Kepala BPBD Kabupaten Rote Ndao, Diksel Haning dalam laporannya per Jumat, 9/4/21 malam mengatakan bahwa  akibat Badai Siklon Tropis yang mendekat ke Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao,  yang dimulai dari tanggal 2 April 2021 terjadi Gelombang Ekstrim (Banjir ROB dan Abrasi) di Desa Papela Kecamatan Rote Timur sehingga merusak rumah warga di Pesisir Pantai Papela – Tanjung dan menyebabkan 153 Kepala Keluarga yang terdiri dari 672 Jiwa terpaksa diungsikan ketempat yang lebih aman.

Selanjutnya pada tanggal 4 April 2021 terjadi Badai Siklon Tropis 99s yang disebut SEROJA disertai dengan intensitas hujan yang sangat tinggi menerpa Kabupaten Rote Ndao di 11 Kecamatan dan 112 Desa serta 7 Kelurahan sehingga menyebabkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar akibat Cuaca Ekstrim (Angin Putting Beliung), Gelombang ekstrim (Banjir ROB), Banjir, Longsor dan Abrasi Pantai.

Sampai dengan kondisi saat ini  tidak ada korban jiwa sedangkan korban luka berat terdapat 3 orang dari desa Dolasi 2 orang dan desa Oebatu 1 orang sedangkan luka ringan 1 orang dari desa Dolasi.

Hingga saat ini terdapat 7 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Rote Ndao yaitu di Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 73 jiwa, Desa Daudolu, Kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 30 jiwa, Desa Faifua Kecamatan Rote Timur berjumlah 25 jiwa, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain berjumlah 70 jiwa, Desa Kuli Kecamatan Lobalain berjumlah 250 jiwa atau 56 kepala keluarga, Desa Landu Kecamatan Rote Barat Daya berjumlah 24 jiwa, desa Boni kecamatan Rote Barat Laut berjumlah 1 jiwa, untuk pengungsian dari awal badai berjumlah 1346 jiwa.

Sampai saat ini terdapat 772 jiwa telah pulang kerumahnya masing-masing yang tersebar di desa Papela Kecamatan Rote Timur dan desa Bebalain kecamatan Lobalain sehingga saat ini jumlah pengungsi yang masih bertahan di tempat pengungsian sebanyak 475 jiwa.

Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPBD adalah berupa pendistribusian obat-obatan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT ke Puskesmas Ndao (kecamatan Ndao Nuse) dan puskesmas Eahun (kecamatan Rote Timur), pendistribusian logistik berupa beras 5,5 ton ke pulau Ndao, beras 2 ton ke pulau Nuse, sembako ke pulau Landu Thie dan Nusamanuk yang berjumlah 43 kepala keluarga),

Lanjut Diksel Haning,  saat ini Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan BPBD masih terus berupaya melakukan pendataan kerusakan infrastruktur dan ditargetkan selesai pada hari ini Sabtu, 10/04.

Hari ini juga pemerintah kabupaten Rote Ndao dan BPBD  mendrop logistik ke desa Matanae, desa Faifua, desa Oesosole dan desa Batefalu

Untuk saat ini masalah dan kendala yang dihadapi oleh tim adalah pendataan di dua desa yaitu desa Tenalain dan desa Pukuafu kecamatan Landu Leko belum dilaksanakan karena masih kesulitan pada akses transportasi dan untuk BBM di pulau Rote saat ini sudah menipis karena dermaga penyebrangan di Baa dan Kupang mengalami kerusakan akibat badai Seroja dan Kapal pengangkut BBM juga saat ini mengalami karam.

Untuk kondisi cuaca saat di kabupaten Rote Ndao sudah relatif membaik atau sudah cerah, untuk jaringan listrik saat ini sudah 3 kecamatan yang sudah teraliri aliran listrik sedangkan untuk jaringan telekomunikasi Telkomsel telah dapat diakses pada 4 kecamatan namun sinyak belum stabil.

Saat ini bantuan dari masyarakat, Yayasan dan NGO masih terus berdatangan untuk memenuhi kebutuhan pasca bencana Badai Tropis Seroja. (posko_sanggu-anin)