pelatihan-email2

Pemda Rote Ndao Memulai Penerapan Layanan Mail.Go.Id

Pemerintah mulai menerapkan surat elektronik resmi yang berlaku di instansi pemerintah pusat dan daerah. Dengan domain PNSMail atau mail.go.id yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan di daerah di fasilitasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian. Kebijakan ini mencermati pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang mana ditemukan banyak instansi pemerintah menggunakan email non pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan elektronik dalam kegiatan kedinasan. Sehingga diperlukan sebuah langkah strategis dengan menyediakan email resmi pemerintah sebagai alat komunikasi persuratan secara elektronik yang resmi untuk digunakan instansi pemerintah.

Dengan penerapan kebijakan ini diharapkan semua pegawai negeri sipil dan instansi pemerintah menggunakan email resmi pemerintah ini sebagai alat komunikasi dalam kegiatan kedinasan sekaligus mendukung birokrasi modern dengan komunikasi yang cepat, efektif, efisien dan aman digunakan dilingkungan pemerintah pusat dan daerah.

Untuk itu Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan bimbingan teknis pembuatan dan penggunaan mail.go.id kepada ASN yang membidangi kepegawaian lingkup Pemkab. Rote Ndao, kamis (03/11/22) diloby kantor DisKominfostaper sebagai tindak lanjut penerapan kebijakan ini.

Bimtek bagi seluruh OPD dilingkungan Pemkab Rote Ndao ini dipandu staf Bidang Persandian Dinas Kominfostaper. Terpantau perwakilan OPD mulai menempati ruangan Bimtek pukul 09.00 pagi. Mereka lalu mendapatkan penjelasan tentang dasar kebijakan dan rujukan regulasi atas penerapan layanan mail.go.id ini. Selanjutnya penjelasan teknis disampaikan mulai dari awal pembuatan, penentuan admin OPD hingga tata cara penggunaan email resmi pemerintah ini. Bimtek akan dilakukan secara paralel kepada semua perwakilan OPD yang datang.

Peserta Bimtek terlihat antusias mengikuti penyampaian materi. Beberapa diantaranya juga menyampaikan pertanyaan seputar teknis penggunaan layanan mail.go.id ini ke depan. Mereka yang hadir umumnya adalah pejabat atau unsur staf yang membidangi kepegawaian di OPD masing-masing. Selain mendapat informasi umum seputar layanan mail.go.id ini, mereka juga dilatih teknis pembuatan dan penggunaan layanan dan nantinya akan menjadi admin di OPD masing-masing.

Layanan mail.go.id ini sendiri diperuntukan bagi pegawai negeri sipil dilingkungan pemerintah pusat dan daerah. Layanan ini bersifat gratis dan merupakan layanan surat elektronik yang resmi digunakan dilingkungan pemerintah. Layanan ini sebagai solusi aktivitas persuratan elektronik yang resmi oleh pemerintah dan memberikan rasa aman dari sisi penyelenggarannya.

Ke depan dengan penggunaan layanan ini proses penyelenggaraan manajemen pemerintah dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi khususnya yang berkaitan dengan kegiatan surat menyurat pemerintah secara elektronik akan lebih meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja instansi pemerintah.(Bidkom-DKISP)

sumpa-pemuda-2022

Kerja Kolaboratif Membangun Pemuda Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Peringatan hari Sumpah Pemuda ke 94 tahun ini menjadi moment reflektif peran strategis kaum muda dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun juga sebagai penyemangat tekad dan komitmen untuk bersama melakukan kerja Kolaboratif dalam pembangunan kepemudaan menyongsong Indonesia emas 2045.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat menjadi inspektur upacara pada peringatan hari sumpah pemuda tahun 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao di lapangan upacara kantor Bupati Rote Ndao, jumat (28/10/22) menyatakan mandat yang berikan kepada pemuda saat ini adalah menjunjung nilai persatuan dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan pembangunan mewujudkan visi Indonesia emas 2045.

” Pemuda hari ini adalah tokoh-tokoh yang akan berperan pada masa akan datang. Apa yang dilakukan pemuda sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Mandat pemuda saat ini adalah menjadikan nilai-nilai persatuan diatas segalannya. Memandang keberagaman sebagai anugerah yang berharga untuk dirangkai menjadi kekuatan kejayaan Bangsa Indonesia. Dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045 juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa,” ungkap Wabup Stef.

Jika melihat kondisi pemuda Indonesia saat ini, kata Wabup Stef, terdapat optimisme yang penuh harapan disamping masih terdapat beberapa tantangan yang tidak ringan. Sehingga patut bersyukur melihat pemuda Indonesia telah menunjukkan banyak capaian prestasi diberbagai bidang yang membanggakan baik pada level nasional maupun internasional.

” Ini menjadi modal utama menjadi keunggulan Indonesia dimasa yang akan datang. Namun kita khawatir bahwa pemuda Indonesia masih menghadapi ancaman dengan pengangguran dan keterpurukan dalam tindakan destruktif,” jelas Wabup Stef.
Dalam situasi tersebut ia menekankan upaya pemberdayaan dan pengembangan pemuda lewat kerja Kolaboratif agar pemuda menjadi kreatif, inovatif, kolaboratif dan mandiri serta berkarakter mulia perlu dilakukan. Tujuannya agar pemuda mampu mencapai prestasi yang tinggi. Karena itu kita semua menghimpun kekuatan dan semangat dan bergerak mendorong pemuda mengembangkan semua potensi yang ada untuk membangun kejayaan sepanjang masa. Kerja-kerja kolaboratif antar pihak perlu dikembangkan. Pembangunan kepemudaan tidak bisa dilakukan secara sendiri namun membutuhkan orkestrasi yang sinkron dan harmoni,” harap Wabup Stef

