pupuk

Pupuk Langkah, KP3 Tanya ke Produsen

Istadi : Kita Jamin Pupuk Tersedia, Masalahnya Ekspeditur Kurang Armada
Kupang,— Upaya pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian dengan menyediakan dana subsidi pupuk bagi petani sebagai penerima asas manfaat sehingga dapat meringankan beban petani masih mengalami kendala, pasalnya petani mengalami kesulitan untuk mengases pupuk.
Untuk itu, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida ( KP3 ) Kabupaten Rote Ndao yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly, MM, Dandim 1627, Letkol Arh. Bodiono, Kajari Ba’a, Agus S.S.T. Lumban Gaol, SH, MH, Kasatreskrim Polres Rote Ndao, Iptu. Ambru Ichsar dan Kadis Pertanian, Stev Saek pada senin (6/3/17 ) melakukan pertemuan dengan Istadi, SAR-Acount Eksekutif kantor Perwakilan PT Pupuk Kaltim, dan Sadam, Asisten Seles Supervisor PT Petro Kimia Gresik sebagai produsen yang ada di Kantor Perwakilan Pupuk Kaltim Kupang guna mendapatkan penjelasan terkait kelangkaan pupuk.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs. Jonas Selly, MM pada kesempatan ini menjelaskan kondisi terkini kaitan dengan langkahnya pupuk di Kabupaten Rote Ndao. “ pada jumat (3/3/17 ) lalu di ruang kerja Wakil Bupati digelar rapat pembahasan masalah kelangkaan pupuk antara Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida, Melyanus Mandala bersama Forkopimda yang tidak dihadiri oleh pihak distributor yakni Direktur CV. Suara Mas,” kata Sekda Jonas Selly.
Dalam rapat tersebut lanjunya, diketahui permasalahan penyaluran pupuk bersubsidi karena ketidakjelasan ekspediturnya. “Setelah koordinasi via telepon dengan distributor ternyata tidak jelas ekspeditur pengangkut pupuk ke Rote Ndao. Kita hilang informasi. Selain itu penyediaan pupuk tidak tepat waktu,” ungkap Sekda Jonas.
Dikatakan Sekda Jonas, KP3 sebagai pengawas terus didatangi masyarakat dan menanyakan kaitan dengan langkahnya pupuk di Rote Ndao. “Kita kesini karena masyarakat terus bertanya kepada kita, bahkan ada yang sampai melakukan demo karena semua jenis pupuk tidak ada di Rote. Sehingga melalui KP3 ini datang untuk menanyakan langsung masalah kelangkaan tersebut,” kata Jonas Selly.
Sekda Jonas juga menyampaikan terima kasih karena telah mendapatkan informasi terkait dengan siapa sebenarnya ekspeditur pupuk bersubsidi di Rote Ndao. “ Kan selama ini menjadi tidak jelas ekspeditur pengangkut pupuk ke Kabupaten Rote Ndao itu siapa, sehingga kita tidak dapat informasi ketika terdapat kelangkaan ketersediaan pupuk di Rote,” tambahnya.
Senada dengan Sekda Jonas Selly, Dandim 1627 Rote Ndao, Bodiono menegaskan agar pihak Produsen segera meminta ekspediitur untuk melaksanakan kewajibannya mengangkut pupuk ke Rote Ndao. “ Jika tidak maka petani agan mengalami gagal panen, disebabkan pemupukannya yang tidak tepat waktu. Kalau gagal tanam maka akan menimbulkan banyak persoalan lain, masyarakat lapar kita juga turut merasakan dampaknya,” tegas Dandim.
Kajari Rote Ndao, Agus Lumban Gaol meminta agar semua pihak yang terlibat dalam penyediaan pupuk bersubsidi untuk tidak main-main sebab dirinya bisa mengeluarkan sprindik dan akan diketahui jelas duduk persoalan kelangkaan pupuk apalagi sudah menyangkut dengan penderitaan masyarakat petani. “ Saya ingatkan jangan main-main, karena saya cinta kepada masyarakat Rote, sekali lagi tolong jangan main-main, ikut prosedurnya,” tegas Agus.
Sementara itu, Istadi, SAR-Acount Eksekutif kantor Perwakilan PT Pupuk Kaltim, mengatakan pihaknya berkomitmen pupuk tetap tersedia, yang menjadi kendala adalah pihak ekspediitur dengan armadanya yang sedikit.
“ Kalau ekspeditur datang 5 truk sekarangpun kami siap muat, karena kami memang tak ingin pupuk langkah, itu sudah jadi komitmen kami. Terkadang armadanya datang sedangkan buruh di gudang kita sudah pulang ini juga jadi persoalan, tapi dalam waktu tiga hari kedepan kita usahakan kebutuhan sebanyak 1117,5 ton pupuk sudah tiba di Rote ,” jelas Istadi.
Menurut Istadi CV. Tujuh Jaya itu ekspiditur satu-satunya, walaupun sebagai pemenang tender kedua dan Mega Makmur pemenang pertama, namun karena Mega Makmur tidak melaksanakan kewajibannya dan menyatakan tidak mampu maka dia sudah diblack list. “ Dengan sendirinya Tujuh Jaya sebagai ekpeditur,” tambah Istadi.
Sadam, Asisten Seles Supervisor PT Petro Kimia Gresik menjelaskan terkait dengan permintaan agar PT Petro Kimia Gresik membangun gudangnya di Kabupaten Rote Ndao tidak bisa dilaksanakan oleh pihaknya. “ Yang kita pertimbangkan efisiensi sehingga gudangnya tidak dibangun di Rote. Kita juga sudah punya distributor di Rote yang diangkat pada bulan desember lalu yaitu Suara Mas dengan syarat punya gudang penampung,” ujar Sadam.

