warga-pulau-terluar-bangun-pospol-140617

Warga Pulau Terluar Minta Bangun Pospol

Masyarakat pulau perbatasan, terluar dan terdepan, desa Landu,kecamatan Rote Barat Daya, kabupaten Rote Ndao mengaku tidak nyaman dengan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di wilayah tetangganya sendiri karena sering terjadi pencurian di pelabuhan ikan yang menghubungkan pulau Rote dan pulau Landu. Di tempat ini, masyarakat sering kehilangan barang yang dititip, Bahan Bakar Minyak(BBM), roda kendaraan  dan barang lainnya di pelabuhan ikan tersebut. Oleh karena itu, mewakili masyarakat Pulau Landu meminta perhatian dari Pemerintah untuk dapat berkenan membangun sebuah pos polisi di sekitar lokasi pelabuhan untuk menjaga kenyamanan warga.

Demikian permintaan Anton Adu, warga RT/RW,002/02, dusun Dalek Esa, desa Landu tersebut disampaikan langsung kepada Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen,Drs. Johni Asadoma. M.Hum, AKBP  Muji Diah.S, Kombes Pol, I M Pande Cakra. Syarah H Andriani didampingi bupati, Drs.Leonard Haning.MM dan unsur Forkopimda kabupaten Rote Ndao ketika melakukan kunjungan kerja di pulau terluar dan terdepan di wilayah NKRI yakni pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya, kamis (15/06) siang.

“kami sering kehilangan barang di tempat pelabuhan karena lokasi sepi sehingga kami minta kepada pihak kepolisian untuk sekiranya membangun sebuah pos jaga disitu untuk menjaga keamanan disitu” kata Adu.

Sementara itu, bupati, Drs.Leonard Haning.MM dalam kesempatan ini mengatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao bersama masyarakat mengucapkan selamat datang kepada salah satu putra terbaik NTT, Brigjen. Drs.Johny Asadoma.M.Hum dan rombongan dalam rangka kunjungan kerja melihat dari dekat kondisi masyarakat di titik selatan NKRI ini kemudian dilaporkan hasilnya ke pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti.

“Dalam keseharian mungkin masyarakat hanya mengenal bapak atau orang tua kita semua ini hanya lewat media massa yakni sebagai komentator tinju dunia tetapi pada saat ini kami baru tahu bapak sudah  seorang bintang karena kepercayaan Kapolri, sekaligus kebanggaan NTT,khusus Rote Ndao. Dengan adanya prestasi bapak, sebagai sebuah motivasi bagi kami untuk bangkit khususnya generasi  muda,  kira-kira apa yang harus dilakukan supaya putra putri Rote Ndao bisa mengikuti langkahnya di Kepolisian Republik Indonesia” kata Haning.

Menanggapi hal tersebut, Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen Drs.Johni Asadoma.M.Hum  mengatakan bahwa untuk pembangunan pos jaga akan ditindaklajuti oleh pihak Polres Rote Ndao dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah karena keluhan tersebut sudah langsung didengar oleh bupati dan kapolres di sini untuk bertanggungjawab dan menjaga keamanan masyarakat di sini. Terutama masyarakat pulau Landu yang berjumlah seratus delapan puluh delapan Kepala Keluarga (KK) yang sehari hari beraktifitas dan melakukan pelayaran di tempat tersebut, karena Pulau Landu merupakan kelompok masyarakat yang besar yang harus diperhatikan dari pemerintah untuk dijaga dan diperhatikan  sehingga perlu mendapat sentuhan-sentuhan baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

” contoh wilayah perbatasan Indonesia dan RDTL dulunya tidak terlalu bagus namun sekarang sudah jauh lebih bagus, di Kupang ada bantuan tiga bendungan besar yang disiapkan untuk mencukupi kebutuhan air di musim kemarau dan dimanfaatkan untuk pengolahan sektor pertanian, di papua ada trans Jayapura-Wamena sepanjang 4250 km juga sudah dibangun oleh pemerintah, harga bensin/liter Rp 50.000,- satu sak semen Rp. 500.000,- ribu dan di daerah lain masih ada bensin/liter, Rp.20.000,- sekarang sudah merata dengan harga di jawa. Sentuhan sentuhan seperti ini yang sementara dibangun pemerintah sehingga kita berharap agar pemerataan itu bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.

Terkait dengan langkah putra-putri daerah yang bisa bekerja dan berprofesi menjadi Polisi,TNI dan ASN harus sehat dan jauh dari minuman alkohol yang dapat merusak  kesehatan dan tidak putus sekolah.  Generasi muda perlu mendapat dukungan apalagi yang sedang menginjak kaki di bangku SMP dan SMA harus dipaksakan untuk terus menuntut ilmu sampai tingkat atas sehingga anak anak harus dipaksa belajar mendapat ilmu untuk dipakai membangun daerah ini sama level dengan daerah lain.  Ilmu ini didapat dari belajar keras oleh karena itu pemerintah juga menyediakan sekolah gratis. Jadi kita tidak boleh mengorbankan sekolah sehingga suatu saat nanti akan menjadi orang besar di daerah sendiri. (humas-rn)

kunker-karo-polri-140617

Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI Melakukan Kunjungan Kerja di Pulau Terluar NKRI di Rote Ndao

Karo Misi Divisi Hubungan International POLRI, Brigjen, Drs. Johni Asadoma. M.Hum, AKBP  Muji Diah.S, Kombes Pol, I M Pande Cakra. Syarah H Andriani dan rombongan lainnya yang didampingi bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning.MM dan unsur Forkopimda kabupaten Rote Ndao berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah NKRI yakni pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya, kamis (15/06) siang sekira pukul 10:40 wita.

Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka menjalan tugas negara yakni melakukan kunjungan kerja untuk memantau dan melihat secara langsung bagaimana situasi dan kondisi masyarakat di pulau terluar yang berpenghuni di Rote Ndao, salah satunya pulau Landu, kecamatan Rote Barat Daya. Supaya masyarakat di wilayah ini juga merasa bahwa mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari NKRI sehingga mereka perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan tidak dibiarkan begitu saja. Demekian dikatan Brigjen.Drs.Johni Asadoma.M.Hum ketika melakukan tatap muka dengan masyarakat di Pulau Landu-Thie, desa Landu, kecamatan Rote Barat Daya.

“disini terdapat seratus delapan puluh delapan Kepala Keluarga (KK) merupakan kelompok masyarakat yang besar yang harus diperhatikan pemerintah untuk dijaga dan diperhatikan untuk dibangun pembangunan, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan lainnya sehingga perlu mendapat sentuhan-sentuhan baik itu dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat” kata Asadoma.

Saya melihat bahwa Rote Ndao Ini sudah bagus walaupun masih kalah dengan wilayah-wilayah lainnya namun Rote masih lebih bagus jika dibandingkan dengan sebagian wilayah di timur Indonesia karena pembangunan disini sudah menyeluruh dan jauh lebih bagus karena terdapat pembanguan yang sudah moderen, tidak ada tradisional, tetapi untuk daerah yang belum tersentuh pemerintah berjanji terus untuk membangun dari daerah pinggiran lewat program “Nawacita” sehingga daerah-daerah terluar dan terdepan  tidak dipandang sebagai beranda belakang, tetapi menjadi beranda terdepan di mata dunia.

Masih dikatakannya, dengan adanya komitmen dan perhatian pemerintah dalam dua tahun ini untuk meningkatkan pembangunan dan infrastruktur lainnya di kawasan wilayah Indonesia Timur dan daerah perbatasan, terluar dan terdepan dari NKRI ini kiranya hal ini benar benar dapat direalisasikan dengan baik dan secara optimal sehingga pembangunan didaerah lebih nampak hasilnya. Namun demikian diharapkan juga kepada pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao untuk melihat dan menjawab dan mengatasi pengeluhan masyarakat setempat dengan cara membangun dan menata infrastruktur yang dibutuhkan untuk kemajuan wilayah-wilayah terluar di sini.

“dalam dua tahun ini, presiden Republik Indonesia lewat program Nawacitanya, diharapkan agar ada pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan, terluar dan  terdepan supaya sama seperti masyarakat  di Jawa, dan sudah hasilnya di NTT, contoh wilayah perbatasan Indonesia dan RDTL, 2012 di Atambua dan RDTL tidak terlalu bagus namun sekarang sudah jauh lebih bagus,dan apa yang kami lihat akan kami laporkan ke pemerintah pusat agar kedepannya mendapat perhatian”ujar Asadoma.

Sementara itu, Bupati, Drs. Leonard Haning.MM dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat kabupaten Rote Ndao merasa bersyukur dengan hadirnya salah satu putra terbaik Nusa Tenggara Timur yang bisa dilihat di media massa namun saat ini hadir dalam rangka kunjungan kerja memantau dan melihat langsung kondisi masyarakat di daerah terluar dan terdepan di Rote Ndao ini, kita berharap bahwa lewat kunjungan ini pemerintah pusat bisa menaruh perhatian lebih lewat sentuhan berbagai peningkatan pembangunan dan infrastruktur lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah ini.  (humas-rn)

sosialisasi-bencana-tunganamo-140617

BPBD Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana

Bupati melalui Sekretaris Camat Pantai Baru, Alexander E.Tulle.SE membuka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana di aula kantor desa Tesabela, kecamatan Pantai Baru, kamis (15/06) pagi. Peserta kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana dihadiri oleh aparat dan masyarakat desa.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa Tangguh Bencana di daerah ini patut disyukuri karena dapat memberi manfaat dan peningkatan pemahaman yang lebih luas dan upaya penanggulangan bencana pada tahap pra bencana maupun sebelum bencana di kabupaten Rote Ndao. Dimana melalui sosialisasi ini dapat diharapkan dapat memberikan panduan bagi aparatur maupaun masyarakat, agar dapat melaksanakan tugas dengan cepat dan tepat sesuai dengan perkembangan kondisi baik pra bencana sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam penanganan korban pada saat kejadian atau bencana yang dialami masyarakat.

Keberhasilan pelaksanaan pembangunan didaerah ini akan ditentukan oleh kondisi lingkungan masyarakat yang aman jauh dari bencana, penciptaan lingkungan yang kondusif merulakan tanggungjawab semua komponen bangsa , baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat pada umumnya karena begitu pentingnya peran semua komponen dalam mendukung terciptanya kondisi yang kondusif, oleh karena itu pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao telah menetapkan salah satu indikator kinerja program dibidang kebencanaan tahun 2014 -2019, yaitu meningkatkan kapasitas aparatur dalam pengurangan resiko bencana dan pemberdayaan masyarakat menuju desa tangguh bencana untuk mendukung proses pembangunan.

