peresmian-puskesmas-busalangga-03091802

BUPATI RESMIKAN GEDUNG PUSKESMAS BUSALANGGA

Oemilan,— Berbagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah salah satunya yaitu pembangunan gedung Puskesmas yang baru dan yang layak sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM mengatakan hal tersebut saat meresmikan penggunaan gedung Puskesmas Busalangga, Sosialisasi Germas, Advokasi Akreditasi Puskesmas, Pertemuan Jampersal lintas sektor  dan sosialisadi  buku raport kesehatan bagi  peserta didik di Oemilan, kompek kantor Camat Rote Barat Laut  pada rabu (3/10) siang
Bupati meminta semua petugas kesehatan yang menjalankan tugasnya di Puskesmas Busalangga  agar memanfaatkan gedung yang baru dengan sebaik-baiknya untuk pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat di kecamatan Rote Barat Laut.
“Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai dan didukung tenaga kesehatan yang profesional diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menekan angka kematian ibu dan anak. Hal ini bisa terwujud jika ada perubahan perilaku  kearah yang lebih sehat,”ucap Bupati Lens Haning
Menurutnya  perubahan perilaku ini perlu dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen.  Untuk itu gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas disertai dengan upaya  peningkatan mutu dan kinerja pelayanan di sarana kesehatan dasar melalui akreditasi Puskesmas menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.
Masih menurut Bupati, Germas dapat dilakukan dengan cara melakukan aktifitas fisik, mengkomsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengkomsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan dan menggunakan jamban.
” Saya tekankan perlunya menjaga kesehatan sebelum menyesal dikemudian hari. Dulu saya perokok sekarang saya sudah berhenti karena saya telah merasakan dampak negatifnya. Untuk itu saya minta stop merokok mulai dari sekarang. Apa yang saya sampaikan sudah merupakan upaya promotif. Demikian pula dengan kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat dikalangan siswa sekolah dasar merupakan hal yang penting,” ungkap Bupati Lens.
Kebiasaan ini lanjutnya, tidak bisa ditawar sebab ini telah menjadi kebutuhan dasar demi terciptanya SDM yang tangguh. Dan  program raport kesehatanku kita bisa mendapatkan informasi dan memantau kesehatan anak.
Selain itu Bupati menyebutkan bahwa pada tahun 2013 telah diterbitkan Perbup tentang Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Rote Ndao yakni Peraturan Bupati Rote Ndao Nomor 14 Tahun 2013.
Didalam Perbup ini mengharuskan semua persalinan di Kabupaten Rote Ndao dilaksanakan difasilitas kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. ” Tidak boleh melahirkan dirumah tapi harus difasilitas kesehatan. Informasikan kepada petugas keluarga yang akan melahirkan, nanti petugas akan datang jemput. Tidak ada biaya. Gratis,” tegas Bupati Lens Haning.
Beliau lalu meminta bantuan seluruh masyarakat yang hadir dan para maneleo untuk menyampaikan hal tersebut kepada setiap ibu yang akan melahirkan bahwa lebih baik datang dan melahirkan difasilitas kesehatan yang telah disiapkan pemerintah
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan drg. Suardi, menjelaskan seiring dengan pelaksanaan akreditasi puskesmas maka upaya kesehatan berupa gerakan masyarakat hidup sehat adalah gerakan bersama dimasyarakat dengan tujuan menurunkan beban penyakit menular, baik kesakitan, kecacatan maupun kematian, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas, menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan.
Dia berharap dukungan dari seluruh komponen dan lintas sektor dalam meningkatkan mutu kinerja pelayanan kesehatan.
Terpisah, kepala bidang kesehatan masyarakat menjelaskan kegiatan sosialisasi Germas dilaksanakan di aula kantor camat Rote Barat Laut, kegiatan pertemuan Jampersal lintas sektor akan dilaksanakan pada rabu (4/10 ) di aula hotel videsy . ” sedangkan sosialisasi buku raport kesehatan anak dilaksanakan pada kamis (5/10 ) nanti juga di aula hotel videsy,” jelasnya. (uhp)
bursa-novasi-desa-290918

