Baa,- Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang efektif, aspiratif, partisipatif dan transparan, pemerintah kabupaten Rote Ndao menyusun Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2020-2024 yang mempunyai tujuan melakukan reformasi birokrasi untuk mewujudkan kualitas pelayanan publik. Rencana induk Merupakan kerangka penyusunan SPBE yaitu tata kelola dan kebijakan SPBE, pelayanan SPBE, teknologi informasi dan komunikasi SPBE serta sumber daya manusia (SDM) SPBE. Rencana induk berfungsi sebagai pedoman bagi kepala daerah dan OPD dalam pelaksanaan SPBE di Kabupaten Rote Ndao.

Rencana Induk SPBE disusun dengan prinsip dasar SPBE yaitu: efektifitas, keterpaduan, kesinambungan, efisiensi, akuntabilitas, interopabilitas dan keamanan. Efektivitas berarti kehadiran SPBE memberikan dampak nyata sesuai dengan keluaran yang diharapkan, SPBE menghapus stigma  “terpisah-pisah” yang selama ini identik dengan pelayanan birokrasi, dengan SPBE yang bersifat terpusat dan lengkap, masalah kesinambungan ke depannya dapat menemukan titik terang sehingga lebih efektif dan efisien, karena adanya penyederhadaan sistem pelayanan yang dahulu manual ke pelayanan elektronik.

Untuk itu berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao, Provinsi NTT , salah satunya dengan pelaksanaan kegiatan penyusunan Rencana Induk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hal tersebut  juga sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Terkait dengan hal ini,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rote Ndao melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi atau perguruan tinggi salah satunya adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer  (STIKOM) Uyelindo Kupang sebagai salah satu sekolah tinggi IT terbaik di Provinsi NTT.

Sebab, dalam pengembangan SPBE perlu juga melibatkan akademisi, khususnya dalam penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana penunjangnya,” ujar  Asisten Administrasi Umum Yermi Haning pada pembukaan kegiatan Presentasi Projek kajian akademik Penyusunan Renduk SPBE dari Stikom Uyelindo Kupang yang berlangsung di Auditorium Bumi Ti’i Langga Permai, Selasa (8/12/2020) yang dihadiri 40-an OPD lingkup Pemkab Rote Ndao.

Menurut Yermi biasa disapa, penerapan SPBE tidak hanya bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan publik. Tetapi untuk meningkatkan sistem kerja di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar semakin efektif dan efisien.

Katua STIKOM Uyelindo Kupang, Marinus I. J. Lamabelawa,S.Kom.,M.Cs menuturkan, pihaknya siap mendukung Pemkab Rote Ndao  dalam memaksimalkan penerapan SPBE. Terutama penguatan SDM dan sarana prasarana penunjangnya.

“Terkait rencana sinkronisasi Teknologi Informasi (TI) berbasis SPBE di Kabupaten Rote Ndao, kami mendukung apa yang diinginkan oleh Pemkab Rote Ndao, khususnya dalam penguatan SDM dan sarana penunjang lainnya.  Bagaimanapun juga ini menjadi tanggung jawab kita bersama, sehingga nantinya antara akademisi dan pemerintah bisa bersinergi,” ucapnya.

Menurut Lamabelawa, kegiatan hari ini adalah mendapatkan data untuk  pembuatan baseline sistem pemerintahan berbasis eletronik (SPBE) dan rencana induk (blue print) SPBE sesuai dengan perpres 95 tahun 2018.

, Metro Timor
STIKOM Uyelindo Kupang berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Rote Ndao karena telah  mempercayakan tim dari STIKOM Uyelindo Kupang berkontribusi menyusun rencana induk pengembangan SPBE sebagai langka awal, tentunya  kegiaran-kegiatan lanjutan pasti lebih banyak lagi tahun – tahun kedepannya

STIKOM bekerjasama membantu pemda minimal difokuskan ada tiga hal yaitu yang pertama membatu dalam literasi digital, bagaimana agar semua OPD, ASN memiliki digital mindset (berpikir secara zaman digital ), ada kalanya banyak yang belum berpikir dan kemampuan untuk bekerja secara digital.

hal-hal dasar seperti penggunaan penyimpanan berbasis cloud, pengiriman email, bagaimana  berkomunikasi lewat media sosial yang efektif. Salain itu manajemen data dan dokumen seperti sharing data, mengedit data , menyimpan data, menipulasi data yang dilakukan secara online.

Kedua membantu pemkab dalam pengembangan aplikasi-aplikasi  yang mendukung SPBE Kabupaten Rote Ndao

Ketiga, dalam rangka penerapan yang disebut dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini mahasiswa diberi peran lebih dalam melaksananakan magang, atau proyek didesa, proyek kemanusiaan, atau independen membantu pemda Rote berkaitan dengan penerapan SPBE.  Tiga hal itu yang akan dilakukan di Kabupaten Rote Ndao dan tentunya fokus kami ke bidang pariwisata sesuai visi Pemda Rote Ndao dan renstra pengabadian masyarakat di STIKOM serta tugas kami dalam Kerjasama dengan Pemrov Provinsi NTT.

Tahun 2020 ini rencana induk SPBE sudah diselesaikan. Selanjutnya tahun berikut setelah menunggu direview dan diassesment, jika ada perkembangan pada tahun berikutnya tentunya akan disesuaikan .

Langkah berikut adalah actionnya dan mudah-mudahkan tidak ada hambatan di tahun 2021. (DKISP)