Sehubungan dengan hal tersebut, kata dia, melalui kegiatan ini, peserta yang mengikuti kegiatan ini dapat mengikutinya dengan serius, agar dapat memahami dan meningkatkan pemahaman tentang apa yang harus dilakukan dan bagaimana penaggulangan bencana pada saat dan sesudah bencana yang dialami masyarakat.

Sementara itu Kepala BPBD Kab. Rote Ndao, Semuel H. Nassa melaporkan bahwa maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan peran aktif masyarakat untuk mengurangi resiko bencana serta kemampuan membangun kembali kehidupannya setelah terkena dampak bencana, dan tujuan mendorong terwujudnya masyarakat yang tangguh oleh karena lebih terarah, terencana, terpadu dan terkoordinasi dalam menghadapi bencana.

Hasil yang diharapkan adalah  agar masyarakat dan semua elemen yang berperan dalam dalam penaggulangan bencana dan pada saat pra bencana lebih memahami upaya upaya penanggulangan pada saat pra bencana sehingga tidak berdampak luas atau tidak menimbulkan sebuah persoalan baru pada saat terjadi bencana maupun pra bencana dengan demekian Badan Penanggulangan Bencana Daerah harus berperan aktif dalam melakukan segala sesuatu lewat pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat dan diharapkan agar semua masyarakatpun dapat melanjutkan materi atau informasi ini kepada masyarakat luas. (humas-rn)

pelatihan_aparatur-desa-1306171

BPD Mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Aparatur

 

DPMD kabupaten Rote Ndao menggelar Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur bagi Badan Permusyawaratan Desa tingkat kabupaten Rote Ndao tahun anggaran 2017 bertempat di Aula Videsy, rabu (14/06)pagi.

Bupati melalui Sekretaris Daerah, Drs.Jonas.M.Selly.MM dalam sambutannya mengatakan Kegiatan pembekalan teknis bagi BPD ini dimaksudkan untuk menjawab persoalan di desa khususnya implementasi peraturan Perundang -Undangan tentang pemerintah desa.
Dengan adanya dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan aturan peeundang-undangan tentang desa yang mengalami perubahan, terakhir dengan Undang -Undang nomor 6 tahun 2014 tentang perubahan  desa, peraturan Pemerintah nomor 43 tahun 2014 tentang Peraturan pelaksanaan Undang-Undang nomor 6 tahun 2004 tentang desa telah diubah dengan peraturan pemerintah nomor 47 tahun 2015 serta Permendagri nomor 110 tahun 2017 tentang Badan Permusyawaratan Desa, maka kegiatan ini dipandang sangat strategis dan penting guna meningkatkan kompetensi dan pengetahuan anggota Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Program pelatihan BPD merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk memberikan pencerahan dalam melaksanakan penyelenggarakan pemerintahan desa khususnya implementasi undang-undang desa,Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 111 tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 110 tahun 2016, sehingga BPD dapat melaksanakan tugas sesuai dengan amanah aturan Perundang-Undangan baik dalam lingkup pemerintahan dan kemasyarakatan.

BPD memiliki peran sebagai mitra pemerintah desa dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang transparan dan akuntabel, kiranya dengan mengikuti kegiatan ini BPD semakin bersemangat dalam menjalankan tugas dan wewenang bersama pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di desa.
“kepada semua peserta agar benar benar mengimplementasikan pengetahuan yang telah diterima dalam penyelenggaraan pemerintahan di desa dan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan  guna menghindari penyimpangan yang memiliki konsekuensi hukum.

Sementara itu, ketua Panitia, Handry.M.J.Mooy. SH.MH mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kepastian hukum tehadap BPD sebagai lembaga di desa  yang melaksanakan fungsi pemerintahan desa, meningkatkan pemahaman aparatur BPD terhadap pelaksanaan tugas-tugas kepemerintahan dan adanya peningkatan pelayanan desa pemerintahan kepada masyarakat dengan hasil yang diharapkan adalah dengan adanya kegiatan ini dapat menongkatkan kapasitas aparatur BPD dalam menjalankan tupoksi sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Terpisah, Kajari Ba’a, Muhamad Safir, SH, MH (Kasie Intel Kejari Rote Ndao) dalam kesempatan ini mehimbau kepada  Badan Permusyawaratan Desa(BPD) sebagai mitra pemerintah desa dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan yang transparan serta akuntabel benar-benar dijalankan dengan baik untuk membangun desa. “Utamakanlah kepentingan publik dan tetap memjadi mitra yang baik untuk  menjaga kebersamaan karena ada daerah tertentu ketua dan anggota BPD menjadi pengkhianat, ada yang melaporkan kepala desa ke pihak penegak hukum karena masalah kecil padahal seharusnya kalau ada persoalan harus diselesaikan lewat musyawarah. Itu gunanya BPD”(humas-rn)

bnn-narkoba-130617

Pencegahan dan Pemberantasan Bahaya Narkotika di Sekolah

Rote Ndao,-  Bertempat di Aula SMP Negeri 1 Rote Tengah, Kepala BNNK Rote Ndao, Lino Do Rosario, SH membuka kegiatan” Desiminasi P4GN Melalui Media Konvensional kepada Para Guru SMP Negeri 1 Rote Tengah, Selasa, 13/6/2017,

Pada kesempatan tersebut Lino Do Rosario mengajak para pendidik SMP Negeri 1 Rote Tengah untuk meningkatkan pengawasan terhadap bahaya peredaran gelap narkoba dengan cara lebih humanis yakni agar guru lebih dekat mengenali setiap perilaku anak – anak murid sembari membimbing anak murid semakin menjadi pintar.