Lanjut Wabup Stef, peringatan hari sumpah pemuda adalah upaya menghadirkan masa lalu untuk direnungkan, dipelajari dan ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar. Memberikan pelajaran bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial suku, agama, ras, kultur serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan bukan sebagai faktor yang melemahkan. Sejarah menjelaskan bahwa pemuda waktu itu telah menjadi tonggak menuju kemerdekaan. Peran pemuda dalam mempelopori, membangun visi kebangsaan dengan sumpah pemuda yang diikuti dengan rangkaian pergerakannya telah menghantarkan kepada proklamasi kemerdekaan Indonesia. Peran pemuda juga, jelasnya, telah tecatat dengan tinta emas sepanjang masa. Peringatan hari Sumpah Pemuda ini selalu miliki arti penting karena ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia.

” Tema peringatan hari sumpah pemuda kali ini adalah Bersatu Bangun Bangsa. Tema ini memberikan pesan mendalam bahwa bersatu padu adalah harga mati. Yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan. Dengan ketangguhan dan persatuan menjadi kekuatan untuk melakukan pembangunan peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa Indonesia. Akhirnya marilah kita jadikan momentum peringatan hari sumpah pemuda yang ke 94 ini sebagai momentum untuk meningkatkan semangat kita bersama membangun bangsa,” ungkap Wabup Stef.(Bidkom-DKISP)

aksi p4gn1

Galakan Aksi P4GN dan KOTAN Masyarakat Bersinar

Badan Narkotika Nasional dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) merilis data prevalensi penyalahgunaan narkoba pada 2021 mencapai 1,95 % atau sekitar 3,6 juta masayarakat Indonesia. Sehingga baik dilevel nasional maupun di tingkat wilayah program aksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Kota Tanggap Ancaman Narkotika (KOTAN) digalakan untuk memproteksi daerah dari bahaya dampak peredaran narkotika serta mewujudkan masyarakat yang bebas dari narkoba (Bersinar).

Saat membuka Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media dan Humas Pemerintah dalam mendukung penyebarluasan dan peningkatan pemahaman publik tentang kebijakan P4GN dan KOTAN mendukung Rote Ndao Bersih Dari Narkoba (Bersinar), kamis (27/10/22) di aula Center Ba’a, Plh. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Rote Ndao Reyza Johannis,S.KM mengungkapkan prevalensi penyalahgunaan narkotika secara nasional dengan angka cukup tinggi dan menyasar usia produktif.

” Berdasarkan hasil survey prevalensi penyalahgunaan narkotika di 34 provinsi diketahui prevalensi penyalahgunaan mencapai 1,95 % atau 3,6 juta penduduk Indonesia. Ini terjadi pada rentang usia 15-64 tahun. Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu perlu kebijakan yang memproteksi dan menjadikan Indonesia khususnya Rote Ndao bersih dari narkoba (Bersinar). Memang Rote Ndao terbilang minim kasus penyebaran Narkotika namun upaya antisipasi tetap di lakukan. Lewat implementasi P4GN dan KOTAN agar Rote Ndao tetap aman dan bersih dari ancaman penyebaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

BNN Kabupaten Rote Ndao mensinergikan implementasi P4GN dan KOTAN bersama insan pers dan Humas Lembaga dan Pemda untuk penguatan layanan informasi dan edukasi kepada publik sehingga kampanye memerangi penyebaran narkotika lebih efektif dan masyarakat terbebas dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

” Media memiliki peran penting dalam mendukung langkah strategis pemerintah terkait program pemberantasan dan menekan peredaran gelap narkotika di masyarakat. Peran serta insan media sangat di butuhkan guna menyukseskan implementasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika,” jelas Reyza.

Dalam Whorkshop ini, Pihaknya mengajak semua stakeholder untuk turut mengkampanyekan bahaya penyebaran narkotika kepada masyarakat sehingga pesan memerangi penyalahgunaan narkotika dan peredaran gelapnya dapat tersampaikan kepada masayarakat dengan baik.

” Melalui whorkshop ini diharapkan kita semua terus melakukan aksi nyata pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba guna mewujudkan masyarakat Rote Ndao Bersinar,” jelasnya.

Narasumber BNN Kabupaten Rote Ndao Mona Elisabet Siagian menambahkan aksi P4GN dan KOTAN yang digalakan sampai ke tingkat daerah termasuk di Rote Ndao meliputi bidang pencegahan yakni dengan melakukan kampanye publik yang efektif, pendeteksian dini dan pendidikan anti narkotika pada masyarakat. Selanjutnya bidang pemberantasan meliputi pemetaaan jaringan wilayah pantai, bidang rehabilitasi yang memberikan layanan rehabilitasi serta bidang data dan informasi yang memastikan penyediaan informasi tentang pelaksanaan P4GN.

Sementara ketua DPD Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Rote Ndao, Frencklin Johannis mengatakan dalam kegiatan penyebarluasan informasi publik untuk mendukung P4GN dan KOTAN perlu perlu dilihat pesan yang hendak sampaikan, sasaran komunika serta penggunaan media baik cetak maupun online. Selain itu, lanjutnya perlu ada pula kolaborasi antar stakeholder sehingga proses penyebarluasan informasi dan edukasi menjadi lebih efektif.

” Jadi sekarang ini (whorkshop) sudah ada beberapa unsur seperti pemerintah, ada media. Supaya kita sama-sama. Termasuk diskusi seperti harus rutin dilakukan untuk kita bisa bertukar informasi. Sehingga status Rote Ndao tidak naik dari siaga menjadi waspada,” jelasnya.