Bupati minta Desa Kreatif dan Inovatif Gunakan Anggaran

Pemerintah desa harus mampu berinovasi dan kreatif dalam mengelola anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten, guna mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao Drs Leonard Haning, MM saat membuka kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Rote Ndao di Auditorium Ti’i Langga Permai, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (29/09/2018),
Dihadapan para camat se-Kabupaten Rote Ndao, ratusan kepala desa, dan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat, Bupati Haning menyampaikan bahwa beberapa wilayah selama ini tidak kreatif dan inovatif, lantaran pemerintah desa, camat, dan dinas belum memaksimalkan potensi yang ada dengan baik. Sehingga, perlu adanya inovasi-inovasi yang kreatif untuk mewujudkan kemajuan bagi pembangunan di desa, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Setiap Desa harus punya inovasi dan harus bisa berinovasi. Pemerintah desa dan seluruh stakeholders di desa harus bersinergis dalam membangun desa. Sehingga, semua ide yang bagus dan pas untuk membangun desa sesuai kearifan lokal bisa digodong bersama untuk kemajuan desa,” kata Haning.
Menurut Haning, salah satu strategi yang dikembangkan dalam Program Inovasi Desa (PID) adalah pengelolaan pengetahuan dan inovasi desa, yaitu dukungan kepada desa-desa agar lebih efektif dalam menyusun rencana penggunaan Dana Desa sebagai investasi yang mendorong peningkatan produktivitas dan kesejateraan masyarakat.
Salah satu contoh, kata Bupati, potensi wisata yang belum digarap dengan baik. Padahal, itu adalah merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan produk dan inovasi desa.
Dikatakan Haning, saat ini justru pemerintah desa banyak yang masih terkungkung dalam kebiasaan pola hidup konsumtif yang tidak efektif. Ini harus diganti dengan gotong royong yang lebih efektif karena keberhasilan pengelolaan Dana Desa itu akan tergambar dengan nyata jika dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat, menekan angka pengangguran, memandirikan desa, dan lain sebagainya.
“Kita harus efektif dan cerdas dalam menjalankan program membangun desa, sesuai kebutuhan desa bukan keinginan pemerintah desa. Manfaatkan keberadaan BUMDes dengan baik karena itu akan mensejaterahkan masyarakat,” ujarnya.
Untuk diketahui, selain dihadiri para camat, kepala desa, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, kegiatan Bursa Inovasi Desa ini juga dihadiri Forkopimda Rote Ndao dan Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2019-2024, Paulina Haning-Bulu dan Stefanus Saek. (*dina)

