upacara pemakaman secara kedinasan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam sekaligus penghormatan kepada Almh. Drs. Marthen Luter Saek.
” Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao kita memberikan penghormatan dan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya orang tua kekasih kita Almh. Bapak Drs. Marthen Luter Saek, meninggalkan kita sekalian dalam usia 73 tahun 8 bulan 4 hari. Kiranya keluarga yang ditinggalkan teristimewa istri, anak-anak, menantu, cuci dan saudara dan rumpun keluarga senantiasa mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Sekda Jonas. Almh. Drs. Marthen Luter Saek, jelas Sekda Jonas, selama kurang lebih 36 tahun telah mengabdikan diri sebagai seorang PNS dan terakhir menduduki jabatan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Rote Ndao.

Dalam masa pensiun, Almh. masih mengabdikan dirinya bagi Kabupaten Rote Ndao sebagai Wakil Bupati Rote Ndao periode 2019-2014. Dalam kurun waktu tersebut Almh. sudah banyak memberikan kontribusi serta karya terbaik yang telah diukir demi kemajuan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Rote Ndao.
Sekda Jonas mengatakan sejak berpulangnya Almh. tanggal 9 November 2022 pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Rote Ndao berdukacita yang sangat mendalam karena kehilangan salah satu tokoh terbaik yang semasa hidupnya telah didedikasikan sepenuhnya untuk kemajuan Kabupaten Rote Ndao.

” Dan sebagai wujud terimakasih, penghormatan serta penghargaan yang tinggi atas jasa-jasa dan bakti Almh. terhadap daerah dan masyarakat di daerah ini maka Pemkab Rote Ndao mengambil kebijakan melakukan pengibaran bendera setengah tiang di wilayah Kabupaten Rote Ndao,” jelas Sekda Jonas.

Sekda Jonas mengajak semua pihak untuk mewujudnyatakan keteladanan Almh. melalui kerja nyata di hari ini dan yang akan datang sesuai tanggungjawab dilingkungan kerja masing-masing dan kehidupan bermasyarakat.
” Semoga apa yang beliau tinggalkan semasa hidupnya dapat kita ambil dan jadikan sebagai contoh, pedoman dalam menjalani sisa hidup kita. Saya juga mengajak kita semua untuk sama-sama mendoakan sanak saudara yang ditinggalkan sehingga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan keikhlasan agar dapat menerima kepergian Almh. ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Sekda Jonas.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-11-11 at 21.33.49

Pemkab Rote Ndao Gulirkan Program Baru Penanganan Stunting

 

Pemkab Rote Ndao tak hentinya menghadirkan inovasi, strategi dan kebijakan percepatan penurunan stunting di daerah ini. Yang terbaru adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) khusus kepada Baduta selama 6 bulan. Menariknya, PMT ini akan diberikan setiap hari kepada Baduta yang dikemas dalam bentuk Biskuit dan mengandung nutrisi penting bagi pertumbuhan anak. Kebijakan ini menambah sejumlah inovasi dan strategi yang sebelumnya sudah digulirkan diantaranya Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA2) dan Mama Bo’i.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,M.Si menyampaikan kebijakan baru Pemkab Rote Ndao ini ketika membuka kegiatan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao, jumat (11/11/22) disuka hotel Ricky Ba’a. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Pemkab Rote Ndao dan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana BKKBN Provinsi NTT dan diikuti Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten dan OPD terkait lingkup Pemkab Rote Ndao.

Wabup Stef mengatakan Pemkab Rote Ndao punya strategi baru dalam pencegahan dan penanganan stunting yakni Pemberian PMT selama 6 bulan namun dengan format berbeda. PMT dikemas dalam bentuk Biskuit yang terbuat dari campuran telur, daging, ikan, sayur dan bahan lainnya yang sesuai dengan kaidah kesehatan. Biskuit diberikan sebanyak 3 keping setiap hari kepada Baduta dan pelaksanaannya akan terus dipantau oleh TPPS Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan.