Lebih lanjut, Kepala BNNK Rote Ndao meminta 10 orang peserta Desiminasi P4GN sebagai agen BNNK Rote Ndao dalam pencegahan dan pemberantasan bahaya narkotika di sekolah.

Sementara itu, Kasubag Umum BNNK Rote Ndao, Jodian A. Suki, S.Sos sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyatakan bahwa penyalahgunaan narkotika adalah masalah perilaku sosial, sehingga perlu pemberian informasi atau pengetahuan yang harus di dukung oleh upaya dunia pendidikan, mensterilkan diri dari pengaruh bahaya penyalahgunaan narkotika karena di dunia pendidikan adalah laboratorium pembentukan generasi bangsa. Karena itu , Guru sebagai pembimbing dan pendidik pun memiliki tanggung jawab dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika.

Kegiatan tersebut di ikuti oleh Kepala sekolah SMP Negeri 1 Rote Tengah, Aplonia Ndaomanu, S.Pd dan para guru sebanyak 10 Orang.
Dalam acara tersebut, Kepala BNNK Rote Ndao menyumbang sebuah buku berjudul ” Panduan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Sejak Dini” untuk menjadi milik perpustakaan sekolah.(bnn-rn)

kunjungan_watimpres-rote-0617

Ketua Wantimpres Kunker Ke Rote Ndao

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Republik Indonesia, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd didampingi Muhammad Islam, Benard B.Manoe, Caroline H.Manik, Gigi Tri Yuwono dan Rosa Kristiadi berkunjung ke Rote Ndao dalam rangka meninjau dan melihat dari dekat pembangunan perdesaan, daerah tertinggal dan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di kabupaten Rote Ndao. Sesuai jadwal, kunjungan kerja ketua watimpres, Prof.Dr.Sry Adiningsih.M.Sc.P.Hd dan rombongan selama berada di kabupaten Rote Ndao ini berkunjung ke kecamatan Landu Leko, Kecamatan Rote Selatan dan kecamatan Rote Barat dan berlangsung selama empat hari yakni dari 11 s/d 14 juni 2017.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan inilah bahwa pemerintah pusat sedang mengerjakan suatu kajian tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu harus di gerakan mulai dari perdesaan  dan daerah tertinggal untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan masyarakat khususnya pariwisata berbasis masyarakat.oleh karena itu, seiring dengan program pemerintah dalam dua tahun ini, dimana pemerintah sendiri ingin fokus pada peningkatan pembangunan daerah perbatasan dan tertinggal lewat berbagai usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masrakyat dan memanfaatkan dana desa serta pariwisata harus  dilaksanakan dengan baik karena ada daerah-daerah tertentu yang belum memanfaatkan dana desa dan pariwisata dengan baik padahal ada peningkatan dana desa, ada juga BUMDes yang tidak mengalami kemajuan padahal memanfaatkan dana desa sehingga melihat dari pengalaman ini di berbagai daerah, pemerintah harus bijak melihat dalam pengelolaan dana desa, BUMDes dan pariwisata untuk melihat dan mampu menciptaan lapangan  pekerjaan yang cukup memakmurkan masyarakat di daerah ini.

Oleh karena itu, daerah kabupaten Rote Ndao sebagai titik nol bagian selatan NKRI ini tidak bisa dipungkiri bahwa mempunyai nilai jual yang sangat tinggi apabila dipromosikan dan dikemas menjadi sebuah paket wisata yang menarik karena selain titik nol daerah ini kaya dengan tempat yang indah seperti pulau Mulut Seribu dan wisata lainnya sehingga ini menjadi sebuah tujuan wisata yang sangat strategis bagi Indonesia. Demekian dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) ketika meninjau tempat wisata Pantai Tolanamon di desa Inaoe, kecamatan Rote Selatan, kabupaten Rote Ndao, senin (12/06) petang.

Menurutnya, dengan adanya perhatian pemerintah dalam dua tahun ini untuk meningkatkan dana desa, kiranya hal ini benar benar dapat dimanfaatkan dengan baik dan secara optimal sehingga pembangunan didaerah lebih nampak hasilnya dan khusus pengembangan BUMDes dan pariwisata yang baru mulai  berjalan ini juga harus dikelolah dengan baik dengan cara membangun dan menata infrastruktur untuk perkembangan kemajuan di daerah ini. paling tidak,  BUMDes yang mengelolah daerah daerah wisata mampu menunjukan hasil yang luar biasa.