Kepala Dinas Pertanian, Stev Saek menjelaskan kebutuhan pupuk untuk kondisi sekarang adalah untuk urea sebanyak 442 ton, SP- 36 sebanyak 295 ton, NPK 308,5 sebanyak ton, pupuk organic sebanyak 70 ton dan ZA sebanyak 2 ton. “ Secara keseluruhan kebutuhan sekarang sebanyak 1117, 5 ton untuk semua jenis pupuk. Na kalo hanya dua truk saja yang mengangkut maka bisa sampai satu bulan pun belum selesai,” kata Saek
Diakhir pertemuan ini, disepakati bahwa pihak produsen pupuk bersedia mengangkut pupuk ke Rote dalam jangka waktu 3 ( tiga ) hari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebelumnya jumat (3/3/17 ) lalu di ruang kerja Wakil Bupati digelar rapat pembahasan masalah kelangkaan pupuk antara Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida, Melyanus Mandala bersama Forkopimda yang tidak dihadiri oleh pihak distributor yakni Direktur CV. Suara Mas.
Akibat ketidakhadiran distributor pupuk maka tujuan rapat untuk mendapatkan informasi kaitan dengan kelangkaan pupuk tidak berhasil.
Untuk itu Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly bersama Dandim 1627/ Rote Ndao, Letkol Arh. Budiono, Kajari Rote Ndao, Agus S.S.T Lumban Gaol, SH, Kasatreskrim Polres Rote Ndao, Iptu. Ambru Ichsar dan Kadis Pertanian, Stev Saek akan melakukan melakukan pertemuan dengan perwakilan produsen pupuk PT Petrokimia Gresik dan PT. Pupuk Kaltim di Kupang untuk mendapatkan penejelasan terkait penyebab keterlambatan distribusi pupuk
Sesuai data dari karyawan distributor CV. Suara Mas, Johan bahwa sejak januari hingga februari 2017 pihaknya telah mengangkut pupuk ke Kabupaten Rote Ndao 900 ton terdiri dari UREA 500 ton, SP-36 300 ton dan NPK 100 ton menggunakan tujuh truk fuso. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao )

elegant-white-wallpapers-wided

Contoh Agenda

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id urna et purus fringilla ultrices. Nulla facilisi. Morbi id porta lectus, eget scelerisque diam. Suspendisse malesuada dignissim dignissim. Morbi nisl lectus, congue id mi eget, lacinia ultrices justo. Donec mollis eros pharetra ex rhoncus ullamcorper. Cras id augue mollis, ultrices neque id, aliquet arcu. Aliquam varius tincidunt justo, a lacinia purus viverra vitae. Cras dolor urna, egestas pellentesque porttitor ut, tempor vel ipsum.

