menhub-kunjungi-rote-0917

Dilayari Tol Laut, Harga Barang di Rote Turun 10-20 Persen

Pengoperasian tol laut bertujuan untuk menjangkau dan mendistribusikan logistik ke daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. Khusus di Rote setelah adanya pengoperasian tol laut, harga barang di daerah ini turun 10-20 persen. Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Ba’a Kabupaten Rote Ndao pada Minggu (10/9).

Guna menunjang pengoperasian tol laut dan meningkatkan ekonomi di Rote, Menhub mengatakan perlu dilakukan perpanjangan dermaga di Pelabuhan Ba’a.

“Pelabuhan ini ada yang perlu di improve yaitu panjangnya kurang. Saat ini 80 meter dan akan kita tambah lagi 50 meter, sehingga dua atau tiga kapal bisa bersandar” ujar Menhub.

Menhub menambahkan akan menginvestasikan crane di Pelabuhan Ba’a guna meningkatkan kinerja bongkar muat barang.

“Kita akan investasi crane di sini, crane ini kita gunakan supaya waktu bongkar muat kapal lebih cepat,” tambah Menhub.

Di pelabuhan Ba’a sekarang ini paling tidak ada 10 container yang masuk dalam sebulan, untuk itu menurut Menhub harus dikumpulkan barang-barang dari Rote agar bisa dibawa sebagai muatan balik ke Surabaya atau Jakarta.

“Nanti barang-barang itu dikumpulkan di “Rumah Kita” yang dikelola Pelindo III. Dengan dikumpulkan maka muatan angkutan balik ke Jakarta atau Surabaya dapat meningkat. Muatan balik Rote-Surabaya relatif sedikit berkisar 10-20 persen. Kita ingin barang yang datang dan pergi muatannya sama. Tol laut ini merupakan potensi membawa barang dan meningkatkan ekonomi. Jadi trade follow the ship. Jadi kapal datang dulu kita minta Pemda mengumpulkan barang-barang dagangan dan barangnya di bawa ke luar. Untuk itu saya tugaskan Pelindo III bersama masyarakat untuk mengumpulkan barang agar dapat dibawa keluar,” pungkas Menhub.

Sementara itu, Wakil Bupati Rote Ndao Jonas C. Lun mengatakan kebijakan tol laut ini sesuatu yang mendatangkan berkah terutama untuk kabupaten Rote Ndao. Ia mengatakan akan mengatur barang yang masuk dan keluar Rote dapat berimbang.

“Ketersediaan dan penampungan barang kita akan atur bersama sehingga datang dan keluar bisa berimbang sehingga terjadi peningkatan ekonomi,” ujar Jonas.

Lebih lanjut menurut Jonas setelah ada tol laut maka harga barang di Rote dapat turun dan dapat terkendali.

“Ada manfaat yang positif, sebelum ada tol laut harga agak lebih tinggi setelah ada tol laut karena ada distribusi dan stok harga lebih terkendali,” lugas Jonas.

Tol Laut di Rote dilayani KM. Caraka Jaya Niaga III-22 dan KM Logistik Nusantara I yang keduanya berangkat dari Tanjung Perak Surabaya. Adapun jenis muatan yang dibawa yakni antara lain gula, beras,tepung, kedelai, minyak, dan baja konstruksi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan setelah penerapan tol laut dan “Rumah Kita” harga kebutuhan pokok dan bangunan di Rote mengalami penurunan. Seperti harga semen di Rote pada Agustus 2016 Rp. 55.000 sedangkan pada Juni 2017 telah menurun sebesar 14 persen menjadi Rp. 47.500. Sejalan dengan itu, barang kebutuhan pokok juga mengalami penurunan. Seperti beras pada Agustus 2016 Rp.14.000 menjadi Rp. 10.500 (Mei 2017).(dephub)

 

kkr-batulilok-0917

Sekda Buka Kegiatan KKR Oikumene dan Seminar

Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly. MM membuka kegiatan pelaksanaan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Oekumene dan Seminar yang diadakan oleh Persekutuan Do’a Raja Damai Kupang. Dalam kegiatan ini hadir pembicara, Drs. Ev. Melkianus Adoe, MA, Ketua PD Sinode GMIT, Reverend Pastor Dr. Charles Moses Mbra dari negara Afrika Barat, Pantai Gading, beliau adalah pembicara Internasional antar negara dan Pdt. Jimmy Alfons S.Th bersama tim bertempat di lapangan pacuan kuda, dusun Batulilok dua,Desa Batulilok,kecamatan Pantai Baru. Kamis (07/09)malam.

Pemberian cinderamata ini dari delapan belas Gereja di desa Batulilok dan Nusakdale kepada tim dari Jakarta, Afrika Selatan dan kupang-Nusa Tenggara Timur. Penyerahan cinderamata diserahkan oleh, Sekretaris Daerah, Camat Pantai Baru, Kapolsek Pantai Baru, Kepala Desa Batulilok dan Kepala Desa Nusakdale.