“Strategi terbaru adalah PMT kepada Anak selama 6 bulan setiap hari. Di sisa akhir tahun ini pemerintah daerah telah membuat PMT dengan bentuk kemasan seperti biskuit. Karena (pemberian) PMT di desa selama ini kendalanya adalah ketika dikumpulkan pada satu tempat banyak yang tidak membawa anaknya. Sekarang kita rubah strateginya yakni semua unsur gizi sesuai dengan kaidah kesehatan kita kemas dalam bentuk biskuit. Didalamnya ada telur, ikan, sayur dan lainnya. Satu hari bayi makan 3 keping tapi punya manfaat luar biasa,” jelas Wabup Stef.

Kebijakan ini telah dilakukan uji coba di beberapa desa dan telah terbukti memberikan dampak yang besar. Sebab PMT tersebut dihantar langsung ke rumah sehingga faktor topografi yang selama ini turut menjadi kendala bisa dikurangi dan mampu menjangkau anak-anak yang terkonfirmasi stunting.

” Sudah kami uji coba diakhir tahun di beberapa desa dan ternyata memiliki perubahan yg luar biasa. Kemudian lebih mudah kita menjangkau anak-anak yang terkonfirmasi stunting. Karena dibawa langsung ke rumah yang ada anak stunting. Sehingga kendala geografi dan topografi bisa dikurangi,” ucap Wabup Stef.

Meski begitu, lanjut Wabup Stef upaya pencegahan juga tetap dilakukan diantaranya dengan memberikan vitamin, melakukan pemeriksaan kehamilan ibu secara teratur di fasilitas kesehatan dan dikawal oleh tenaga medis dan tim pendamping di desa.

” Harapannya adalah dengan cara ini di tahun depan penerapannya bisa berikan manfaat yang luar biasa karena enam bulan pelaksanaan. Sehingga mari kita semua tersentuh hatinya, kemudian kita satukan perasaan kita semua pemangku kepentingan. Karena menangani stunting ini kita menangani masalah kemanusiaan. Untuk generasi emas,” ajak Wabup Stef.(Bidkom-DKISP)

 

WhatsApp Image 2022-11-11 at 21.03.50

Rekonsiliasi Stunting Perkuat Strategi Penanganan Lintas Sektor

 

Percepatan Pencegahan dan Penanganan stunting di daerah menjadi perhatian bersama agar terus diupayakan lewat berbagai strategi program dan kebijakan. Sebagaimana kali ini Pemkab Rote Ndao bersama Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi NTT menggelar Rekonsiliasi Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao, jumat (11/11/22) di aula Hotel Ricky Ba’a. Dengan menghadirkan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan berdiskusi bersama lintas sektor di kabupaten.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,M.Si selaku Ketua TPPS Kabupaten Rote Ndao ketika membuka kegiatan ini mengatakan, Rekonsiliasi Stunting ini secara khusus membahas peningkatan konvergensi perencanaan dan penganggaran percepatan penurunan stunting, penguatan kelembagaan TPPS di daerah dan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan percepatan penurunan Stunting disemua tingkatan di wilayah Kabupaten Rote Ndao secara cepat dan tepat.

Rekonsiliasi ini juga, lanjut Wabup Stef akan menyatukan dan mengkonvergenkan program, kegiatan, anggaran dan tenaga untuk penurunan stunting di Kabupaten Rote Ndao. Juga untuk menguatkan koordinasi dan sosialiasi dengan pemerintah kabupaten sampai ke tingkat desa dan kelurahan. Selain itu ada pula kolaborasi multipihak dan lintas sektor dalam percepatan penurunan Stunting yang inklusif guna menciptakan strategi percepatan penurunan Stunting serta mengintegrasikan mekanisme pemantauan, evaluasi dan pelaporan percepatan penurunan stunting.

” Berkenaan dengan ini, saya ingin menegaskan bahwa dalam upaya percepatan penurunan stunting kita berpedoman pada Peraturan Presiden nomor 71 Tahun 2021 dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAS-PASTI) yang merupakan jabatan operasional untuk pelaksanaan di lapangan dengan memperkuat konvergensi berbasis desa, kelurahan sampai ke tingkat RT dan RW,” jelas Wabup Stef.