elegant-white-wallpapers-wided

Contoh Informasi

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id urna et purus fringilla ultrices. Nulla facilisi. Morbi id porta lectus, eget scelerisque diam. Suspendisse malesuada dignissim dignissim. Morbi nisl lectus, congue id mi eget, lacinia ultrices justo. Donec mollis eros pharetra ex rhoncus ullamcorper. Cras id augue mollis, ultrices neque id, aliquet arcu. Aliquam varius tincidunt justo, a lacinia purus viverra vitae. Cras dolor urna, egestas pellentesque porttitor ut, tempor vel ipsum.

elegant-white-wallpapers-wided

Contoh Pengumuman

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Cras id urna et purus fringilla ultrices. Nulla facilisi. Morbi id porta lectus, eget scelerisque diam. Suspendisse malesuada dignissim dignissim. Morbi nisl lectus, congue id mi eget, lacinia ultrices justo. Donec mollis eros pharetra ex rhoncus ullamcorper. Cras id augue mollis, ultrices neque id, aliquet arcu. Aliquam varius tincidunt justo, a lacinia purus viverra vitae. Cras dolor urna, egestas pellentesque porttitor ut, tempor vel ipsum.

sosialisasi-frambusia-020317

Petugas Kesehatan Mengikuti Pelatihan Pemberian Obat Pencegahan Masal Frambusia

Baa.- Frambusia merupakan masalah kesehatan di Indonesia karena merupakan sejenis penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema palidum, yang mana kulit mengalami infeksi akibat bakteri tersebut. Penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit menular, karena penularannya sangat cepat hanya dengan kontak langsung antara kulit penderita dengan kulit orang lain. Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang pada daerah tropis, panas dan hujan. Selain itu juga kebersihan lingkungan juga menjadi faktor penting pada penyakit ini, karena jika lingkungan sekitar dalam keadaan kotor maka akan dengan mudah penyakit ini tumbuh subur. Maka dari itu kebersihan adalah modal awal dalam menjaga tubuh untuk terbebas dari serangan berbagai penyakit.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Rote Ndao, Drs. Melyanus Mandala mewakili Bupati Rote Ndao membuka kegiatan orientasi pertemuan teknis dan pelatihan singkat dalam rangka pemberian obat pencegahan masal frambusia yang bertempat di restoran Quin, Kamis (02/03/2017).

Dalam sambutannya Melyanus Mandala mengatakan bahwa setiap tahun pemerintah daerah Rote Ndao telah menghabiskan Rp. 3-4 milyar untuk membeli obat-obatan yang disebabkan oleh sanitasi masyarakat yang tidak benar sehingga menimbulkan penyakit yang terus ada di tengah masyarakat.

“berobat-kambuh, berobat-kambuh dan anggaran habis hanya untuk pengadaan obat yang semestinya anggaran Rp. 3-4 milyar bisa disisihkan untuk kegiatan lainnya tetapi lebih banyak digunakan untuk mengatasi penyakit yang sumbernya tidak pernah tuntas penyebabnya, misalnya ada TBC, malaria, frambusia, kaki gajah” kata Mandala

Lebih lanjut Mandala mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah sanitasi tersebut pada tahun anggaran 2017 semua tenaga kontrak daerah kecuali guru dan tenaga kesehatan diturunkan dalam tim satgas grup dengan tugas utama adalah membersihkan kota Baa dengan memperbaiki sanitasi lingkungan yang bernaung dalam Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao.

