Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis desa melalui kegiatan pelatihan dan pameran produk inovasi kuliner khas daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Oetefu, Kecamatan Rote Barat Daya, dan berfokus pada pengembangan snack tradisional “tenteng kacang lena/wijen” sebagai produk unggulan lokal, Jumat (22/05).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johanis Asadoma. Saat membuka kegiatan ini ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi sangat mendukung percepatan pembangunan daerah melalui intervenai berbasis desa. Selain itu ia juga terus mendorong ekonomi kreatif untuk terus berinovasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rote Ndao.

Selain Wakil Gubernur NTT, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT beserta tim, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi kepada pemkab Rote Ndao untuk pengembangan ekonomi kreatif.
Mewakili Pemkab Rote Ndao Bupati Paulus Henuk dalam sambutan menyampaikan bahwa pembangunan desa merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki potensi besar untuk tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Program ini juga selaras dengan visi Pemerintah Provinsi NTT “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, khususnya dalam pilar peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Di tingkat kabupaten, upaya ini mendukung visi “Transformasi Rote Ndao dalam Bingkai Ita Esa” yang diwujudkan melalui berbagai agenda pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pemerintah daerah mengakui bahwa tantangan pembangunan di desa masih cukup kompleks, mulai dari kemiskinan, stunting, keterbatasan infrastruktur hingga akses ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa, serta partisipasi aktif masyarakat.
Adapun fokus utama dalam intervensi pembangunan berbasis desa ini meliputi pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, intervensi sosial budaya dan kesehatan, pengembangan inovasi desa, penguatan tata kelola, serta pemberdayaan masyarakat.
Pelatihan yang dilaksanakan dinilai memiliki dampak strategis karena tidak hanya mengajarkan keterampilan mengolah produk lokal, tetapi juga memberikan pemahaman tentang kualitas produksi, pengemasan, pemasaran, hingga kewirausahaan. Produk “tenteng kacang lena/wijen” sendiri dinilai bukan sekadar makanan tradisional, melainkan identitas budaya sekaligus peluang ekonomi yang menjanjikan.
Pemerintah juga mendorong agar kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu melahirkan kelompok usaha kreatif yang mandiri dan berkelanjutan. Seluruh perangkat daerah diminta aktif mendampingi pelaku usaha, mulai dari pelatihan lanjutan, legalitas usaha, akses pasar, hingga promosi melalui berbagai platform.
Peran Tim Penggerak PKK juga dinilai strategis dalam memberdayakan perempuan dan keluarga melalui pengembangan usaha rumah tangga kreatif. Sementara itu, Pemerintah Desa Oetefu diharapkan terus melakukan pendampingan dan memperkuat kelembagaan kelompok usaha, termasuk memanfaatkan dana desa untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga memiliki nilai strategis dalam mendorong pengembangan pariwisata dan memperkenalkan potensi budaya lokal Rote Ndao kepada masyarakat luas. Desa Oetefu dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari kawasan pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kuliner.

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, masyarakat, hingga lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir inovasi desa serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mampu memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Selain itu, produk-produk kuliner khas Rote Ndao diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk belajar dan membangun jejaring demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao. (PPID Utama_DKISP Kab. Rote Ndao)