Dengan Rekonsiliasi Stunting tingkat Kabupaten ini juga, ungkap Wabup Stef, ke depan harus benar-benar melakukan konvergensi baik itu konvergensi program dan kegiatan, anggaran maupun konvergensi tenaga sehingga memberikan dampak pada pencegahan dan penurunan stunting. Wabup Stef juga menghimbau agar TPPS meningkatkan kerjasama dengan instansi teknis serta membudayakan sikap bekerja keras dalam semangat kemitraan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat.

Jajaran OPD juga dihimbau untuk mendukung percepatan penurunan stunting di kabupaten Rote Ndao melalui program Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3) yang telah dijalankan selama ini. Sedangkan para camat, tambah Wabup Stef agar meningkatkan perhatian terhadap percepatan pelaksanaan program melalui percepatan penurunan stunting dengan melakukan pertemuan untuk menyusun rencana kegiatan yang lebih operasional dan implementatif sesuai kondisi wilayah masing-masing.

” Kita melakukan pendampingan secara masif terhadap remaja putra dan putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan bayi balita stunting di desa. Dengan memastikan mereka diadvokasi dan diintervensi masalah yang dihadapi selanjutnya. Kita juga melaporkan secara berkala,” ajak Wabup Stef.

Sementara Perencana Ahli Muda Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi NTT Jusuf Akbar,SE mengatakan untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting diperlukan upaya lintas program dan lintas sektor.
Rekonsiliasi Stunting ini katanya, harus menghasilkan komitmen dari setiap stakeholder bagi pencapaian target penurunan stunting di tahun 2024. Selanjutnya, rekonsiliasi juga menghasilkan adanya identifikasi input dan rekomendasi bagi pelaksanaan rencana aksi percepatan penurunan stunting, tersusunnya naskah rekomendasi kebijakan serta persediaan data di daerah dan pusat secara tepat waktu.(Bidkom-DKISP)

hari-pahlawan-77

Merajut Kesejahteraan, Menjadi Pahlawan Bangsa Masa Depan

Refleksi Hari Pahlawan kali ini mengajak setiap generasi untuk menjadikan semangat para pejuang kemerdekaan sebagai teladan dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, merajut kesejahteraan bersama demi kejayaan bangsa dan negara. Menjadi pahlawan bangsa dimasa yang akan datang.

Komandan Kodim 1627 Rote Ndao Kolonel Infantri Bayu Panji Bangsawan,S.Si,M.Han menyampaikan pesan reflektif hari pahlawan tahun 2022 ini saat menyampaikan Sambutan Menteri Sosial Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini di lapangan upacara kantor Bupati Rote Ndao, kamis (10/11/22) denga tema ‘Pahlawanku Teladanku’ saat bertindak selaku inspektur upacara.

Upacara peringatan hari pahlawan diikuti Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE, bersama Forkompinda Kabupaten Rote, pimpinan OPD, Instansi Vertikal dan ASN lingkup Pemkab Rote Ndao serta para pelajar dari berbagai sekolah di kota Ba’a.

Dalam uraian pesan reflektifnya, Kolonel Bayu Panji mengajak semua pihak untuk merenungi dan memaknai semangat para pejuang kemerdekaan Indonesia yang dengan gagah berani melawan para tentara musuh demi menggapai sebuah kemerdekaan. Para pejuang percaya bahwa masa depan kita ada dan sangat layak diperjuangkan. Sehingga para pejuang berkorban hingga tetes darah penghabisan untuk kemerdekaan yang sesungguhnya dan bukan pemberian dari siapapun melainkan berkat dan Rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kolonel Bayu Panji mengingatkan jika hari ini pun kita berada dalam perjuangan besar antara ancaman dan tantangan yang nyata. Pemanasan global yang memicu berbagai bencana alam serta kelangkaan pangan, energi dan air bersih. Sehingga hal-hal terkait itu bisa persiapkan dengan sungguh-sungguh seperti kesiap-siagaan menghadapi bencana termasuk pandemi covid 19 yang harus senantiasa diperjuangkan.

” Untuk itu kita harus mengembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, mengembangkan sumber pangan berbasis potensi dan kearifan lokal sebagai solusi pemenuhan kebutuhan pangan dan memperkuat keragaman pangan. Mengelola sumber daya air secara bijak untuk menjamin keamanan dan ketahanan sumber daya air yang diharapkan dapat menopang kelangsungan hidup generasi kini dan akan datang dengan lebih baik lagi. Tidak mudah memang tetapi pasti bisa” jelasnya.