“jadi tenaga kontrak yang tidak mau turun jadi pasukan kuning dan pegang sapu, silahkan mundur dari tenaga kontrak daerah, karena sekarang semua sudah dibagi berdasarkan luas jalan dan luas wilayahnya masing-masing sehingga kalau wilayahnya tidak bersih akan diberhentikan” tegas Mandala

Saat ini juga banyak pihak telah membantu Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk mengatasi semua persoalan itu termasuk hari ini dari Kementerian Kesehatan datang untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan di Rote Ndao dengan memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan di Rote Ndao.

Hadir pada kesempatan itu petugas dari Sub Direktorat Kementerian Kesehatan RI, Camat Pantai Baru dan Camat Rote Barat Daya, para kepala Puskesmas serta petugas kesehatan dari RSUD Baa dan Puskesmas se-Kabupaten Rote Ndao. (diskominforn)

Lambang Puskesmas

Puskesmas Rawat Inap Akan Dibangun di Ndao Nuse

Ndao Nuse,– Kecamatan Ndao Nuse dalam tahun anggaran 2017 mendapatkan kucuran dana dari APBD Kabupaten Rote Ndao sebesar 7 Milyar lebih yang diperuntukkan bagi pembangunan satu buah fasilitas kesehatan yakni Puskesmas rawat inap. Selain itu, juga akan ditempatkan tenaga kesehatan di Puskesmas yang akan dibangun nantinya sehingga dapat melayani masyarakat di Kecamatan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Melyanus Mandala saat pemaparan prioritas pembangunan kabupaten Rote Ndao tahun 2017 pada pembukaan Musrenbangcam Ndao Nuse di Gereja Paulus Oli Fatula, desa Oli Fatula, kecamatan Ndao Nuse senin ( 27/2/17 ).

“ Untuk menjawab kebutuhan masyarakat disini maka tahun ini juga kita akan bangun Puskesmas rawat inap dengan dana yang kita siapkan dari APBD Kabupaten Rote Ndao sebesar 7 Milyar lebih. Sedangkan gedung puskemas yang lama dijadikan rumah dinas bagi tenaga medis yang bertugas disini ,” kata Melyanus Mandala.

Untuk itu dirinya meminta agar lokasi yang akan dibangun Puskesmas rawat inap tanahnya tidak bermasalah sehingga tidak ada complain dikemudian hari. “ Harus pastikan tanah bebas masalah baru bisa kita bangun,” sambung Mandala.

Setelah itu, lanjut Mandala kebutuhan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan yang baru dibangun nanti menjadi perhatian. Walaupun sudah memiliki puskesmas namun dari sisi fasilitas dan tenaga medisnya masih dirasa kurang. “ Tenaga kesehatan kita tambahkan jika puskesmas rawat inapnya selesai dibangun supaya pelayanan dapat berjalan baik,” katanya.

Kepala Seksi ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Ndao Nuse, Jeskial Faah mengapresiasi rencana pembangunan dimaksud sebab selama ini masyarakat belum terlayani secara maksimal kaitan dengan pelayanan kesehatan. “ atas nama masyarakat di sini saya menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah khususnya kepada masyarakat Ndao Nuse,” kata Jeskial Faah.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Rote Ndao, Frengki Haning mengatakan Kementerian Desa dan PDT akan membangun pabrik es dan bantuan dua unit kapal. “ dari kementerian ada dana bangun pabrik es dan bantuan dua unit kapal. Kita juga berharap tanah yang akan dibangun pabrik es juga tidak ada masalah,” kata Haning.

Ferry Lilo warga desa Mbali Lendeiki mengaku senang jika apa yang disampaikan terealisir sebab menurutnya hal tersebut akan meningkatkan taraf hidup masyarakat Ndao Nuse. “ Semoga kedepan daerah kami semakin maju,” harap Ferry.