BNN Kabupaten Rote Ndao menyelenggarakan Whorkshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Mendukung Kota Tanggap Ancaman Narkoba Tahun 2022 dengan peserta insan media serta humas Lembaga dan Pemerintah Daerah.(Bidkom-DKISP)

Volibupati1

Persela Juara Putra dan Putri Voli Bupati Cup II, Wabup Dorong Keikutsertaan Sekolah

Event voly Bupati Rote Ndao Cup II berlangsung meriah dan menyuguhkan tontotan yang menarik. Bahkan dalam partai final yang berlangsung hingga pukul 02.00 Rabu (26/10/22) dinihari lapangan kompleks perkantoran Kantor Bupati Rote Ndao tetap dipadati ribuan penonton. Mereka terus meneriakkan yel-yel mendukung tim-tim yang bertanding.

Tim Persela berhasil menjuarai dua kategori Putra dan Putri Voly Bupati Cup ke II yang diselenggarakan sejak 14 Oktober 2022 ini. Persela Putra dipartai final mengalahkan tim Landu Protec Jaya (LPJ). Pertandingan terjadi dalam tensi yang cukup tinggi. Saling gempur antara kedua tim mampu memacu adrenalin penonton. Dikelas putri, Tim Persela Putri juga berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan Tim Putri LPJ. Di posisi ketiga dan keempat ada Tim Voly Putri Fandio dan Bank NTT. Sementara kelas putra finis diposisi ketiga dan keempat tim Voly Putra Bank NTT dan Nekamese.

Ke empat tim yang menembus final menerima hadiah masing-masing uang tunai Rp.5 juta untuk juara empat, Rp. 10 juta untuk juara tiga, Rp.15 juta untuk juara kedua dan Rp.20 juta untuk juara satu. Selain itu masing-masing tim juga diberikan piala penghargaan dan sovenir.

Untuk para penonton, panitia penyelenggara memberikan hadiah doorprize kulkas, mesin cuci, rice cooker, setrika, dispenser dan lain sebagainya dengan terlebih dahulu harus mampu menjawab pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan seputar Kabupaten Rote Ndao dan diberikan sejak babak semifinal berlangsung.

Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si bersama Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM dan Forkompinda Kabupaten Rote Ndao serta para pimpinan perangkat daerah ikut menyaksikan pertandingan laga final dari awal hingga selesai. Dan dilanjutkan dengan upacara penutupan dan pembagian hadiah dan piagam penghargaan.

Wabup Stef mengatakan bola voly Bupati Cup II sebagai ajang bergengsi yang diselenggarakan dengan tujuan untuk melakukan pembinaan cabang olahraga voly lewat transmisi cara bertanding antara tim dan pemain.

” Turnamen ini merupakan kejuaraan penting dan sangat bergengsi karena event Bupati Cup yang saya saksikan sendiri bahwa tim ini ada yang datang dari luar daerah dan menunjukkan suatu pertandingan yang sangat menakjubkan bagi kita semua. Kiranya penyelenggaraan turnamen ini dapat meningkatkan pembinaan dan pengembangan cabang olahraga khususnya bola voly di kabupaten Rote Ndao ini,” harap Wabup Stef.

Meski demikian, Wabup Stef menyatakan ada pekerjaan yang menjadi perhatian semua pihak bahwa di event yang akan datang bibit-bibit muda harus lebih banyak diikutsertakan. Kepada pengurus cabang olahraga voly Kabupaten Rote Ndao dan sekolah-sekolah, ia berharap dapat mengirimkan anak didiknya untuk ikut berkompetisi dalam ajang seperti ini. Sehingga ke depan dapat berprestasi dibidang olahraga voly.

” Kita berharap kepada pengurus cabang olahraga voly agar melakukan pembinaan bagi anak-anak kita sehingga kedepan nanti pertandingan bola voly juga menampilkan anak-anak kita. Pada perhelatan Bupati Cup yang pertama saya masih menyaksikan ada tim yang diisi anak-anak dari SMA. Tapi saat ini tidak ada yang ikut. Nah ini saya pikir menjadi pekerjaan rumah bagi para guru di sekolah. Sehingga kedepannya bola voli ini juga diminati oleh anak-anak kita yang ada di sekolah dan kita bisa membimbing anak-anak kita ini menjadi berprestasi,” ungkap Wabup Stef.

Ia menambahkan, perhelatan ajang seperti ini selain sebagai sebuah event olahraga yang membina bakat dan memberikan hiburan tapi juga menjadi momentum untuk mempromosikan daerah ini khususnya potensi pariwisata yang ada.

” Tahun depan harus lebih banyak lagi tim yang ikut serta. Karena event olahraga seperti ini tidak hanya sekedar kita menyegarkan tubuh kita atau memelihara kesehatan, tetapi juga ini merupakan sebuah ajang memberikan hiburan kepada masyarakat dan sekaligus mempromosikan daerah tercinta kita ini terkhususnya destinasi wisata kita yang ada di daerah ini,” harap Wabup Stef.(Bidkom-DKISP)

IMG-20221024-WA0037

Kebijakan Pemkab Rote Ndao-Bank NTT Kembangkan Pariwisata dan UMKM

Pemerintah kabupaten Rote Ndao punya kebijakan khusus untuk pengembangan pariwisata dan budaya daerah. Salah satunya yang sedang familiar adalah terkait Bahoruk atau Pukul Kaki yang didorong masuk berkompetisi di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards tahun 2022.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat menjadi Keynote Speaker dalam kegiatan Tourism Virtual Meeting yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudaya bersama Dinas Kominfostaper, senin (24/10/22) mengatakan dalam angka mewujudkan visi dan misi Kabupaten Rote Ndao secara teknis telah tertuang dalam berbagai program dan kegiatan khususnya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Program dan kegiatan tersebut kata Wabup Stef, salah satu yang khusus adalah tentang pengembangan kebudayaan.
“Pengembangan kebudayaan ini meliputi pelestarian kesenian tradisional serta pelestarian dan pengelolaan cagar budaya. Sehingga khusus Bahoruk ini kami sangat setuju. Dan setelah pertemuan ini bisa diorganisir dengan baik dan secara teknis dari dinas terkait untuk bisa kita selenggarakan festival Bahoruk,” jelas Wabup Stef.