Bupati melalui Sekretaris daerah,Drs. Jonas M. Selly. MM mengatakan bahwa Pemerintah Daerah kabupaten Rote Ndao menyampaikan selamat datang kepada rombongan KKR Oikumene dan seminar di daerah ini. Kegiatan ini merupakan sebuah momen dimana bahwa Allah hadir ditengah tengah tengah umat Nya untuk mewujudkan kasih dan karuniaNya. seiring dengan Pembangunan Kegiatan membangun iman umat Tuhan di daerah kabupaten Rote Ndao. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh masyarakat di daerah kabupaten Rote Ndao menyambut baik diselengarakannya kegiatan KKR Oekimene dan seminar ini, sebagai kegiatan kerohanian dan keagamaan yang memiliki nilai dan makna yang sangat strategis bagi kehidupan umat kristiani di daerah ini. Sehingga di harapkan agar rangkaian kegiatan ini bukan hanya sebagai sebuah seremoni belaka biasa tetapi hendaknya sebagai momentum yang berharga sebagai hadiah dari Tuhan sehingga kita bisa menerima berkat dan anugerah dari Tuhan untuk memperbaiki potret diri.

Sebagai orang percaya, lanjut dia, kita yakin dan percaya bahwq bagi Tuhan tidak ada yan mustahil dan anugerah Tuhan tersedia bagi orang percaya,kita yakin bahwa wujud belas kasihan Tuhan terhadap jiwa jiwa untuk memuliakan setiap jiwa jiwa,pribadi, anak Tuhan,keluarga,gereja dan negara kita ini.

Saya ajak kita semua agar membuka diri terhadap lawatan Tuhan pada malam ini, karena mental spiritual yang berkenan kepada Tuhan adalah katalisator bagi pembangunan daerah ini. kita dipulihkan untuk memajukan negeri ini teristimewa setiap orang yang mendapat pemulihan pada malam ini dapat menjadi Agen of Change di tengah masyarakat sehingga dapat membawa dampak positif bagi transformasi dan masyarakat di daerah ini dalam segala aspek kehidupan.

“pemerintah memberikan apresiasi yang tulus kepada tim KKR Oekimene dan Seminar yang sudah memulihkan anak anak Tuhan di daerah ini dan tetap menjaga kesatuan Hati serta berpegangteguh kepada semangat iman dalam Tuhan. Sebagai warga gereja dan masyarakat jaga kerukunan dalam hidup berjemaat interdedominasi dan pemeluk agama lainnya sehingga tercipta kesejukan di daerah ini”kata Selly.

Welem Dethan selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkankan persekutuan diantara jemaat sebagai orang orang percaya maka persekutuan do’a Raja damai Kupang Menyelenggarakan kegiatan KKR Oekimene dan seminar dengan Thema “Berbelas kasihan terhadap jiwa jiwa” . Kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 7 s/d 9 September 2017 dengan pembicara dari tiga tim yakni Afrika Barat, Kupang dan tim Lokal.

“selain acara KKR Oekumene,kita juga akan melakukan seminar kepemimpinan, dan seminar lainnya bagi pemuda dan remaja pada hari kedua sehingga diharapkan kepada semua masyarakat dapat mengambil bagian dalam kegiatan ini” kata Dethan.

sertijab-ketua-pkk-rosel-020917

Sertijab Ketua TP PKK Kecamatan Ndao Nuse dan Rote Tengah.

Ketua TP PKK, Ny. Paulina Haning-Bullu, SE didampingi wakil ketua TP PKK kabupaten Rote Ndao, Ny. Adriana E. Lun-Doh,camat Rote Tengah, Swengly Pello, SH, camat Ndao Nuse, Jusuf O. Fiah dan ketua TP PKK tingkat kecamatan se-kabupaten Rote Ndao menghadiri acara serah terima jabatan ketua TP PKK kecamatan Rote Tengah dengan memberhentikan Ny Magdalena Bolla- Lidik dan mengangkat Ny. Fransiska Erni Pello Nokas sebagai Ketua TP PKK kecamatan Rote Tengah dan memberhentikan Ketua TP PKK Kecamatan Ndao Nuse, Ny. Apriana Sing-Luttu dan mengangkat Ny. Serly Yosnita Fiah Akhlis sebagai Ketua TP PKK kecamatan Ndao Nuse. Acara serah terima jabatan ini dilaksanakan di ruang TP PKK kabupaten Rote Ndao, kamis (31/08)pagi.

Bupati melalui Sekretaris Daerah, Drs. Jonas M. Selly. MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kesuksesan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dipengaruhi oleh kinerja TP PKK dalam jenjang kepengurusannya untuk penguatan struktur sesuai dengan peraturan Permendagri oleh karena itu atas dasar regulasi aturan tersebut dan adanya pelantikan camat, maka perlu penguatan dan penyegaran kelembagaan dalam struktur PKK maka perlu dilantiknya ketua TP PKK di tingkat kecamatan pada hari ini. momen ini merupakan bagian dari pola pengembangan dan penyegaran dalam sebuah Organisasi dalam pelayanan dan kemandirian kesejahteraan masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Hal ini merupakan penghargaan bagi para wanita maka tugas dan tanggungjawab ini harus dikerjakan dengan baik sebagai bhakti bagi daerah kita Rote Ndao.

