Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu,SE lakukan Video Conference (Vidcon) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan (Mendag), Menteri Pertanian (Mentan), Menteri Kelautan dan Perikanan (KPP), Menteri Ketenagakerjaan, Menteri BUMD, Kepala BKPM, Ketua APINDO, Ketua KADIN serta Sekda Provinsi dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Vidcon tersebut membahas langkah antisipasi dan kebutuhan daerah bidang perindustrian, perdagangan dan pangan dalam percepata pencegahan dan penanganan penyebaran corona virus disease (Covid-19), berlangsung di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Rote Ndao, Selasa (7/4/2020).

Ikut mendampingi vicon Bupati Rote Ndao, Wakil Bupati Rote Ndao, Stefanus M. Saek,SE,M.Si, Sekda Rote Ndao, Drs. Jonas M. Selly,MM, Juru Bicara Gugus Tugas Rote Ndao, dr. W. P. Adhy, Sp.PD, Kepala Dinas Kesehatan, drg. Suardi, Kaban Keuangan & Aset, Daniel W. Nalle,S.Pt,  Kadis Pertanian, Salmun Haning, SE

Dalam arahan Mendagri, Tito Karnavian menyampaikan, kita tahu bahwa virus ini memiliki kekuatan dua hal, yang utama adalah daya tukarnya yang begitu cepat melalui 3 cara yakni percikan, kemudian dari kontak langsung maupun kontak untuk objek dari yang positif dipegang oleh yang negatif.

“Kemudian transmisi melalui air yaitu partikel-partikel pada saat batuk atau bersin yang masih menggantung di udara yang bisa dihirup oleh orang lain, sehingga tidak heran semua negara di dunia kena virus corona,” papar Tito.

Menurut dia, kelemahan dari virus ini berdasarkan penelitian dari China, tidak kuat dengan sabun apapun juga, etanol atau alkohol, disinfketan yang mengandung corin zat pemutih dan lain-lainnya,

“Langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu sosial distancing, jaga jarak, menghindari kerumunan dan kegiatan-kegiatan. Semua wajib menggunakan masker, tujuannya satu yakni untuk membendung penyebaran covid-19,” tutur Tito.

Ia menjelaskan untuk memperkuat kekebalan tubuh warga dengan memperkuat kapasitas sistem kesehatan di daerah masing-masing, semua daerah harus siap dan kita harus perang melawan Covid-19.

“Ada dua alat perang yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan kemudian pangan, karena jika pangan tidak cukup, itu juga akan menimbulkan gangguan sosial keamanan dan lain-lain,” jelas Tito.

Dirinya menyebutkan, kita berada pada posisi dilematis, jika kita mengutamakan menjaga kesehatan publik maka mungkin ekonomi akan dikorbankan begitupun sebaliknya.

“Olehnya itu, kita berusaha untuk mengutamakan kesehatan publik tapi kita tetap menjaga ekonomi, agar tidak jatuh terlalu dalam untuk berperang melawan Covid-19 ini,” sebut Tito.

Lanjut Tito, pemerintah pusat tentu tidak bisa bekerja sendiri, dan diharapkan kepala daerah ambil bagian dalam penanganan covid-19, sebab separuh anggaran APBN itu ditransfer ke daerah, sehingga penanganan Covid-19 ini harus bekerja sama antara pusat dan daerah.

“Daerah juga harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga daerahnya masing-masing, termasuk mencukupi sarana dan prasarana kesehatan. Untuk mengantisipasi lonjakan (pangan) yang paling penting adalah kesiapan pangan itu sendiri,” tambahnya.(**/dkisp)