Bahoruk, jelas Wabup Stef, akan menjadi salah satu atraksi budaya yang bernilai seni tinggi yang merupakan salah satu pintu masuk pertama pariwisata. Dimana saat ini Bahoruk juga telah diikutsertakan dalam API Awards tahun 2022.

” Dengan demikian ini akan menjadi pemicu untuk kita bisa melestarikan kebudayaan daerah ini. Dengan demikian saya sangat setuju untuk kita selenggarakan festival Bahoruk di Kabupaten Rote Ndao. Sehingga tentu dimohon kepada seluruh pemerhati agar kita bersinergi bersama dalam melestarikan budaya kita di Rote Ndao,” ungkap Wabup Stef.

Lanjut Wabup Stef, pelestarian dan pengembangan kebudayaan dilakukan tidak sebatas pada Bahoruk saja melainkan pada semua kebudayaan di daerah yang menjadi jati diri masayarakat dan daerah ini.
” Tentu bukan hanya Bahoruk saja tetapi semua budaya kita yang lain yang menjadi jati diri kita semua yang telah diwariskan oleh para leluhur kita sejak dahulu kepada kita generasi penerus. Saya kira itu dan kita mendukung penuh apa yang menjadi saran dan masukan semua pihak,” ungkap Wabup Stef

Sementara Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao Sender Dewa Lele mengungkapkan jika pengembangan pariwisata dan kebudayaan sejalan dengan program Bank NTT pengembangan UMKM. Dijelaskannya, sesuai prediksi para ekonom bahwa 2023 adalah tahun resesi ekonomi.
” Maka di 2022 kita ada pengembangan di bidang pertanian, peternakan, perikanan lewat scimker yang lebih khusus kita menyentuh kepada UMKM. Kita terus bicara UMKM karena menurut kami ini adalah dasar pokok pelaku wisata. Mereka dari kecil dulu baru bisa besar,” kata Sender.

Lanjutnya, perlu kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Bank NTT juga para pelaku usaha untuk mengembangkan UMKM di berbagai sektor seperti kuliner, pertanian, perikanan dan lainnya. Maka pihaknya siap memberikan suport lewat berbagai kebijakan scimker Bank NTT yang khusus menyentuh para UMKM. Terkait atraksi budaya Bahoruk, kata Sender, semua pihak harus bangga bahwa budaya Bahoruk ini masuk alam Ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards tahun 2022 ini.

” Nah kenapa saya bilang kita harus bangga, karena tidak semua kabupaten masuk dalam pergelaran API Awards ini. Dan Rote Ndao kali ini dengan Bahoruknya. Sebelumnya Mulut Seribu dan Telaga Nirwana juga masuk dalam ajang API Awards, sehingga kita sudah bisa berdayakan UMKM disekitar tempat wisata tersebut dan menciptakan multiplayer efek yang positif antara suatu kegiatan pariwisata dengan pelaku UMKM” ungkapnya.

Sementara pelaku UMKM, lanjut Sender, harus menyediakan barang-barang yang sesuai dengan kebutuhan ditempat wisata. ” Nah saya belum lihat di Rote Ndao ini ada jus yang didalamnya ada buah saboak isinya. Padahal itu nilainya cukup tinggi kalau di Kupang. Satu gelas harganya bisa Rp 20 ribu,” katanya memberi contoh.

Tourism Virtual Meeting diselenggarakan untuk menyatukan persepsi dan mendukung kebijakan pengembangan pariwisata dan kebudayaan yang sejalan dengan pengembangan UMKM.

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE,M.Si sebagai Keynote Speaker bersama Narasumber Tokoh Budaya Nehemia Faah dan Pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao Sender Dewa Lele. Diawal dan akhir kegiatan para narasumber kompak mengungkapkan pekikan Salam Bahoruk dan Salam Pariwisata Rote Ndao. Ayo dukung Atraksi Budaya Bahoruk di Anugerah Pesona Indonesia award 2022 dengan cara SMS Ketik API 13A kirim ke 99386. (Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-10-24 at 13.41.40

Ini Cerita Budayawan Rote Ndao tentang Bahoruk Dimasa Lampau

Atraksi Budaya Bahoruk atau Pukul Kaki, sebuah tradisi budaya Kabupaten Rote Ndao yang tengah diikutsertakan dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards tahun 2022 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata RI. Ajang Nasional ini menjadi momentum peningkatan pariwisata dan budaya daerah lewat promosi bertaraf internasional sehingga semakin populer dan dikenal.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao telah mengupayakan berbagai kebijakan agar salah satu aset budaya ini bisa menjadi yang terbaik di API Award tahun ini. Pemda Rote Ndao berharap dukungan yang diberikan pada Bahoruk mampu menembus peringkat terbaik.

Pemda Rote Ndao kembali menyelenggarakan Tourism Virtual Meeting Bahoruk, senin (24/10/22) yang diikuti seluruh perangkat daerah dan masyarakat Rote Ndao. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat pemahaman publik tentang tradisi masyarakat Kabupaten Rote Ndao yang satu ini. Kegiatan dikemas dalam diskusi dan pemaparan materi terkait sejarah Bahoruk dan kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan atraksi budaya ini.