Organisasi PKK telah memberikan sumbangsih dan dukungan yang sangat besar untuk mensukseskan dan mensejahterakan masyarakat di daerah ini. PKK juga telah mengemban sebuah tugas yang mulia dengan membangun masyarakat di tingkat kecamatan, desa dan lurah lewat semangat kerja sepuluh program PKK yang mencakup berbagai aspek kehidupan kemasyarakatan dengan tanggungjawab yang cukup berarti. Oleh karena itu, Pemerintah terus mendukung apa saja program TP PKK yang bermanfaat bagi daerah ini sehingga saya mengajak TP PKK agar senantiasa menjalin kemitraan dengan sfakeholder yang lainnya supaya sukses karena bermitra itu merupakan satu kekuatan besar yang pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena itu saya menghimbau agar TP PKK terus maju dan sukses, inovatif dan kreatif dalam segala bidang yang dimilikinya. oleh karena itu PKK harus terus meningkatkan pengetahuan bagi segenap pengurus TP PKK baik di tingkat kecamatan,desa maupun kelurahan dalam rangka peningkatan kapasitas anggota PKK dengan melakukan sosialisasi secara terus menerus guna menciptakan masyarakat yang mandiri dan bermartabat.

“saya berpesan dalam perpektif inovatif, kepada ketua TP PKK yang baru dilantik harus membuat terobosan terobosan pemberdayaan kesejahteraan keluarga seperti membuat kebun, apotik sehat dengan memperbanyak tumbuhan hijau, sayur,tanaman obat keluarga dalam arah kebijakan perekonomian masyarakat. perlu juga pemberdayakan dengan peningkatan kerajinan tenun ikat, pengolahan makanan khas Lakamola Anan Sio”dan produk rakyat lainnya lainnya merupakan keunggulan daerah diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi rakyat”kats Selly.

Sementara itu, Ketua TP PKK kabupaten Rote Ndao, Ny. Paulina Haning-Bullu,SE dalam momen ini menjelaskan bahwa kegiatan serah terima jabatan ketua TP PKK kecamatan Rote Tengah dan kecamatan Ndao Nuse ini mengharapkan kepada yang dilantik agar dapat dan mampu mengemban tugasnya dengan baik disertai penuh tanggungjawab dan meningkatkan peran serta PKK dalam mensukseskan pembangunan.(humas-rn)

sosialisasi_penanggulangan-bencana-0817

SOSIALISASI PENINGKATAN KAPASITAS PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN ROTE NDAO

 Asisten Pembangunan dan Perekonomian, Drs.Melyanus J. Mandala membuka kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana di kabupaten Rote Ndao bertempat di ruang auditorium Ti’i Langga,sabtu (26/08)pagi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD provinsi NTT diwakili oleh Kepala Seksi Pencegahan BNPB provinsi NTT, Komandan Kodim 1627 Rote, Danlanal Pulau Rote, Kepala BPBD kabupaten Rote Ndao dan undangan lainnya.
Menurutnya, Keberhasilan pelaksanaan pembangunan akan ditentukan oleh kondisi lingkungan masyarakat yang aman jauh dari bencana. Penciptaan lingkungan yang kondusif tersebut merupakan tanggungjawab berbagai komponen bangsa, baik pemerintah dunia usaha maupun masyarakat pada umumnya. Karena begitu pentingnya peran semua komponen dalam mendukung terciptanya kondisi yang kondusif, maka pemerintah kabupaten Rote Ndao telah menetapkan satu indikator kinerja program dibidang kebencanaan tahun 2014-2019 yaitu meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengurangan resiko bencana dan memberdayakan masyarakat menuju desa tangguh bencana untuk mendukung proses pembangunan.
Upaya pengurangan resiko bencana itu sendiri dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak yang diakibatkan oleh bencana terhadap masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana melalui perencanaan dan pelaksanaan penataan ruang yang berdasarkan pada analysis resiko bencana dan pengaturan Pembangunan, infrastrutur dan tata Pembangunan serta penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan baik secara konvensional maupun modern.
Tujuan umum dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesiapsiagaan pemangku kepentingan(pemerintah dan masyarakat) di kabupaten Rote Ndao dalam rangka pengurangan resiko bencana dan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana. Sedangkan secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk dipahaminya konsepsi mitigasi kebencanaan dan karakteristik ancaman dalam upaya pengurangan resiko bencana, teridentifikasi peran peran pemangku kepentingan, terbangunnya konektivitas diantara pemangku kepentingan dalam aksi aksi mitigasi dalam rangka memberi perlindungan pada daerah rawan bencana dan berbagi pengalaman terbaik dalam upaya pengurangan resiko bencana.
“kepada semua panitia, pembicara, peserta dan semua pihak yang berpartisipasi, saya menyampaikan penghargaan atas dilaksanakannya kegiatan ini, semoga upaya yang terus menerus dan sungguh sungguh dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat menjadi suatu realitas”kata Mandala.
Sementara itu, Samuel H. Nassa kepala BNPD menjelaskan bahwa hasil akhir yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah dapat meningkatkan kapasitas,pemahaman,kepekaan dan pola pikir para pemangku kepentingan diwilayah kecamatan dan desa/kelurahan dalam upaya Pengurangan Resiko Bencana serta masyarakat dan semua elemen yang berperan dalam penaggulangan bencana pada saat pasca bencana sehingga tidak berdampak lebih luas atau tidak menimbulkan persoalan baru pada tahap pasca bencana. Dengan demekian BPBD harus berperan aktif dalam melakukan sosialiasi kepada masyarakat dan diharapkan agar kita dapat melanjutkan informasi atau materi ini kepada masyarakat luas.
Kegiatan peningkatan Kapasitas Pemangku Kepentingan Dalam Upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ini diselenggarakan selama satu hari, tanggal 26 agustus 2017 dengan peserta berasal dari 10 kecamatan di kabupaten Rote Ndao.(Umum,Humas dan Protokol Kab. Rote Ndao)