Turut hadir Anggota DPRD, Erasmus Frans Mandato, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukian dan Lingkungan Hidup Leksy Foeh, Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan, Yus Fiah, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao )

elegant-white-wallpapers-wided

Pengurus IPPM Rote Ndao Dikukuhkan

Pengurus Ikatan Pemuda Pemudi Mooyumbuk (IPPM) Rote Ndao dikukuhkan oleh Bupati Rote Ndao yang diwakili oleh Camat Rote Barat Daya Jusup Messakh, di desa Oebafok Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu (22/2/2017).

Acara pengukuhan ini dikukuhkan dalam acara pertemuan raya keluarga besar Mooyumbuk dan pengukuhan badan pengurus IPPM periode 2017-2020 yang diketuai oleh Hangry M.J. Mooy,SH,M.Si

Camat Rote Barat Daya, Jusup Messakh saat memberikan sambutannya mengatakan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh keluarga besar Mooyumbuk, karena kegiatan ini merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan oleh anak muda di Kecamatan Rote Barat Daya.

“muda-mudahan ini menjadi contoh bagi suku atau leo yang lain untuk bisa menghimpun dan merapatkan barisan sehingga menjadi sebuah ikatan bagi anak-anak muda dalam suku sendiri untuk saling mengenal dan mengasihi” kata Messakh.

Lebih lanjut Jusup Messakh mengatakan bahwa orang tua telah meninggalkan sebuah sejarah yang bagus namun karena perkembangan pengetahuan dan teknologi sehingga anak-anak sekarang mengabaikan semua itu dalam menjadikannya sebagai sebuah pelajaran yang berarti bagi mereka.

Ketika mereka berjalan, walaupun ada hubungan kekeluargaan, hubungan darah tetapi terkadang mereka melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga saat ini apa yang sudah dibuat oleh keluarga besar Mooyumbuk menjadi sebuah pelajaran bagi leo-leo yang ada di Kecamatan Rote Barat Daya karena di nusak Thie ada 25 suku dan 1 sudah melakukannya dan masih ada 24 leo lagi, mudah-mudahan bisa melakukan hal yang sama.

Jusup Messakh mewakili pemerintah berharap bahwa melalui kegiatan yang dilakukan oleh leo Mooyumbuk ini untuk bersama-sama membangun daerah ini sehingga dapat mensejahterakan keluarga yang ada dalam leo Mooyumbuk.

Pada acara pengukuhan tersebut dilakukan pembacaan silsilah Mooyumbukdan penandatanganan prasasti oleh pelindung IPPM Kabupaten Rote Ndao, Gabriel Mooy dan Bupati Rote Ndao Leonard Haning yang diwakili oleh Camat Rote Barat Daya, Jusup B. Mesakh.

Hadir pula pada kesempatan tersebut tetua Mooyumbuk, Gerry Mbatemooy yang saat ini berdomisili di Medan Sumatera Utara sebagai pengusaha.(diskominforn)

Teknik-Pengelolaan-Keuangan-Desa

Aparat Desa Perlu Diberi Pelatihan Kelola Keuangan

Lobalain,– Sumber Daya Manusia ( SDM ) aparatur desa perlu terus diberikan bimbingan dan pelatihan dalam mengelola administrasi dan keuangan desa dapat dipertanggungungjawabkan dan program – program yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara baik dan benar sehingga bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya hingga saat ini masih terdapat aparatur desa masih kurang mengerti tentang pengelolaan administrasi dan keuangan.

Pace Mandala salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Mokdale, kecamatan Lobalain meminta adanya pelatihan dan pendampingan yang serius bagi kepala desa dan aparatnya agar dana desa maupun ADD yang diterima di desa dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Saya minta pemerintah daerah bisa memberikan pelatihan dan pendampingan bagi kades dan aparat desanya sebab jika tidak mereka akan mengalami kesulitan dalam mengelola dan mempertanggunjawabkan pengelolaan keuangannya,” pinta Pace Mandala saat berdialog dengan Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD, Petrus J. Pelle dan Camat Lobalain, Yames M. K. Therik pada akhir acara pembukaan Musrenbang tingkat kecamatan Lobalain di kantor Camat Lobalain rabu ( 22/2 )

Hal ini lanjut Pace Mandala, agar meminamalisir kesalahan pengelola dana desa dan ADD baik secara administrasi maupun keuangan akibat dari kurang paham atau bahkan ketidaktahuan dari aparat desa yang dipercayakan untuk mengelola dana untuk kesejahteraan masyarakat desa. “ Apalagi dana yang dikelola cukup besar,” kata Pace.