Tampil sebagai Key Not Speaker Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus M. Saek,SE, M.Si bersama Narasumber Tokoh Budaya Rote Ndao Nehemia Faah dan pimpinan Bank NTT Cabang Rote Ndao Sender Dewa Lele dan dimoderatori Belina Rahelea Kaseh. Kegiatan diawali dengan pemutaran Video Dokumenter Bahoruk. Mengisahkan cerita rakyat tentang asal mula Bahoruk. Berawal dari dua orang warga yang sedang mengurus ternak peliharaannya. Keduanya berteduh dibawah sebuah pohon dan bercerita sambil memperhatikan ternak masing-masing.
Tiba-tiba muncul ide seorang temannya untuk mengetes kekuatan kaki sebagai seorang penggembala ternak. Ia memukul menggunakan sebuah kayu rotan. Gayung bersambut, mereka saling berbalas-balasan memukul kaki. Mereka semakin tertantang satu dengan yang lain untuk melakukan pukul kaki ini.

Yang menarik adalah kondisi tersebut sama skali tidak menimbulkan saling marah diantara keduanya. Bahkan mereka saling memberikan semangat dalam melakukan pukul kaki menggunakan sebilah rotan tersebut. Akhirnya kebiasaan pukul kaki ini terpelihara hingga sekarang, telah menjadi sebuah tradisi masyarakat dan dikenal dengan sebutan yang familiar yakni Bahoruk.

Tokoh Budaya Rote Ndao Nehemia Faah juga mengisahkan pada zaman dulu hidup dua orang dua orang pengembala ternak yang saling bersahabat satu dengan lain. Dua orang ini bernama Praingirau dan Makalesi Rai. Mereka berasal dari Landu tepatnya Kecamatan Landu Leko. Keduanya memiliki perbedaan fisik yang cukup mencolok dengan Makalesi Lai memiliki postur tubuh yang besar sementara sahabatnya Praingirau dengan tubuh yang kecil an kurus. Disuatu siang keduanya sementara santai dalam aktivitas pengembalaan ternaknya, mereka saling mengejek. Makalesi Lai berkata kepada Praingirau ” betis kecil seperti yang engkau punya ini kalau saya pukul pasti patah dan hancur lebur’. Praingirau membalas dengan berkata ‘ walaupun badanmu besar kalau betismu saya pukul pasti terluka parah sehingga kau tidak bisa berdiri dan jalan lagi”. Kemudian keduanya sepakat untuk membuktikan perkataan mereka masing-masing. Usai melakukan pukul kaki kedua sahabat tersebut dengan wajah riang dan penuh persahabatan lalu meninggalkan tempat tersebut kembali menggembalakan ternak mereka. Cerita ini yang kini populer dikenal dengan nama Bahoruk atau Pukul Kaki. Tradisi budaya masayarakat yang terus dijaga kelestariannya dan berkesempatan ambil bagian dalam Ajang API Awards tahun 2022.

Sebagai pemerhati budaya, Nehemia Faah berharap adanya dukungan dalam pengembangan kelestarian budaya seperti ini. Pemerintah Daerah, kata Nehemia perlu membuat sebuah aturan yang menegaskan aparatur sampai ke tingkat desa dan kelurahan agar proaktif mendukung sanggar budaya yang ada sehingga mampu melestarikan budaya daerah.

” Desa dan kecamatan yang belum memiliki sanggar budaya agar segera membentuknya. Karena sanggar seni dan budaya merupakan wadah untuk mendata dan menata masyarakat seni budaya di wilayah kerjanya masing-masing. Pengurus sanggar wajib mendata ungkapan-ungkapan adat tradisional, permainan rakyat dan cerita rakyat beserta syair Rote Ndao yang saat ini tidak semua orang mampu melakukannya,” harap Nehemia.

Ia juga meminta agar membukukan warisan budaya dan dijadikan mata pembelajaran dan pengetahuan bagi generasi yang akan datang. Serta perlu dukungan pemerintah daerah dalam mengembangkan seni dan budaya ditingkat desa, kelurahan dan sekolah.(Bidkom-DKISP)

WhatsApp Image 2022-10-24 at 13.05.23

Pemerintah Antisipasi Disparitas Pangan Antar Wilayah dan Pengendalian Inflasi

 

Pemerintah masih terus berupaya mengantisipasi disparitas pangan antar wilayah sekaligus mengendalikan inflasi sampai ke daerah-daerah. Kementerian Dalam Negeri bersama instansi terkait dan Pemerintah Daerah se-Indonesia melakukan rapat koordinasi secara virtual, senin (24/10/22). Untuk membahas berbagai strategi dan kebijakan yang telah diambil dalam rangka mengendalikan inflasi di daerah.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE diwakili Sekretaris Daerah Drs. Jonas M. Selly,MM bersama Forkompinda Kabupaten Rote Ndao mengikuti rapat koordinasi ini secara virtual dari ruang Vicon Kantor Bupati Rote Ndao.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan saat ini sudah ada sistem pemantauan yang riil time untuk mengetahui harga pangan. Sehingga setiap saat pemantauan dapat dilakukan secara terus menerus. Ia mengakui banyak problem yang timbul di daerah terkait inflasi. Dan pihaknya berharap inflasi dijadikan sebagai isu prioritas oleh daerah serta ada sinergi antar semua stakeholder.