P_20170825_114033

DEKRANASDA-KOPERINDAG GELAR PELATIHAN KERAJINAN BAHAN PLASTIK

Holoama,– Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda ) Kabupaten Rote Ndao bersama Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao menggelar pelatihan pembuatan aneka kerajinan bunga dan asesoris dari bahan plastik di aula kantor desa Holoama, kecamatan Lobalain, jumat ( 25/8/17 )

Pelatihan tersebut sebagai bentuk dukungan Dekranasda yang adalah mitra pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM mengatakan hal tersebut dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Melyanus Mandala.

Mandala mengatakan pelatihan pembuatan aneka kerajinan bunga dan asesoris dari bahan plastic merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di sekitar kita.

Dia berharap setelah memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dapat meingkatkan ekonomi keluarga dengan prinsip kemandirian, mampu berdaya saing untuk memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan kesempatan berusaha dalam lingkup sentra indsutri.

“ Jangan hanya menjadi tenaga kerja sepanjang waktu tapi bisa menciptakan lapangan kerja,” pinta Mandala.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan, Adrianus Lenggoe, SH dalam laporannya mengatakan maksud digelarnya pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan bagi pelaku industry dan menungkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Dijelaskannya, materi yang akan diterima oleh peserta adalah teknik merangkai bunga dan proses pembuatan aneka kerajinan bunga dan asesoris dari bahan plastic.

“Kegiatan ini kita rencanakan berlangsung selama enam hari, kita berharap peserta serius mengikuti apa yang disampaikan sehingga sekembalinya ke rumah tangga masing-masing mampu menerapkannya serta menjadi instruktur bagi rumah tangga lainnya,” tambah Lenggoe.

Ketua Dekranasda kabupaten Rote Ndao, Ny. Paulina Haning-Bullu, SE pada kesempatan ini meminta agar kegiatan yang positif ini tidak dipolitisir karena apa yang dibuat telah terprogram dan tidak ada muatan politik.

Turut hadir Kadis Koperindag, Eduard Ndolu, SH, Camat Lobalain, Yanes M.K. Therik, SH, Kasubag RT, Humas dan Protokol Arison Tomasui, SH dan undangan lainnya ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kabupaten Rote Ndao )

lomba-hut-korpri-0817

HUT KORPRI Tingkat Rote Ndao Di Isi Berbagai Kegiatan

Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai anggota KORPRI memiliki tiga peran penting sebagai abdi Negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah dan untuk menjalankan tiga peran tersebut ASN dituntut memiliki fisik dan rohani yang sehat dan kuat yang bisa diperoleh dari olahraga yang teratur, terukur dan berkesinambungan,karena hanya dengan terwujudnya jiwa dan tubuh yang sehat mampu memberikan energi dan meningkatkan produktifitas kerja dalam kedinasan lewat sikap dan perbuatan yang terpuji sebagai anggota KORPRI.

Maksud dan tujuan dari kegiatan olahraga dalam rangka HUT KORPRI adalah mewujudkan soliditas dan solidaritas antar anggota KORPRI sekaligus menggali potensi olahraga pada ASN sebagai anggota KORPRI.

Bertempat di Lobi lantai 1 kantor Sekretariat Daerah kabupaten Rote Ndao, Bupati, Drs. Leonard Haning. MM didampingi wakil bupati, Jonas. C. Lun. S. Pd dan Sekretaris Daerah, Drs.Jonas M. Selly. MM dalam kesempatan ini, selasa (22/08) pagi mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara yang mengikuti pertandingan olahraga HUT KORPRI harus menjaga sportifitas dan menjaga kerukunan dan kebersamaan yang baik antar sesama peserta sehingga dapat menggapai prestasi di bidang olahraga yang memuaskan.

Oleh karena itu, kepada semua peserta, kata dia, tampilkan sikap sportif, akui kalau memang itu kekalahan dan tampilkan sikap baik mana kala mendapat kemenangan serta mengedepankan semangat olahraga yakni vini, vidi, vici atau saya datang, saya bertanding dan saya berprestasi.

“saya ucapkan selamat bertanding dalam rangka memperingati HUT KORPRI ke-46 tingkat kabupaten Rote Ndao, jaga sportifitas dan ciptakan kebersamaan yang baik antar sesama dan gapailah prestasi sesuai semangat olahraga” kata Haning.

Sementara itu, Salmun Lifu, SH. Ketua Panitia kegiatan olahraga HUT KORPRI ke-46 tingkat kabupaten Rote Ndao menjelaskan bahwa Peserta dan cabang olahraga yang dilombakan adalah cabang olahraga catur diikuti oleh 62 orang, cabang olahraga Futsal diikuti oleh 30 team, cabang olahraga tenis meja putra diikuti oleh 53 orang, cabang olahraga tenis meja putri diikuti oleh 16 orang dan cabang olahraga tenis meja ganda putra diikuti oleh 13 pasang.