Oleh karena itu, lanjutnya, harapan pemerintah pusat adalah dengan meningkatnya dana desa, tujuannya pemanfaatannya memang banyak namun tujuan untuk pengelolaan dan promosi tempat pariwisata harus serius dikembangkan selain dengan anggaran tetapi bisa juga berbasis masyarakat itu biasanya lahir dari generasi muda, karang taruna, kelompok sadar wisata untuk membantu media massa dalam mempromosikan tempat wisata ini namun untuk kelompok karang taruna dan sadar wisata yang telah dibentuk harus dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait sehingga perlu diadakan pelatihan sehingga promosi pariwisata dapat berjalan baik dan tepat sasaran, oleh karena itu, anak-anak sebagai masa depan bangsa harus ditantang untuk menunjukan usaha dan kreatifitasnya dengan media yang sudah tersedia lewat pengalaman dan searching di internet untuk menambah penghasilan masyarakat. Mari kita memulainya dengan hal kecil mulai dari sebuah tulisan contoh “titik nol selatan NKRI”,rumah pohon, hutan mangrove dan miniatur lainnya yang bertujuan untuk mengajak para wisatawan datang berkunjung ke daerah ini sehingga potensi yang ada perlu digali untuk daerah ini berkembang lebih baik.

“perlu koordinasi dan kerjasama antara pemerintah desa dan SKPD teknis dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk diadakan pelatihan pelatihan dan membentuk kelompok sadar wisata, karang taruna dan lainnya untuk membantu dan aktif mempromosikan daerah daerah tujuan wisata penting selain pantai yang ada di Rote Ndao. mudah mudahan  BUMDes  dan pariwisata cepat tumbuh dan berkembang karena saya yakin kedepannya Rote Ndao ini akan menjadi tempat destinasi yang cukup terkenal di dunia” kata Adiningsih.

Sementara itu, bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM menjelaskan bahwa pemerintah dan masyarakat kabupaten Rote Ndao mengucapkan selamat datang kepada ketua Watimpres dan rombongan yang telah bersedia mengunjungi daerah titik selatan NKRI ini untuk melihat langsung potensi dan kelebihan- kekurangan didaerah untuk dilaporkan kepada bapak presiden sebagai suatu pertimbangan dan akan menjadi prioritas pemerintah pusat oleh karena itu harapannya adalah potensi prioritas laut dan prioritas darat yang menjadi pertimbangan ini akan ditindaklanjuti terutama di bidang pengembangan pariwisata, BUMDes dan hal lainnya yang disampaikan langsung masyarakat di lapangan namun demekian tidak semuanya usulan masyarakat tidak menjadi porsi  pemerintah pusat tetapi ada juga porsi pemerintah daerah dalam melangkah kedepannya sehingga program apa yang akan dikembangkan perlu disampaikan juga ke pemerintah daerah agar tidak salah sasaran.

Terpisah Kepala Desa Inaoe, Ferdinan Siokain dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa desain dan tindak lanjut pembangunan wisata pantai Tolanamon kedepannya akan dilaksanakan secara bertahap karena terkendala anggaran dan untuk sementara pembangunan di kawasan ini masih menggunakan anggaran dana desa berupa penyertaan modal adalah seratus juta rupiah dan site plan akan diluncurkan sudah ada dan kedepannya akan diselesaikan secara bertahap sehingga dapat menjawab  harapan kita semua yakni adanya kunjungan wisatawan yang bisa menikmati Pantai Tolanamon yang sejuk dan  indah seperti didaerah wisata lainnya.

Kendala yang kami hadapi saat ini adalah ketika pengunjung yang melakukan wisata ke lokasi ini tidak bisa diupload ke media karena terkendala jaringan sehingga pengunjung masih butuh waktu lama untuk mencapai lokasi tertentu baru dimediakan, entah lewat sosmed, facebook, instagram dan lainnya sehingga hal inipun perlu dipertimbangkan bersama, dan atas dasar ini pula kami atas nama masyarakat desa Inaoe mengajukan sebuah proposal kepada pemerintah pusat sebagai dasar pertimbangan pelaksanaan wisata pantai Tolanamon kedepannya, sekirannya apa yang menjadi harapan masyarakat ini, disampaikan kepada  presiden untuk ditindaklanjuti kepada menteri parawisata untuk menjawab semua apa yang menjadi harapan kita semua sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat dapat kenyataan.(humas-rn)

bnn_narkoba-100617

Kepala BNNK Rote Ndao Mengajak Masyarakat Mencegah dan Memberantas Narkoba

Dalam menekan penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat khususnya di Kabupaten Rote Ndao, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur setiap harinya terus melakukan sosialisasi penyalahgunaan narkotika kepada semua elemen masyarakat akan bahaya peredaran dan penggunaan narkoba.

Bertempat di kantor camat Rote Barat, kabupaten Rote Ndao, Sabtu (10/06/2017) Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Rote Ndao, Kompol Lino Do Rosario Pereira, SH menyampaikan materi tentang kebersamaan dalam pencegahan pemberantasan narkotika kepada para pegawai kantor camat Rote Barat.

Dalam paparan tersebut beliau menjelaskan tentang permasalahan narkotika bahwa modifikasi teknik penyelundupan narkoba oleh para sindikat narkoba yang terus berkembang dan semakin sulit terdeteksi karena itu kita terus memperkuat sistem pengawasan dan mengajak masyarakat untuk sama-sama mencegah dan memberantas narkoba.