Lanjutnya, para pahlawan telah memberikan teladannya. Mereka pada masanya mengajarkan beragam nilai untuk ditiru, diwarisi sehingga jejak kemenangan niscaya berada dalam genggaman. Dengan karya-karya nyata para pahlawan bangsa telah mengajarkan bahwa kita tidak akan pernah rela bersimpuh dan menyerah kalah sebesar apapun ancaman dan perlawanan yang akan dihadapi.

Semua pihak diajak untuk menyuarakan gairah memberantas kebodohan dan perangi kemiskinan dalam arti yang luas, dimulai dari meningkatkan pengetahuan, melatih keterampilan sampai dengan budidaya dan pengolahan hasil bumi secara bijaksana.
” Inilah tantangan yang sesungguhnya bagi para pejuang muda untuk mengelola kekayaan alam Indonesia yang luar biasa bagi kejayaan bangsa dan negara tercinta. Mari kita merajut kesejahteraan menjadi pahlawan bangsa dimasa depan,” pintanya.
Momentum peringatan Hari Pahlawan tahun 2022 ini, jelasnya harus didisikapi dengan memperkuat persatuan dan kesatuan. Saling menghargai satu sama lain. Mengisi kemerdekaan dengan menjadi pahlawan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar dan seterusnya. Serta menjadikan semangat dan nilai kepahlawanan ini menginspirasi dalam setiap langkah hidup dan kehidupan bersama.

” Ayo kita berantas kebodohan, perangi kemiskinan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kita lawan paham radikal, kita tumbuhkan semangat gotong royong untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah. Kita mempunyai modal dasar sebagai bangsa pemenang. Marilah kita bergerak bersama dan maju bersama dengan tekad untuk menang. Sekali merdeka tetap merdeka,” ajaknya.

Upacara dilanjutkan dengan acara Tabur Bunga dipelabuhan Baa.(Bidkom-DKISP)

mp-asi-22-2

Demo Masak MP-ASI Pangan Lokal Tinggi Protein Bantu Cegah Stunting

Upaya pencegahan dan penanganan Stunting geliat dilakukan dari pusat hingga ke daerah-daerah termasuk di Kabupaten Rote Ndao. Selain pemerintah pusat dan daerah yang gencar terhadap penanganan isu ini, organisasi kemanusiaan dunia seperti United Nations Children’s Fund (UNICEF) turut terlibat. Sebagaimana kali ini yang dilakukan UNICEF Perwakilan NTT dan NTB dan mitranya Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao di Desa Holoama Kecamatan Lobalain. Dalam sebuah kegiatan bertajuk Demo Masak Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dengan pola menu yang disajikan berbasis pangan lokal berprotein tinggi, Rabu (09/11/22) di kantor Desa Holoama.

Demo Masak MP-ASI Pangan Lokal Tinggi Protein ini mengikutsertakan TP PKK Desa Holoama, Kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia serta para orang tua yang memiliki anak usia 0 – 23 bulan atau usia bawah dua tahun (Baduta) dan ibu hamil, dipandu oleh tim ahli gizi dari Puskesmas Ba’a dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao dan didampingi oleh Nutrition Officer UNICEF Perwakilan NTT dan NTB. Ibu Nova, ahli gizi Puskesmas Ba’a menampilkan cara mempersiapkan dan menyajikan MP-ASI dari olahan pangan lokal berprotein tinggi kepada peserta untuk selanjutnya dihimbau untuk dipraktekkan dirumah tangga masing-masing.

MP-ASI sendiri adalah upaya untuk menyediakan makanan dengan gizi seimbang bagi baduta usia 6-23 bulan untuk memperkuat ketercukupan gizi sehingga Baduta tumbuh secara optimal. MP-ASI diberikan saat bayi menginjak usia 6 bulan hingga usia 23 bulan. Sementara bayi berusia dibawah 6 bulan wajib dan hanya diberikan ASI Eksklusif atau ASI saja tanpa makanan atau minuman lainnya.
Kebijakan MP-ASI ini menurut Nutrition Officer UNICEF Perwakilan NTT dan NTB, Ha’i Raga Lawa menjadi bagian dari agenda mulia untuk menyiapkan generasi emas Indonesia khususnya Rote Ndao dimasa mendatang. Sehingga pelaksanaannya harus dimulai dari sekarang lewat salah satu kegiatan yang akomodatif yakni penguatan MP-ASI.