selancar-270818

Rote Surfing 2018 Dibuka Wakil Bupati

Lomba selancar (surfing) Rote 2018 dibuka Wakil Bupati Rote Ndao Jonas C Lun, mewakili Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Pantai Boa, Desa Boa, Kecamatan Rote Barat, Senin (24/09/2018).
Lomba yang digelar atas kerja sama Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Dinas Pariwisata Kabupaten Rote Ndao, dan Pemerintah Desa Boa, Kecamatan Rote Barat, tersebut menggandeng event organizer PT Suara Gangsing Indonesia, dalam rangka pengembangan pemasaran pariwisata khususnya potensi wisata bahari di Kabupaten Rote Ndao.
Lomba yang sesuai rencana dilaksanakan Senin (24/09/2018) hingga Rabu (26/09/18) tersebut, mempertandingkan dua kategori, yakni lokal dan internasional dengan jumlah peserta 37 peselancar lokal dan 14 peselancar internasional yang berasal dari Guatemala, Australia, Amerika, dan Spanyol.
Wakil Bupati Jonas Lun ketika membacakan sambutan tertulis Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, pengembangkan potensi pariwisata harus dilakukan secara baik dan benar agar dapat dijadikan sebagai penggerak utama roda perekonomian masyarakat NTT.
Pengembangan dan peningkatan sektor pariwisata, kata dia, perlu dilakukan Pemprov NTT dan pemerintah kabupaten/kota karena hal ini sangat potensial dan menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, NTT memiliki berbagai macam aset dan potensi wisata yang sudah dikenal dunia internasional, seperti Taman Nasional Komodo, Keindahan Pulau Sumba, Danau Kelimutu di Ende, Taman Laut di Alor, Budaya Berkuda (Pasola) di Sumba, serta keunikan Pantai Boa sebagai tempat berselancar berkelas dunia.
Untuk pembangunan sektor pariwisata, kata gubernur, pemerintah tidak hanya fokus pada bidang pembangunan infrastruktur wisata seperti pembangunan hotel dan restoran, tetapi juga berupaya mengubah budaya masyarakat karena kualitas kehidupan manusia juga menjadi unsur penting yang perlu diperhatikan pemerintah.
“Yang perlu dikembangkan adalah hal-hal yang berkaitan dengan setiap sendi kehidupan manusia, seperti makan-minum, pakaian, kebersihan, dan lainnya,” ujar Laiskodat.
Selain itu, perlu terus didorong kegiatan investasi dalam bidang pariwisata, sehingga pengembangan sektor pariwisata dapat berjalan dengan baik.
Diakhir sambutannya gubernur menyampaikan kepada para peserta dan hadirin untuk menjadikan turnamen ini sebagai wadah untuk menanamkan rasa cinta terhadap pariwisata. “Pada kesempatan ini saya menyampaikan selamat berlomba untuk semua peserta baik lokal maupun yang datang dari luar negeri,” katanya.

Lintas Sektor
Kadis Pariwisata Rote Ndao Melki Rumlaklak kepada media ini mengatakan, perlu adanya kerja sama lintas sektor guna pengembangan pariwisata NTT, bukan saja terhadap objek-objek wisata yang sudah dikenal, tetapi juga di objek dan potensi lain yang belum tersentuh.
Menurutnya, kompetisi olah raga surfing sebagai penunjang wisata bahari di Rote Ndao ini diharapkan dapat memotivasi anak-anak Desa Boa dan Nemberala untuk bisa berselancar di tingkat dunia.
“Harapan kami kompetisi ini terus dievaluasi dan ditingkatkan, agar ke depan menjadi salah satu titik berselancar dunia,” katanya.
Untuk diketahui, PT Suara Gangsing Indonesia merupakan badan pengelola olah raga berselancar yang mendedikasikan diri untuk mencari bakat peselancar di Rote Ndao khususnya.
Tampak hadir dalam acara pembukaan, selain Wakil Bupati Jonas Lun dan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Provinsi NTT, Kadis Pariwisata Rote Ndao Melki Rumlaklak, Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, Camat Rote Barat Petson Hangge, Danramil Batutua Kapten (Inf) Charles Nabuasa. (*dina kominfo)

peib-rote-190918

Peluncuran Program Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan di Rote Ndao oleh Wabup