Solusi pengendalian inflasi, kata Menteri Tito adalah dengan komunikasi publik yang baik sehingga masyarakat tidak menjadi panik, mengaktifkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), mengaktifkan Satgas Pangan Daerah, BBM Subsidi tepat sasaran, melakukan Gerakan Penghematan Energi, Gerakan Tanam Pangan Panen Cepat, kerja sama antar daerah, intensifkan jaring pengaman sosial dan penyempaian informasi terkait perkembangan inflasi/deflasi ke daerah-daerah.

Tingkat inflasi Indonesia pada September 2022 sebesar 5,59 persen. Artinya Indonesia sampai saat ini masih bisa mempertahankan inflasi dibawah 6 persen. Komoditas penyumbang inflasi yakni beras sebesar 1,45 persen. Sementara deflasi terjadi pada beberapa komoditas termasuk di NTT yakni bawang merah dan cabai.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik Dr. Margo Yuwono mengatakan perlu terus dilakukan pemantauan untuk mengetahui disparitas harga antar wilayah serta veriasinya dalam satu wilayah tertentu.

” (Pemantauan) untuk kita bisa mengetahui itu dan bisa mengendalikan dan jaga. Sebagai catatan dari kami”, ungkapnya.


Dalam pengamatannya terkait inflasi dan deflasi yang terjadi di daerah, BPS mengeluarkan beberapa rekomendasi. Pertama, katanya adalah dengan prinsip satu data Indonesia maka seluruh kementerian, lembaga dan Pemda perlu mensinergikan kepemilikan data yang terkait dengan data harga, stok atau produksi sebagai indikator kinerja pengendalian inflasi. Kedua, diseminasi indikator kinerja pengendalian inflasi perlu dilakukan secara berkala dalam rangka merancang program kerja yang lebih tepat oleh TPIP dan TPID. Ketiga, sejalan dengan Inflasi Bahan Pangan yang cenderung terus memberikan andil inflasi/deflasi serta sesuai dengan gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan maka ditetapkan 20 komoditas bahan pangan terpilih yang akan dijadikan patokan kinerja pengendalian inflasi oleh TPIP dan TPID.

Lanjutnya, dalam rangka mendiseminasikan indikator kinerja pengendalian inflasi yang lebih terukur dan berkesinambungan pihaknya akan merilis tiga indikator kinerja pengendalian inflasi yakni Indeks Perkembangan Harga, Indeks Disparitas Harga Harga Antar Wilayah dan Koefisien Variasi Harga Mingguan.

” Sehingga pada penyediaan data untuk tiga indikator kinerja tersebut harus dilakukan dengan kolaborasi antar kementerian, lembaga dan pemerintah daerah khususnya pada penyediaan data (berbagi pakai), pengolahan dan analisis serta diseminasinya,” jelasnya.

Dari survey BPS, meski terjadi inflasi di daerah tapi secara nasional ada terjadi deflasi di dua kabupaten di Provinsi Papua yakni Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menambahkan secara ketersediaan seluruh komoditas pangan terpenuhi. Untuk itu perlu mempersiapkan saran dan prasarana untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas produk pangan. Perlu dilakukan pula percepatan distribusi pangan antar wilayah dan penguatan stok pangan nasional.

” Kami bersama Kemenkeu dan BUMN secara terpisah mulai menyediakan stok beras 779.352 Ton. Sebaiknya inflasi tidak terlalu jauh dari pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

10 Kabupaten Realisasi Bansos Terbesar
Menteri Dalam Negeri juga menyampaikan terkait realisasi belanja Bantuan sosial APBD yang juga terkait dengan kebijakan pengendalian inflasi di daerah. Menteri Tito menyebut 10 Kabupaten dari 414 Kabupaten yang terlapor sudah merealisasikan Bansos APBD.

Kabupaten Rote Ndao menjadi salah satu dari 10 Kabupaten realisasi Bansos APBD terbesar. Ke 10 Kabupaten tersebut secara berurutan yakni Kabupaten Malinau, Flores Timur, Rote Ndao, Sarmi, Timor Tengah Utara, Enrekang, Halmahera Timur, Bengkulu Utara, Majene dan Kabupaten Kepulauan Anambas.(Bidkom-DKISP)

20221019_115605

Pemda Rote Ndao Gandeng Momentum-USAID Gelar Lokakarya Penyusunana Roadmap dan RAD Penurunan Stunting serta AKI/B

Pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao bersama Momentum-USAID mengadakan Lokakarya penyusunan Roadmap dan Rancangan Aksi Daerah  penurunan stunting serta AKI/B untuk wilayah Rote Ndao. Kegiatan ini digelar di Aula Hotel Videsi, Rabu (19/10).

Kegiatan Lokakarya penyusunan roadmap dan RAD penurunan stunting serta AKI/B ini dibuka langsung oleh Asisten Administrasi Pembangunan dan Perekonomian dan Setda  Rote Ndao Ir. Untung Harjito. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa roadmap penurunan stunting serta AKI/B merupakan hal fundamental yang harus diletakan agar intervensi stunting serta AKI/B di Rote Ndao dapat dilaksanakan secara maksimal. Ia melanjutkan bahwa penyusunan roadmap ini merupakan langkah awal untuk menyongsong generasi emas Indonesia.

Selain membuka kegiatan lokakarya penyusunan roadmap penurunan stunting serta AKI/B Asisten yang membidangi bidang perekonomian dan pembangunan Rote Ndao ini juga membawakan materi terkait dengan Stunting serta AKI/B yang ada di Rote Ndao.

Sementara itu di waktu yang sama Oni Lauata selaku perwakilan distrik koordinator Momentum di Rote Ndao lewat sambutannya menyampaikan bahwa intervensi dari berbagai sektor untuk penurunan stunting serta AKI/B telah dilakukan secara maksimal. Ia mengatakan bahwa penyusunan roadmap ini untuk daerah Rote Ndao memang mengalami sediki kertelambatan dikarenakan pembuatan SK Pokja AKI/B.