Pada kesempatan tersebut juga  camat Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Petson Hange sangat mengapresiasi kegiatan BNNK Rote Ndao dan berharap pengawasan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba juga perlu sekali didaerah Nemberala karena merupakan daerah pariwisata.(ds-rn)

surat-pernyataan-perdamaian-ujarbenci-facebook-1

Tokoh Agama dan Tokoh Adat RND Maafkan Pelaku “Hate Speech”

Bupati Rote Ndao,Drs.Leonard Haning.MM dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah ( Forkopimda), Forum Kerukunam Umat Beragama (FKUB),Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Komunikasi Tokoh Adat Peduli Budaya (FKTAB) Tokoh agama, tokoh pemuda,tokoh perempuan  dan masyarakat kabupaten Rote Ndao bertemu di rumah jabatan Rote Ndao, di dusun Ne’e Mok, desa Sanggoen, kecamatan Lobalain untuk menerima keluarga dan pelaku Jayadi Rusani,kasus ujaran kebencian lewat media sosial yakni facebook terhadap kelompok tertentu beberapa waktu lalu. Sikap dari bupati dan unsur Forkopimda,FKUB, FKDM,FPK, FKDM dan elemen lainnya adalah sama yakni kasus ujaran kebencian  yang sedang ditangani pihak polres Rote Ndao perlu ditarik kembali karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) termasuk Rote Ndao ini terdiri dari berbagai perbedaan namun tidak boleh mengkotak-kotakan tetapi seharusnya dipersatukan demi kita bersama.

Adapun rangkaian acara ini dihadiri oleh Forkopimda, FKuB, FPK,FKDM, tokoh perempuan dan hadirin lainnya melakukan pertemuan dengan bupati di aula Rujab bupati kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat, yakni pemotongan hewan dan pembacaan pernyataan permohonan maaf dari pelaku dihadapan semua undangan dilanjutkan dengan pemotongan seekor sapi sebagai bentuk dimulainya prosesi adat ini. sebagai simbol persatuan, bupati, wakil bupati  masing masing tangan menyentuh darah sebagai saksi bisu dan saksi hidup dilanjutkan dengan salam dan do’a dari perwakilan pemuka agama di Rote Ndao dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM dalam kesempatan ini memgatakan bahwa momentum atau peristiwa adat hari ini harus dipahami sebagai edukasi bagi setiap masyarakat bahwa perbedaan bukan alat untuk membedakan kita sesama saudara di wilayah ini sehingga momen budaya pada hari  sifatnya mengikat dan tidak bisa direnggangkan lagi oleh siapapun apalagi hanya dari kelompok tertentu, oleh karena itu hal ini perlu disatukan lewat momen adat pada saat ini sehingga
sebagai orang Rote yang tetap berpegang teguh kepada budayanya perlu diselenggarakan acara  ini.
Biarkanlah semua proses boleh berjalan tetapi kita harus mempunyai kemampuan untuk melupakan masa lalu sehingga dengan hadirnya agama dan lembaga lainnya maka harapan kita terlaksana untuk itu kita ada untuk menyampaikan kata hati dari paling dalam untuk disampaikan ke publik.

Jayadi Rusani, warga RT/RW, 001/001,kelurahan Namodale, kecamatan Lobalain mengaku telah bersalah atas postingan pernyataan yang mengandung ujaran kebencian di media sosial melalui akun facebook pada jumat (12/05)lalu.
Bahwa benar isi pernyataan yang diposting di media sosial melalui akun facebook telah mengakibatkan terjadi rasa tidak nyaman dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan bahwa benar perbuatan hukum ujaran kebencian yang dilakukan dengan cara memposting pernyataan dimedia sosial melalui akun facebook merupakan inisiatif sendiri.
Dan memohon maaf kepada bupati Rote Ndao, forkopimda, FKUB, FKDM, FPK, FKTAB, Tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat dikabPaten Rote Ndao dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatan hukum yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain dan berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di waktu mendatang. Selanjutnya, pernyataan bersalah dan permohonan maaf tersebut dibuat dengan sesungguhnya, tanpa paksaan dari siapapun dan /atau pihak manapun sebagai wujud tanggung jawab atas perbuatan hukum yang telah dilakukannya.

Sementara itu, Pdt.Dantje Ndoen, salah satu tokoh adat peduli budaya dalam kesempatan ini mengatakan bahwa inisiatif baik dari semua pihak perlu diapresiasi karena hal ini merupakan hal yang terbaik, bahwa ada peristiwa penghinaan atau ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu maka sebagai  manusia hal ini sakit namun tidak bisa dipungkiri bahwa tidak bisa tinggalkan budaya untuk tidak pernah pisahkan tetapi satukan perbedaan yang mencolok. Maka gagasan bupati Rote Ndao sebagai Maneleo Inahuk sangat diapresiasi dan kami tokoh adat sangat setuju terhadap gagasan cemerlang ini.  karena lewat momen ini budaya dibangun lembali, kami dalam hal ini lembaga, berterimakasih kepada bapak bupati karena telah menjadi contoh budaya harus dilakukan dan telah nendukung kami untuk menangani setiap persoalan.

“kami pada prinsipnya menerima permohonan maaf ini dan tidak ada kata lain karena sebagai umat yang bertuhan dan beradat. Tak ada kata lain selain setuju dan harapan kami bahwa bagi saudara saudara, siapa saja yang ada tinggal di Rote, kiranya hal ini menjadi pelajaran berharga sehingga jangan terlalu gampang untuk mengeluarkan bahasa bernada provokasi yang bersifat menyakiti apalagi berhubungan dengan agama dan adat yg berpotensi memecah belah masyarakat”kata Ndoen.