Wakil Bupati Rote Ndao, Jonas C. Lun pada Peluncuran program Pembangunan Ekonomi Inklusif Berkelanjutan ( PEIB ) di auditorium Tii Langga Permai, rabu ( 19/9/18) menyatakan menyambut baik program dimaksud  yang berfokus pada pembangunan ekonomi inklusif lokal. ” Pemerintah menyambut baik program ini, apalagi program ini didukung oleh Uni Eropa dan Handicap Internasional, CIS Timor serta mitra lokal di Rote Ndao. Kita berharap program yang akan dilaksanakan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dan memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat rentan termasuk perempuan dan penyandang disabilitas agar terlibat aktif dalam proses pembangunan,” kata Lun.
Wabup lalu meminta OPD terkait dapat bersinergi dengan Handicap Internasional dan CIS Timor serta mitra lokal lainnya agar berpartisipasi  aktif mendukung program ini selama 3 tahun kedepan sehingga diakhir program nanti ada perubahan yang terjadi dan dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat,” harap Lun.
” Susun dan rencanakan implementasi program secara baik sehingga tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program sejenis yang selama ini sudah dilakukan pemerintah,, agar tiga tahun nanti ada perubahan kearah lebih baik bagi penerima manfaat program ini,” tegas Wabup Lun.
Sementara itu Regional Operasional Coordinator Handicap Internasional,  Bryan Andrew Marsalls menjelaskan Handicap Internasional ( HI )  adalah  organisasi bantuan independen  yang bekerja dalam situasi kemiskinan dan eksklusi, konflik dan bencana. Organisai ini didirikan di Lyon Prancis pada tahun 1982. Dan pada tahun 2015 terbentuk federasi HI yang beranggotakan 8 asosiasi Nasional dan menjalankan kegiatan kemanusiaan di 56 Negara.
Lebih lanjut dia menjelaskan HI mulai bekerja di Indonesia sejak tahun 2005 setelah ada MoU dengan Kementetian Sosial setelah Tsunami Samudara Hindia .” HI beroperasi di Indonesia atas dasar MoU dengan Kementerian Sosial RI dan kami terus membangun hubungan yang erat, berkolaborasi dalam program’ program pembangunan dengan pendekatan yang inklusif  dan berbasis hak, menangani orang- orang yang paling berisiko termasuk penyandang disabilitas,” jelas Bryan.
Menurutnya tujuan program ini untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui partisipasi organisasi masyarakat dalam pembangunan daerah yang inklusif dan merata.
Diujung acara tersebut dilakukan penyerahan bantuan sembako bagi tiga orang penyandang disabilitas berupa 1 karung beras, 1 kilo gula dan 1 dos susu.
Turut hadir program manager BISEG HI- Kupabg, Yohanes Bela, Direktur CIS Timor, Haris Oematan, Pimpinan OPD dan undangan lainnya. ( UMUM, HUMAS DAN PROTOKOL RN )

RSUD-Baa-ruang-operasi-0818

Bupati Resmikan Ruang Operasi RSUD Ba’a

Bupati Rote Ndao Drs Leonard Haning, MM., meresmikan ruang operasi di RSUD Ba’a, Lekioen, kecamatan Lobalain, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (18/8/18).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a sudah 11 tahun tidak melayani operasi di kerenakan  kurangnya sumber daya seperti dokter  spesialis, tetapi di bulan Agustus tahun 2018 ini sudah bisa melayani operasi di Rote Ndao tanpa harus di rujuk ke kupang.

Dengan adanya beberapa dokter spesialis sudah memberikan harapan baru bagi masyarakat bahwa terbuka jalan untuk bisa melakukan operasi di Rote Ndao.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa salah satu pelayanan medis yang sangat dibutuhkan masyarakat adalah ruang operasi.  Oleh karena itu pemerintah Rote Ndao berusaha  menjawab kebutuhan ini dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia, katanya.

“oleh karena itu 3 tahun terakhir ini pemerintah membangun 8 gedung baru di RSUD Ba’a melalui APBD Rote Ndao. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk menyediakan sarana prasarana di bidang kesehatan, dengan diselenggarakan ruang operasi ini diharapkan angka rujukan dan angka kematian ibu bersalin dan bayi baru lahir akan menurun, terimakasih untuk Kementrian Kesehatan yang sudah menugaskan 4 dokter spesialis” tutupnya.

