Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bulu,SE mangagendakan bertemu masyarakat penerima bantuan dana Seroja secara bertahap. Kali ini, masyarakat di dua titik yakni di Aula Kantor Camat Pantai Baru untuk 4 Kecamatan, Rote Timur, Landu Leko, Pantai Baru dan Rote Tengah kemudian dilanjutkan pada titik kedua pada Aula Kantor Camat Lobalain untuk 2 kecamatan, Rote Selatan dan Lobalain, Kamis, (21/04/22).

Para penerima bantuan didatangi Bupati, berdiskusi dan memberikan penguatan serta menerima ungkapan isi hati para korban seroja. Umumnya masyarakat mengalami kerugian materil berupa kerusakan bangunan tempat tinggal sehingga pemberian bantuan ini dirasa manfaatnya oleh mereka yang rumahnya mengalami kerusakan. Bantuan diberikan menurut klasifikasi kerusakan, ringan, sedang dan berat.

Perwakilan masyarakat, Laasa Menoh yang didaulat menyampaikan ungkapan hati para korban memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan Dana seroja kepada masyarakat. Ia mengakui banyak wacana yang bergulir dan kurang mengenakkan terkait ini tapi pemerintah, dalam hal ini Bupati Paulina, kata Laasa, terus memberikan perhatian yang luar biasa bagi para korban badai seroja. “Kami sangat bangga dan bersyukur atas perjuangan selama setahun. Pemerintah sepanjang setahun ini mendapat kritikan yang begitu sangat menyakitkan. Pemerintah mendapatkan bahasa yang tidak begitu baik dan hari ini tidak disangka kami bisa mendapatkannya (bantuan). Kami masyarakat merasa bahwa apa yang diperbuat oleh Mama Bupati kepada kami sangat luar biasa dan mampu untuk memaafkan kami,” ungkap Lassa.

Bupati Paulina, dikesempatan itu mengisahkan tantangan ketika mengurus program Bantuan Korban Bencana Seroja ini. Menurutnya banyak rasa pesimis bahkan kritik yang muncul dalam penanganan korban bencana seroja. Namun Bupati Paulina optimis dapat menuntaskan permasalahan ini. “Kami cukup berjerih payah mengurus ini. Kami menunggu juga cukup lama. Apalagi ada kritik bahwa upaya ini mungkin tidak berhasil terkait pengurusan bantuan seroja. Tapi Puji Tuhan hari ini sudah terjawab dan akan kita serahkan secara simbolis untuk dua titik wilayah,” ungkap Bupati Paulina mengisahkan.

Lanjutnya, secara keseluruhan jumlah penerima bantuan pada awalnya berbeda karena setelah melalui tahap uji publik terjadi perubahan jumlah penerima. Sehingga Bupati Paulina ingin agar semua pihak ikut berperan aktif dalam penangan kebencanaan sejak pendataan hingga penyaluran sehingga tidak ada masyarakat yang tercecer. “Kita cukup berjuang sehingga tahun ini baru terjawab dan Puji Tuhan Pemerintah Pusat melalui BNPB mempunyai perhatian khusus kepada semua daerah yang terdampak badai seroja. Dan hari ini akan kita serahkan kepada masyarakat. Setelah melalui tahap uji public. Hal seperti ini tentu kita semua harus berperan aktif agar tidak ada masyarakat yang tercecer,” harap Bupati Paulina.

Secara keseluruhan total anggaran untuk bantuan badai seroja di Kabupaten Rote Ndao mencapai Rp.107 Milyar, sehingga Bupati Paulina berpesan agar menggunakan bantuan ini secara baik untuk mengganti kerusakan rumah yang dialami masyarakat. Soal teknis pemanfaatan bantuan agar dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rote Ndao. “Mari kita gunakan bantuan ini sebaik mungkin dan semoga bermanfaat bagi masyarakat” pesan Bupati.

Secara teknis disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning, SE terkait teknis bantuan, “pada hari ini dilakukan penyerahan secara simbolis buku tabungan Dana Stimulan Rumah ( Dana Seroja) pada dua titik yakni di Aula Kantor Camat Pantai Baru untuk 4 Kecamatan, Rote Timur, Landu Leko, Pantai Baru dan Rote Tengah, berjumlah 2.452 KK dan diwakili oleh 50 KK dari perwakilan setiap Desa kemudian dilanjutkan pada titik kedua di Aula Kantor Camat Lobalain untuk 2 kecamatan, Rote Selatan dan Lobalain, berjumlah 1.963 KK dan diwakili oleh 43 KK dari perwakilan setiap Desa. Dan sesuai agenda maka pada tanggal 22 April 2022 akan diserahkan di Kecamatan Rote Barat Laut, Loaholu, Rote Barat Daya, Rote Barat dan Ndao Nuse” jelas Diksel.

“Bahwa setelah penyerahan secara simbolis maka selanjutnya dilakukan pertemuan tim teknis Pemerintah Daerah dan Tim Pendamping masyarakat untuk melakukan sosialisasi Juknis Pemberian Bantuan dan pendampingan kepada penerima untuk kelancaran proses pencairan dan perbaikan rumah yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan ini”. lanjutnya.

Kegiatan juga turut dihadiri oleh Asisten I, Asisten II, Camat dan Forkopicam, Lurah dan Para Kepala Desa masing-masing. (DKISP)