Oni melanjutkan bahwa stunting serta AKI/B memiliki keterkaitan erat yang memiliki sebab serta akibat. Ia mengatakan bahwa lewat diskusi yang akan terjadi lewat lokakarya ini maka akan dikaji lebih lanjut bagaimana keterkaitan akan kedua hal tersebut.

Momentum Dorong Inovasi Mama Bo’i di Terapkan di Daerah lain di NTT

Kesempatan tersebut Momentum melalui Oni Lauata juga menyampaikan bahwa Pemda Rote Ndao perlu berbangga sebab hanya Rote Ndao yang memiliki inovasi aplikasi MAMA BO’I yang memuat manajemen data ibu dan anak. Ia mengatakan bahwa kedepan Momentum akan mendorong aplikasi ini untuk diadopsi oleh daerah lain sebagai sistem manajemen data ibu dan anak.

Pada kegiatan lokakarya ini perwakilan dari Bapelitbangda Provinsi NTT Vince Panggola melalui aplikasi zoom meeting juga turut memberikan informasi terkait dengan petunjuk penyusunan roadmap penurunan stunting serta AKI/B di kabupaten Rote Ndao. Sementara itu Kabid Pemsosbud Bapelitbang Rote Ndao Shewrin Ufi pada kesempatan tersebut juga turut memberikan materi mengenai  teknis penyusunan roadmap penurunan stunting serta AKI/B di Kabupaten Rote Ndao.

Untuk diketahui bahwa kegiatan ini diikuti oleh lintas OPD yang ada di Rote Ndao yang didalamnya memiliki tupoksi terkait penangan stunting serta AKI/B. (dkisp)

pemakaman-korban-kapal-boa

Wabup Stef Hadiri dan Sampaikan Ungkapan Dukacita di Pemakaman Korban Laka Laut

Tragedi kecelakaan laut di perairan pantai Loedik desa Bo’a Kecamatan Rote Barat pada Minggu (16/10/2022) yang merenggut tujuh nyawa serta 11 lainnya dirawat intensif di Puskesmas Delha dan RSUD Ba’a. Dan sehari setelahnya tepatnya senin (17/10/22) petang, ketujuh korban meninggal diibadatkan secara bersama untuk dimakamkan.

Ketujuh korban meninggal yakni Paulus Hangge (37), Nikson Mbatu (27), Yan Bunda (49), Andi Hangge (23), Putri Bunda (12), Jendri Bunda (17) dan Deni Adu (34). Semuanya ada warga desa Bo’a Kecamatan Rote Barat.

Wakil bupati Rote Ndao Stefanus m. Saek,SE,M.Si menghadiri upacara pemakaman ketujuh korban meninggal seraya menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao. Prosesi pemakaman dipimpin Ketua Majelis Klasis Rote Barat Pdt. Ira Radja Pono, S.Th dihadiri anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dan para kepala desa se-Kecamatan Rote Barat.

Wabup Stef menyerahkan bantuan beras 380 Kg, Akta Kematian dan uang santunan duka Rp.5 juta. Bantuan diterima perwakilan keluarga korban dan dilanjutkan dengan penyerahan Akta Kematian.

Wabup Stef mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas terjadinya peristiwa kecelakaan laut di perairan sekitar desa Bo’a tersebut. Ia mengatakan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao merasakan betul situasi dukacita yang melanda warga desa Bo’a yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia dan 11 lainnya menjalani perawatan intensif di Puskesmas Delha dan RSUD Ba’a. Wabup Stef berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan dalam melewati masa-masa sulit ini.

” Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Rote Ndao merasakan dukacita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan laut yang menimpa basodara di desa Bo’a yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dari Tuhan,” ungkap Wabup Stef.

Setelah ibadat pemakaman dilakukan secara bersama yang dipimpin Ketua Majelis Klasis Rote Barat Pdt. Ira Radja Pono, S.Th, dilanjutkan dengan upacara penguburan yang dilakukan kediaman masing-masing korban. Dan dipimpin masing-masing ketua mejelis jemaat.

Upacara penguburan alm. Paulus Hangge dipimpin Pdt. Ernawati Billi,S.Th, alm. Nikson Mbaru oleh Pdt. Joys Funay,M.Th, alm. Yandri Bunda oleh Pdt. Jeni Riwu, S.Th, alm. Andi Hangge oleh Pdt . Sepri Haan, S.Th, almh. Putri Bunda oleh Pdt. Ira Radja Pono,S.Th, alm. Jendri Bunda oleh Pdt. Pingky Taka, S.Th dan alm. Deni Adu oleh Pdt. Aryani Na’u, S.Th.

Peristiwa kecelakaan laut ini terjadi pada minggu (16/10/22) sore ketika sebuah perahu milik Yermias Nggadas, warga Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat baru saja selesai dikerjakan. Warga Dusun Loedik dan Dusun Ndundao Desa Bo’a lalu bergotong-royong menarik perahu tersebut ke tepi pantai Loedik sekitar pukul 14.00 wita. Karena hendak melakukan uji coba, 41 orang warga Desa Bo’a lalu berbondong-bondong ikut naik ke dalam perahu.