“Kami Unicef adalah Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menerima mandat melindungi hak-hak anak termasuk pemenuhan hak anak yakni tumbuh, sehat, optimal dan sesuai potensi diri yang diberikan oleh Tuhan. Semua anak harus memiliki gizi yang baik maka anak tumbuh tinggi sesuai rata-rata anak seumurnya atau tidak stunting. MP-ASI yang berkualitas termasuk dengan makanan tinggi protein merupakan salah cara mencegah anak menjadi stunting” ungkap Raga Lawa. Karena itu bekerjasama dengan Pemkab Rote Ndao sebagai salah satu kabupaten fokus UNICEF tahun 2022, pihaknya ikut “mengintervensi” dengan turut memberikan dukungan terhadap program Pemkab Rote Ndao di bidang percepatan penurunan Stunting.

“Kegiatan ini (demo masak MP-ASI) sudah biasa dilakukan namun kita mendukung dengan cara yang sedikit berbeda dimana kami juga memberikan beberapa bahan edukasi untuk menekankan pentingnya pemberian makanan kepada bayi dan anak (PMBA) yang baik meliputi menyusui dan MP-ASI. Hari ini kita bicara MP ASI yang berkualitas supaya anak-anak kita tidak Stunting,” ucapnya.

Anak yang terkonfirmasi Stunting, kata Raga Lawa, tidak hanya identik dengan tinggi badan yang rendah namun juga perkembangan otak yang tidak optimal. Sehingga Presiden, Gubernur hingga Bupati dan desa sangat serius dalam penanganan Stunting ini agar Indonesia memiliki generasi emas ke depan.

” Anak Stunting itu ke depan nanti selain postur tubuhnya tidak proporsional tapi juga belajarnya susah. Sehingga Presiden kita betul-betul berjuang keras untuk menurunkan Stunting supaya kita di tahun 2045 Indonesia memiliki generasi emas. Jadi Presiden, Gubernur dan Bupati kita mau investasi emas untuk mendapatkan generasi emas,” jelas Raga Lawa.

Sementara itu Staf gizi Dinas Kesehatan Indra Waidyson Adoe, A.Md.Gz dan Puskesmas Ba’a Novalinda A. Seleky,S.Gz menjelaskan, dalam proses tumbuh kembang anak, wajib diberi asupan makanan dengan memperhatikan menu 4 Bintang dalam MP-ASI. Bintang Pertama, jelasnya, anak diberikan makanan yang mengandung karbohidrat. Makanan pengandung karbohidrat yakni beras, gandum dan umbi-umbian. Bintang Kedua, anak diberikan asupan makanan yang mengandung protein hewani diantaranya telur, daging, ikan, susu dan lainnya. Protein sendiri berfungsi sebagai zat pembangun tubuh serta mengganti sel-sel yang rusak.

Selanjut, anak juga diberikan makanan Bintang Ketiga yakni yang mengandung protein nabati seperti tahu, tempe, kacang tanah, kacang hikau dan kacang lainnya. Untuk makanan Bintang Keempat, anak diberikan asupan makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang berfungsi untuk metabolisme tubuh seperti sayuran dan buah-buahan.

Ketua TP PKK Desa Holoama Efri YM Manafe,S.Pd menyatakan syukur atas kerja bersama pencegahan dan penanganan Stunting yang dikemas dalam kegiatan Demo Masak ini. Ia menghimbau para peserta untuk menyimak secara baik dan mempraktekkan hasil demo masak MP-ASI di rumah tangga masing-masing.