Menanggapi hal tersebut Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun mengatakan Pemerintah Daerah beberapa tahun terakhi telah menyelenggarakan bimtek pengelolaan keuangan dan administrasi lainnya bagi aparatur desa. “ Pemerintah menyadari betul akan kemampuan aparatur kita di Desa. Masih sangat rendah karena itu mereka perlu terus dilatih. Di setiap desa juga sudah kita tempatkan petugas untuk melakukan pendampingan bagi aparat Desa mulai dari perencanaan. Supaya mereka paham peruntukan dana – dana itu untuk apa saja sehingga nantinya tidak salah,” kata Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas Cornelius Lun

Dikatakannya, pelatihan menjadi hal yang penting untuk membantu menyiapkan aparatur desa dalam menyemban tugas pelayanan di desa. “ Apa yang diusulkan tadi sudah kita lakukan, sudah kita anggarkan untuk pelatihan,” tambah Wabup Jonas Lun.

Masyarakat lainnya, seperti Zaka Manafe, Erik Lasarus, Niko Hilli pada kesempatan tersebut juga berharap agar Pemerintah memperhatikan sumber mata air Oemau agar tidak tercemar, ketersediaan pupuk bagi masyarakat tani, bantuan benih kacang untuk ditanami di lahan persawahan yang kekurangan air, jaringan listrik di desa Oematambolik dan ruas jalan Lekonak-Lekik-Kapasiok agar menjadi prioritas pertama untuk dikerjakan.

Kepala Desa Kuli, Polce Dillak mengusulkan agar anggota Dewan yang melakukan kunjungan ke Desa lebih dahulu diinformasikan kepada pihak pemerintah desa dalam hal ini Kepala Desa sebagai kepala wilayah sehingga ada hal – hal yang perlu dijelaskan menjadi akurat atau dapat dipertanggungjawabkan.

“ Saya mohon kepada Bapak-ibu anggota dewan sebelum turun ke desa tolong diinformasikan kepada kami supaya kami turut mendampingi,” tandas Polce. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao ).

elegant-white-wallpapers-wided

Bupati Buka Musrenbang Tingkat Kecamatan di Pantai Baru

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning,MM beserta rombongan disambut dengan pasukan berkuda dan tarian adat Rote serta drum band dengan lambaian bendera kecil oleh murid SD dibundaran Pantai Baru dalam rangka membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Pantai Baru, Senin (20/2/2016)

Dalam laporan Camat Pantai Baru,Alfons Saek mengatakan bahwa dirinya mewakili warga Pantai Baru sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan kepeduliannya bagi masyarakat dalam segala hal terlebih tahun ini di Pantai Baru warga Batulilok dikala musim hujan seperti saat ini tidak terisolasi lagi dan dapat menikmati pembangunan jembatan Batulilok 1 didesa Batulilok yang dikerjakan tahun 2016 dengan menelan biaya Rp. 4.950.000.000,-, pembangunan jembatan Diaklain, bantuan 2 buah rumah bagi warga di desa Oeledo, pembangunan jalan 2 km didesa Sonimanu, bantuan tractor roda 4 untuk kelompok tani di desa Keaoen, subsidi pupuk 75%.