Perahu dinahkodai Paulus Hangge yang juga warga Desa Bo’a dan mulai mengitari sekitar perairan pantai Loedik pukul 15.30 wita. Kurang lebih 30 menit melakukan uji coba, perahu hendak berbalik arah kembali menuju pantai Loedik. Saat inilah peristiwa pilu ini terjadi. Ketika hendak putar balik arah, perahu dihantam gelombang besar. Menyebabkan perahu goyah dan kehilangan keseimbangan. Para penumpang yang tak menyangka situasi ini bakal terjadi lantas terjatuh ke dalam laut. Peristiwa ini menyebabkan 7 orang meninggal dunia, 11 orang menjalani perawatan di Puskesmas Delha dan RSUD Ba’a.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE Bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek, SE,M.Si dan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao sesaat setelah kejadian tiba di lokasi. Bupati dan rombongan mengecek langsung kondisi para korban di Puskesmas Delha. Untuk memastikan penanganan intensif bagi para korban. Bupati Paulina, Wabup Stef dan Forkompimda kemudian bertolak ke Desa Bo’a untuk melihat korban meninggal dunia beserta keluarga yang berduka. (Bidkom-DKISP)

tragedi-boa-16-10-22-3

Kisah Pilu Kecelakaan Laut Yang Merenggut Tujuh Jiwa

Kisah pilu kecelakaan di laut terjadi sekitar perairan Loedik Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat, minggu (16/10/22) sore.

Sebuah tragedi terhempasnya perahu motor bermuatan 41 orang, warga dua dusun akibat hantaman gelombang. Menyebabkan 7 orang dilaporkan meninggal dunia, 11 orang menjalani perawatan di Puskesmas Delha dan 2 orang diantaranya harus dirujuk ke RSUD Ba’a karena kondisi yang dialami cukup parah.

Para korban meninggal yakni Paulus Hangge (37), Nikson Mbatu (27), Yan Bunda (49), Andi Hangge (23), Putri Bunda (12), Jendri Bunda (17) dan Deni Adu (34). Sementara 11 korban yang dirawat di Puskesmas Delha, Lot Hangge (15), Hengki Mbatu (34), Adi Tang (27), Rio Nggadas (18), Gisel Mbatu (11), Petronela Nggadas (33), Wehelmina Lulu (33), Yakobis Hangge (11), Ruslin Hangge (6), Miksel Hangge (29) dan Juven Huba (17). Semuanya adalah warga Desa Bo’a.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian pilu terjadi ini saat uji coba perahu motor milik salah satu warga Desa Bo’a yang baru selesai dikerjakan. Namun jumlah warga yang menumpangi perahu tersebut diprediksi melewati batas maksimum perahu. Sehingga Ketika dihantam gelombang, perahu kehilangan keseimbangan dan menyebabkan para penumpang terjatuh ke laut.

Koronologinis adalah pada minggu (16/10/22) sore sebuah perahu milik Yermias Nggadas, warga Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat baru saja selesai dikerjakan. Selanjutnya warga Dusun Loedik dan Dusun Ndundao Desa Bo’a bergotong-royong menarik perahu tersebut ke tepi pantai Loedik sekitar pukul 14.00 wita. Karena hendak melakukan uji coba, 41 orang warga Desa Bo’a lalu berbondong-bondong ikut naik ke dalam perahu.

Perahu dinahkodai Paulus Hangge yang juga warga Desa Bo’a dan mulai mengitari sekitar perairan pantai Loedik pukul 15.30 wita. Kurang lebih 30 menit melakukan uji coba, perahu hendak berbalik arah kembali menuju pantai Loedik. Saat inilah peristiwa pilu ini terjadi. Ketika hendak putar balik arah, perahu dihantam gelombang besar. Menyebabkan perahu goyah dan kehilangan keseimbangan. Para penumpang yang tak menyangka situasi ini bakal terjadi lantas terjatuh ke dalam laut. Mereka berusaha menyelematkan diri dan saling menopang satu dengan yang lain.

Melihat kondisi ini, sebagian warga yang berada di bibir pantai lalu bergegas melakukan upaya penyelamatan menggunakan speed boat. Upaya evakuasi pun terus dilakukan. Meski ada sebagian penumpang perahu itu yang berhasil berenang sampai ke tepi pantai. Selang beberapa saat kemudian anggota Polsek Rote Barat tiba dilokasi. Bersama-sama warga setempat melakukan evakuasi. Akhirnya para korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Delha untuk menjalani perawatan.

Tapi sayangnya, 7 orang korban tidak sempat terselematkan dan dilaporkan meninggal dunia. Sementara korban yang berhasil selamat 11 diantaranya dirawat intensif di Puskesmas Delha. Dan 2 orang diantaranya akibat kondisi yang cukup parah harus dilarikan ke RSUD Ba’a.

Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE Bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si dan Forkompimda Kabupaten Rote Ndao sesaat kemudian tiba di lokasi. Bupati dan rombongan mengecek langsung kondisi para korban di Puskesmas Delha. Untuk memastikan penanganan intensif bagi para korban.

Bupati Paulina, Wabup Stef dan Forkompimda kemudian bertolak ke Desa Bo’a untuk melihat korban meninggal dunia beserta keluarga yang berduka. 7 orang meninggalkan telah disemayamkan dirumah duka masing-masing di Desa Bo’a.

Sekretaris Desa Bo’a Oktofinasu Nggadas mengatakan perahu tersebut berlayar melakukan uji coba dan berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Perahu miring dihantam gelombang saat hendak berbalik arah menuju pantai.

“ Setelah dong keluar (berlayar untuk uji coba) dan setelah bok perahu miring sehingga orang-orang diatas perahu jatuh ke laut. Sementara perahu tidak tenggelam. Dan menurut rencana para korban meninggal akan dibawa ke Gereja dan ketong kebaktian sama-sama. Sementara pemakaman dimasing-masing tempat,” ungkapnya.(Bidkom-DKISP)