papadakManeleo Inahuk yang adalah Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM mengukuhkan 48 tokoh adat sebagai pengawas laut (Manaholo) Rabu (7/9/2016) di pantai Kola, Desa Nggodimeda, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

Para tokoh adat tersebut berasal dari enam desa di tiga kecamatan yakni Desa Oelua dan Netenaen di Kecamatan Rote Barat Laut, Desa Nggodimeda dan Siomeda di Kecamatan Rote Tengah, serta Desa Bolatena dan Sotimori di Kecamatan Landu Leko.

Tugas utama Manaholo ialah menjaga kawasan sumber daya perairan untuk mendukung pengembangan Taman Nasional Perairan (TNP) Laut Sawu.

Bupati pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa lembaga adat ini berperan sebagai mitra pemerintah untuk membantu mengawasi perairan laut menggunakan hukum adat.

Masing-masing Manaholo mengawasi areal perairan tertentu di wilayahnya menggunakan aturan yang disebut Hoholok atau Papadak.
Hoholok merupakan konsep pengelolaan sumber daya alam pada wilayah pertanian dan sawah maupun mamar. Selain itu digunakan juga pada pengaturan air sawah yang diatur secara adat. Pelanggaran terhadap larangan yang diatur dalam Hoholok, dikenai sanksi adat.

papadak2Konsep ini kemudian diadopsi pemerintah daerah untuk diterapkan dalam pengelolaan sumber daya laut. Hoholok memuat 10 jenis larangan antara lain menebang dan memotong dahan mangrove, menangkap ikan dengan bahan peledak, pukat harimau, pasium, dan tuba. Selain itu merusak terumbu karang, mengambil pasir menggunakan alat berat, membuang sampah ke laut, serta menangkap dan membunuh penyu.

Selain itu Ketua Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya Rote Ndao, John B. Ndolu mengatakan bahwa ini adalah sejarah dari leluhur kita yang perlu diangkat kembali untuk melestarikan alam  ciptaan Tuhan yang dititipkan untuk kita, oleh karena itu saat ini merupakan momen yang sangat penting bagi kita untuk membangkitkan kesadaran serta semangat kita untuk membuka mata memulai dengan tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan laut kita.

“Jika kita memberi perhatian yang lebih serius, maka keberhasilan pasti dapat diwujudkan apabila kita bersama-sama berubah”, kata John Ndolu.

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Direktorat Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Andi Rusandi mengatakan deklarasi Hoholok sangat membantu meringankan tugas-tugas pengelolaan laut dan pesisir yang selama ini mungkin hanya dilakukan pemerintah pusat dan daerah.

“Kawasan kita ini cukup luas sehingga dengan adanya deklarasi pengelolaan laut dengan kearifan lokal akan melestarikan sumber daya bagi kemaslahatan generasi sekarang dan generasi yang akan datang,” kata Dia.

https://www.youtube.com/watch?v=AJOBPqiAX2Y