Titik fokus pelaksanaan kegiatan olahraga HUT KORPRI tahun 2017 direncanakan dalam delapan hari yaitu terhitung tanggal 22 agustus s/d 29 agustus 2017. Untuk kegiatan futsal di lapangan SMA Negeri 1 Lobalain, pertandingan catur diruang Sekretariat Dewan Pengurus KORPRI kabupaten Rote Ndao dan tenis meja bertempat di aula lantai tiga kantor bupati Rote Ndao.(rnd)

sidang-2-dprd-0817

BUPATI HANING : 3 TAHUN WDP, MOTIVASI UNTUK MENJADI LEBIH BAIK

Setda,– Pelaksanaan Anggaran Pendapatn dan Belanja Daerah Kabupaten Rote Ndao selama tiga tahun berturut – turut yakni tahun anggaran 2014, tahun anggarn 2015 dan tahun anggaran 2016 meraih opini Wajar Dengan Pengecualian ( WDP ) setelah dilakukan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia perwakilan Nusa Tenggara Timur.
“Kita boleh berbangga terhadap opini WDP yang kita peroleh selama tiga tahun. Hal ini menunjukan adanya tekad kuat dan komitmen kita semua dalam mempertahankan capaian pada tahun anggaran sebelumnya. Saya berharap kita tetap berkomitmen untuk terus melakuan pembenahan dan penataan agar laporan keuangan Pemerintah Daerah menjadi lebih baik yaitu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian,” kata Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM saat menyampaikan sambutannya pada acara pembukaan sidang II DPRD Kabupaten Rote Ndao di ruang sidang DPRD kabupaten Rote Ndao, jumat (18/8 ).
Dikatakan, opini WDP tersebut akan menjadi daya ungkit untuk terus menata diri secara sistemik dan konsisten untuk melakukan retropeksi secara menyeluruh semua system, cara kerja dan kinerja pelayanan yang telah dilaksanakan baik dalam pengelolaan dan penataan asset daerah, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, pertanggungjawaban keuangan berdasarkan standard akuntasi pemerintah dan efektivitas system pengendalian internal.
“ Inilah tugas dan komitmen kita semua untuk melaksanakannya dengan konsisten dan penuh rasa tanggungjawab,” kata Bupati Haning.
Menurut Bupati, dengan cara inilah maka tidak mustahil opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ) dapat diraih pada masa yang akan datang. “ Saya sampaikan terima kasih kepada kita semua atas segala upaya kerja keras dan usahanya dalam penyelenggaraan tata kelola keuangan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku sehingga memperoleh opini WDP, mari kita tingkatkan kinerja kita kedepannya agar kita bisa memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP ),” pintanya.
Untuk diketahui, pada kesempatan itu Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao mengajukan beberapa rancangan peraturan daerah ( ranperda ) lainnya, yakni Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Rote Ndao Nomor i Tahun 2012 tentang Pajak Daerah, Ranperda tentang perubahan kedua atas Peraturan Daerah kabupaten Rote Ndao Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Ranperda tentang hak keuangan dan administrasi pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Rote Ndao.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Alfred Saudila, A.Md pada kesempatan ini mengatakan esensi dari sidang kedua ini adalah evaluasi atas pelaksanaan APBD kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2016.
Melalui sidang ini lanjut Saudila, akan ditemukan beberapa hal yang merupakan kekuatan maupun kelemahan dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2016. “ Dengan menemukan kekuatan dan kelemahan kita akan menjadi bahan referensi dalam pelaksanaan anggaran APBD tahun berjalan maupun untuk tahun – tahun yang akan datang,” katanya.
Dirinya berharap dalam persidangan nanti dapat dilakukan dengan mengedepankan nilai etis dan demokratis sehingga persidangan menjadi sebuah persidangan yang demokratis, etis, produktif dan konstitusional serta bermartabat bagi kepentingan masyarakat. ( Umum, Humas dan Protokol Setda Kab. Rote Ndao )

formasi-sasando-hut-ri-72-170817

Pasukan Paskibra Tampilkan Formasi Sasando

Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 di Rote dilaksanakan di alun-alun rumah jabatan bupati Rote Ndao, Kamis (17/8/2017) pagi.

Bupati Rote Ndao Drs Leonard Haning, MM., bertindak sebagai Inspektur Upacara didampingi Ketua DPRD Alfred Saudila, A.Md., sebagai pembaca Teks Proklamasi dan Lettu Laut (PM) Yusuf Parente bertindak sebagai Komandan Upacara.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72 tersebut diawali dengan hunjuk kebolehan dalam baris-berbaris oleh personil Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) Rote Ndao. Dengan beranggotakan personil dari siswa-siswi SMA, Pasukan Pengibar Bendera bersama TNI Polri ini mampu membentuk barisan dengan Formasi “Sasando”.

Walau berbentuk Sasando alat musik asal Pulau Rote, tapi tanpa menghilangkan makna HUT RI.