“sangat langkah dan adalah ajaib untuk dilakukan bersama Lentera yang sudah 8 tahun memimpin dan baru pertama kali terjadi yaitu menghadiri pelantikan aparat desa di desa Edalode pada 10 Februari 2016 lalu” kata Saek

Lanjut Saek, ia sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati yang memberikan kesempatan kepada dirinya untuk memimpin didaerah kelahirannya sendiri, untuk itu ia sangat berharap kepada Bapak Bupati dan seluruh perangkat daerah yang hadir saat ini untuk mengawal sekaligus menjawab seluruh usulannya yang akan dibawah ke musrenbang kabupaten, provinsi dan nasional.

Pada saat itu juga Alfons Saek melantunkan sebuah syair berjudul “Lentera Pembawa Kesejukan” yang bertutur : Dibawah naungan payung Lentera, nusak-nusak disatukan kokoh berdiri, dari Timur – Barat, dari Selatan – Utara, Lentera bersinar ibarat mentari dipagi hari. Hari ini pembukaan Musrenbang di Pantai Baru, nusak-nusak hadir memenuhi undangan menyambut cahaya Lentera pembawa kesejukan, cahayamu menerangi Pantai Baru menumbuhkan tunas baru “Putra Pantai Baru Asli”, bersama masyarakat Pantai Baru kita siap berkarya, bersama masyarakat Pantai Baru kita satukan barisan lanjutkan pembangunan mengubah wajah Pantai Baru 5 tahun kedepan’

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Rote Ndao, Petrus J. Pelle,S.Pd dalam sambutannya menyampaikan kepada para Kepala Desa dan pemangku kepentingan yang ada di desa untuk merencanakan dengan baik semua yang berhubungan dengan dana desa agar dapat berguna bagi kesejahteraan didesa masing-masing.

“kalau dulu didesa masih mengeluh karena didesa tidak ada dana, ada ADD tetapi dananya terbatas, sekarang ADD anggarannya ratusan juta bahkan untuk tahun 2017 bisa mengelolah anggaran lebih besar dari pimpinan OPD yang ada di tingkat kabupaten bahkan melebihi anggaran kecamatan, dan semua itu dengan tujuan agar masyarakat bisa sejahtera” kata Pelle.

Pelle juga menambahkan untuk masalah pupuk yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan masalah subsidi 75% tetapi pupuk tidak ada ditengah-tengah masyarakat, maka dirinya meminta kepada para kepala desa untuk mengawal serta membantu pemerintah memperlancar prosesnya sehingga pupuk cepat sampai dimasyarakat, dan terobosan yang sudah dilakukan oleh Bapak Bupati saat ini dengan memotong jalur pengecer mudah-mudahan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, saat membuka musrembang mengatakan bahwa selama 8 tahun kepemimpinannya sesuai dengan visi dan misinya semua sudah disentuh dan sukses sedangkan yang masih masalah pupuk dan subsidinya serta penerangan atau listrik yang belum merata diseluruh desa yang terdapat 51 desa belum ada jaringan listrik, untuk itu melalui musrembang kali ini ditahun 2017 APBD akan dipakai untuk pemasangan listrik sehingga Rote seluruhnya bisa tersentuh listrik.

Sedangkan masalah pupuk dengan kelangkaannya yang sering dikeluhkan oleh para petani bukan saja di Rote tetapi ditempat produksi pupuk sendiri mengeluhkan adanya kelangkaan pupuk, maka dirinya turun langsung ke lapangan dan merombak serta melawan sistim tataniaga pupuk di Indonesia dan akhirnya anak Rote yang ditunjuk sebagai distributor yaitu tokoh Tujuh Jaya sehingga dikala kurang orangnya bisa ditemui

“daripada tunjuk distributir dari luar dan disaat kurang orangnya tidak diketahui keberadaannya dan tidak bisa dihubungi sehingga pupuk menjadi langkah dan petani mengeluh dimana-mana pupuk tidak ada” kata Bupati Haning.

Bupati menambahkan bahwa tujuan dan sasaran utama dari semua yang dilakukan melalui musrembang pada saat ini adalah duduk bersama untuk membahas yang prioritas dan normal serta dirinya mengakui memang tidak semua usulan pada musrembang terjawab, hal ini dikarenakan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.(diskominforn)