Dokter spesialis ini adalah dr.inge Kurniawati, SpB,  dr.Putu Andina Pramitasari, Sp.A, dr. I Gede Hary Eka Adyana, SpOG, dr. Ida Bagus Ketut Swastika,SpAn. (djn)

hut-ri-73-rotendao-081718

HUT RI Ke 73, Bupati Ungkap Capaian Pemda Rote Ndao

Upacara peringatan HUT ke- 73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia  tingkat Kabupaten Rote Ndao, Jumat (17/8/18 ) berlangsung di alun-alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao dimulai tepat pukul 08.02 WITA.

Bertindak selaku Inspektur upacara Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM. Dalam sambutan tertulisnya  Bupati mengajak seluruh masyarakat Rote Ndao untuk bersatu padu, bahu membahu bekerja bersama dengan penuh semangat , disiplin dan etos kerja yang tinggi, kerja cerdas, kerja keras, kerja tuntas , iklas dan profesional  untuk memberikan yang terbaik  bagi Rote Ndao yang lebih maju dan bermartabat.

Bupati menyebutkan beberapa inovasi pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao salah satunya adalah Gerakan Lakamola Anan Sio yang telah dilaksanakan sejak tahun 2011.

“Gerakan ini memberikan dampak yang signifikan terhadap pembangunan pertanian di Kabupaten Rote Ndao yang dapat dilihat dari indikator keberhasilan dimana terjadi peningkatan luas  areal pertanian, penurunan presentase gagal tanam dan gagal panen komoditi padi tadah hujan, peningkatan produksi pertanian, peningkatan ketahanan pangan  dan pencapaian surplus beras  pada lima tahun terakhir,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati Lens Haning, gerakan Lakamola Anan Sio ditetapkan sebagai salah satu Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018.

“Ditetapkan dalam Keputusan  Menteri PAN-RB  No 25 Tahun 2018 dan itu harus kita syukuri bersama namun kita tidak boleh terlena sebab masih banyak tugas dan tanggungjawab kita bersama kedepan,” tambahnya.

Selain itu Bupati mengungkapkan beberapa pencapaian kinerja yakni pengelolaan keuangan meraih Opini Wajar Dengan Pengecualian ( WDP ) tiga tahun berturut-turut yang perlu dipertahankan atau ditingkatkan menjadi lebih baik lagi menuju Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ).

Pencapaian lain yakni hasil evaluasi Provinsi NTT  terhadap realisasi keuangan dan fisik belanja langsung APBD Kabupaten/Kota se- Provinsi NTT Tahun 2016 dan 2017 dimana Rote Ndao menempati peringkat satu dan pada tanggal 13 Maret 2018 lalu apresiasi diberikan oleh KPPN Kupang kepada Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sebagai Kabupaten dengan” Kinerja Terbaik ” dalam pengelolaan DAK dan Dana Desa Tahun Anggaran 2017.

Bupati Lens Haning tak lupa menyampaikan terima kasih kepada semua pihak  yang telah bekerja sama dan berkesinambungan  dengan keberhasilan dan prestasi Kabupaten Rote Ndao dalam beberapa tahun terakhir dapat dibanggakan.

“Tak terasa hampir 10 tahun saya menjabat sebagai Bupati Rote Ndao dan beberapa bulan kedepan saya akan mengakhiri jabatan saya untuk itu dikesempatan yang baik ini saya menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para Asisten, Pimpinan OPD , Tokoh Agama, para Maneleo, Tokoh masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh pemuda, ASN dan segenap jajaran Kecamatan, Desa/Kelurahan, Dusun, RT dan RW serta seluruh komponen masyarakat, sekali lagi saya sampaikan terima kasih,” lanjut mantan Kadis Pariwisata Provinsi NTT ini.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Forkopimda yang telah menjalin komunikasi dan kemitraan yang harmonis dalam menjaga kondisi stabilitas politik dan keamanan di kabupaten Rote Ndao sehingga tercipta situasi yang kondusif, aman dan terkendali.

