Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) kali ini diharapkan mampu memenuhi target semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun menerima imunisasi MR untuk pencegahan Campak-Rubella. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE ketika mencanangkan BIAN Tahun 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao di SD Inpres 2 Ba’a Sabtu (21/05/2022) mematok target minimal tersebut untuk direalisasi sebulan ke depan.

Bersama Wakil Bupati Stefanus M. Saek,SE,M.Si saat pencanangan BIAN, Bupati Paulina mengungkapkan keinginannya agar semua anak usia 9 bulan sampai 12 tahun harus diimunisasi MR untuk menghindari Camapak dan Rubella pada anak. Ia berharap target 100 persen anak diusia tersebut atau minimal 95 persen tahun ini direalisasikan dengan baik. “ Kita harus bersemangat menyukseskan kegiatan BIAN ini dengan membangun kerja sama lintas sektor, lintas program dan kemitraan terkait dengan komitmen kita mengatasi Campak Rubella ini. Dan hasilnya harus mencapai target minimal 95 persen. Kalau tidak 100 persen pun maka minimal itu 95 persen tercapai,” harap Bupati Paulina.

Pemberian imunisasi ini, kata Bupati Paulina, dilakukan atas semangat dan komitmen untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas. Ini menjadi harapan sekaligus kebanggaan tersendiri. Karena itu kerja bersama semua komponen di daerah sangat ia harapkan. “ Kesuksesan kegiatan ini merupakan tanggungjawab semua komponen di daerah ini. Pemerintah dan masyarakat kita saling mengingatkan. Jadi tanggungjawab ini bukan saja pemerintah tetapi juga masyarakat agar kelak anak-anak kita menjadi sehat dan cerdas. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ungkap Bupati Paulina.

Pelaksanaan BIAN ini khususnya imunisasi Campak dan Rubella dengan melihat dampaknya bagi anak-anak. Campak yang menyerang anak dengan komplikasi yang serius dapat menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian. Sedangkan Rubella bisa menular kepada ibu hamil. Sehingga awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran atau cacat pada bayi. “ Kita harus waspada supaya anak-anak kita bisa tumbuh dengan sehat. Kita semua harus ingatkan agar ibu hamil juga harus diimunisasi campak. Sebab Campak dengan komplikasi serius menyebabkan diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian pada anak. Demikian pula Rubella yang menular kepada ibu hamil, menyebabkan diawal kehamilannya bisa terjadi keguguran dan anak yang lahir bisa mengalami kecacatan,” jelas Bupati Paulina mengingatkan. Sehingga ia mengajak semua komponen terutama aparaturnya untuk proaktif dalam tugas dan tanggungjawab, mampu memastikan masyarakat untuk membawa anaknya ke puskesmas guna mendapat imunisasi.

Pada momentum BIAN ini dilakukan imunisasi dasar lengkap untuk penyakit Campak-Rubela. Menjadi tanggungjawab bersama untuk saling mengingatkan demi masa depan anak-anak kita. “ Jadi itu menjadi tanggungjawab kita bersama. Tetapi yang terutama camat, lurah dan kepala desa karena cukup dekat dengan masyarakat. Hari kita lakukan pencanangan sehingga ke depan camat harus proaktif. Jangan tidur. Karena diberikan jabatan itu mesti menjadi tanggung jawab terhadap masyarakat yang ada di wilayahnya masing-masing. Karena ini demi masa depan anak-anak kita,” kata Bupati Paulina memberi semangat.

Kegiatan imunisasi ini sendiri merupakan salah satu prioritas dan dalam rangka menurunkan kematian pada anak. Imunisasi ini turut berkontribusi dalam mewujudkan Human Development Indeks terkait dengan angka umur harapan hidup.

Bupati Paulina menabuh gong tanda pencanangan BIAN 2022 tingkat Kabupaten Rote Ndao yang akan berlangsung hingga bulan juni 2022. Bupati Paulina bersama Wabup Stef menyempatkan menyaksikan kegiatan imunisasi perdana pada anak-anak di SD Inpres 2 Ba’a sembari memberikan semangat agar anak-anak percaya diri dan tidak takut mengikuti imunisasi.(DKISP)