Hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau swab test yang dilakukan terhadap sampel pasien SM (50), yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a, Kamis (3/12), positif Covid-19.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Rote Ndao Jermy Haning dan Assisten I Setda Rote Ndao, Ir. Untung Harjito yang didampingi Direktur RSUD Ba’a dr Widyanto P Adhy dan Kabag Hukum dan Perundang-undangan Setda Rote Ndao Hanggry Mooy, dalam Press Rilis di aula lantai satu kantor Bupati Rote Ndao, Sabtu (5/12) petang.

Menurut Jermy, sesuai hasil yang diperoleh dari Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang, hari ini, pasien atas nama SM positif Covid-19.

Almarhum SM, kata dia, mempunyai catatan sebagai pelaku perjalanan, di mana dua minggu terakhir baru bepergian dari Rote ke Kota Kupang-Atambua pulang pergi.

Terhadap kasus almarhum SM ini, kata Jermy, langkah penanganan yang dilakukan Satgas Covid-19 adalah sementara berupaya melakukan tracing terhadap orang-orang yang diduga melakukan kontak erat dengan almarhum (keluarga, tetangga, kerabat, dan rekan).

“Kami sudah mengimbau keluarga untuk melaksanakan isolasi mandiri, sambil menunggu dilakukan rapid dan swab test. Selain itu untuk kontak erat juga agar dengan sukarela melakukan tes rapid dan swab di RSUD Ba’a atau cukup melaporkan kepada petugas Puskesmas dan atau RSUD dan petugas akan mendatangi untuk melakukan rapid maupun swab secara gratis (biaya ditanggung Pemkab Rote Ndao),” katanya.

Masih menurutnya, sebelumnya salah seorang warga Rote Ndao YYF yang meninggal di Kupang juga terdeteksi Covid-19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kondisi penyebaran Covid-19 di Rote Ndao semakin serius dan sudah memakan korban dua orang warga.

Untuk itu, kata dia, diimbau kepada masyarakat Rote Ndao untuk tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan, hindari kerumuman massa, tidak mengadakan pesta, hajatan, dan termasuk OPD yang melakukan rapat dan pertemuan.

Untung Harjito menambahkan, langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan Satgas dan Pemkab adalah mengefektifkan pejagaan pintu-pintu masuk baik Bandara DC Saudale dan Pelabuhan Ba’a, ASDP Pantai Baru, dan pelabuhan rakyat lainnya.

Selain itu, kata Untung, juga pendataan dan pengawasan warga luar yang masuk ke Rote Ndao untuk meminimalisir dan menghindari kemungkinan penyebaran dari luar, serta tentunya diharapkan masyarakat menjaga kesehatan diri masing-masing dan taati protokol kesehatan. (VN)