Diakhir sambutannya Bupati Lens Haning mengucapkan selamat atas penetapan Bupati dan Wakil Bupati  terpilih periode 2019-2024 oleh KPUD  tanggal 12 Agustus 2018 lalu. ” Selamat untuk ibu Paulina Haning-Bullu dan bapak Stefanus Saek  semoga kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat mampu diemban dengan baik,” tutupnya.

Usai Upacara dilanjutkan dengan penyerahan Satya Lencana Karya Satya oleh Bupati  kepada 437 ASN dengan rincian Satya Lencana Karya Satya 10 tahun sebanyak 317 orang secara simbolis diterima oleh Daniel W. Nalle, pengabdian 20 tahun sebanyak 57 orang yang diwakili oleh  Adri Florida Sui dan pengabdian  30 tahun sebanyak 65 orang diterima oleh Armis Saek, Upacara kali ini dimeriahkan penampilan Drum Band anak SD Inpres Mokdale.

mou-astra-rote-140818

YPA-MDR Bantu 7 Sekolah Dasar di Kabupaten Rote Ndao

Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) memperluas pembinaannya dibidang pendidikan. Selasa, 14/08/2018, bertempat di ruang kerja Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning,MM, YPA-MDR melakukan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pemerintah Kabupaten Rote Ndao.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan Bupati Rote Ndao, Drs Leoanard Haning, MM dan perwakilan Astra-YPA-MDR, yaitu ketua Pengurus, Herawati Prasetyo dan Sekertaris Pengurus YPA-MDR, Kristanto. Selain itu Perjanjian Kerjasama juga dilakukan ketua YPA-MDR  dengan Kepala Dinas PPO Kabupaten Rote Ndao, Yoseph Pandie,S.Pd.

Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning,MM usai meneken MOU memberikan apresiasi kepada YPA-MDR yang telah melirik wilayah Kabupaten Rote Ndao sebagai sasaran Program Akselarasi Pendidikan, bahkan tidak main-main sebanyak 72 Guru dan 1.113 Siswa yang tersebar di 7 Sekolah Dasar di Kecamatan Rote Barat.

“kami sebagai pemerintah senang, jangankan 7 satu saja kita bersyukur karena telah membantu pemerintah daerah dibidang pendidikan. Apalagi niat Astra untuk berkelanjutan membina para siswa secara berkelanjutan, dari tingkat SD hingga SMK, sehingga para anak-anak Rote Ndao bisa secara mandiri usai mengenyam pendidikan SMK,” kata Haning

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo mengatakan, total sebanyak 72 guru dan 1.113 siswa yang akan dibina oleh yayasan YPA-MDR terdiri dari 7 Sekolah Dasar yakni, SD Inpres Bo’a, SD Negeri Oengaut, SD Inpres Anda Iko, SD Inpres Sedeoen, SD Negeri Manggis, SD Inpres Oenitas dan SD Inpres Rinalolon.

Dikatakanya, Program Pembinaan di Rote Ndao diarahkan untuk program akselarasi percepatan menuju sekolah mandiri dan sekolah unggul seperti halnya dilakukan di Kabupaten Kupang.

Diharapkan dengan pola program akselarasi ini  dapat meningkatkan mutu pendidikan diwilayah prasejahtera di Indonesia  dan memberikan kesempatan yang sama kepada generasi bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang menorehkan prestasi baik secara akademik dan non akademik kata Herawati,  hal ini merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. ASTRA.

Pantauan media ini hadir dalam kesempatan itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs Jonas M Selly,MM. Kepala Dinas PPO Kabupaten Rote Ndao,Yoseph Pandie,S.Pd. Para Kepala Sekolah dari 7 Sekolah Dasar di Kecamatan Rote Barat yang mendapat Bantuan dari YPA-MDR.(dina/diskominfo)

menteri-BUMN-resmikan-PLTS-rote-2018

Sembilan BUMN Sinergi Salurkan CSR Rp 2.1 Miliar di Oebela, Rote Ndao

Beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersinergi untuk penyaluran kepedulian sosial senilai total Rp 2.182.500.000 untuk meningkatkan kualitas sarana fasilitas umum dan sosial bagi masyarakat di desa Oebela, Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin, (13/8/2018).