“Kalau di daerah ditentukan masing-masing daerah (formasinya), Pulau Rote baru pertama kita buat formasi Sasando karena kita memiliki potensi lokal, Sasando sudah terkenal di tingkat Internasional. Makna HUT RI  itu  ada kelompok 17, kelompok 8, kelompok 45,” ujar Koordinator Pelatih Paskibra Rote Ndao, Letnan Satu Inf Nerson Filmon Baitanu  usai upacara, di desa Sanggaoen, Lobalain, Nusa Tenggara Timur, Kamis (10/8/2017).

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra), dalam HUT RI ke-72, membentuk formasi barisan “Sasando” saat mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Formasi itu terdiri dari Pasukan 17 membentuk tali sasando, Polri membentuk batang sasando dan TNI membentuk Haik (daun lontar setengah lingkaran, red).

“ini untuk merajut kebersamaan baik antara masyarakat TNI dan Polri,” cetus Nerson. (ROL)

hut-ri-72-170817

Peringati HUT RI ke 72, Pemda Gelar Upacara Bendera di Alun-alun Rujab Bupati Rote Ndao

Perayaan HUT Kemerdekaan tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun ini berbeda dengan tahun – tahun sebelaumnya, jika ditahun –tahun sebelumnya pelaksanaan HUT kemerdekaan RI biasanya dilaukan di Pulau-Pula terluar berpenghuni, Tahun ini Pemerintah melakukannya di Alun-alun Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao di Bilangan Ne’e Mok Desa Sanggaoen. Meski demikian rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan ke 72 berlangsung cukup meriah,

Bupati Rote Ndao Drs. Leonard Haning, MM dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk melihat Kemerdekaan yang diraih sebagai jembatan untuk kemakmuran rakyat dan menegakan keadilan, agar seluruh rakyat Indonesia kususnya Rote Ndao meraih kemajuan bersama.

Tema Indonesia Kerja Bersama dan sub Tema Mai Ita Esa Tafo’a Rote Ndao merupakan spirit dan sumber motivasi dan inspirasi bagi kita untuk melaksanakan berbagai tugas dan tanggungjawab kita masing masing dalam mengisi kemerdekaan melalui pelaksanaan pembangunan di daerah ini

Sebagai spirit dan sumber motivasi,maka tema dan sub tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini memiliki makna yang sangat penting dan strategis dimana pemerintah menerapkan prinsip bekerja bersama,pada setiap penyelenggaraan aspek pemerintah dan pembangunan nasional,  maupun daerah dan untuk itu saya mengajak kita sekalian bersatu padu, bahu membahu dan bekerja bersama,dengan tekad dan semangat yang tinggi melalui disiplin dan etos kerja yang dilandasi dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja iklas dan profesional untuk memberikan yang terbaik bagi kejayaan negeri ini.

Secara umum dapat disampaikan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Rote Ndao sampai saat ini disampaikan Bidang Ekonomi, a). Pertumbuhan ekonomi kabupaten Rote Ndao berfluaktif, akhir tahun 2016 sebesar 5,00%. inflansi maret 2016 sampai dengan maret 2017 tahun 2017 sebesar 5,9%. Pemerintah terus berupaya terus menekan penyebab inflansi melalui pengendalian ketersediaan bbm, memperlancar arus barang dan jasa melalui kehadiran tol laut dan armada kapal laut milik putra daerah sehingga laju inflansi dapat ditekan hingga di bawah 5%. PDRB per kapita sebesar Rp.13.302.039.- pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp.15.467.284,- ditahun 2016.Pendapatan daerah pada tahun 2017 sebesar Rp. 720.275.502.554,-.Belanja publik pada tahun 2017 sebesar Rp. 324. 966. 499. 448,-

b). Upaya peningkatan ketahanan pangan melalui program lakamola anan sio berupa kegiatan bantuan saprodi pada tahun 2016 sebesar Rp.3.116.850.000,-. Bantuan pupuk pada tahun 2017 sebesar Rp.5.249.307.000,-dan direncanakan pada tahun 2018 subsidi pupuk 100 persen. pengolahan lahan/pembukaan lahan pada tahun 2016 sebesar Rp.14.524.600.000,-Penyediaan alat dan mesin pertanian dari tahun 2009-2016 antara lain tractor medium sebanyak 7 unit, hand traktor sebanyak 229 unit, dan mesin pompa air sebanyak 680 unit. C). Produksi pertanian terutama komoditi padi menempatkan kabupaten rote ndao pada posisi swasembada pangan, dimana pada tahun 2015 produksi padi mencapai 61.171 ton meningkay mencapai 89.731,2 ton pada musim tanam oktober 2016-maret 2017.

d). Jumlah pengadaan ternak dari tahun 2009-2015 untuk sapi sebanyak 760 ekor, domba sebanyak 40 ekor, kambing etawa sebanyak 130 ekor, babi bibit sebanyak 230 ekor, ayam petelur sebanyak 400 ekor. Untuk tahun 2016 pengadaan ternak sapi kepada masyarakat melalui bantuan keuangan sebanyak 390 ekor dan hibah 195 ekor. Tahun 2016 pengadaan ternak sapi kepada masyarakat melalui bantuan keuangan sebanyak 390 ekor dan hibah 195 ekor. Jumlah expor ternak pada tahun 2016 sebanyak 4.882 ekor terdiri dari sapi 3.105 ekor, kerbau 600 ekor, kuda 200 ekor dan kambing 997 ekor. Produksi rumput laut pada tahun 2016 sebesar 16.074 ton kering dan produksi perikanan laut 3.310 Ton pada tahun 2016.

