Setelah Gerakan Gerakan Operasi Timbang Sehat, Pemberian Makanan Tambahan Lokal dan Gerakan Kaka Angkat Adik Asuh (GKA3), kini satu lagi inovasi yang dicetuskan untuk memastikan penanganan stunting di daerah semakin efektif. Bupati Rote Ndao Paulina Haning-Bullu,SE melaunching program Mari Membawa Mama Melewati Masa Kehamilan, Persalinan dan Nifas dengan Aman (Mama Bo’i) dalam kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Rote Ndao yang digelar di Hotel Ricky, jumat (20/05/2022).

Sebuah program berbasis komunitas yang dimaksudkan untuk memastikan tidak adanya kematian ibu dan bayi selama proses persalinan. Program Mama Bo’i lahir dari perspektif bahwa penanganan stunting harus dimulai sejak janin terbentuk dalam kandungan ibu. Prinsipnya adalah mengeliminasi kematian ibu dan bayi. Sebab ada hubungan yang kuat antara stunting dengan ibu dan bayi. “ Terima kasih hari ini kita akan launching Mama Boi. Sebuah sistem rujukan terintegrasi yang berbasis komunitas. Jadi hari ini resmi saya buka dengan harapan para camat,lurah kepala desa harus memperhatikan ibu hamil di wilayahnya masing-masing,” ajak Bupati Paulina.

Bupati Paulina lalu menginstruksikan perangkatnya di kecamatan, kelurahan dan desa agar terus memantau perkembangan ibu dan bayi, memberikan edukasi secara cermat dan memastikan pengecekan kandungan di fasilitas kesehatan dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Sehingga ia tidak ingin ada lagi kasus kematian ibu dan bayi. “ Berikan arahan kepada mereka untuk setiap saat mengecek kandungannya ke faskes terdekat. Saat melahirkan agar ditangai oleh Nakes. Harapan saya, datang satu harus pulang dua. Nah, kami anggap para camat yang diberikan tugas itu sudah punya kemampuan. Jadi apa yang menjadi program itu harus ditindak lanjut sesuai harapan. Sehingga kita bisa hidup dengan penuh damai. Jangan ada kematian ibu dan anak,” harap Bupati Paulina.

Bupati Paulina ingin Program Mama Bo’i memastikan proses persalinan yang berkualitas, tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi sehingga ia menyentuh hati semua pihak untuk terlibat aktif dalam pelayanan ibu dan bayi. “ Dengan inovasi Mama Bo’i ini menyentuh perasaan kita terhadap ibu dan anak-anak penerus bangsa ini agar memiliki kemampuan yang berdaya saing. Kita lakukan dengan rasa kasih dan cinta” ujar Bupati Paulina.

Dalam program Mama Bo’i sendiri semua unsur dalam komunitas turut berperan mencegah kematian ibu dan bayi. Tidak boleh dalam perencanaan itu ibu hamil dan melahirkan lalu meninggal. “ Harus Nol yang meninggal. Tidak boleh ada ibu yang meninggal. Para Camat, Kepala Desa dan Lurah harus tahu masyarakat yang hamil. Sehingga terus mengawal ini untuk memberikan kepedulian kepada ibu hamil,” harap Bupati Paulina.

Kegiatan di hadiri Forkompimda Rote Ndao dan Narasumber Bapelitbang Provinsi NTT, Vince Bimas Pangula,SKM, Para Camat, para Kepala Puskesmas dan Kader se-Kabupaten Rote Ndao. (DKISP)