” Ini berkat yang Tuhan beri bagi kita. Jadi saya berharap apa yang disampaikan ini kita simak baik-baik dan setelah pulang kita praktekan itu di rumah kita masing-masing,” harapnya (Bidkom-DKISP)

jambore-par-22-1

Jambore PAR Momen Pembinaan Karakter Iman Anak dan Remaja

Jombore PAR GMIT ke VI telah digelar di Gereja Bethania Ba’a medio Juli 2022 lalu . Kegiatan dengan tujuan membangun karakter iman anak dan remaja ini dihadiri dan dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati,SE,M.Si didampingi Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si. Menteri Ayu dan Bupati Paulina kala itu berpesan agar menjadikan momen Jambore PAR sebagai wadah rohani untuk saling berbagi suka dan duka serta pengetahuan dan pengalaman dalam mendidik dan membesarkan anak dengan iman.

Ditingkat Klasis, Jambore Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) kembali digelar Klasis Lobalain sejak minggu (06/11/22) sore di lapangan Sinlodi Desa Kuli Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao. Jambore PAR Klasis Lobalain kali ini mengangkat teman ‘ Anak Kristus Citra Kristus’ yang dikemas dalam rangka pembinaan iman anak dan remaja serta mengembangkan soliditas PAR GMIT.

Terpantau jemaat dan mata jemaat yang turut ambil bagian dalam hajatan kali ini yakni jemaat Siloam Metina, Bethania Ba’a, Menggelama, Solagracia Alukama, Talitakumi Oehunik, Imanuel Oelunggu, Oelunggu Selatan, Syalom Mokdale, Efata Lekioen, Tuantuk, Efrata Oenoas, Pelita Ne’e, Imanuel Takai, Sion Nahaduoen, Ebenhezer Oeteas, Lole Tengah, Kefas Kolobolon, Lole Selatan, Imanuel Tuabuna, Kalvari Babalain, Lole Timur, Lole Barat Laut, Lole Barat, Lole Tengah Utara dan Jemaat Sion Kuli.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE, M.Si mengungkapkan syukur atas terselenggaranya event rohani ini. Lewat kegiatan ini, kata Wabup Stef, anak-anak sebagai titipan Tuhan kepada orang tua dan gereja dikembangkan potensinya secara iman. Hal ini menjadi tanggungjawab semua pihak khususnya orang tua, gereja dan pemerintah.

” Kita bersyukur karena ada perjumpaan dengan Tuhan di alam semesta yang adalah ciptaan Tuhan. Anak-anak sebagai anugerah Tuhan yang dititipkan kepada kita maka kita bertanggungjawab terhadap masa depan anak-anak kita ini dan terus mengembangkan potensi,” ungkap Wabup Stef.

Pemerintah Daerah, lanjut Wabup Stef, menyambut baik diselenggarakannya kegiatan rohani bertajuk Jambore PAR GMIT di Klasis Lobalain. Pihaknya mendukung sekaligus memberikan apresiasi karena dalam kegiatan ini kreativitas anak-anak turut dikembangkan.

” Pemerintah menyambut baik terselenggaranya Jambore PAR GMIT Klasis Lobalain ini . Dan kita berharap semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Juga apresiasi terhadap kreativitas anak-anak,” jelas Wabup Stef.

Wabup Stef juga secara khusus menyatakan kemitraan yang terbangun dengan baik antara Pemerintah dan Gereja dalam rangka membangun dan membina iman anak-anak dan remaja di daerah ini. ” Gereja bermitra dengan Pemerintah dalam pengembangan dan pembinaan terhadap anak-anak dan remaja,” ungkap Wabup Stef.

Kegiatan Jambore PAR GMIT Klasis Lobalain ini akan berlangsung sampai 10 November 2022. Masing-masing peserta dari jemaat dan mata jemaat se-Klasis Lobalain membangun tenda masing-masing di lapangan Sinlodi Desa Kuli. Hadir dalam acara pembukaan Wakil Bupati Stefanus M. Saek, SE, M.Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao Neang P. Manimakani,S.Pd, MM, Pimpinan OPD lingkup Pemkab Rote Ndao, Majelis Klasis dan pendeta se-Klasis Lobalain, Polsek Lobalain dan Pengurus dan Pengajar PAR GMIT se-Klasis Lobalain.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp-Image-2022-11-05-at-13.31.51-1

Dievaluasi dan Verifikasi Faktual, 22 Desa Persiapan Dinyatakan Layak

Tim Penataan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT baru saja merilis 22 Desa Persiapan di kabupaten Rote Ndao dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut menjadi desa definitif. Ini menjadi salah satu tahapan dalam pemekaran desa yang sedang diupayakan Pemkab Rote Ndao.