Komitmen tersebut diharapkan dapat mendorong terciptanya keadilan sosial dan mendukung penguatan peran BUMN sebagai agen pembangunan.

Sembilan BUMN yaitu PT LEN Industri, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, PT PLN, PT Pegadaian, PT Pertamina, PT Telkom Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry.

Direktur Utama PT Len Industri, Zakky Gamal Yasin, Senin (13/8) di Oebela mengatakan masih banyak daerah tertinggal dan terdepan yang terbatas sarana komunikasi. Dengan diresmikannya salah satu  BTS untuk PLTS untuk sistem komunikasi diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat  melalui komunikasi yang lebih terbuka dan mewujudkan impian anak bangsa di wilayah terdepan dan tertinggal.

Dia menjelaskan PT. LEN melalui anak perusahaan PT SEI sejak 2016 telah membangun PLTS untuk sistem telekomunikasi sebanyak 363 di seluruh Indonesia .

Sementara Menteri BUMN, Rini Soemarno mengungkapkan bahwa Presiden selalu menekankan agar BUMN  terus meningkatkan perekonomian bangsa.

“Kelola BUMN secara baik agar kita lebih banyak membantu rakyat di negeri ini.,” kata Menteri Rini.

Berikut ini penyerahan CSR dari beberapa BUMN, diantaranya oleh PT LEN Industri total bantuan Rp.542.500,000 berupa 5 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya, 30 unit lampu sehen, 1 unit pompa tenaga surya, 5 unit MCK, 10 unit alat produksi gula aren dan 1 unit renovasi rumah ibadah., dari Bank BRI total dana 350 juta  untuk renovasi 4 gereja dan pompa air1 tenaga surya dari PT Telkom Indonesia 115 juta berupa  motor gerobak dan 1 kompresor pos perbatasan Bank BNI 250 juta berupa 5 PJU Tenaga Surya  dan 25 lampu sehen, Bank Mandiri 125 juta  berupa  25 unit lampu sehen,  dari PT PLN 5 unit  PJU Tenaga Surya, 1 unit pompa air tenaga surya dan  5 PJU di Pos Perbatasan, PT ASDP Indonesia Ferry, 100 juta berupa 20 unit lanpu sehen,   dari pegadaian  150 juta yakni 1 unit pompa air tenaga surya PT Pertamina 150 juta berupa  1 unit pompa air dan PT Pegadaian berupa pompa air tenaga surya.

Keseluruhan bantuan CSR berjumlah Rp 2.182.500.000 diserahkan kepada sembilan orang perwakilan masyarakat.

Terpisah, Kepala Desa, Oebela Simson Hanas mengungkapkan sebelumnya penerangan di Oebela  menggunakan diesel milik Desa  sejak tahun 2016 yang hanya mampu  melayani dua puluhan kepala keluarga.

“itupun hanya dua jam saja, dengan bantuan ini kami sungguh sangat terbantu. Atas nama masyarakat Oebela saya sampaikan terima kasih buat ibu Menteri dan seluruh pimpinan BUMN serta bapak Bupati Rote Ndao yang telah membantu kami di Oebela,” kata Simson.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao Leonard Haning mengatakan beberapa bulan lalu saat kunjungan Menteri Kominfo RI di Rote Ndao, Menteri menyampaikan bahwa akan dibangun BTS untuk sistem komunikasi di Rote Ndao dan hari ini (Senin) masyarakat telah saksikan peresmiannya.

“Kurang lebih dua bulan saja. Sangat cepat,” ucap Bupati Haning.

Haning berharap masyarakat dapat memanfaatkan secara baik untuk kesejahteraannya.

Untuk diketahui, PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat Telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi. (djn)