Bidang Sosial Budaya, Sasaran utama dari pembangunan bidang sosial budaya adalah meningkatnya mutu Sumber Daya Manusia, kesejahteraan sosial masyarakat dan berkembangnya nilai-nilai kebudayaan kabupaten Rote Ndao. Peningkatan mutu SDM dapat di lihat dari indeks pembangunan manusia yang merupakan komposit dari aspek kesejahteraan ekonomi,pendidikan dan kesehatan dimana pada tahun 2015 sebesar 59,28.

Pendidikan

  • Rata-rata lama sekolah pada tahun 2015 sebesar 6,45 tahun
  • Angka melek huruf kabupaten Rote Ndao tahun 2015 sebesar 91,76%
  • Pemerintah kabupaten Rote Ndao memberikan beasiswa untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu untuk tahun 2017 sebanyak 497 orang dan ikatan dinas bagi tenaga kesehatan dan pendidikan MIPA 57 orang.
  • Angka kelulusan jenjang SD/MI, SMP/MTS,SMPLB dan SMA/SMK mencapai 100 persen pada 4 tahun terakhir.

Kesehatan

Upaya pemerintah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan menunjukan hasil yang positif yang ditandai dengan terus meningkatnya derajad kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup penduduk kabupaten Rote Ndao pada tahun 2009 sebesar 61,79 tahun meningkat menjadi 62,86 tahun pada tahun 2015.

Untuk angka kematian bayi, mengalami fluktuatif namun dalam lima tahun terakhir berhasil ditekan hingga berada jauh di bawah target MDGs. Data kematian bayi pada tahun pada tahun 2015 sebesar 47 orang dari 2.344 bayi lahir atau 20,05/1000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu melahirkan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2015 sebanyak 7 orang atau 298,63/100.000 kelahiran hidup, sedangkan balita gisi buruk pada tahun 2015 sebanyak 146 anak dari 9.355 balita atau 1,46 persen, dimana semua kasus gizi buruk yang ditemukan telah mendapat perawatan 100 persen sehingga telah memenuhi standar pelayanan minimal bidang kesehatan kabupaten Rote Ndao.

“kedepan sektor ini perlu harus menjadi perhatian untuk terus kita lalukan pembenahan dan pemingkatan baik sarana dan prasarana kesehatan,penyediaan tenaga medis, para medis dan obat obatan termasuk didalamnya bantuan Jamkesda, pemberian beasiswa bagi siswa kedokteran dan perluasan jangkauan pelayanan kesehatan”kata Haning.

Bidang Infrastruktur. Dibidang infrastrutur,pemerintah terus meningkatkan infrastrutur dasar seperti embung, irigasi, perumahan layak huni, elektrifikasi, menara penguat signal, cakupan layanan air bersih sanitasi. Sampai saat ini

Jumlah embung yang dibangun sebanyak 192 buah, saluran irigasi sepanjang 25.056,79 meter, program pembangunan perumahan yang dibangun sebanyak 1.742 unit pada tahun 2017.- Rasio elektrifikasi sebesar 74,98% umah tangga telah terlayani listrik, dimana pemerintah  daerah begitu fokus untuk menyediakan kebutuhan ini melalui berbagai terobosan yakni PLTS tersebar, PLTS terpusat, PLTMH, sehen, KWH meter, PLTD dan saat ini sementara dibangun PLTMGAS dengan kapasitas 6 MW sehingga diharapkan tahun 2018 seluruh kabupaten Rote Ndao telah berlistrik, adanya peningkatan kualitas dan kapasitas fasilitas perhubungan dalam 5 tahun terakhir terus ditingkatkan antara lain landasan pacu bandara D.C Saudale,  pelabuhan laut. Selain itu pemerintah juga membangun tambatan perahu 14 unit, jalan provinsi pemerintah sepanjang 25,94 km, panjang jembatan provinsi yang terbangun sampai dengan tahun 2016 sepanjang 70 meter dan pembangunan jembatan kabupaten sepanjang 360 meter dan jalan strategis nasional sepanjang 56,70 kilometer.

Selain hal-hal tersebut di atas, Dalam rangka peringatan HUT ke-72 kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini, pemerintah telah memberikan remisi kepada narapidana di Indonesia. Untuk cabang Rumah Tahanan Ba’a, pemerintah memberikan remisi kepada 42 orang narapidana.

Pemberian remisi ini merupakan penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia dan menjadi pendorong untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan diri sehingga ketika kelak kembali hidup di tengah masyarakat dapat menjadi warga yang baik dan taat hukum serta dapat berperan sebagai pelaku pembangunan di yang bertanggungjawab.

Pada tahun ini juga pemerintah telah menganugerahkan kepada Aparatur Sipil Negara kabupaten Rote Ndao Satyalancana Karya Satya 30 tahun untuk 21 orang,20 tahun untuk 11 orang dan 10 tahun untuk 91 orang sebagai penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara yang telah menunjukan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan dan kerja keras dalam pelaksanaan tugasnya.