Senada, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Pdt.Benyamin Zakarias, dalam kesempatan inipun menyampaiakan bahwa terhadap ujaran kebencian yang terjadi pada beberapa waktu lalu harus diapresiasi tindakan bupati sebagai kepala daerah dan juga sebagai “Maneleo Inahuk” untuk menghentikan kasus ujaran ini. FKUB intinya mengapresiasi hal baik ini, dan berharap agar kasus ujaran kebencian hanya terjadi sekali ini saja dan mereupakan hal terakhir karena menghindari hal yang tidak perlu dibuat sehingga tidak membuat kelompok lain tersinggung.
Harapan dari FKUB, bahwa ini merupakan pengalaman pertama dan pengalaman terakhir sehingga dikemudian hari  jangan jatuh pada lubang yang sama agar tidak menciderai persaudaraan kita yang sudah bertumbuh lama dalam motto “ITA ESA” yang selama ini menjaga persatuan kita.

Terpisah,WaKapolres Rote Ndao, Kompol. Johanis Ch.Tanauw memberikan apresiasi pula kepada forkopimda, bahwa ini bukan hanya kehendak salah satu kelompok tertentu tetapi forkopimda, FKUB, Tokoh adat, tokoh agama dan elemen lainnya bersepakat untuk menerima permohonan maaf dari pelaku tersebut sehingga perlu diapresiasi namun demekian pihak penyidik tetap melakukan proses secara hukum, sehingga saat ini sudah kita periksa, dan melakulan penahanan terhadap bersangkutan. Namun dengan adanya kesadaran dan kesepakatan dari semua elemen, kita harus sadar bahwa tidak semua kasus mesti berakhir atau ending di ranah hukum, sehingga kalau dari tokoh adat, tokoh agama dan elemen lainnya menghendaki nanti pihaknya akan melihat kembali kasus ini, karena ini sudah membawa lembaga maka kita akan proses lagi apalagi saat ini dihadiri oleh forkopimda yang  terjun langsung dan terlibat dalam proses ini.

“saya menghimbau kepada semua pihak untuk belajar dari kesalahan ini, untuk lebih berhati-hati menyampaikan hal-hal yang tidak perlu untuk merusak hubungan persaudaraan di kabupaten Rote Ndao, kita mesti berhati-hati karena untuk merusak sebuah masa yang besar itu dimulai dari isu agama dan etnis”kata Tanauw. (humas-rn)

pelantikan-pejabat-050517

Bupati Rote Ndao Melantik 27 Pejabat

Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning.MM melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrasi di lingkungan pemerintah kabupaten Rote  Ndao.senin (05/06) pagi di ruang lobi lantai satu kantor sekretariat daerah. Kegiatan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, para Maneleo dan sejumlah undangan.

Bupati Rote Ndao dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan karier PNS khususnya pengangkatan dalam jabatan bukanlah sebuah proses yang mudah dan sederhana bagi pejabat pembina kepegawaian tetapi diperlukan banyak pertimbangan agar dapat memperoleh pejabat yang tepat dalam menduduki sebuah jabatan. Hal ini penting dan perlu dilakukan, karena menyangkut proses pengambilan keputusan yang tepat, dapat meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara.

Menjadi aparatur birokrasi harus mau terus belajar untuk meningkatkan kemampuannya, belajarlah dari kesalahan di masa lalu untuk kemudian memperbaikinya dihari ini dan masa yang akan datang serta melakukan inovasi inovasi dalam pekerjaan, sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi sehingga misi melayani publik yang diemban oleh setiap organisasi perangkat daerah dapat tercapai.

Lebih lanjut, saya ingatkan kembali kepada semua pegawai Aparatur Sipil Negara lingkup pemerintah daerah kabupaten Rote Ndao agar dapat melaksanakan dan mengimplementasikan tujuh sukses kabupaten Rote Ndao tahun 2017 yakni sukses disiplin ( disiplin jam kerja, disiplin masuk kantor, disiplin scedule, anggaran dan pembangunan), disiplin kerja,( kerja cepat, kerja cerdas, kerja cermat, kerja beretika, kerja bersemangat, kerja ikhlas, kerja tulus hati, kerja penuh senyum), sukses anggaran,( sukses perencanaan, sukses capaian pelaksanaan, sukses capaian sasaran), sukses pembangunan dan pelayanan publik ( sukses perencanan, sukses schedule, sukses capaian capaian sasaran), sukses tanggungjawab ( sukses transparasi anggaran, sukses akuntabilitas, sukses keterbukaan) sukses kesejahteraan rakyat (tersedia ruang publik dan pelayanan, sukses sasaran pendidikan, kesehatan dan ekonomi) dan sukses evaluasi dan sanksi (penerapan sanksi terhadap pelanggaran).

“apabila langkah menuju sukses ini tidak dijalankan  maka kita akan ketinggalan dalam segala bidang dan aspek kehidupan. Kesuksesan sudah menanti di depan, datanglah dan raihlah untuk kesejahteraan rakyat Rote  Ndao. kepada pejabat yang tidak mampu melaksanakn dan mengimplementasikan tujuh sukses kabupaten Rote Ndao tahun 2017 sebaiknya mengundurkan diri dari jabatan tersebut sebelum diberhentilan”kata Haning.