Tim Penataan Desa yang dipimpin Sekretaris Dinas PMD NTT Grandi Angi menyampaikan rekomedansi Layak Proses ini dihadapan Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE dan Wakil Bupati Stefanus M. Saek, SE, M.Si, Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Rote Ndao, Feky Machiel Boelan, pimpinan OPD, para camat, lurah dan kepala desa dalam Rapat Evaluasi dan Verifikasi Faktual 22 Desa Persiapan di Kabupaten Rote Ndao oleh Tim Penataan Desa Dinas PMD NTT, sabtu (5/11/22) di Auditorium Ti’i Langga.

” Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2017 tentang Penataan Desa serta berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi faktual di lokasi oleh Tim Evaluasi Penataan Desa Provinsi NTT maka disimpulkan bahwa ke 22 Desa Persiapan di Kabupaten Rote Ndao dinyatakan layak dan memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut,” ungkap Tim Penataan Desa disambut tepuk tangan ratusan peserta rapat evaluasi.

Ke 22 Desa Persiapan dimaksud yakni Desa Persiapan Leteklain, Daefadin, Lidaloak, Lidasue, Ne’e, Lelain, Penaoen, Tandetui, Soruk, Loman, Teuesa, Oelaba. Kemudian ada Desa Persiapan Suesama, Okabeuk, Nggaiholu, Huleaman, Nitaso, Menggelama, Tetuli, Tungaoli, Foembura dan Desa Persiapan Fiafangga.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu, SE menyatakan apresiasi atas capaian yang diperoleh pemerintah daerah berdasarkan hasil evaluasi dan verifikasi faktual Tim Penataan Desa Dinas PMD NTT ini. Ia menyampaikan terima kasih dan syukur yang sebesar-besarnya kepada jajaran Pemerintah Provinsi NTT juga semua pihak yang telah turut serta mendukung upaya Pemkab Rote Ndao dalam pemekaran 22 Desa ini.
” Kami berterima kasih kepada semua jajaran Pemerintah Provinsi NTT khususnya Dinas PMD dan juga Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao, para camat, lurah dan kepala desa. Target kita paling lambat satu tahun desa persiapan ini sudah diproses lebih lanjut untuk beralih menjadi desa definitif,” jelas Bupati Paulina.

Dari 18 langkah yang harus dilewati dalam pemekaran desa, lanjut Bupati Paulina, Pemkab Rote Ndao telah melewati 14 langkah. Sehingga Ia berharap jajaran Pemkab Rote Ndao dan masayarakat tetap dalam satu semangat mewujudkan 22 Desa definitif.

” Banyak dari langkah-langkah itu yang sudah kita tempuh. Mari kita terus sama-sama, bahu membahu meringankan beban ini. Perlu kerja kolaborasi baik para camat, kepala desa, dinas PMD dan semua pihak agar kita bisa melaksanakan ini dengan baik. Tanggungjawab ini menjadi lebih ringan. Dan lebih cepat terealisasi,” harap Bupati Paulina.

Bupati Paulina terus memberikan motivasi agar ke 22 Desa Persiapan ini dapat segera berproses lebih lanjut menjadi Desa Definitif. Ia berpendapat pemekaran desa ini sangat bermanfaat bagi pelayanan kemasyarakatan dan pembangunan di desa.

” Supaya lebih mendekatkan pelayanan kepada masayarakat di desa-desa. Saya menyampaikan terima kasih. Semangat berjuang karena perjuangan kita belum berakhir. Sampai kapan diresmikan (sebagai desa definitif). Karena itu Saya memberikan semangat kepada kita semua untuk terus bekerja keras untuk mencapai target kita,” ajak Bupati Paulina.

Bupati Paulina, Wabup Stef dan Ketua Tim Penataan Desa Dinas PMD NTT Grandi Angi bersama Sekda Jonas, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. Untung Harjito, Asiisten Perekonomian dan Pembangunan Armis Saek,ST dan Kepala Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao James Therik, SE menyempatkan menyaksikan penandatangan Peta Administrasi Wilayah Desa Persiapan oleh para Camat dan Kepala Desa. (Bidkom-DKISP)