Pemerintah dan DPRD Kabupaten Rote Ndao hari ini kamis (21/04/2022) memulai rangkaian Sidang I Paripurna DPRD Kabupaten Rote Ndao Tahun 2022 dengan agenda Penyampaian dan Pembahasan Laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Rote Ndao atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021. Pembukaan Sidang I ini dihadiri Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bulu,SE, Unsur Forkompimda, para Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Sekretaris Daerah Jonas M. Selly, MM, Asisten 1 beserta Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Rote Ndao. Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Yosia A. Lau, SE.

Dalam sambutannya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Yosia A. Lau, SE mengatakan bahwa penyampaian LKPJ Bupati Rote Ndao TA 2021 merupakan Intrumen Politik dan konstitusioanal bagi DPRD Kabupaten Rote Ndao untuk mencermati implementasi program kegiatan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan Tahun Anggaran 2021 “Terhadap LKPJ Bupati Rote Ndao TA 2021 kiranya DPRD sebagai Mitra penyelenggara Pemerintahan dapat memberikan catatan-catatan korektif dan konstruktif kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao demi perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat kabupaten Rote Ndao. “Ujar Yosia.

Mengawali pembacaan Nota Pengantar LKPJ, Bupati Paulina menyampaikan ucapan selamat berpuasa kepada seluruh umat Muslim dan Selamat paskah kepada seluruh umat Kristen di Kabupaten Rote Ndao. Lanjut Bupati Paulina dalam laporannya menyampaikan beberapa catatan mengenai pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2021. Perencanaan dan pelaksanaan APBD menuai capaian positif yang berdampak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. “ Sejauh ini telah kita capai bersama kemajuan yang cukup berarti baik dari sisi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sehingga kebersamaan ini terus kita jaga untuk membangun daerah ini guna menuntaskan program pembangunan daerah,” ungkap Bupati Paulina.

Secara spesifik, lanjut Bupati Paulina, dibidang pendidikan misalnya, melalui program pendidik dan kependidikan serta pengembangan kapasitas daya saing pendidikan memberikan dampak berarti bagi dunia pendidikan di kabupaten Rote Ndao. Salah satunya, pada indikator rata-rata lama sekolah tercatat 7,71 Tahun. Hasil ini melampaui target yang ditetapkan di tahun 2021 sebesar 7,30 Tahun. Sementara terkait indikator harapan lama sekolah tercatat sebesar 13,19 tahun dan mengalami penuruan sebesar 0,92 dari target 14,11 tahun. “ Hal ini erat kaitannya dengan penyebaran covid 19 sehingga menjadi perhatian kita bersama dalam upaya peningkatan pembangunan manusia di Kabupaten Rote Ndao,” ajak Bupati Paulina.

Terkait penanganan Stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan bidang kesehatan, Bupati Paulina mengakui hasil kerja keras bersama telah memberikan hasil yang signifikan. Sejak tahun 2020, angka Stunting di daerah ini terus mengalami trend penurunan, dari angka 25,83 % pada 2020, menukik turun di tahun 2021 sebesar 23,48 % “ Hasil kerja keras kita bersama telah memperlihatkan angka penurunan yang sangat signifikan. tahun 2020 kita menghadapi masalah Stunting sebesar 25,83 %. Dan berhasil diturunkan menjadi 23,48 % pada 2021,” jelas Bupati Paulina.

Pemerintah Daerah juga, kata Bupati Paulina, menyusun strategi kebijakan untuk terus mempercepat penanganan Stunting di daerah lewat Instruksi Bupati rote Ndao Nomor 1031 Tahun 2021 tentang Kunjungan Rumah Kepada Adik Asuh (Baduta Stunting), Bupati paulina ingin memastikan generasi Rote Ndao ke depan bebas dari Stunting. Sekaligus bentuk sinergitas dengan pemerintah provinsi NTT untuk target yang diberikan kepada Rote Ndao untuk menurunkan angka Stunting pada 2022 menjadi 13,48 %.

Sementara itu, terkait pekerjaan umum dan penataan ruang, pemerintah terus berupaya meningkatkan konektifitas antar wilayah, peningkatan kuantitas dan kualitas pembangunan sumber daya air, peningkatan kualitas perumahan dan kawasan pemukiman serta pemanfaatan ruang yang efektif. Pemerintah menargetkan panjang jalan dalam kondisi baik tahun 2021 sebesar 47,42 % dengan capaian 47,02 %. Pemerintah juga berhasil membangun jalan strategis desa yang mencapai 97,15 KM dari target 98,62 KM. Tentu sebuah capaian yang positif dalam target memangkas hambatan konektifitas wilayah. Dilakukan pula pembangunan dan rehabilitasi embung sebanyak 251 unit. “ Capaian bersama ini tentu berimplikasi positif terhadap peningkatan konektifitas antar wilayah, peningkatan pengelolaan irigasi dan sumber daya air di Kabupaten Rote Ndao,” jelas Bupati Paulina.

Lanjut Bupati Paulina, Catatan Positif juga ditorehkan pada sektor pertanian yang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di desa. “ Pembangunan pertanian dilakukan secara komprehensif, terencana dan sinergis terbukti berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kontribusi sector pertanian pada PDRB direalisasikan 1,697 Milyar dan sesuai target yang ditetapkan tahun 2021. Nilai tukar petani juga mencatat capaian 101,61 point dari target yang ditetapkan 101,61 point,” jelas Bupati Paulina.

Masih dalam forum paripurna DPRD, Bupati paulina menambahkan kebijakan pembangunan pariwisata yang terus digalakan dalam upaya mendorong peningkatan perekonomin masyarakat lewat meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Rote Ndao. “ Pembangunan dan pengembangan pariwisata dilaksanakan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan di tahun 2021 kunjungan wisawatan kita mencapai 7.500 orang meski masih dalam masa pandemic Covid 19,” tegas Bupati Paulina.

Sesuai keputusan Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Rote Ndao, pelaksanaan persidangan akan berlangsung sampai tanggal 28 April 2022. (DKISP)