Masih menurutnya, tugas dan tanggungjawab seorang pemimpin sangat berat dan mungkin diluar dari kemampuan tapi harus punya seribu cara untuk mengatasinya sehingga tidak menjadi seoramg pimpinan yang gagal. “kegagalan pemimpin bisa dksebabkan karena banyak hal satu diantaranya akibat tidak memiliki kemampuan manejerial, dan kurang mampu memotivasi aparatur sehingga perintahan serta program pembangunan tidak berjalan secara optimal, oleh karena itu sebagai pemimpin yang memiliki tugas dan tanggungjawab yang semakin besar maka diharapkan harus dapat bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas serta mampu merangkul dan berkoordinasi baik dengan seluruh OPD agar semua program yang menjadi visi dan misi pemerintah kabupaten Rote Ndao dapat terwujud.

Terpisah, Kabid Pengembangan dan Mutasi, Ronny Bolla,SH dalam kesempatan mengatakan bahwa kegiatan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrasi dilingkungan pemerintah kabupaten Rote Ndao berjumlah 27 orang.(humas_rn)

menu-serba-ikan-020517

Pokja II dan III TP PKK Gelar Aneka Lomba.

Setda;- Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga kabupaten Rote Ndao bekerjasama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Organisasi Perangkat Daerah(OPD) Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk menggelar aneka lomba, diantaranya cipta menu makanan serba ikan dan lomba cipta menu masak kuliner kreatif, aneka kue dan jus dan pelatihan tenaga pengajar PAUD Holistic Integral dan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbahan lokal tingkat kabupaten Rote Ndao. Kegiatan lomba cipta menu makanan serba ikan dan cipta menu masak kuliner kreatif,aneka kue dan jus digelar oleh pokja III TP PKK dan pelatihan tenaga pengajar PAUD HI dan pembuatan APE berbahan lokal digelar pokja II TP PKK kabupaten Rote  Ndao.

Bertempat di ruang Auditorium, Bupati melalui Assisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs.Meliyanus J.Mandala dalam kesempatan ini, jumat (02/06) siang, mengatakan bahwa kebijakan pemerintah tentang optimalisasi program PAUD HI yaitu layanan pendidikan bagi anak usia dini yang menyelenggarakan program lebih dari satu bentuk layanan PAUD (TK,Kobers dan SPS), perlu dikembangkan guna memperluas akses, peningkatan mutu, terarah serta terpadu dalam melakukan aktivitas pelayanan dalam satu siztem kelembagaan satu atap menuju terwujudnya anak indonesia yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

Oleh karena itu, penyelenggaraan pelatihan tenaga pengajar PAUD HI merupakan sarana strategis untuk penyamaan persepsi dan metode pendidikan secara holistic bagi lembaga PAUD dengan memperhatikan aspek-aspek perkembangan anak yaitu aspek moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian bahasa, kognitif, fisik motorik dan perkembangan seni yang digunakan para pendidik usia dini dalam mengembangkan seluruh potensinya sesuai standar bahan ajar dan kurikulum yang berlaku. Selain itu anak anak juga dilatih fungsi kognitif dan motorik halus dan kasar serta pengenalan dengan lingkungan sekitar.

Masih menurutnya, alat permainan edukatif ini merupakan alat yang bisa didapatkan dengan membeli tetapi jika para guru mau berkreasi dan dan berinovasi untuk menciptakan alat permainan edukatif dari barang -barang bekas maka tentu saja lebih ekonomis. Apalagi jika secara kreatif dilakukan bersama guru dan anak didik menggunakan bahan lokal yang ada dilingkungan sekitar maka merupakan suatu hal menyenangkan dan tentu merupakan suatu upaya membentuk karakter anak untuk bisa beriteraksi antar sesama teman dan juga dengan orang yang lebih tua serta membangun komunikasi intensif antara pendidik dan anak-anak.

Sementara itu, ketua panitia, Jerny M. Ndolu,S.Pt menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar peserta pelatihan memahami tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pelaksanaan PAUD HI di satuan PAUD dan mampu meningkatkan kemampuan diri dan kreatifitasnya sehingga  mampu memenuhi kebutuhan esensial anak didiknya serta agar peserta pelatihan memahami ide dan dan menemukan Alat Permainan Edukatif (APE) yang berbahan lokal.

Terpisah, wakil ketua TP PKK kabupaten Rote Ndao, Ny,Adriana
E.Lun-Doh mengapresiasi dukungan pemerintah sebagai mitra Tim penggerak  PKK yang turut menyukseskan program program cerdas TP PKK di daerah ini, terutama dua kegiatan lomba, diantaranya cipta menu makanan serba ikan dan lomba cipta menu masak kuliner kreatif,aneka kue dan jus oleh pokja III TP PKK dan pelatihan tenaga pengajar PAUD Holistic Integral dan pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbahan lokal tingkat kabupaten Rote Ndao oleh pokja II TP PKK kabupaten Rote Ndao.

“perbanyak lomba-lomba untuk menambah ketrampilan dan wawasan agar anggota TP PKK mampu menyajikan menu yang bergisi sehat dan seimbang sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat dan cerdas untuk keluarga yang sehat, kuat dan cerdas dan untuk lomba-lomba kreasi, sangat perlu juga karena berhubungan dengan banyak pelatihan sehingga sebenarnya di ikuti oleh semua kecamatan untuk berpartisipasi sesuai surat dari kami tetapi pada saat pelaksanaan kegiatan tidak semua hadir karena cuaca, sehingga diharapkan agar yang tidak hadir tetap dapat menyesuaikan diri dan yang hadir pada hari ini harus siap untuk berbagi kepada teman-teman”kata Adriana. (tim publikasi Humas)