Baa,- Bappelitbangda Provinsi NTT melalui Tim Pokja stunting provinsi melaksanakan kegiatan rapat koordinasi dan FGD Tingkat Kabupaten Rote Ndao, yang dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, tokoh agama, kepala Puskesmas se-Rote Ndao , kepala desa dan ketua TP PKK dari 2 desa dengan angka stunting tertinggi di Kab. Rote Ndao yaitu, Desa Oebafok Kec. Rote Barat Daya dan Desa Tolama Kec. Loaholu Kabupaten Rote Ndao.

Bappelitbangda Provinsi diwakili oleh Kabid  Pem Sosbud dan Manusia, Johny E. Ataupah, SP, MM dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT diwakili oleh Kabid. Kesmas Drg. Iien Aoleh.  Rakor tersebut berlangsung di Auditorium Ti’i Langga Rote Ndao, 18 Desember 2020. Kegiatan dibuka oleh Kabid Sosbud Bapelitbang Kab. Rote Ndao, Sherwin Ufi, SKM, MPH.

Rapat koordinasi dan FGD ini dilaksanakan dalam upaya penurunan stunting terintegrasi di Kab. Rote Ndao Provinsi NTT serta merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas. Upaya ini difokuskan pada masyarakat yang memiliki prevalensi stunting tertinggi pada 2 desa tersebut diatas. Kedua desa ini merupakan sampel yang terpilih berdasarkan jumlah Balita stunting tertinggi, yang  bertujuan untuk segera melakukan langkah-langkah akselerasi penurunan stunting.

Narasumber dalam rapat koordinasi tersebut, diantaranya: Johny E. Ataupah, SP, MM, Kabid  Pem Sosbud dan Manusia, mewakili Bappelitbangda Prov. NTT dan Drg. Iin Andriani, M.Kes, Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Pada Rakor tersebut juga dilaksanakan FGD (Focus Group Discussion) hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan kinerja aksi konvergensi stunting tingkat Kab.Rote Ndao. Dalam penyampaian hasil monev, tim pokja stunting provinsi mengapresiasi kinerja Pemda Rote Ndao dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi yang telah mencapai Aksi 8(delapan) pada tahun 2020, tetapi juga mengingatkan terkait kemungkinan angka stunting yang bisa kembali meningkat jika kondisi data tidak diperhatikan dengan baik.

Menyikapi hal ini  Tim Percepatan Penanganan Stunting Kabupaten Rote Ndao mengambil  sikap yang selalu optimis untuk yang terbaik dan selalu bersiap untuk yang terburuk (hope for the best and prepare for the worst). Bappelitbang Kabupaten Rote Ndao akan mengkoordinir rapat evaluasi pada bulan Januari 2021 dalam rangka  menindaklanjuti hasil monev tim pokja stunting provinsi. Rekomendasi yang disepakati pada kegiatan  ini adalah tersedianya data 16 indikator sektor kesehatan setiap bulan pada tahun 2021, yang terdistribusi bukan hanya antara Dinas Kesehatan provinsi NTT dan Kabupaten Rote Ndao, tapi juga di Bappelitbang untuk memperlancar pemantauan capaian stunting di sektor kesehatan. (DKISP)