Pemerintah terus melakukan penataan dan pembenahan agar tercipta birokrasi yang profesional dan handal,mamph berkolaborasi dengan seluruh komponen dan saling mendukung dalam rangka menyelesaikan pekerjaannya secara tuntas,cepat dan tepat, cepat, tepat dan akuntabel. Pada tahun 2016 bukti keseriusan kita memetik hasilnya dengan adanya Opini Wajar dengan Pengecualian(WDP) terhadap pengelolaan keuangan dua tahun berturut turut yang tentunya perlu dipertahankan atau ditingkatkan lagi menjadi lebih baik lagi menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tahun 2017 merupakan tahun ke tiga pelaksanaan RPJMD menandai sebuah tonggak baru dalam periodesasi RPJMD kabupaten Rote Ndao 2014-2019 yang merupakan periode peningkatan, dimana dalam tahapan RPJMD sebelumnya kita telah berhasil melaksanakan pembangunan dengan mencapai target target yang ditetapkan bersama.

Memasuki fase yang baru ini, tentunya dengan tetap berpedoman pada RPJMD kabupaten Rote Ndao 2005-2025 kita akan fokus pada kebijakan pembangunan yang masih di prioritaskan pada bidang infrastruktur dan diarahkan pada upaya meningkatkan produktifitas daerah dengan menghubungkan simpul simpul produksi menjadi suatu kesatuan, sehingga dapat memudahkan pergerakan barang dan jasa serta mendorong munculnya aktivitas aktivitas ekonomi baru yang berkelanjutan, pemerintah sedangkan ketersediaan infrastruktur dasar berupa air bersih, perumahan layak huni, energi akan terus ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya, pemerintah termasuk di bidang kesehatan, pendidikan, sanitasi dan ekonomi.

Pada kesempatan itu juga Bupati Haning mengajak segenap elemen bangsa untuk bersinergi dan bekerja bersama mengatasi kemiskinan pengangguran serta ketimpangan dan kesenjangan sosial lainnya untuk kemajuan dan kemandirian kabupaten Rote Ndao, dengan kerja bersama bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang, bangsa yang maju, bangsa yang berdaulat, mandiri dan berbudaya. (humas)

perbup-narktika-0817

Cegah Peredaran Narkotika, Bupati Siapkan Perbup

Kabupaten Rote Ndao  merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste dan juga merupakan daerah tujuan pariwisata memiliki tingkat lalu lintas manusia yang sangat tinggi yang membawa serta berbagai kebudayan yang sangat memungkinkan   terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya.

Pemerintah Daerah kabupaten Rote Ndao memiliki tanggungjawab melindungi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, pertimbangan inilah menjadi dasar  dibuatnya rancangan Peraturan Bupati ( Perbup ) tentang Pencegahan dan Penaggulangan Terhadap Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif di kabupaten Rote Ndao.

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM mengungkapkan hal tersebut saat memimpin rapat Forkopimda yang membahas rancangan Peraturan Bupati Pencegahan dan Penaggulangan Terhadap Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif di kabupaten Rote Ndao di ruang kerja Bupati, rabu ( 16/8/17).

Dalam rancangan ini lanjutnya terdapat tiga jenis pencegahan yang pertama pencegahan primer yaitu upaya untuk mencegah seseorang menyalahgunakan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, kedua pencegahan sekunder yaitu upaya yang dilakukan terhadap penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. “ Upaya pencegahan terkahir adalah pencegahan tersier yaitu upaya pencegahan terhadap pengguna yang sudah pulih agar tidakmengulangi kembali ketergantungan terhadap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya  setelah menjalani rehabilitasi medis dan social,” kata Bupati Haning.

Bupati menambahkan sasaran pencegahan akan dilaksanakan melalui keluarga, lingkungan masyarakat, satuan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, organisasi perangkat daerah, lembaga pemerintah di daerah dan DPRD, Badan Usaha, tempat usaha, hotel, penginapan dan tempat hiburan serta tempat ibadah.

“ Dalam keluarga dengan memberikan edukasi dan informasi yang benar tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya, di lingkungan masyarakat akan dilakukan pendataan tempat kos atau kontrakan dan penghuninya dan di tingkat OPD, lembaga pemerintah dan DPRD berkewajiban untuk melakukan sosialisasi dan penyebaran informasi di lingkungan kerjanya,” tambahnya.

Bupati berharap Peraturan Bupati ini secepatnya ditetapkan mengingat rancangannya telah  dibahas bersama Forpoimda kabupaten Rote Ndao. “ Kita telah selesai membahasnya mudah-mudahan dalam waktu dekat kita sudah tetapkan,” katanya.

Hadir pada rapat tersebut, Dandim 1627, Letkol ( Inf ) Budi Yuwono, Kapolres, AKBP. Murry Mirranda, S.Ik, Kajari Rote Ndao, Edy Hartoyo, SH,M.Hum, Eny Nalle, SH, Perwakilan Pengadilan Negeri, Wakil Bupati, Jonas C. Lun, S.Pd, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ir. Untung Harjito, Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan, Nyongki F. Ndoloe, SH. ( Humas)